Anda di halaman 1dari 27

GANGGUAN SOMATOFORM

dr. Ibrahim Puteh, Sp. KJ

SMF Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Gangguan somatoform Kumpulan gejala fisik kondisi medik umum ?

Unexplainable - kondisi medik umum - penggunaan zat - ggn mental yang lain.

Gejala secara nyata menyebabkan (slh satu @ > )

+ Distress. + Hendaya fungsi ; - Sosial. - Kerja - Menggunakan waktu luang ( Bedakan dgn ggn psikologis yg memp. fungsi /kondisi fisik ).

Salah satu dr ggn. Somatoform Ggn Somatisasi. - Dikenal sbg Hysteria @ Sindrom Briquets. - Polysimptomatik. - Onset sebelum usia 30 tahun. - Ditandai dgn kombinasi gejala-gejala; = nyeri. = GI. = Sexual. = Pseudoneurologis.

Gangguan Somatisasi.

Gejala Utama: (A) = berulang. = keluhan somatik. Hendaya sosial/kerja/hobby = multiple. Menyebabkan os berobat. = Onset < 30 thn. = Patofisiologi ? = Mengarahkan os utk melakukan pemeriksaan laboratorium dan fisik diagnostik.

= Nyeri biasanya pd 4 tempat berbeda; (B1) = kepala, perut, punggung, sendi , ekstremitas, dada, rectum. = Fungsi yg terganggu ; = menstruasi, hubungan seks, urinasi.

= Sekurang-kurangnya ada 2 gejala GI selain nyeri; (B2) = nausea, perut kembung. = jarang ada muntah @ diarhae.

Pemeriksaan Radiologi berulang & Operasi abdomen

- Harus ada sekurang-kurangnya 1 gejala seksual @ sistem reproduksi: (B3) = Menstruasi tak teratur. = muntah tanpa kehamilan. pada laki-laki dapat berupa gejala; = gangguan ereksi atau ejakulasi.

Sekurang-kurangnya ada 1 gejala neurologis spt; (B4) = Hendaya koordinasi/ keseimbangan, paralisis, sulit menelan, kehilangan suara, retensi urin, halusinasi, hilangnya sensasi raba, penglihatan ganda, ketulian, kejang-kejang, amnesia.

Hubungan gejala dengan gangguan lain; 1. Dengan Gangguan Mental; = Sangat sering dijumpai gejala-gejala kecemasan dan depresi ke psikiater. = kdg ada gejala impulsif, perilaku antisosial, ancaman/ percobaan bunuh diri, ketidak cocokan dalam perkawinan.

Penggunaan obat-obatan efek samping dan gangguan yang terkait dengan obat-obatan.

Pemriksaan medis, prosedur diagnostik, pembedahan dan rawat inap meningkatkan angka kesakitan.
Ggn depresi berat, ggn panik, ggn yg berhubung -an dgn penggunaan zat selalu terkait dgn ggn somatisasi.

2. Dgn laboratorium; = hsl pemeriksaan lab. tdk dijumpai adanya kelainan. 3. Dgn pemeriksaan fisik dan kondisi medik umum. = Hsl pemeriksaan PD dbn.

Gambaran Kultur spesifik dan gender. = Jenis dan frekwensi gejala berbeda pd kultur yg berbeda. = di Afrika sering dgn gejala tangan rasa terbakar, semut yang berjalan dikulit kepala. = di India sering dgn gejala reproduksi spt keluarnya semen (dhat syndrom).

Prevalensi : = 0,2 % sampai 2 % diantara wanita dan kurang dari 0,2 % pada laki-laki. Perjalanan penyakit : = Kronis, berfluktuasi, jarang remisi total. Kriteria diagnostik khas pada usia kurang dari 25 thn. = Gejala utama mulai saat adolescent.

Corak Keluarga ; = Sering dijumpai pada wanita keturunan pertama (10% sampai 20%). = Pada laki-laki terjdi peningkatan ggn kepribadian antisosial dan penyalahgunaan zat.

DD: 1. Kondisi Medik Umum; = bedanya; + Keterlibatan banyak sistem organ. + Onset awal, kronis, tanpa munculnya adanya abnormalitas struktur tubuh dan fisik. + Tdk ada hasil pemeriksaan lab yang mendukung.

2. Skizofrenia. = Halusinasi dpt berupa gejala-gejala pseudoneurologis hrs dibedakan dgn halusinasi pada skizofrenia. 3. Ggn panik. = Jg dijumpai adanya gejala somatik multiple, ttp hanya terjadi saat serangan panik.

4. Ggn Cemas Menyeluruh. = Banyak keluhan fisik namun fokus pada kecemasan tdk ternatas pada keluhan fisik. 5. Ggn Mood Depresi. = Keluhan fisik terjadi saat depresi saja sdg kan pada ggn somatisasi berlangsung berulangulang.

Kriteria Diagnostik: A. Onset keluhan fisik mulai usia < 30 thn B. Setiap gejala hrs dijumpai selama ggn ini berlangsung; 1. = Empat gejala nyeri. 2. = Dua gejala GI. 3. = Satu gejala seksual. 4. = Saru gejala pseudoneurologis.

C. Salah satu dari gejala berikut; 1. Gejala yg ditemukan pd kriteria B, tak dpt dijelaskan secar kondisi medik umum atau ok merupakan efek langsung dr penyalahgunaan zat. 2. Bila berhubungan dgn kondisi medik umum, keluhan fisik menyebabkan hendaya fungsi sosial, fungsi kerja. D. Gejala bukan dibuat dgn sengaja (spt ggn buat @ berpura-pura).

Penatalaksanaan; 1. Terbaik bila hanya satu dokter yg jadi terapis. Kl >1 dokter kesempatan os utk ekspresi kan keluhan somatiknya. 2. Lihat kunjungan sebulan/x. Biasanya dtg lbh cpt dgn keluhan somatik yg baru.

3. Hindari prosedur diagnostik & lab.

4. Diagnose tegak, dengar keluhan somatik sbg ekspresi emosi dp keluhan medis.

5. Tingkatkan kesadaran os bahwa ada keterlibatan faktor psikologis yg menyebabkan timbulnya keluhan somatik.
6. Cari faktor psikologis yg mendahului keluhan somatiknya melalui wawancara yg mendalam.

7. Lakukan psychoterapi individual atau kelompok. Keberhasilan sekitar 50%. Disini os membantu mengatasi gejala dgn mengekspresikan emosi yg melatar belakangi dan mengembangkan strategi utk mengekspresikan emosinya lebih baik.

8. Beri psikofarmaka bila ada ggn mental lain yg menyertai (spt cemas @ depresi). Namun lakukan monitoring obat yg ketat.

Terimakasih.

Ggn somatisasi: polisimptomatic, recurent, kronis. Ggn konversi: monosimptomatik, akut, simulasi gejala.

Hypochondriasis: Penyakit sehubungan dgn preokupasi.


Ggn Body dysmorfik: Perasaan subjektif bahwa tubuhnyatak menyenangkan atau defek. Ggn Nyeri : Gejala nyeri simulasi.