Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH BIOLOGI SEL INTERFERON

NAMA KELOMPOK :
MIRA MARGARTH 20011210159 MARIA

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA 2011

- 1 INTERFERON

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa menyelesaikan makalah ini yang Akhirnya INTERFERON Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai antibodi monoklonal . Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi dan menambahkan ilmu kepada kita semua tentang apa INTERFERON ni berisikan tentang informasi teknologi DNA rekombian . Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil tepat pada waktunya yang berjudul

- 2 INTERFERON

BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG Secara klasik analisis molekuler protein dan materi lainnya dari kebanyakan organisme ternyata sangat tidak mudah untuk dilakukan karena adanya kesulitan untuk memurnikannya dalam jumlah besar. Namun, sejak tahun 1970-an berkembang suatu teknologi yang dapat diterapkan sebagai pendekatan dalam mengatasi masalah tersebut melalui isolasi dan manipulasi terhadap gen yang bertanggung jawab atas ekspresi protein tertentu atau pembentukan suatu produk. Pada dasarnya upaya untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan melalui teknologi DNA rekombinan melibatkan beberapa tahapan tertentu . Tahapan-tahapan tersebut adalah isolasi DNA genomik/kromosom yang akan diklon, pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah fragmen dengan berbagai ukuran, isolasi DNA vektor, penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul DNA rekombinan, transformasi sel inang menggunakan molekul DNA rekombinan, reisolasi molekul DNA rekombinan dari sel inang, dan analisis DNA rekombinan. Salah satu pemanfaatan atau penerapan Teknologi DNA Rekombinan terutama dalam Industri farmasi ialah : Pembuatan Insulin Pembuatan antibiotik Pembuatan antibodi Monoklonal Pembuatan Interveron Pembuatan vaksin

Yang akan di bahas lebih dalm pada makalah ini adalah Pembuatan interferon , sebelum itu terlebih dahulu akan dibahas apa itu interferon . \

- 3 INTERFERON

Interferon adalah hormon berbentuk sitokina berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.[1] Sejarah penemuan interferon dimulai pada tahun 1954 ketika Nagano dan Kojima menemukannya pada virus di kelinci.Tiga tahun kemudian Isaacs dan Lindenmann berhasil mengisolasi molekul yang serupa dari sel ayam dan molekul tersebut disebut interferon.

TUJUAN : 1. memahami apa itu Teknologi DNA Rekombinan terutama penerapannya dalam bidang farmasi 2. memahami apa itu interferon 3. mengetahui tentang cara kerja dan pembuatan antibodi interferon

- 4 INTERFERON

BAB II PEMBAHASAN
a) PENDAHULUAN
Pengertian Teknologi DNA Rekombinan

Secara klasik analisis molekuler protein dan materi lainnya dari kebanyakan organisme ternyata sangat tidak mudah untuk dilakukan karena adanya kesulitan untuk memurnikannya dalam jumlah besar. Namun, sejak tahun 1970-an berkembang suatu teknologi yang dapat diterapkan sebagai pendekatan dalam mengatasi masalah tersebut melalui isolasi dan manipulasi terhadap gen yang bertanggung jawab atas ekspresi protein tertentu atau pembentukan suatu produk. Teknologi yang dikenal sebagai teknologi DNA rekombinan, atau dengan istilah yang lebih populer rekayasa genetika, ini melibatkan upaya perbanyakan gen tertentu di dalam suatu sel yang bukan sel alaminya sehingga sering pula dikatakan sebagai kloning gen. Banyak definisi telah diberikan untuk mendeskripsikan pengertian teknologi DNA rekombinan. Salah satu di antaranya, yang mungkin paling representatif, menyebutkan bahwa teknologi DNA rekombinan adalah pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya untuk terintegrasi dan mengalami perbanyakan di dalam suatu sel organisme lain yang berperan sebagai sel inang. Teknologi DNA rekombinan mempunyai dua segi manfaat. Pertama, dengan mengisolasi dan mempelajari masing-masing gen akan diperoleh pengetahuan tentang fungsi dan mekanisme kontrolnya. Kedua, teknologi ini memungkinkan diperolehnya produk gen tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada produksi secara konvensional. Pada dasarnya upaya untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan melalui teknologi DNA rekombinan melibatkan beberapa tahapan tertentu .

