Anda di halaman 1dari 6

Makalah Seminar Kerja Praktek

METODOLOGI DRIVE TEST GSM PT NEXWAVE REGIONAL JAWA TENGAH YOGYAKARTA DIVISI HCPT (THREE) SEMARANG
Reza Ardhita (L2F606048) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Abstrak
Drive test adalah pengukuran yang dilakukan untuk mengamati dan melakukan optimasi agar dihasilkan kriteria performansi jaringan. Yang diamati biasanya kuat daya pancar dan daya terima, tingkat kegagalan akses (originating dan terminating), tingkat panggilan yang gagal (drop call) serta FER. Pada kerja praktek ini TEMS Investigation digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor) menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai alat navigasi dan plotting parameter pada rute drive test yang dilalui. Parameter-parameter yang diamati, di antaranya RxLev, RxQual, dan SQI. Di samping itu juga pengunaan handphone dan GPS (Global Positioning Satellite) yang digunakan akan membantu menentukan letak dan koordinat posisi MS atau handphone yang digunakan pada saat bergerak. Drive test merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai daerah mana saja yang mengalami permasalahan tersebut. Informasi yang didapatkan ditampilkan secara online yang didapat dari perangkat TEMS. Untuk menghasilkan data drive test ideal terlebih dahulu harus menentukan apakah hasil DT di dalam nilai bisa di terima atau tidak. Sebenarnya hasil dari drive test dapat diterima nilainya, apa bila langkah-langkah dalam pengambilan nilai dilakukan dengan cara yang tepat. Kata Kunci : drive test, TEMS, drive test ideal I. 1.1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Bidang komunikasi mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan telekomunikasi, tidak terbatas saat pemakai dalam keadaan diam ditempat maupun pada saat mereka dalam keadaan bergerak. Setiap penyedia layanan jaringan komunikasi bergerak, termasuk GSM, berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Penyedia layanan Three sebagai salah satu penyedia jaringan GSM pun berusaha memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan. Akan tetapi, ditemukan berbagai permasalahan pada jaringan tersebut. Salah satu permasalahan utama ialah kualitas panggilan yang tidak bagus. Hal ini merugikan pelanggan, dan juga penyedia jaringan GSM yang bersangkutan. Drive test memberikan solusi cara untuk mendapatkan informasi mengenai daerah mana saja yang mengalami permasalahan tersebut. Informasi yang didapatkan ditampilkan secara online yang didapat dari perangkat TEMS. Proses pengukuran pada sisi gelombang radio udara yaitu dari salah satu BTS ke MS/sebaliknya, dengan menggunakan seluler yang didesain secara khusus untuk pengukuran. 1.2 PEMBATASAN MASALAH Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, penulis membatasi permasalahan pada metodelogi drive test, mulai dari persiapan drive test , tata cara, proses dalam melakukan drive test dan gangguan pengaruh setelah melakukan drive test, serta dalam penulisan ini tidak menbahas tentang pengolahan data drive test. II. 2.1 DASAR TEORI Arsitektur GSM Unsur-unsur yang utama GSM arsitektur ditunjukkan pada gambar 1. Jaringan GSM terdiri atas tiga sub sistem : Base Station System (BSS), Network Subsystem (NSS), dan Operation Subsystem (OSS).

Gambar 1 Arsitektur GSM Mobile System Merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Terdiri atas Mobile Equipment dan Subscriber Identity Module. Base Station Terdiri atas Base Station Controller dan Base Transceiver Station. Dimana fungsi dari BSS adalah mengontrol tiap tiap BTS yang terhubung kepada nya. Sedangkan fungsi dari BTS adalah untuk berhubungan langsung dengan MS dan juga berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.

