Anda di halaman 1dari 15

KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO UNTUK KEADILAN

SURAT DAKWAAN NO. REG. : PDM-251/PKRTO/Ep.2/12/2010 Nama Lengkap Tempat Lahir : Andy Priyosa bin Handojo Widjaja : Banyumas

Umur/ Tanggal Lahir : 24 tahun/ 5 Mei 1986 Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal : Laki-Laki : Indonesia : Jalan Gunung Slamet 26 Desa Karangsalam Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Agama Pekerjaan Pendidikan : Islam : Tidak bekerja : Sekolah Menengah Atas (SMA)

KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO UNTUK KEADILAN

SURAT DAKWAAN NO. REG. : PDM-251/PKRTO/Ep.2/12/2010

I.

TERDAKWA: Nama Lengkap Tempat Lahir Umur/ Tanggal Lahir Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal : Andy Priyosa bin Handojo Wijaja : Banyumas : 24 tahun/ 5 Mei 1986 : Laki-Laki : Indonesia : Jalan Gunung Slamet 26 Desa Karangsalam Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Agama Pekerjaan Pendidikan : Islam : Tidak bekerja : Sekolah Menengah Atas (SMA)

II.

PENAHANAN: Terdakwa ditahan oleh Penyidik dengan jenis penahanan Rutan Sejak 14 Oktober 2010 s/d 1 November 2010, Perpanjangan penahanan oleh Penuntut Umum sejak 2 November 2010 s/d 16 November 2010. Terdakwa ditahan oleh Penuntut umum dengan jenis penahanan Rutan Sejak 17 November 2010 s/d 2 Desember 2010, Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sejak 3 Desember 2010 s/d 10 Desember 2010. 2

III.

DAKWAAN KESATU Bahwa terdakwa, ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, pada hari Sabtu-Senin tanggal 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB sampai dengan 4 Oktober 2010 sekitar pukul 02.00 WIB atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober 2010 bertempat di rumah kontrakan Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto atau setidaktidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto, telah dengan sengaja merampas nyawa orang lain yaitu korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut: Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA pada 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB mengunjungi korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI di rumah kontrakannya di Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membonceng motor yang diketahui oleh satpam komplek adalah tukang ojek yang sering mengantar ke perumahan tersebut dengan nomor plat motor R 8756 MA. Bahwa menurut terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI yang merupakan kekasihnya tersebut memiliki hubungan khusus dengan pria lain dan sering diantar jemput waktu kerja. Informasi tersebut diperolehnya dari teman kerja korban. Bahwa korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID

MAWARDI menceritakan ia sedang memiliki hubungan dekat dengan Handityo Basworo, teman kerjanya di Bank Mentari Bersinar yang telah dikenalnya sejak korban mulai bekerja di Bank tersebut. Bahwa mendengar pengakuan dari korban tersebut, muncullah niat dari terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA untuk membunuh korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID

MAWARDI dengan cara mencekik lehernya yang memang terdakwa menduga hal tersebut akan dapat menghilangkan nyawa korban. Bahwa ketika mengetahui nyawa korban belum sepenuhnya hilang dan dikhawatirkan bila tetap hidup akan mengancam keselamatan dan keamanan terdakwa, maka tanpa pikir panjang terdakwa pun membenturkan kepala korban ke almari pakaian milik korban berulang kali hingga akhirnya meninggal. Bahwa berdasarkan penemuan di TKP terdapat bercak darah, yakni pada cermin almari dan lantai yang diduga kuat merupakan darah korban, karena berdasarkan hasil penyelidikan dari pihak penyidik pada bercak darah kering tersebut, dengan menggunakan teknik absorption-elution, yakni : o Tahap I : Anti serum diteteskan pada bercak darah,

dibiarkan untuk beberapa saat supaya antibody bereaksi mengikat anti gen. o Tahap II : serum yang tidak bereaksi dicuci supaya antibodi yang berlebihan dapat dihilangkan. o Tahap III : dengan terbentuknya ikatan antibodi dengan anti gen, maka ikatan tersebut dapat dilepaskan lagi dengan proses yang dikenal dengan nama elution. Untuk itu bahan yang diperiksa harus dipanaskan dalam temperatur 55 derajat celcius, dengan demikian ikatan antibodi dengan anti gen akan terlepas. o Tahap IV : antibodi yang terlepas kemudian ditambah

dengan sel darah merah yang telah diketahui golongan darahnya, dengan demikian ada tidaknya agglutinasi dapat dilihat, golongan darah dari bercak dapat diketahui, yakni AB positif yang merupakan golongan darah korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membuat lobang yang cukup besar di bawah atau tertutup kasur lantai korban yang digunakan untuk menyembunyikan mayat beserta pakaiannya dengan maksud untuk menyamarkan bau busuk mayat agar tidak tercium tetangga sekitar dan

menghilangkan jejak tubuh korban.