- 5 INTERFERON

Tahapan-tahapan tersebut adalah isolasi DNA genomik/kromosom yang akan diklon, pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah fragmen dengan berbagai ukuran, isolasi DNA vektor, penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul DNA rekombinan, transformasi sel inang menggunakan molekul DNA rekombinan, reisolasi molekul DNA rekombinan dari sel inang, dan analisis DNA rekombinan. Salah satu pemanfaatan atau penerapan Teknologi DNA Rekombinan terutama dalam Industri farmasi ialah : Pembuatan Insulin Pembuatan antibiotik Pembuatan antibodi Monoklonal Pembuatan Interveron Pembuatan vaksin

Di makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai interferon salah satu penerapan Teknologi DNA Rekombinan Imunomodulator yaitu zat atau mineral yang mempengaruhi reaksi biologis tubuh terhadap zat asing . terdiri dari 2 golongan : Imunostimulator : adalah zat yang dapat meningkatkan respon imun : Vaksin BCG Interferon Interleukin II Levamizo

Imunostimulator Sebagai Terapi Alternatif Obat Hemopati CaC03 Food Suplement b) PENGERTIAN INTERVERON Interferon adalah hormon berbentuk sitokina berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.[1] Sejarah penemuan interferon dimulai pada tahun 1954

- 6 INTERFERON

ketika Nagano dan Kojima menemukannya pada virus di kelinci.Tiga tahun kemudian Isaacs dan Lindenmann berhasil mengisolasi molekul yang serupa dari sel ayam dan molekul tersebut disebut interferon. C) JENIS INTERFERON Terdapat tiga kelas interferon yaitu, alfa, beta, dan gamma.[2]

Interferon- dihasilkan oleh leukosit dan berperan sebagai molekul anti-viral.[2] Penggunaan interferon- untuk perawatan penderita hepatitis B dan hepatitis C dapat menginduksi hipotiroidisme atau hipertiroidisme, tiroiditis maupun disfungsi kelenjar tiroid.IFN- memiliki efek anti-proliferatif dan anti-fibrosis pada sel mesenkimal.
[5]

Interferon- dihasilkan oleh fibroblas dan dapat bekerja pada hampir semua sel di dalam tubuh manusia.[2] Interferon- dihasilkan oleh limfosit sel T pembantu dan hanya bekerja pada sel-sel tertentu, seperti makrofaga, sel endotelial, fibroblas, sel T sitotoksik, dan limfosit B.

Sifat Nama lain Gen Stabilitas Ph Induser (pengimbas)

IFN Alfa () Leukosit IFN atau Tipe I >20 Stabil Viruses (RNA>DNA), dsRNA

IFN Beta ()

IFN Gamma ()

Fibroblas IFN Imun IFN atau tipe atau Tipe I II 1 Stabil Viruses (RNA>DNA), dsRNA Fibroblas 1 Labil Antigen, Mitogen Limfosit

Sumber utama Leukosit, Epitelium

- 7 INTERFERON

d) FUNGSI INTERFERON Interferon, terutama alfa dan beta memiliki peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi virus. Senyawa interferon adalah bagian dari sistem imun non-spesifik dan senyawa tersebut akan terinduksi pada tahap awal infeksi virus, sebelum sistem imun spesifik merespon infeksi tersebut. Pada saat rangsangan atau stimulus biologis terjadi, sel yang memproduksi interferon akan mengeluarkannya ke lingkungan sehingga interferon dapat berikatan dengan reseptor sel target dan menginduksi transkripsi dari 20-30 gen pada sel target. Hal ini menghasilkan keadaaan anti-virus pada sel target. Aktivasi protein interferon terkadang dapat menimbulkan kematian sel yang dapat mencegah infeksi lebih lanjut pada sel.

Terapi Interferon Interferon- dan - telah digunakan untuk penyembuhan berbagai infeksi virus, salah satunya adalah beberapa hepatitis C dan B tertentu yang bersifat kronis serta akut dapat menggunakan interferon-. Sementara itu, interferon yang berperan dalam aktivasi makrofag, digunakan dalam penyembuhan kusta lepromatosa, toksoplasmosis, dan leisymaniasis. Efek anti-proliferasi yang dimiliki interferon juga menyebabkan senyawa ini dapat digunakan untuk mengatasi tumor seperti melanoma dan Sarkoma Kaposi. [6] Penggunaan interferon pengobatan memang dibatasi karena adanya efek samping berupa demam, malaise, kelelahan, dan nyeri otot. Selain itu, interferon juga bersifat toksik atau beracun terhadap hati, ginjal, sumsum tulang, dan jantung.