Network Sub system Terdiri dari MSC, HLR, dan VLR. MSC atau Mobile Switching Controller adalah inti dari jaringan GSM yang berfungsi untuk interkoneksi jaringan, baik antara seluler maupun dengan jaringan PSTN. Home Location Register atau HLR berfungsi untuk menyimpan semua data dari pelangga secara permanen. Untuk VLR atau Visitor Location Register berfungsi untuk data dan informasi pelanggan. Operation and Support System Merupakan subsistem dari jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian diataranya adalah fault management, configuration management, dan inventory management. 2.2 TEMS Investigation Dalam pengukuran parameter-parameter pada jaringan wireless, TEMS Investigation dapat bekerja dalam dua mode, yaitu drive test, dan replay. 1. Drive test Drive test ialah proses pengukuran sistem komunikasi bergerak pada sisi gelombang radio di udara yaitu dari arah BTS ke MS atau sebaliknya, dengan menggunakan telepon seluler yang didesain secara khusus untuk pengukuran. Drive test bertujuan untuk mengukur kualitas sinyal dan memperbaiki segala masalah yang berhubungan dengan sinyal. 2. Replay Informasi yang ditampilkan pada mode ini dibaca dari logfile. Dalam mode ini ketika bisa replay logfile untuk inspeksi dan analisa. Kondisi peralatan tidak ter-connect.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

CGI terdiri atas : MCC / Mobile Country Code, kalau di Indonesia memakai 510. MNC / Mobile Network Code, nilainya tergantung operator. LAC / Local Area Code, setiap area atau daerah yang mempunyai kode yang telah ditentukan oleh operator. CI / Cell Id, parameter ini yang harus diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drivetest karena setiap cell mempunyai kode ID masing-masing. BSIC (Base Station Identity Code), Membedakan antar BTS terutama BTS-BTS yang mempunyai BCCH ARFCN yang sama (dalam reuse frequency). RxLev merupakan tingkat kuat level sinyal penerima di MS (rentang dalam minus dB), makin kecil nilannya semakin lemah sinyalnya. RxQual adalah Tingkat kualitas sinyal penerima di MS (rentangnya skala 0-7),makin besar nilainya semakin jelek kualitas sinyalnya. SQI (Speech Quality Indicator) adalah Indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon dengan rentang -20 s.d 30 , makin besar makin baik. TA (Timing Advance) adalah jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar nilainya makin jauh.

Gambar 2 Tampilan TEMS Investigation 2.3 Parameter Kualitas Panggilan pada Jaringan GSM Parameter yang harus diketahui untuk para drive tester 2G / GSM pemula adalah sebagai berikut : 1. BCCH (Broadcast Control Channel) merupakan frekuensi yang digunakan dalam GSM untuk downlink BTS ke MS (berkisar 890MHz-915MHz untuk yang GSM 900). 2. ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel) merupakan sebutan kanal yang digunakan untuk mewakili berapa nilai dari frekuensi. Jadi misalnya disebut ARFCN BCCH yang diperoleh adalah 18, hal ini berarti 18 itu dikonversi menjadi nilai MHz tadi.

METODOLOGI DRIVE TEST GSM PT NEXWAVE REGIONAL JAWA TENGAH YOGYAKARTA DIVISI HCPT (THREE) SEMARANG 3.1 Pengertian dari Drive Test Drive test adalah suatu pekerjaan yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari hasil pengukuran kualitas sinyal suatu jaringan. Drive test merupakan bagian dari proses optimasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu jaringan dan mengembangkan kapasitas jaringan. Drive test dalam dunia telekomunikasi adalah suatu istilah yang digunakan karena dalam pekerjaannya pada saat berada dalam mobil yang diam lalu berjalan dan diam lagi sesuai dengan kebutuhan pengukuran tertentu. Perjalanan pun dilengkapi dengan peta digital, GPS, handset dan perangkat lunak drivetest TEMS (Ericsson). Drive test digunakan untuk outdoor (luar ruangan) karena dilakukan dengan berkendara (drive) mobil sedangkan walk test untuk indoor (dalam ruangan) karena dilakukan dengan berjalan (walk). Istilah drive test lebih umum digunakan daripada walk test. Optimasi merupakan langkah penting dalam siklus suatu jaringan. Penggunaan jaringan GSM melihat kinerja layanan jaringan berdasarkan cakupan jaringan dan kualitas panggilan. Drive test merupakan langkah awal proses, dengan tujuan untuk mengumpulkan data pengukuran yang berkaitan dengan lokasi pengguna setelah data terkumpul sepanjang luas cakupan RF yang diinginkan, maka data ini akan diproses pada suatu perangkat lunak tertentu.

III.