Bahwa pada pukul 21.30 setelah terdakwa menyembunyikan mayat korban, terdakwa berniat pulang ke rumahnya dan dikarenakan ia tidak membawa kendaraan maka selanjutnya terdakwa mengambil motor korban dan pulang.

Bahwa pada 4 Oktober 2010 pukul 02.00 WIB terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA kembali mendatangi kontrakan korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI di Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto dengan naik mobil pick up warna hitam merk Colt dengan nomor polisi R 3114 RA, yang ia pinjam dari seorang teman dengan alasan untuk mengangkut barang pindahan kekasihnya karena akan pindah ke kos yang baru. Sesampainya di rumah korban, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah (dengan pintu yang tidak dikunci serta lampu taman menyala) dan mengambil serta memasukkan mayat korban ke dalam karung goni yang didapatinya di dalam gudang rumah korban.

Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA dengan menggunakan mobil pick up-nya membawa mayat korban yang sudah terbungkus karung goni ke Gunung Tugel untuk membuang dan membakarnya dengan maksud agar

menghilangkan jejak korban. Bahwa sesampainya di Gunung Tugel, dengan menggunakan korek api terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membakar mayat korban yang terbungkus karung goni lalu melemparkannya ke jurang Gunung Tugel, Banyumas. Tanpa disadarinya, karung goni adalah bahan yang sukar terbakar apalagi saat itu udara sangat lembab sehingga mayat tidak seluruhnya terbakar namun hanya sekitar tiga puluh lima persen yakni di bagian tubuh bawah korban. Bahwa pada 5 Oktober 2010 pukul 16.00 WIB mayat korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI ditemukan oleh Sdr. Hilman Yusuf di bawah bukit Gunung Tugel dan langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat (Polsek Purwokerto Utara). Bahwa akibat perbuatan terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI meninggal dunia disebabkan karena 5

pembunuhan sesuai Visum et Repertum RSU Prof Dr M Soekarjo Purwokerto No. 247/KK/B.4/KRJP-2D/XI/2010 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Betha Putri El-Shirazi,Sp.F dalam kesimpulannya dinyatakan : dari fakta-fakta yang kami temukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah perempuan, umur kurang lebih dua puluh tiga tahun, panjang badan seratus enam puluh tiga centimeter, warna kulit putih langsat, berat badan empat puluh delapan kilogram. Dari pemeriksaan ditemukan tanda-tanda akibat : o kekerasan penjeratan dengan tangan (pencekikan) berupa luka lecet berbentuk bulan sabit yang disebabkan oleh tekanan kuku tangan bagian kanan pencekik, patahnya tulang lidah yang disertai dengan resapan darah pada jaringan ikat dan otot di sekitarnya, sembabnya katup pangkal tenggorok (epiglottis). o kekerasan akibat benda tajam dalam hal ini dengan ditemukannya fragmen-fragmen dari kaca yang pecah yang mengakibatkan luka iris dan lecet di sekitar kepala bagian belakang korban. o kekerasan akibat benda tumpul yang mengakibatkan memar berupa pecahnya pembuluh darah kapiler sehingga terjadi pengumpulan darah dalam jaringan kepala (oksital bagian belakang) korban. o kekerasan akibat luka bakar berupa kulit lapisan epidermis superficial (lapisan papillary) pada daerah tubuh sebelah bawah meliputi ujung jari kaki sampai daerah sekitar pusar korban, yang mengerut dan tertekan akibat terjadinya koagulasi jaringan, serta dikelilingi oleh kulit yang berwarna kemerahan dan kulit yang

menggelembung. Luka bakar pada korban termasuk dalam luka bakar derajat dua (Partial Thickness Superficial) Ditemukan tanda-tanda mati lemas yang diakibatkan cekikan di leher dan pendarahan di bawah selaput otak dan kepala bagian belakang korban.

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP.

