Anda di halaman 1dari 6

Nama No DP

: Dewi Fatimah : 1134023223

PENGERTIAN LINTAS BUDAYA Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, yang berarti budi atau akal. Kebudayaan itu sendiri diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal. Istilah culture, yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata colere yang artinya adalah mengolah atau mengerjakan, yaitu dimaksudkan kepada keahlian mengolah dan mengerjakan tanah atau bertani. Kata colere yang kemudian berubah menjadi culture diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Seorang Antropolog yang bernama E.B. Taylor (1871), memberikan defenisi mengenai kebudayaan, yaitu kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, lain kemampuan-kemampuan dan kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Antropolog ini menyatakan pula bahwa kebudayaan mencakup semua yang didapatkan dan dipelajari dari pola-pola perilaku normatif, artinya mencakup segala cara atau pola berpikir, merasakan dan bertindak. Komunikasi antar budaya pada dasarnya jelas menerangkan bahwa ada penekanan pada perbedaan kebudayaan sebagai faktor yang menentukan dalam berlangsungnya proses komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya juga mengakui dan mengurusi permasalahan mengenai persamaan dan perbedaan dalam karakteristik kebudayaan antar pelaku-pelaku komunikasi, tetapi titik perhatian utamanya tetap terhadap proses komunikasi individu-individu atau kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan dan mencoba untuk melakukan interaksi. Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan pada gilirannya komunikasi pun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya, seperti yang dikatakan Edward T. Hall, bahwa komunikasi adalah budaya dan budaya adalah komunikasi. Pada satu sisi, komunikasi merupakan suatu mekanisme untuk mensosialisasikan norma-norma budaya masyarakat, baik secara horizontal, dari suatu masyarakat kepada masyarakat lainnya, ataupun secara vertikal dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Pada sisi lain budaya menetapkan norma-norma (komunikasi) yang dianggap sesuai untuk kelompok tertentu. Unsur pokok yang mendasari proses komunikasi antar budaya ialah konsep-konsep tentang Kebudayaan dan Komunikasi.

Lintas Budaya adalah studi ilmiah tentang perilaku manusia dan proses mental, termasuk variabilitas dan invarian, di bawah kondisi budaya yang beragam. Melalui memperluas metodologi penelitian untuk mengenali variasi budaya dalam perilaku, bahasa dan makna, ia berusaha untuk memperpanjang, mengembangkan dan mengubah psikologi. Menurut Seggal, Dasen dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok, yaitu keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya, tempat perilaku terjadi. Komunikasi Lintas Budaya adalah adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling mempengaruhi satu sama lainnya, baik itu untuk kebaikan sebuah kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi sebagai tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan yang baru). Manfaat Komunikasi Lintas Budaya Komunikasi lintas budaya sangat bermanfaat untuk semua yang sedang ingin melakukan pembelajaran suatu budaya. Sehingga bagi mereka yang ingin belajar ke luar negri dan ingin melakukan hubungan dengan negri tersebut dapat melakukan komunikasi lintas budaya mereka. Contoh dari manfaat penggunaan komunikasi lintas budaya adalah bagi para diplomat yang ditugaskan oleh negaranya di Negara lain. Dan jika ingin terjadinya hubungan bilateral antar Negara tersebut maka penggunaan komunikasi lintas budaya ini sangat bermanfaat. Dan yang terakhir dari manfaat komunikasi lintas budaya adalah setiap kelompok manusia di dunia ini mempunyai berbagai macam budaya yang sangat menarik dan berbeda dari budaya lainnya. Ini yang membuat bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang selalu dinamis dan terus bergerak. Dalam menyikapi era perdagangan bebas dan globalisasi, perusahaan-perusahaan besar mencoba melakukan bisnis secara global. Pada umumnya, perusahaanperusahaan besar yang beroperasi di tanah air baik di bidang manufaktur, eksplorasi, maupun jasa, menggunakan beberapa konsultan asing untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka, begitupun sebaliknya.

Dengan melihat perkembangan atau tren yang ada saat ini, komunikasi bisnis lintas budaya menjadi sangat penting artinya bagi terjalinnya harmonisasi bisnis di antara mereka. Bagaimanapun diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi lintas budaya, baik melalui tulisan maupun tulisan. Dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka pada saat itulah kebutuhan akan komunikasi bisnis lintas budaya menjadi semakin penting artinya. Pada akhirnya budaya akan bermanifestasi ke dalam bagaimana seseorang menjalankan bisnis, menegosiasikan kontrak atau menangani hubungan bisnis potensial.

Dampak Komunikasi Lintas Budaya Dampak Positif a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional. b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuandan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju. c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidupmasyarakat.