Setelah masalah, penyebab dan solusi telah dapat diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan pemecahan masalah tersebut. Drive test dilakukan kembali untuk menverifikasi apakah tindakan yang dilakukan sudah benar atau belum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan QoS, menjaga pelanggan lama dan menarik pelanggan baru sambil mengembangkan kapasitas jaringan. 3.2 Prinsip Drive Test Drive test memungkinkan operator untuk melakukan optimisasi yang terus menerus. Umumnya, drive test dilakukan dengan menghubungkan MS ke PC/laptop. Pelanggan seluler biasanya melihat kinerja layanan jaringan berdasarkan cakupan jaringan dan kualitas panggilan. Sistem drive test melakukan pengukuran, menyimpan data di komputer, dan menampilkan data menurut waktu dan tempat. Beberapa tipe sistem drive test yang tersedia adalah, drive test berbasis MS, berbasis receiver yang mampu mengukur semua sinyal pilot yang ada, dan kombinasi keduanya. Perangkat berbasis MS merupakan konfigurasi minimum yang dibutuhkan dalam melakukan drive test. Pengukuran umum seperti panggilan gagal ataupun terputus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana performa jaringan dari sudut pandang pelanggan. Gambar 3 menunjukkan sistem drive test berbasis MS termasuk dengan receiver GPS untuk menentukan lokasi akurat suat peristiwa yang dialami MS.

Drive test harus dikumpulkan dalam penetrasi di dalam mobil itu berarti tanpa menggunakan antena eksternal. Posisi GPS harus diletakkan di atap mobil Posisi telepon seluler dalam mobil (taruh di dashboard). 3.4 Model Drive Test Untuk penerimaan situs baru ada dua macam drive test dilakukan. Mereka adalah idle mode dan dedicated unlocked mode. 1. Idle Mode Pada saat Idle mode drive test dilakukan dengan cara tidak melakukan panggilan pada saat melakukan drive test sedang berlangsung. Tujuan drive test modus siaga adalah untuk mengetahui cakupan sebenarnya dari situs. 2. Dedicated unlocked Mode Pada saat Dedicated modus drive test dilakukan dengan cara melakukan panggilan pada saat melakukan drive test sedang berlangsung. Tujuan modus didedikasikan adalah untuk mengukur kualitas udara (RxQual, SQI) dan kinerja situs (Drop tingkat panggilan, CSSR, terutama kinerja HOSR). 3.5 Penerapan Pengambilan Data Ada empat tahap dalam melakukan persiapan drive test, yaitu mempersiapkan perangkat drive test, pemetaan area, persiapan rute dan pengambilan data drive test.

Gambar 3 konfigurasi sistem drive test berbasis MS dengan laptop, dan receiver GPS termasuk antena (biasanya jenis trimble). Sistem drive test diterapkan dalam kendaraan dan dikemudikan sepanjang area cakupan operator. Perhatikan Gambar 4.

Gambar 5 Flowchart persiapan drive test 3.6 Pemetaan Area Drive Test Tujuan dari proses ini adalah memetakan area menjadi beberapa area yang memiliki karakteristik yang sama. Contoh : area urban, sub urban dll Pada proses ini yang perlu diperhatikan adalah, jika pemetaan area semakin banyak (luas area tiap model kecil) berarti semakin banyak pula drive test yang harus dilakukan, dan sebaliknya semakin sedikit area yang di definikan ( area tiap model besar) semakin sedikit juga drive test yang akan dilakukan. Jadi, semuanya tergantung resource dan waktu yang dimiliki.

Gambar 4 Proses drive test dalam mobil pada jaringan GSM Persyaratan Drive Test Metode baru drive test ini, berupaya untuk mengumpulkan data. Antara lain sebagai berikut: 3.3

3.7

Persiapan Drive Test Untuk melakukan drive test, hal pertama yang diperlukan adalah rute drivetest. Rute mempermudah proses pengambilan data. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan rute diantaranya ialah rute diusahakan memiliki bentuk yang kembali ke tempat dimulai drive test pertama kali, rute dibagi menjadi beberapa sub rute agar dalam proses drive test diusahakan tidak ada yang dilewatkan lebih dari sekali, dan drive test dijalankan dengan sub sute yang tetap. Rute drive test dapat dibuat dengan menggunakan MapInfo Professional 8.5.