ATAU

Bahwa terdakwa, ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, pada hari Sabtu-Senin tanggal 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB sampai dengan 4 Oktober 2010 sekitar pukul 02.00 WIB atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober 2010 bertempat di rumah kontrakan Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto atau setidaktidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto, telah melakukan perbuatan

penganiayaan yang mengakibatkan mati yaitu korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut: Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA pada 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB mengunjungi korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI di rumah kontrakannya di Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membonceng motor yang diketahui oleh satpam komplek adalah tukang ojek yang sering mengantar ke perumahan tersebut dengan nomor plat motor R 8756 MA. Bahwa korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI menceritakan ia sedang memiliki hubungan dekat dengan Handityo Basworo, teman kerjanya di Bank Mentari Bersinar yang telah dikenalnya sejak korban mulai bekerja di Bank tersebut. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA langsung naik pitam dan terlibat adu mulut dengan korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI. Saking jengkelnya, dengan maksud memberi pelajaran kepada korban, lantas terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA mencekik leher korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI dan mendorongnya hingga membentur cermin di almari baju korban

hingga pecah dan mengakibatkan pendarahan pada kepala bagian belakang korban. Bahwa berdasarkan penemuan di TKP terdapat bercak darah, yakni pada cermin almari dan lantai yang diduga kuat merupakan darah korban, karena berdasarkan hasil penyelidikan dari pihak penyidik pada bercak darah kering tersebut, dengan menggunakan teknik absorption-elution, yakni : Tahap I : Anti serum diteteskan pada bercak darah, dibiarkan untuk beberapa saat supaya antibody bereaksi mengikat anti gen. Tahap II : serum yang tidak bereaksi dicuci supaya antibodi yang berlebihan dapat dihilangkan. Tahap III : dengan terbentuknya ikatan antibodi dengan anti gen, maka ikatan tersebut dapat dilepaskan lagi dengan proses yang dikenal dengan nama elution. Untuk itu bahan yang diperiksa harus dipanaskan dalam temperatur 55 derajat celcius, dengan demikian ikatan antibodi dengan anti gen akan terlepas. Tahap IV : antibodi yang terlepas kemudian ditambah dengan sel darah merah yang telah diketahui golongan darahnya, dengan demikian ada tidaknya

agglutinasi dapat dilihat, golongan darah dari bercak dapat diketahui, yakni AB positif yang merupakan golongan darah korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membuat lobang yang cukup besar di bawah atau tertutup kasur lantai korban yang digunakan untuk menyembunyikan mayat beserta pakaiannya dengan maksud untuk menyamarkan bau busuk mayat agar tidak tercium tetangga sekitar dan menghilangkan jejak tubuh korban. Bahwa pada pukul 21.30 setelah terdakwa menyembunyikan mayat korban, terdakwa berniat pulang ke rumahnya dan dikarenakan ia tidak membawa kendaraan maka selanjutnya terdakwa mengambil motor korban dan pulang.

Bahwa pada 4 Oktober 2010 pukul 02.00 WIB terdakwa ANDY PRIYOSA kontrakan bin HANDOJO SHINTA WIDJAJA LISTYA kembali DEWI mendatangi Binti SAID

korban

MAWARDI di Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto dengan naik mobil pick up warna hitam merk Colt dengan nomor polisi R 3114 RA, yang ia pinjam dari seorang teman dengan alasan untuk mengangkut barang pindahan kekasihnya karena akan pindah ke kos yang baru. Sesampainya di rumah korban, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah (dengan pintu yang tidak dikunci serta lampu taman menyala) dan mengambil serta memasukkan mayat korban ke dalam karung goni yang didapatinya di dalam gudang rumah korban. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA dengan menggunakan mobil pick up-nya membawa mayat korban yang sudah terbungkus karung goni ke Gunung Tugel untuk membuang dan membakarnya dengan maksud agar menghilangkan jejak korban. Bahwa sesampainya di Gunung Tugel, dengan menggunakan korek api terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membakar mayat korban yang terbungkus karung goni lalu melemparkannya ke jurang Gunung Tugel, Banyumas. Tanpa disadarinya, karung goni adalah bahan yang sukar terbakar apalagi saat itu udara sangat lembab sehingga mayat tidak seluruhnya terbakar namun hanya sekitar tiga puluh lima persen yakni di bagian tubuh bawah korban. Bahwa pada 5 Oktober 2010 pukul 16.00 WIB mayat korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI ditemukan oleh Sdr Hilman Yusuf di bawah bukit Gunung Tugel dan langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat (Polsek Purwokerto Utara). Bahwa akibat perbuatan terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID

MAWARDI meninggal dunia sesuai Visum et Repertum RSU Prof Dr M Soekarjo Purwokerto No. 247/KK/B.4/KRJP-2D/XI/2010 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Betha Putri El-Shirazi, Sp.F dalam kesimpulannya dinyatakan : dari fakta-fakta yang kami temukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah perempuan, umur kurang lebih dua puluh tiga tahun, panjang badan seratus enam puluh tiga 9

centimeter, warna kulit putih langsat, berat badan empat puluh delapan kilogram. Dari pemeriksaan ditemukan tanda-tanda akibat : kekerasan penjeratan dengan tangan (pencekikan) berupa luka lecet berbentuk bulan sabit yang disebabkan oleh tekanan kuku tangan bagian kanan pencekik, patahnya tulang lidah yang disertai dengan resapan darah pada jaringan ikat dan otot di sekitarnya, sembabnya katup pangkal tenggorok (epiglottis). kekerasan akibat benda tajam dalam hal ini dengan ditemukannya fragmen-fragmen dari kaca yang pecah yang mengakibatkan luka iris dan lecet di sekitar kepala bagian belakang korban. kekerasan akibat benda tumpul yang mengakibatkan memar berupa pecahnya pembuluh darah kapiler sehingga terjadi pengumpulan darah dalam jaringan kepala (oksital bagian belakang) korban. kekerasan akibat luka bakar berupa kulit lapisan epidermis superficial (lapisan papillary) pada daerah tubuh sebelah bawah meliputi ujung jari kaki sampai daerah sekitar pusar korban, yang mengerut dan tertekan akibat terjadinya koagulasi jaringan, serta dikelilingi oleh kulit yang berwarna kemerahan dan kulit yang

menggelembung. Luka bakar pada korban termasuk dalam luka bakar derajat dua (Partial Thickness Superficial) Ditemukan tanda-tanda mati lemas yang diakibatkan cekikan di leher dan pendarahan di bawah selaput otak dan kepala bagian belakang korban. Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP.

DAKWAAN KEDUA Bahwa terdakwa, ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, pada hari Sabtu-Senin tanggal 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB sampai dengan 4 Oktober 2010 sekitar pukul 02.00 WIB atau setidak-

10

tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober 2010 bertempat di rumah kontrakan Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto atau setidaktidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto, telah mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut: Bahwa pada 2 Oktober 2010 pukul 21.30 WIB, berawal karena terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA merasa gugup dan panik setelah melakukan penganiayaan terhadap korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI (diuraikan dalam Dakwaan Kesatu) dan pada saat itu terdakwa berniat melarikan diri namun tidak membawa kendaraan, muncullah niat terdakwa untuk membawa pulang motor korban. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA mengambil kunci serta STNK motor korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI yang bermerk YAMAHA MIO warna HITAM dengan nomor polisi R 9314 A. Bahwa pada saat terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA melewati pos satpam komplek perumahan yang ternyata hafal dengan motor korban menghentikan terdakwa dan bertanya, Mas, itu motornya Mbak Shinta ya? Kok dibawa sampeyan? terdakwa menjawab,Iya Pak, ini disuruh bawa Saya dulu soalnya besok mau diservis. Kemudian terdakwa pergi. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membawa motor korban SHINTA SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI kembali ke rumahnya di Jalan Gunung Slamet 26 Desa Karangsalam Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Bahwa pada 3 Oktober 2010 pukul 08.00 WIB teman terdakwa yang bernama Yuda Pratiknyo pergi ke rumah terdakwa dan mendapati bahwa di sana ada sepeda motor Yamaha Mio yang diinginkannya. Kemudian Yuda Pratiknyo menawarkan kepada terdakwa untuk menggadai motor tersebut dalam jangka waktu satu bulan senilai Rp 3.000.000,00 dan berjanji akan menebusnya dengan membayar uang gadai sebesar Rp 3.250.000,00.

11

Bahwa

terdakwa

PRIYOSA

bin

HANDOJO

WIDJAJA

menyetujuinya dan transaksi pun dilakukan.

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

DAKWAAN KETIGA Bahwa terdakwa, ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA, pada hari Sabtu-Senin tanggal 2 Oktober 2010 sekitar pukul 19.00 WIB sampai dengan 4 Oktober 2010 sekitar pukul 02.00 WIB atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober 2010 bertempat di rumah kontrakan Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto atau setidaktidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto, telah dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menhilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain yakni korban SHINTA SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut: Bahwa bersamaan saat terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA melakukan pencekikan, muncul erangan, rengekan dan desahan dari korban SHINTA SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI yang berusaha meronta dan melepaskan jeratan tangan terdakwa. Bahwa seketika itu pula muncul niat terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA untuk menyetubuhi korban. Namun belum sempat terdakwa melakukan niatnya, korban diketahui telah kehilangan nafasnya dan meninggal dunia. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA tidak mempedulikan apakah korban telah meninggal dunia, tanpa pikir panjang terdakwa yang sudah sielimuti nafsu membara langsung menyetubuhi mayat korban (yang dalam hal ini mayat korban dianalogikan sebagai suatu barang yang tidak bernyawa). Bahwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA telah melakukan pemerkosaan terhadap mayat korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI sesuai Visum et Repertum RSU Prof Dr M 12