Dampak Negatif Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut. a. Pola Hidup Konsumtif Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan

masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial. c. Gaya Hidup Kebarat-baratan Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebasremaja, dan lain-lain. d. Kesenjangan Sosial Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Contoh Komunikasi Lintas Budaya Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat kaya dengan aneka macam budaya merupakan salah satu contoh yang sangat berharga bagi para pelaku bisnis dalam menerapkan komunikasi bisnis lintas budaya. Sebagaimana diketahui, setiap daerah yang ada di Indonesia ini memiliki kekhasan budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, seperti bagaimana seseorang berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana seseorang menghargai orang lain, bagaimana mereka memanfaatkan waktu yang ada, bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka meyakini atau mempercayai sesuatu yang sudah turun-temurun dan nenek moyang mereka, bagaimana mereka berpakaian, dan bagaimana mereka memperlakukan suatu produk. Dalam era globalisasi ketika banyak perusahaan asing yang melakukan kegiatan bisnis di Indonesia, diperlukan pemahaman yang baik dan benar terhadap budaya dalam suatu negara. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Ketika merencanakan untuk melakukan bisnis dengan orang yang memiliki budaya berbeda, seseorang akan dapat berkomunikasi secara efektif bila ia telah mempelajari budayanya. Lagipula, ketika merencanakan untuk tinggal di negara lain, ia tentunya juga sudah mempersiapkan bahasa yang harus dikuasainya. efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif,

agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas. Dalam segi bisnis, perkembangan teknologi dan komunikasi memungkinkan manusia untuk melakukan kegiatan ekspansi dalam wilayah yang lebih luas, contohnya dengan membuka pabrik baru, memasarkan produk ke negara lain, melakukan merger dengan perusahaan asing, melakukanouts ourcing dalam proses perekrutan tenaga kerja, dan masih banyak lagi. Dalam proses komunikasi terdapat medium yang dapat dipergunakan atau dipilih agar komunikasi berjalan efektif, contohnya penggunaan email atau sambungan telepon dalam penyampaian pesan tersebut kepada penerima pesan. Komunikasi antar-budaya merupakan proses komunikasi yang terjadi antara dua pihak atau individu yang berbeda latar belakang baik budaya, etnis, latar belakang, atau pun bahasa. Contoh dari penerapan komunikasi antar-budaya dalam bisnis sangatlah luas . Baik dari segi bahasa, pemahaman adat istiadat antar rekan kerja, sampai dengan interaksi dengan masyarakat asli di daerah dimana perusahaan melakukan kegiatan ekspansi tersebut. Pada perusahaan berskala besar yang lebih sering mengadakan kegiatankegiatan transasksi bisnis berskala besar dengan melibatkan banyak orang dari berbagai negara, kendala-kendala bahasa dan budaya seringkali dapat menghambat proses dari transaksi bisnis itu sendiri. Begitu pula dengan kegiatan pemasaran atau iklan. Contoh lain dari komunikasi antar-budaya dalam kegiatan pemasaran adalah materi penyajian produk pada iklan yang dipasang pada daerah tertentu. Sebelum memasang iklan mengenai produk tertentu, perusahaan juga harus mengetahui karakteristik, adat istiadat, dan budaya dari masyarakat yang terdapat pada daerah yang dituju terlebih dahulu. Contohnya adalah iklan di negara-negara Asia seperti Indonesia, yang masih belum terbuka pada hal -hal yang berbau seks bebas, materi penyajian dan pendeskripsian produk diharapkan tidak bersifat terlalu eksplisit, yaitu dengan tidak menayangkan adegan-adegan porno

pada iklan. Penanyangan iklan produk sejenis ini juga diharapkan tidak dilakukan pada saat jam tayang anak-anak dan keluarga, yaitu di atas jam sepuluh malam. Proses pemasaran dan periklanan produk bertujuan utama untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Tapi di lain sisi, perusahaan juga harus menghargai budaya dan istiadat yang berlaku di suatu wilayah dimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan pemasaran. Agar kedua hal tersebut dapat berjalan secara selaras, maka diperlukan lah proses komunikasi antar- budaya yang efektif. Setiap manusia yang mempunyai akal dan perasaan pasti selalu berkomunikasi dengan dirinya sendiri atau dengan sesama manusia lainnya. Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang sangat tidak bisa dihindari oleh setiap manusia, dan setiap manusia mempunyai gaya tersendiri dalam berkomunikasi dengan sesamanya, sehingga gaya komunikasi tersebut bisa diartikan yang berbeda dengan gaya yang lainnya. Dalam ilmu sosiologi, manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan pernah lepas dari lingkungan sosial, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lainnya. Dan di dalam lingkungan sosial tersebut ada norma dan aturan yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tersebut. Norma dan aturan yang ada di lingkungan sosial tersebut dapat tercipta karena budaya yang ada.