Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL KEPERAWATAN JIWA TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA KLIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI

DISUSUN OLEH: Kelompok pbp 2010: 1a, 1b dan 1c

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan perawat pada pasien dengan gangguan jiwa adalah menarik diri. Menarik diri merupakan suatu kondisi dimana pasien tidak mampu untuk mengadakan hubungan dengan orang lain atau dengan lingkungan di sekitarnya secara wajar. Munculnya masalah keperawatan menarik diri sering disebabkan oleh gangguan konsep diri: harga diri rendah. Banyak hal yang bisa membuat pasien mengalami harga diri rendah, seperti tidak efektifnya koping individu, kondisi lingkungan yang tidak adekuat, dan sebagainya. Masalah menarik diri memiliki rentang respon adaptif hingga maladaptif. Respon adaptif merupakan respon yang dapat diterima oleh norma-norma sosial dan kebudayaan yang berlaku. Sedangkan respon maladapatif merupakan respon yang dilakukan individu yang kurang bisa diterima oleh norma sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Pasien dengan masalah menarik diri biasanya tertutup, sulit diajak berkomunikasi, pasif, dan jarang berhubungan dengan orang lain. Hal itu menyulitkan perawat atau dokter untuk mengkaji kondisi pasien secara akurat. Dampaknya, pasien tidak dapat mendapatkan terapi atau intervensi keperawatan secara tepat. Untuk itu perlu ada terapi yang dapat segera mengatasi masalah ini. Salah satu cara untuk mengatasi masalah menarik diri adalah dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): Sosialisasi. 1.2 Tujuan 1.2 TUJUAN 1. Tujuan umum Tujuan umum TAKS yaitu klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap. 2. Tujuan khusus a. Klien mampu memperkenalkan diri b. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok c. Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok

d. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan e. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain f. Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok g. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat TAKS

1.3 Karakteristik klien Aktivitas taks ini dilakukan dalam dua sesi yang bertujuan untuk melatih kemampuan sosialisasi klien. Klien yang memiliki indikasi taks adalah klien dengan gangguan hubungan sosial berikut:. 1. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal 2. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai dengan stimulus. 1.4 Masalah keperawatan 1. Isolasi sosial : menarik diri 2. Kerusakan komunikasi verbal

1.5 Pengorganisasian TAK 1. Pelaksanaan Jenis TAK Sesi Sosialisasi 3 : Menarik diri

Hari Kamis

Tanggal 13 Desember 2012

Waktu 08.00

Tempat Ruang makan sejahtera

2. Pengorganisasian Kelompok Jenis TAK Sesi Leader Sosialisasi 3 Nurul W. : Menarik diri 3. Jumlah Perawat Mahasiswa : 23 orang Pasien : 7 orang 4. Persiapan lingkungan a. Ventilasi baik

Co-leader Naning

Fasilitator Angel dkk.

Observer Dian dan Andri

b. Penerangan cukup. c. Suasana tenang. d. Pengaturan posisi tempat duduk (setting) 5. Terapis Peran dan Fungsi: Leader : Nurul Wachyu Menyusun rencana aktivitas kelompok Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan Memfasilitasi setiap anggota untuk mengekspresikan perasaan, mengajukan pendapat dan memberikan umpan balik Sebagai role model Memotivasi setiap anggota untuk mengemukakan pendapat dan memberikan umpan balik Co-Leader : Naning Prasdawati Membantu leader dalam mengorganisasikan anggota kelompok Observer : Mengobservasi semua respon klien Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan perilaku klien Memberikan umpan balik kepada kelompok Fasilitator : Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan memotivasi anggota Memfokuskan kegiatan Membantu mengkoordinasikan anggota kelompok Seleksi Klien Seleksi dilaksanakan dua hari sebelum pelaksanaan TAK dan berdasarkan status klien Nama Klien yang Mengikuti Waktu TAK sosialisasi dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Desember 2012 pukul 09.00-09.30 Tempat Tempat pelaksanaan TAK Sosialisasi di ruang jiwa C RSUD dr. Soetomo

a. b.

c.

