Anda di halaman 1dari 9

HASIL DAN DISKUSI a.

kinerja mesin traktor Traktor test PTO dikendali untuk mengevaluasi dan membandingkan penggunaan kinerja traktor CD dan CSO. Daya kotor, rem kekuatan, rem konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi mesin dan suhu lelah disajikan di bawah. b. Dapat keuntungan kotor daya dan Bahan Bakar Spesifik Rem Konsumsi (BSFC ) Hubungan di antara daya kotor dan tenaga putaran PTO dari CD dan CSO B20 disajikan di Figur 3. daya kotor adalah hasil dari nilai mengandung kalori pegawai rendahan diperbanyak oleh laju alir berkumpul dari bahan bakar. Gambarkan 3 pertunjukan yang daya kotor meningkat berlalu tenaga putaran PTO mencakup di antara 100400Nm. Naik daya ini sehubungan dengan tenaga putaran tinggi nilai berhubungan dengan kecepatan mesin

ketinggian (1910 - 1710 RPM untuk CD dan 1916 - 1705 RPM untuk CSO B20) di jangkauan ini dari 100400 Nm berturut-turut. Gambarkan 3 juga memperlihatkan bahwa daya kotor mengawali rosot setelah 400 tenaga putaran Nm, disebabkan oleh pengurangan kecepatan mesin ketika tenaga putaran lebih tinggi diterapkan. Kecepatan mesin menjatuhkan ke 1300 RPM untuk CD pada 440 Nm dan 1160 RPM untuk CSO B20 pada 430N. Di tenaga putaran PTO di bawah 400 Nm, CSO B20 memperlihatkan satu gross sedikit lebih tinggi daya dibandingkan CD sehubungan dengan bahan bakar lebih tinggi rate konsumsi dari CSO B20 membandingkan ke CD. BSFC adalah satu indikator efisiensi bahan bakar dan dihitung oleh konsumsi bahan bakar pembagi memberi peringkat oleh rem mesin daya. Gambarkan 4 mewakili hubungan di antara tenaga putaran PTO dan BSFC untuk CD dan CSO B20. Pertunjukan figur ini satu penyusutan di BSFC dengan tenaga putaran PTO banyak berlalu tenaga putaran terbentang dari 100 Nm ke 450 Nm. Hasil ini memufakati Forson, Oduro et al. [6] siapa mendirikan

bahwa peningkatan tenaga putaran mesin akan turun BSFC bagi seluruh bahan bakar campuran dari diesel dan Jatropha Biodiesel. Hasil yang disajikan di Figur 4 showed bahwa nilai BSFC dari CSO B20 adalah lebih tinggi dibandingkan CD di semua isi. Maksimum BSFC untuk CSO adalah 644 g / kwh pada 100 Nm, sementara maksimum BSFC untuk CD adalah 574 g / kwh di di sekitar 100 tenaga putaran Nm PTO. Alasan dari pengurangan ini sehubungan dengan nilai mengandung kalori yang lebih rendah dari CSO yang memaksudkan mesin yang mengawali konsumsi lagi CSO B20 untuk menghasilkan sama kekuatan. c. Mesin Merem Efisiensi Termal() Gambarkan 5 mewakili hubungan di antara tenaga putaran PTO dan mesin merem efisiensi termal(. ) di isi sarana. Gambarkan 5 pertunjukan itu efisiensi termal rem dari keduanya bahan bakar diperhatikan meningkat dengan peningkatan dari tenaga putaran PTO. Sama kecenderungan ditemukan oleh [2] dimana, efisiensi termal meningkat dengan tenaga putaran ditingkatkan, alasan untuk yang sehubungan dengan keuntungan kekuatan dan pengurangan

di kehilangan panas saat tenaga putaran bertambah. Seperti mendiskusikan tadi, daya kotor dari CSO adalah lebih tinggi dibandingkan CD di sama rem daya, oleh sebab itu satu pengurangan pada efisiensi termal dari CSO B20 terjadi di semua tenaga putaran PTO. Nabi et al. [1] dilaporkan bahwa pengurangan pada efisiensi termal mesin mempergunakan biodiesel sehubungan dengan nilai pemanasan lebih rendah dari biodiesel( campuran biji kapas). Aydin & Bayindir [3] dinyatakan bahwa kekentalan lebih tinggi dan nilai pemanasan pegawai rendahan dari biodiesel dari minyak biji kapas menyebabkan satu pengurangan pada efisiensi mesin jika dibandingkan dengan diesel. Pertunjukan hasil itu satu kesepakatan dengan hasil dari efisiensi termal dari sekarang pekerjaan. d. Lelahkan Suhu Gambarkan 6 gambar hubungan di antara tenaga putaran PTO dan suhu gas lelah untuk CD dan CSO B20. Pertunjukan figur ini satu peningkatan pada suhu lelah dengan peningkatan dari tenaga putaran PTO untuk berdua bahan bakar, yang hingga suhu maksimum dijangkau

pada 400 Nm, kemudian suhu lelah turun pada tenaga putaran kuda pembiak yang maksimum. Lelah maksimum suhu adalah 450 o C dan 439 o C untuk CD dan CSO B20 berturut-turut. Kecenderungan umum dari suhu lelah untuk mesin fuelled oleh CSO B20 ditemukan lebih rendah dibandingkan suhu lelah ketika mesin fuelled oleh CD. Alasan kemungkinan untuk perbedaan itu pada suhu lelah sehubungan dengan bernyala adiabatik yang lebih rendah suhu untuk CSO B20 dibandingkan diesel. e. Mesin Menggas Pemancaran Karbon monoksida (CO) dan Dioksida Karbon (CO 2 )