3) 4)

dengan port pada saat pertama kali menginstall peralatan tersebut. Membuka program TEMS Investigation GSM 8.0.3, kemudian melakukan pengaturan port configuration. Pertama, memilih Configuration kemudian Port Configuration. Mengendarai mobil pada rute drive test yang telah ditentukan, sesuai dengan flow. Pada saat mendekati titik awal dari tiap rute, proses pengambilan data siap dilakukan

Gambar 9 Menyimpan hasil recording 5) Ketika mendekati titik akhir dari suatu sub rute, maka mobil akan bersiap untuk diberhentikan di titik tersebut. Setelah itu, pastikan terlebih dahulu apakah pada command sequences sudah pada kondisi end call atau belum 6) Pengambilan data dilakukan hingga rute telah dilalui. 3.9 Hasil Pemrosesan Drive Test Terkait dengan penerimaan KPI (Key Performance Indicator) drive test, drive test pada saat idle terkunci digunakan untuk mengetahui cakupan sebenarnya dari situs dibandingkan dengan prediksi plot cakupan. Langkah ini untuk mendapatkan nilai akhir dari hasil uji KPI Drive sebagai berikut: Ekspor DT log file untuk Tab File menggunakan TEMS Buka target plot wilayah dengan menggunakan MapInfo Tambahkan diekspor DT file log (*. tab) pada lapisan cakupan sasaran plot Lakukan seleksi pada target plot wilayah Ekspor dipilih data ke excel Justifikasi hasil drive test dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan statistik dan drive test target KPI yang telah ditetapkan sebelumnya.

Gambar 7 Peta - peta yang telah dimasukkan pada workspace Menentukan daerah mana yang akan dijadikan daerah yang dilewati rute drive test. Pada Laporan kerja praktek ini, daerah yang dipilih ialah daerah Simpang Lima. Setelah menentukan daerah mana yang akan dilewati. Untuk mempermudah pengamatan sebaiknya mengganti gaya garis yang sebelumnya berupa titik-titik menjadi garis lurus. Dalam laporan ini hanya ada 1 rute drive test.

Gambar 8 Flow rute drive test tipe download 3.8 Proses Pengambilan Data Drive Test Setelah persiapan pengambilan data selesai dilakukan, maka pengambilan data pun siap dilakukan. Adapun caranya ialah sebagai berikut : 1) Mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat drive test, yaitu mobil, seperangkat laptop yang telah berisi program TEMS Investigation GSM 8.0.3, seperangkat TEMS Investigation GSM 8.0.3, dan GPS. 2) Memasang semua peralatan yang dibutuhkan. GPS dan MS dipasang melalui port USB laptop. Pemasangan peralatan tersebut harus sesuai

Gambar 10 Contoh plot RxLevel (modus siaga) hasil drive test

3. Tabel di bawah ini adalah kisaran baru uji drive untuk menghitung RxLevel, pada drive test yang dilakukan pada kerja praktek ini yaitu antara rentang Rx Tingkat sampai Rx terendah GSM. Tabel 1 Kisaran Baru uji Drive Rxlevel Rxlevel Level-1 Level-2 Level-3 Level-4 Level-5 Level-6 Level-7 Level-8 warna Hitam Hijau tua Hijau muda Biru muda Biru tua Kuning Jingga merah GSM -66 dbm=< -68 dbm=< RxLev<-66 dbm -72 dbm=< RxLev<-68 dbm -76 dbm=< RxLev<-72 dbm -80 dbm=< RxLev<-76 dbm -84 dbm=< RxLev<-80 dbm -89 dbm=< RxLev<-84 dbm -105 dbm=< RxLev<-89 dbm 5. 4.

6.

7.