6.

7. 8.

9.

1.6 Setting

Keterangan : : Leader : Co leader : Pasien : Fasilitator : Observer

1.7 Proses TAK A. Sesi 3 : kemampuan berinteraksi/bercakap-cakap dengan anggota kelompok. 1. Tujuan Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok : a. Memberi Salam. b. Memanggil panggilan. c. Menanyakan kehidupan pribadi : orang terdekat 2. Setting a. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran. b. Ruangan nyaman dan tenang. 3. Alat a. b. c. d. Speaker. Gelang. Buku catatan dan pulpen. Jadwal kegiatan klien.

4. Metode a. Dinamika kelompok. b. Diskusi dan tanya jawab. c. Bercerita.

5. Langkah kegiatan a. Persiapan 1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 2 TAKS. 2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan. b. Orientasi Pada tahap ini terapis melakukan: 1) Memberi salam terapeutik: a) Salam dari terapis. 2) Evaluasi/validasi. a) Menanyakan perasaan klien saat ini. b) Menanyakan apakah telah mencoba berkenalan dengan orang lain. 3) Kontrak: a) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan menjawab tentang topik yang dibahas. b) Menjelaskan aturan main berikut : Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus meminta ijin kepada terapis. Lama kegiatan 45 menit. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. c. Tahap kerja 1) Hidupkan musik pada speaker dan edarkan gelang berlawanan dengan arah jarum jam. 2) Pada saat musik dimatikan anggota kelompok yang memegang gelang mendapat giliran untuk mengungkapkan kehidupan pribadinanggota kelompok yang ada di sebelah kanan : a) Memberi salam. b) Menceritakan topik yang dibahas. c) Dimulai oleh terapi sebagai contoh. 3) Ulangi langkah 1 dan 2 sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.

4) Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

d. Tahap terminasi 1) Evaluasi. a) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. b) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok. 2) Rencana tindak lanjut. a) Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang topik yang disukai dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari. b) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan harian klien. 3) Kontrak yang akan datang. a) Menyepakati kegiatan berikut yaitu menyampaikan dan membicarakan topik tertentu. b) Menyepakati waktu dan tempat. 6. Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan ketika proses tak berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan tak. Untuk taks 3 dievaluasi kemampuan verbal dalam bertanya dan menjawab pada saat bercakap-cakap serta kemampuan non verbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut. Sesi 3 : TAKS Kemampuan berinteraksi/bercakap-cakap dengan anggota kelompok. a. Kemampuan verbal : Bercerita NO Aspek yang dinilai 1 Menceritakan gambar dengan jelas 2 Menceritakan gambar Nama

dengan ringkas Menceritakan gambar dengan relevan Menceritakan gambar dengan spontan Jumlah

Skor : (1-3) 1. Klien tidak dapat menceritakan gambar sesuai kriteria 2. Klien cukup mampu menceritakan gambar sesuai kriteria 3. Klien dapat menceritakan gambar sesuai kriteria b. Kemampuan non verbal NO Aspek yang Nama dinilai 1 Kontak mata 2 Duduk tegak 3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai 4 Mengikuti kegiatan dari awalakhir Jumlah

Skor : (1-3) 1. Klien tidak dapat mencapai aspek sesuai kriteria 2. Klien cukup mampu mencapai sesuai kriteria 3. Klien dapat mencapai aspek sesuai kriteria