Terapi Biologi: Interferon Beberapa orang dengan leukemia disarankan untuk menjalani terapi biologi. Terapi biologi untuk leukemia adalah terapi dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

- 8 INTERFERON

Salah satu jenis terapi biologi adalah zat yang disebut antibodi monoklonal. Ini diberikan melalui infus intravena. Zat ini berikatan dengan sel-sel leukemia. Salah satu jenis antibodi monoklonal membawa racun yang membunuh sel-sel leukemia. Jenis lain membantu sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel leukemia. Untuk beberapa orang dengan CML diberikan terapi biologi dengan obat Interferon. Interferon adalah sekumpulan protein yang dilepaskan oleh sel yang terinfeksi virus. Mereka membantu sel-sel normal untuk membuat protein antivirus. Interferon juga membantu tubuh untuk mengurangi proliferasi (pertumbuhan dan reproduksi) sel leukemia, sementara memperkuat respons kekebalan tubuh. Interferon-alfa (INFA) adalah jenis interferon yang sering digunakan untuk mengobati leukemia. INFA biasanya ditawarkan kepada pasien yang baru terdiagnosa, yang bukan kandidat untuk transplantasi sel induk. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain: demam, menggigil, nyeri otot dan tulang, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, dan keluhan seperti flu ketika memulai pengobatan. Gejala seperti itu biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Efek samping biasanya membaik setelah terapi dengan INFA selesai. Kateter Ketika kemoterapi diberikan dengan cara ini, sebuah tabung tipis fleksibel dipasang di pembuluh darah besar, seringkali pada dada bagian atas. Sebuah kateter menetap seringkali berguna untuk orang yang membutuhkan banyak perawatan intravena. Paramedis akan menyuntikkan obat ke dalam kateter, daripada langsung ke pembuluh darah. Metode ini menghindari banyaknya suntikan, yang dapat melukai pembuluh darah dan kulit dan kurang nyaman di kulit. Injeksi ke dalam cairan Cerebrospinal Jika ahli patologi menemukan sel-sel leukemia dalam cairan yang mengisi ruang di dalam dan sekitar otak serta syaraf tulang belakang, dokter bisa memerintahkan kemoterapi intratekal. Dokter kemudian akan menyuntikkan obat langsung ke dalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat yang diberikan melalui suntikan intravena atau diminum seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan sumsum tulang belakang.

- 9 INTERFERON

Radioterapi Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Orang-orang mendapatkan radioterapi di rumah sakit ataupun klinik. Beberapa orang menerima radiasi dari sebuah mesin besar yang ditujukan ke pankreas, otak, atau bagian lain dari tubuh di mana sel-sel leukemia menumpuk. Jenis terapi ada yang berlangsung selama 5 hari/minggu selama beberapa minggu. Orang lain mungkin menerima radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. Radiasi biasanya diberikan sekali atau dua kali sehari selama beberapa hari, biasanya sebelum transplantasi sel induk. Efek samping dari terapi radiasi tergantung terutama pada dosis radiasi dan bagian tubuh yang terpapar. Sebagai contoh, radiasi untuk perut Anda dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Selain itu, kulit Anda di daerah yang sedang diobati bisa menjadi merah, kering, dan lunak. Anda juga dapat kehilangan rambut di daerah yang terpapar. Anda mungkin akan sangat lelah selama radioterapi, terutama beberapa minggu setelah pengobatan. Istirahat sangat penting, tetapi dokter biasanya menyarankan pasien untuk mencoba sedapat mungkin tetap aktif.