Dari warna tersebut memiliki nilai RxLev yang berbeda-beda. Nilai Rxlev yang paling baik kualitas sinyalnya adalah warna hitam, sedangkan nilai RxLev yang terburuk adalah warna merah. Sebenarnya dari setiap provider memiliki ketentuan warna yang tidak sama dalam menentukan nilai RxLev. 3.10 Gangguan Pengarah Drive test Idealnya, pada saat pengujian kualitas sinyal. Dalam drive test pada saat pengambilan data harus menentukan apakah hasil DT di dalam nilai bisa di terima atau tidak. Sebenarnya hasil dari drive test dapat diterima nilainya, apa bila langkah-langkah dalam pengambilan nilai dilakukan dengan cara yang tepat. Antara lain : 1. Jika RxLevel itu tidak baik dibandingkan dengan coverage ploynya : Jika ada suatu bukit/lembah, pohon-pohon, bangunan, atau rintangan-rintangan lain manapun ambil suatu bukti untuk membenarkan kondisi dilokasi. Memeriksa kemiringan antenna, asimut dan kondisi dilokasi. Informasikan semua informasi ini di DT Report. 2. Jika sektor yang akan di drive test mengarah ke laut dan coverage plotnya mengarah ke laut juga, maka untuk mode dedicatednya harus dikunci. IV. 4.1 PENUTUP Kesimpulan Dalam uraian yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Drive test adalah suatu pekerjaan yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari hasil pengukuran kualitas sinyal suatu jaringan. Drive test merupakan bagian dari proses optimasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu jaringan dan mengembangkan kapasitas jaringan. 2. Drive test merupakan langkah awal proses, dengan tujuan untuk mengumpulkan data pengukuran yang berkaitan dengan lokasi pengguna setelah data terkumpul sepanjang luas cakupan RF yang diinginkan, maka data ini akan diproses pada suatu perangkat lunak tertentu.

8.

Dalam melakukan drive test perlu dilakukan pengambilan data. Dalam hal ini, operator jaringan GSM melakukan drive test untuk mengoptimalkan kinerja jaringan baik ketika situs site dibangun, maupun telah terjadi perubahan pada lingkungan infrakstruktur. Untuk penerimaan situs baru ada dua macam drive test dilakukan. Antara lain adalah idle mode dan dedicated unlocked mode. Dalam pemilihan telpon seluler ini yang paling penting yaitu terdapat TEMS dalam telepon seluler tersebut. Ada empat tahap dalam melakukan persiapan drive test, yaitu mempersiapkan perangkat drive test, pemetaan area, persiapan rute dan pengambilan data drive test. Dalam mengamati besarnya nilai RxLev pada waktu drive test, kita harus mengetahui warnawarna yang dipakai dalam menentukan nilai RxLev itu karena setiap warna menentukan baik buruknya suatu kualitas sinyal pada daerah tersebut. Dalam drive test pada saat pengambilan data harus menentukan apakah hasil DT di dalam nilai bisa di terima atau tidak. Sebenarnya hasil dari drive test dapat diterima nilainya, apa bila langkah-langkah dalam pengambilan nilai dilakukan dengan cara yang tepat. Saran Laporan Kerja Praktek ini dapat dikembangkan tentang pengenalan macam-macam drive test yaitu antara lain drive test indoor, drive test cluster, drive test PLO, drive test AOR, drive test customer complain dan lain-lain. Laporan Kerja Praktek ini dapat dikembangkan hingga tahap pengukuran kualitas sinyal pada jaringan GSM DAFTAR PUSTAKA

4.2 1.

2.

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

Freeman, Roger L. 1998. Telecommunications, Transmission Handbook. John Wiley & Sons Inc. Rappaport, Theodore S. 1996. Wireless Communications : Principles&Practices. PrenticeHall Inc. Eberspacher, J and friends. 2009. GSM Architecture, Protocols and Services Third Edition. John Wiley & Sons. Gairola, Shailendra. 2007. TEMS Investigation (GSM). ADA Cellworks. ----.Pengenalan TEMS. 2009. (http://badien.wordpress.com/2009/07/29/pengenal an-tems/, diakses Mei 2010). ----.Global System for Mobile Communication (GSM). (http://purwakarta.org/flash/GSM.pdf, diakses Mei 2010). Tutorial dari PT Nexwave

BIODATA Reza Ardhita, lahir di Banyumas, 03 September 1987. Menempuh pendidikan di SDN Muktiharjo Kidul 01 Semarang, SMPN 15 Semarang, SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dan saat ini masih menyelesaikan studi Strata1 di Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang dengan mengambil konsentrasi Elektronika Telekomunikasi. Semarang, Juni 2010 Menyetujui dan Mengesahkan, Dosen Pembimbing

Achmad Hidayatno, S.T.,M.T. NIP. 196912211995121001