Anda di halaman 1dari 3

ELEKTROFORESIS KERTAS

I.

PENGERTIAN Elektroforesis kertas merupakan sebuah metode pemisahan yang melibatkan perpindahan zat-zat yang bermuatan karena adanya pengaruh energi listrik. Digunakan dalam pemisahan materi biologis dan zat-zat yang jarang atau mahal yang tidak dapat digunakan pada jumlah yg besar (hanya beberapa mikrogram) Penggunaan elektroforesis kertas sebagai suatu proses analisa kuantitatif terbatas, dikarenakan : a. Penyerapan zat-zat yang bermuatan kedalam kertas. b. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keseimbangan sebelum larutan uji dapat diterapkan. c. Lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengujian. KEUNTUNGAN ELEKTROFORESIS KERTAS ELEKTROFORESIS NORMAL. a. Hasilnya dalam pemisahan mutlak b. Peningkatan sensitivitas metode c. Kemampuan untuk mengisolasi komponen yang terpisah d. Kemampuan dalam melakukan elektroforesis lanjutan DIBANDING

II.

III.

EKSPERIMEN Kertas yang akan digunakan, pertama kali basahi denganlarutan elektrolitik yang biasanya berupa larutan buffer. Pada bejana, buatlah 2 buah kompartemen yang berupa anoda dan katoda. Kertas yang telah dibasahi tadi tempatkan pada posisi horisontal atau vertikal pada kedua kompartemen (anoda dan katoda) tersebut hingga tercelup. Sebuah titik yang sesuai dengan tiap larutannya ditempatkan di tengah-tengah kertas, kemudian nyalakan saklarnya. Larutan buffer bertujuan sebagai konduktor, sedangkan kertas yang basah bekerja sebagai jembatan penghubung antara kedua kompartemen . Zat-zat yang ada pada larutan akan berpindah ke kompartemen anoda atau katoda tergantung pada jenis muatan yang mereka miliki. Setelah beberapa saat, matikan saklar. Kertas basah yang telah mengikat muatan negatif (-) dan positif (+) itu disebut elektrophoretogram. TEKNIK YANG DIGUNAKAN PADA ELEKTROFORESIS KERTAS Teknik-teknik utamanya yaitu : a. Elektroforesis bebas Pada metode ini, zat-zat yang telah terpisah bebas berdifusi walaupun sakelarnya mati. Dalam hal ini, jaraknya ditandai ketika eksperimen sedang berlangsung.

IV.

b. Zona Elektroforesis Pada metode ini, zat-zat yang telah diuji ditempatkan pada media pendukung seperti kertas saring, gel dari pati, gel dari agar, dsb. Posisi jarak dapat ditentukan dengan cepat mengeringkan kertas. Keuntungan dari Zona Elektroforesis dibanding Elektroforesis bebas adalah : 1. Memungkinkan untuk mendapatkan pemisahan yang sempurna dari zat-zat yang berbeda ke dalam zona kecepatan migrasi yang berbeda. 2. Zat yang bobot molekulnya rendah dapat dipelajari dengan sukses karena sedikitnya gangguan dari batas penyimpangan. 3. Hanya membutuhkan sejumlah kecil material yang akan digunakan.

V.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERPINDAHAN ION-ION. Faktor-faktornya antara lain : 1. Ukuran muatan Semakin besar ukuran, perpindahannya semakin lambat dan dengan muatan yang lebih besar, perpindahannya akan lebih cepat. 2. Faktor Lingkungan Efek yang timbul dari lingkungan juga sangatlah penting, contohnya konsentrasi elektrolitnya, pH, temperatur, dan kekentalan yang memiliki perannya masing-masingdalam mempengaruhi perpindahan ion-ion. 3. Konsentrasi buffer Dengan menaikkan konsentrasi buffer, mobilitas ion dalam larutan akan berkurang. 4. Efek pH pH larutan menempati garis terdepan terutama ketika zat yang tersebut memiliki keduanya (muatan positif maupun muatan negatif), seperti asam amino dan protein. 5. Efek pemanasan Kertas yang dibasahi dengan larutan buffer memiliki ketahanan yang bergantung pada sifat dan jumlah buffer di atas kertas 6. Efek difusi Proses difusi bergantung pada ukuran molekul suatu zat 7. Efek elektro osmotik 8. Bentuk molekul Percobaan elektroforesis lebih cocok menggunakan molekul-molekul yg kecil.

VI.

ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Kertas Beragam jenis kertas saring yang diproduksi oleh pabrik, ketebalan dan homogenitas optikalnya berbeda. Kita pelu membasahinya terlebih dahulu menggunakan aquadem/ 0.1M HCl/ 0.01M EDTA untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang dapat mempengaruhi proses pemisahan. 2. Elektroda Biasanya memakai elektroda yang terbuat dari karbon atau platina 3. Sumber arus listrik Biasanya menggunakan arus langsung antara 100-300V 4. Elektrolit Biasanya menggunakan larutan buffer yang kekuatan ion nya paling rendah, tidak menggunakan elektrolit kuat karena konduktivitasnya tinggi. Pemilihan larutan buffer tergantung pada material/ zat yang akan dipisahkan dan faktorfaktor tertentu lainnya.