Soekarjo Purwokerto No. 248/KK/B.4/KRJP-2D/XI/2010 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Betha Putri El-Shirazi,Sp.F dalam kesimpulannya dinyatakan : dari fakta-fakta yang kami temukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka kami simpulkan bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan, umur kurang lebih dua puluh tiga tahun, panjang badan seratus enam puluh tiga centimeter, warna kulit putih langsat, berat badan empat puluh delapan kilogram. Hasil dari pemeriksaan yaitu : - Anamnesa o Tentang korban : korban berjenis kelamin perempuan, umur kurang lebih dua puluh tiga tahun, panjang badan seratus enam puluh tiga centimeter, warna kulit putih langsat, berat badan empat puluh delapan kilogram, belum pernah kawin, mens terakhir sekitar setengah bulan yang lalu, belum pernah hamil, tidak mengonsumsi narkoba ataupun miras. o Waktu kejadian : berkisar 2-3 hari sebelum penemuan mayat, diperkirakan tanggal 3-4 Oktober 2010, tempat kejadian di kamar korban. - Pemeriksaan fisik o Baju korban dalam keadaan utuh diperkirakan korban diperkosa dalam keadaan telanjang sehingga tidak ada bekas pada baju korban. o Pada Tempat Kejadian Perisstiwa ditemukan ceceran sperma kering yakni di sprei tempat tidur korban. o Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan berupa luka bekas kuku di leher korban, lecet di sekitar kemaluan korban, gigitan di sekitar leher. - Pemeriksaan khusus o Terdapat robekan pada selaput dara, luka-luka pada bibir kemaluan dan dinding vagina yang diakibatkan adanya penetrasi zakar. Dengan luka robekan yang tidak cukup besar, korban hanya mengalami persetubuhan selama satu kali dan korban tidak melakukan perlawanan. o Ditemukan sperma, asam fostase, dan kholin di dalam vagina korban. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membuat lobang yang cukup besar di bawah atau tertutup kasur lantai

13

korban yang digunakan untuk menyembunyikan mayat beserta pakaiannya dengan maksud untuk menyamarkan bau busuk mayat agar tidak tercium tetangga sekitar dan menghilangkan jejak tubuh korban. Bahwa pada pukul 21.30 setelah terdakwa menyembunyikan mayat korban, terdakwa berniat pulang ke rumahnya dan dikarenakan ia tidak membawa kendaraan maka selanjutnya terdakwa mengambil motor korban dan pulang. Bahwa pada 4 Oktober 2010 pukul 02.00 WIB terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA kembali mendatangi kontrakan korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI di Griya Satria Bantarsoka Blok H-36 Purwokerto dengan naik mobil pick up warna hitam merk Colt dengan nomor polisi R 3114 RA, yang ia pinjam dari seorang teman dengan alasan untuk mengangkut barang pindahan kekasihnya karena akan pindah ke kos yang baru. Sesampainya di rumah korban, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah (dengan pintu yang tidak dikunci serta lampu taman menyala) dan mengambil serta memasukkan mayat korban ke dalam karung goni yang didapatinya di dalam gudang rumah korban. Bahwa terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA dengan menggunakan mobil pick up-nya membawa mayat korban yang sudah terbungkus karung goni ke Gunung Tugel untuk membuang dan membakarnya dengan maksud agar menghilangkan jejak korban. Bahwa sesampainya di Gunung Tugel, dengan menggunakan korek api terdakwa ANDY PRIYOSA bin HANDOJO WIDJAJA membakar mayat korban yang terbungkus karung goni lalu melemparkannya ke jurang Gunung Tugel, Banyumas. Tanpa disadarinya, karung goni adalah bahan yang sukar terbakar apalagi saat itu udara sangat lembab sehingga mayat tidak seluruhnya terbakar namun hanya sekitar tiga puluh lima persen yakni di bagian tubuh bawah korban. Bahwa pada 5 Oktober 2010 pukul 16.00 WIB mayat korban SHINTA LISTYA DEWI Binti SAID MAWARDI ditemukan oleh Sdr Hilman Yusuf di bawah bukit Gunung Tugel dan langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat (Polsek Purwokerto Utara).

14

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Purwokerto, 13 Desember 2010

Penuntut Umum,

Agatha Nungky Septiana, S.H.,M.H. Jaksa Madya NIP.19791201 200010 09

Yuliana Kartika Ningrum,S.H.,M.H. Jaksa Muda NIP 19820908 200306 03

15