B. Sesi 4 :

1. Tujuan Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota kelompok : a. Menyampaikan topik yang ingin dibicarakan b. Memilih topik yang ingin dibicarakan c. Memberi pendapat tentang topik yang dipilih 2.Setting a. Klien dan terapis duduk bersama dalam satu forum b. Ruangan nyaman dan tenang 3. Alat a. Handphone b. Speaker c. Gambar d. Gelang 4. Metode Memilih topik dan bercerita 5. Langkah kegiatan a. Persiapan 1. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 3 TAKS 2. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan b. Orientasi 1. Salam terapeutik Pada tahap ini terapis melakukan : a) Memberikan salam terapeutik 2. Evaluasi dan validasi a) Menanyakan perasaan klien saat ini b) Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap dengan orang lain 3. Kontrak

a) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan, memilih, dan memberi pendapat tentang topik percakapan b) Menjelaskan aturan main berikut : 1) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta ijin kepada terapis 2) Lama kegiatan 30 menit 3) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai c. Tahap kerja 1. Hidupkan musik dan edarkan gelang dari satu jari telunjuk anggota kelompok ke jari telunjuk anggota kelompok yang lain searah jarum jam 2. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang menerima gelang terakhir mendapat giliran untuk menyampaikan satu topik yang ingin dibicarakan. Dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya, terapis menceritakan hobinya menyanyi 3. Tuliskan pada whiteboard topik yang disampaikan secara berurutan 4. Ulangi 1,2,3 sampai semua anggota kelompok menyampaikan topik yang ingin dibicarakan 5. Hidupkan lagi musik dan edarkan gelang. Pada saat dimatikan, anggota yang memegang gelang memilih topik yang disukai dari daftar yang ada lalu menceritakan sesuai dengan gambar 6. Ulangi nomor 5 sampai semua anggota kelompok memilih topik dan menceritakannya 7. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan d. Tahap terminasi 1. Evaluasi a) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAKS b) Memberi pujian atas keberhasilan anggota kelompok 2. Merencanakan tindak lanjut

a) Menganjurkan setiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang topik tertentu dengan orang lain pada kehidupan seharihari b) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan harian klien 3. Kontrak yang akan datang a) Menyepakati kegiatan berikutnya yaitu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi b) Menyepakati waktu dan tempat 6. Evaluasi dan dokumentasi a. Evaluasi Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja. Aspek yang di evaluasi adalah kemampuan yang sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS sesi 4 di evaluasi kemampuan verbal menyampaikan, memilih dan memberi pendapat sesuai topik percakapan serta kemampuan non verbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut

Sesi 4 : TAKS Kemampuan bercakap-cakap topik tertentu

a. Kemampuan verbal : menyampaikan topik No. Aspek yang dinilai 1 Menyampaikan topik dengan jelas 2 Menyampaikan topik secara Nama klien

ringkas 3 Menyampaikan topik yang relevan 4 Menyampaikan topik secara spontan Jumlah

b. Kemampuan verbal : memilih topik No. Aspek yang dinilai 1 Memilih topik dengan jelas 2 Memilih topik secara ringkas 3 Memilih topik yang relevan 4 Memilih topik secara spontan Jumlah Nama klien

c. Komunikasi verbal : memberi pendapat No. Aspek yang dinilai 1 Memberi pendapat dengan jelas 2 Memberi pendapat secara ringkas 3 Memberi pendapat yang relevan Nama klien

Memberi pendapat secara spontan Jumlah

d. Kemampuan non verbal No. Aspek yang dinilai 1 2 3 Kontak mata Duduk tegak Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai 4 Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Jumlah Nama klien

Petunjuk : 1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS 2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda (v) jika ditemukan pada klien atau (x) jika tidak ditemukan 3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan 4. Jika mendapat nilai 3 atau 4 klien mampu. Jika nilai 2 klien belum mampu b. Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAKS. Misalnya, kemampuan verbal menyampaikan dan memilih topik percakapan 3. Kemampuan memberi pendapat 2 dan kemampuan non verbal 2. Oleh karena itu, catatan keperawatan adalah klien mengikuti TAKS sesi 4, klien mampu menyampaikan dan memilih

topik percakapan, tapi belum mampu memberi pendapat. Secara non verbal juga belum mampu. Dianjurkan untuk melatih klien bercakap-cakap dengan topik tertentu di ruang rawat (buat jadwal).

DAFTAR PUSTAKA Herawati, netty. 1999. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Fakultas Ilmu Keperawatan, Jakarta Keliat, Budi Ana. 2005. Keperwatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.