- 10 INTERFERON

BAB III PENUTUP


Teknologi yang dikenal sebagai teknologi DNA rekombinan, atau dengan istilah yang lebih populer rekayasa genetika, ini melibatkan upaya perbanyakan gen tertentu di dalam suatu sel yang bukan sel alaminya sehingga sering pula dikatakan sebagai kloning gen. Banyak definisi telah diberikan untuk mendeskripsikan pengertian teknologi DNA rekombinan. Salah satu di antaranya, yang mungkin paling representatif, menyebutkan bahwa teknologi DNA rekombinan adalah pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya untuk terintegrasi dan mengalami perbanyakan di dalam suatu sel organisme lain yang berperan sebagai sel inang. Salah satu pemanfaatan atau penerapan Teknologi DNA Rekombinan terutama dalam Industri farmasi ialah : Pembuatan Insulin Pembuatan antibiotik Pembuatan antibodi Monoklonal Pembuatan Interveron Pembuatan vaksin

Interferon adalah hormon berbentuk sitokina berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.[1] Sejarah penemuan interferon dimulai pada tahun 1954 ketika Nagano dan Kojima menemukannya pada virus di kelinci.Tiga tahun kemudian Isaacs dan Lindenmann berhasil mengisolasi molekul yang serupa dari sel ayam dan molekul tersebut disebut

- 11 INTERFERON

DAFTAR PUSTAKA
http://biologi-news.blogspot.com/2011/05/antibodimonoklonal.html#ixzz1feBpvzlG http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/membuat-antibodymonoklonal.html http://hayatipelita.blogspot.com/2009/11/sistem-peredaran-darah.html

- 12 INTERFERON

LAMPIRAN
1. Apa yang dimaksud interferon ?
Interferon adalah hormon berbentuk sitokina berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.[1] Sejarah penemuan interferon dimulai pada tahun 1954 ketika Nagano dan Kojima menemukannya pada virus di kelinci.Tiga tahun kemudian Isaacs dan Lindenmann berhasil mengisolasi molekul yang serupa dari sel ayam dan molekul tersebut disebut interferon.

2. Apa saja penerapan dari Teknologi DNA Rekombian ? Pembuatan Insulin Pembuatan antibiotik Pembuatan antibodi Monoklonal Pembuatan Interveron Pembuatan vaksin

3. Apa manfaat dari Teknologi DNA Rekombinan Teknologi DNA rekombinan mempunyai dua segi manfaat. Pertama, dengan mengisolasi dan mempelajari masing-masing gen akan diperoleh pengetahuan tentang fungsi dan mekanisme kontrolnya. Kedua, teknologi ini memungkinkan diperolehnya produk gen tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada produksi secara konven 4. Sebutkan apa saja Jenis dari Interferon ? alfa, beta, dan gamma 5. Apa yang dimaksud Imunomodulator ? Zat atau obat atau vitamin atau mineral yang mempengaruhi reaksi biologis tubuh terhadap zat asing .

- 13 INTERFERON

6. Sebutkan fungsi dari Interferon ?

Interferon, terutama alfa dan beta memiliki peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi virus 7. Sebutkan efek samping dari penggunaan terapi radiasi ? Efek samping dari terapi radiasi tergantung terutama pada dosis radiasi dan bagian tubuh yang terpapar. Sebagai contoh, radiasi untuk perut Anda dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Selain itu, kulit Anda di daerah yang sedang diobati bisa menjadi merah, kering, dan lunak. Anda juga dapat kehilangan rambut di daerah yang terpapar. 8. Apa yang anda ketahui tentang INFA Inte.rferon-alfa (INFA) adalah jenis interferon yang sering digunakan untuk mengobati leukemia. INFA biasanya ditawarkan kepada pasien yang baru terdiagnosa, yang bukan kandidat untuk transplantasi sel induk. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain: demam, menggigil, nyeri otot dan tulang, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, dan keluhan seperti flu ketika memulai pengobatan. Gejala seperti itu biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Efek samping biasanya membaik setelah terapi dengan INFA selesai 9. sebutkan tahapan teknologi DNA rekombinan Tahapan-tahapan tersebut adalah isolasi DNA genomik/kromosom yang akan diklon, pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah fragmen dengan berbagai ukuran, isolasi DNA vektor, penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul DNA rekombinan, transformasi sel inang menggunakan molekul DNA rekombinan, reisolasi molekul DNA rekombinan dari sel inang, dan analisis DNA rekombinan. 10. Fungsi dari Gamma globulin ? Gamma globulin menghalangi proses adsorpsi / perlekatan

- 14 INTERFERON