Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PENGETAHUAN MATERIAL KOMPOSIT

Nama No. Mhs Jurusan

: Alfiyan Ibnu Widianto : 12.0571 : Teknik Perminyakan

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Pengertian Komposit
Bahan komposit (atau komposit) adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit). Dalam prakteknya komposit terdiri dari suatu bahan utama (matrik matrix) dan suatu jenis penguatan (reinforcement) yang ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan matrik. Pada material komposit ini dikenal istilah lamina dan laminate. Lamina adalah satu lembar komposit dengan satu arah serat tertentu, sedangkan laminate adalah gabungan beberapa lamina. Laminate dibuat dengan cara memasukkan pre-preg lamina ke dalam autoclave selama selang waktu tertentu dan dengan tekanan serta temperatur tertentu pula. Auroclave adalah suatu alat semacam oven bertekanan untuk menggabungkan lamina. Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari logam, kekakuan jenis (modulus Young/density) dan kekuatan jenisnya lebih tinggi dari logam. Beberapa lamina komposit dapat ditumpuk dengan arah orientasi serat yang berbeda, gabungan lamina ini disebut sebagai laminat. Komposit disusun dari dua komponen yaitu Matriks atau resin, dan reinforcement atau penguat atau ada juga yang menyebut filler . Filler ini nanti akan berfungsi sebagai penguat dimana distribusi tegangan yang diterima oleh komposit akan diteruskan ke fillerjuga. Filler ini berupa dapat berupa partikel atau serat . Serat dapat berasal dari alam maupun sintetis. Yang dari alam disebut biokomposit contohnya adalah serat rami. Dan yang sintetis misalnya adalah Serat E-glass.

Jenis Jenis Komposit

Klasifikasi Berdasarkan Buatan Manusia


1. Komposit Matrik Polimer Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites PMC) Bahan ini merupakan bahan komposit yang sering digunakan disebut, Polimer Berpenguatan Serat (FRP Fibre Reinforced Polymers or Plastics) bahan ini menggunakan suatu polimerberdasar resin sebagai matriknya, dan suatu jenis serat seperti kaca, karbon dan aramid (Kevlar) sebagai penguatannya. Jika sistem resin dikombinasikan dengan serat penguat seperti kaca, karbon dan aramid, sifat-sifat yang luarbiasa dapat diperoleh. Matrik resin menyebarkan beban yang dikenakan terhadap komposit antara setiap individu serat dan juga melindungi serat dari kerusakan karena abrasi dan benturan. Kekuatan dan kekakuan yang tinggi, memudahkan pencetakan bentuk yang rumit, ketahanan terhadap lingkungan yang tinggi dengan berat jenis rendah, membuat kesimpulan komposite lebih superior terhadap logam dalam banyak aplikasi. Bila Komposit Matrik Polimer mengabungkan sistem resin dan serat penguat, sifatsifat yang dihasilkan bahan komposit akan memadukan beberapa hal sifat-sifat yang dimiliki oleh resin dan yang dimiliki oleh serat. Secara umum, sifat-sifat komposit ditentukan oleh: 1. Sifat-sifat serat 2. Sifat-sifat resin 3. Rasio serat terhadap resin dalam komposit (Fraksi Volume Serat Fibre Volume Fraction) 4. Geometri dan orientasi serat pada komposit

2. Komposit Matrik Logam Ditemukan berkembang pada industri otomotif, bahan ini menggunakan suatu logam seperti aluminium sebagai matrik dan penguatnya dengan serat seperti silikon karbida.

3. Komposit Matrik Keramik Digunakan pada lingkungan bertemperatur sangat tinggi, bahan ini menggunakan keramik sebagai matrik dan diperkuat dengan serat pendek, atau serabut-serabut (whiskers) dimana terbuat dari silikon karbida atau boron nitride.

Klasifikasi Berdasarkan Jenis Polimer


a) GFRP (graphite fiber-reinforced polymer) juga digunakan, tetapi kurang umum, karena glass-(fiber)-reinforced polymer jg sering disebut GFRP. Dalam iklan produk, kadang-kadang disebut hanya sebagai serat grafit (atau serat grafit).

b) CFRP memiliki lebih dari dua dekade terakhir menjadi bahan yang semakin penting digunakan dalam aplikasi teknik struktural. Dipelajari dalam konteks akademis untuk potensi keuntungan dalam konstruksi, ini juga telah membuktikan sendiri biaya-efektif dalam sejumlah aplikasi bidang penguatan beton, batu, baja, besi cor, dan kayu struktur. Penggunaannya dalam industri dapat baik untuk perkuatan untuk memperkuat struktur yang sudah ada atau sebagai alternatif penguat (atau bahan pratekan) bukan baja dari awal proyek.

c) CFRP adalah bahan lebih mahal daripada rekan-rekan di industri konstruksi, kaca serat polimer yang diperkuat (GFRP) dan polimer diperkuat serat aramid (AFRP), meskipun CFRP adalah, pada umumnya, mempunyai sifat-sifat unggul.

Aplikasi Komposit
Militer Amerika Serikat adalah pihak yang pertama kali mengembangkan dan memakai bahan komposit. Pesawat AV-8D mempunyai kandungan bahan komposit 27% dalam struktur rangka pesawat pawa awal tahu 1980-an. Penggunaan bahan komposit dalam skala besar pertama kali terjadi pada tahun 1985. Ketika itu Airbus A320 pertama kali terbang dengan stabiliser horisontal dan vertikal yang terbuat dari bahan komposit. Airbus telah menggunakan komposit sampai dengan 15% dari berat total rangka pesawat untuk seri A320, A330 dan A340. Beton, material yang digunakan oleh seluruh dunia dan juga material berbasis semen lainnya juga merupakan suatu komposit. Perilaku dan sifat dari beton dapat dimengerti dan direncanakan, diprediksi dengan lebih baik bila dilihat sebagai komposit dan begitu pula dengan beton bertulang. a. Angkasa luar - Komponen kapal terbang - Komponen Helikopter - Komponen satelit - Dan lain-lain d. b. Automobile - Komponen mesin - Komponen kereta - Dan lain-lain Marine / Kelautan - Kapal layar - Kayak - Dan lain-lain e. Dan lain-lain - Jembatan - Terowongan - Rumah - Dan lain-lain

c. Industri Pembinaan