Konsentrasi CO kelebihan pada gas lelah memaksudkan reaksi pada kamar pembakaran adalah tidak sempurna. CO emisi terukur di persentase lawan tenaga putaran penggunaan PTO CD dan CSO B20 disajikan di Figur 7. pertunjukan figur Ini itu persentase CO pada toques di bawah 300 Nm adalah hampir tetap, sementara persentase CO pada tenaga putaran

di atas 300 Nm meningkat tajam untuk berdua bahan bakar. Bahan bakar berdua memberikan hasil yang dapat diperbandingkan pada tenaga putaran PTO di bawah 400 Nm karena akibat pembakaran kurus ditandai oleh nilai Lambda di Figur 11. Pertunjukan hasil Lambda ini itu dan sejumlah oksigen adalah lebih tinggi dibandingkan stoichiometric untuk bahan bakar berdua. Pada sisi lain, CSO B20 memperlihatkan lebih tinggi CO meningkat dibandingkan CD pada tenaga putaran sampai 400 Nm. Gambarkan 8 peraga CO 2 persentase melawan tenaga putaran PTO untuk CD dan CSO B20. Ini dapat dilihat bahwa CO 2 tingkat peningkatan dengan tenaga putaran PTO meningkat untuk berdua bahan bakar. CSO B20 menghasilkan CO 2 meningkat sedikit lebih tinggi dibandingkan CD untuk tenaga putaran di bawah 300 Nm. Hasil ini memufakati Murugesan Et Al. [7] dimana hasil, di sana adalah tidak ada akibat berpengaruh nyata dari sayur biodiesel B20 pada CO 2 konsentrasi pada pemancaran gas lelah. Monoksid nitrogen (TIDAK ADA)

Hubungan di antara taraf dari Tidak Ada (PPM) dan tenaga putaran PTO mengalah Figur 9 untuk CD dan CSO B20. Kecenderungan umum dari keduanya bahan bakar bahwa peningkatan tenaga putaran PTO memimpin ke satu peningkatan di Tidak Ada konsentrasi (diukur di PPM). Tidak Ada naik sehubungan dengan isi lebih tinggi dan suhu lelah. Murugesan et al. [7] hasilkan showed satu pengurangan di Tidak Ada dengan persentase dari biodiesel meningkat untuk mesin berbeda isi. Pertunjukan hasil ini yang di situ adalah tidak ada perbedaan pantas dipertimbangkan di antara diesel dan B20 dari minyak nabati Oksigen (O 2 ) dan lambda() Gambarkan 10 mewakili hubungan di antara tenaga putaran PTO dan o 2 tingkat untuk CSO B20 dan CD. Pertunjukan figur ini satu kemerosotan pada o 2 persentase dari 14.7% dan 14.4% ke 3.6% dan 4.5% untuk CD dan CSO B20 berturut-turut pada nilai berbeda tenaga putaran PTO. O 2 persentase ditemukan yang dapat diperbandingkan di antara CSO B20 dan CD pada semua tenaga putaran PTO. Hubungan di antara lambda dan tenaga putaran PTO untuk CD dan CSO B20 diperlihatkan di Figur 11. Lambda adalah udara nyata rasio bahan bakar dibagi oleh stoichiometric mengudara

rasio bahan bakar. Ketika Lambda adalah lebih tinggi dibandingkan satu, mesin menjalankan sandaran, yaitu satu kasus normal di mesin diesel [8] Gambarkan 11 pertunjukan yang berdua bahan bakar sedang mengoperasikan bersandar berlalu tenaga putaran PTO berbeda. Nilainya lambda diperhatikan disusut dengan penurun isi yang diterapkan pada mesin untuk berdua bahan bakar. Pengurangan ini adalah satu hasil kebutuhan bahan bakar ketinggian untuk menghasilkan lebih kekuatan. Andersson [9] dilaporkan mesin diesel itu menjalankan sandaran di isi ideal dan rendah karena akibat aliran udara adalah tetap sementara bahan bakar dapat dikontrol melalui pemecutan. Hasil yang disajikan di sini mengerjakan kesepakatan baik showed dengan Andersson [9] hasil. KESIMPULAN Isi medium mesin menguji hasil mempertunjukkan bahwa biodiesel dari minyak biji kapas dapat satu bahan bakar alternatif bajik untuk mesin diesel di B20 mencampur tanpa

modifikasi mesin. Ini ditemukan bahwa CSO B20 dapat menghasilkan sangat kinerja mesin yang dapat diperbandingkan dan pemancaran gas lelah hasil di isi sarana. Hasil percobaan showed CSO B20 menghasilkan lebih tinggi BSFC dan mesin pegawai rendahan efisiensi termal jika dibandingkan dengan CD ke seberang satu jangkauan luas dari tenaga putaran PTO. Pekerjaan selanjutnya percobaan diperlukan untuk menyelidiki pengaruh dengan rasio campuran berbeda pada kinerja mesin dan persentase gas lelah.