2

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

ISOLASI MIKROORGANISME DARI SUATU CAMPURAN (Metode Cawan Gores dan Cawan Tuang)

Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

3

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik LAPORAN RESMI ISOLASI MIKROORGANISME DARI SUATU CAMPURAN

I. Tujuan Untuk mempelajari cara-cara mengisolasi mikroorganisme dari suatu campuran dengan teknik cawan gores dan cawan tuang

II. Pengamatan Data Pengamatan Percobaan II.1 Isolasi Mikroorganisme dari Suatu Campuran dengan Teknik Cawan Gores Tabel II.1 Hasil Pengamatan dengan Cawan Gores 24 Jam Pengamatan Sektor O Sektor I Sektor II Sektor III

Bentuk koloni jika dilihat dari: Atas Keseluruhan

-

Atas Tepi

-

Permukaan samping

Keterangan : Warna Diameter Putih Susu 1.4 cm Putih Susu 1.9 cm Putih Susu 4 cm Putih Susu 3 cm

Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

4

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik
Kepekatan 48 Jam Pekat Pekat Pekat Pengamatan Sektor O Sektor I Sektor II Sektor III Pekat

Bentuk koloni jika dilihat dari: Atas Keseluruhan

-

Atas Tepi

-

Permukaan Samping

Keterangan : Warna Diameter Kepekatan Putih Susu 2 cm Pekat Putih Susu 2.2 cm Pekat Putih Susu 4.4 cm Pekat Putih Susu 4 cm Pekat

II.2 Isolasi Mikroorganisme dari Suatu Campuran dengan Teknik Cawan Tuang

Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

5 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Tabel II.2 Hasil Pengamatan dengan Cawan Tuang 24 Jam Bentuk koloni jika dilihat dari: Atas Keseluruhan Pengamatan I II III - Atas Tepi - Permukaan Samping Keterangan : Warna Diameter Kepekatan 48 Jam Putih Susu 0.2 cm Kurang Pekat Putih Susu 1 cm Pekat Pengamatan I II III Putih Susu 1 cm Pekat Bentuk koloni jika dilihat dari: Atas Keseluruhan - Atas Tepi Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Metode Cawan Gores Mikroorganisme yang diisolasi dengan menggunakan teknik cawan gores ini memakai sebuah petridish yang permukaannya dibagi menjadi 4 sektor. Media ini digunakan sebagai tempat dan sumber nutrisi untuk pertumbuhan bakteri.5 cm Cukup Pekat Putih Susu 1. dan sektor yang ditandai dengan angka romawi digunakan sebagai daerah tumbuh bakteri. Sektor O adalah daerah bebas bakteri yang berfungsi sebagai media pembanding (blanko). dilakukan 2 metode percobaan untuk memisahkan populasi campuran menjadi spesies-spesies yang berbeda sebagai biakan murni. (Pelczar. 5-8.2 cm Pekat Putih Susu 1. I. Metode tersebut yakni dengan metode cawan gores dan cawan tuang. 2001) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . (Hendrianie. Nuniek. Media yang digunakan adalah Nutrien Broth Agar. Jenis media agar ini dipilih karena : 1. 85-86. yakni sektor O. 2005) A. tetapi tidak segera memadat pada suhu pendinginan 42 ºC. dan III. Agar tetap berbentuk padat pada kisaran suhu inkubasi yang luas (0-80 ºC) 3. Pembahasan Pada percobaan isolasi mikroorganisme dari suatu campuran ini. Agar mencair pada titik didih air.2 cm Pekat III. II.6 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik - Permukaan Samping Keterangan : Warna Diameter Kepekatan Putih Susu 0. Agar tidak dapat diuraikan oleh hampir semua jenis mikroorganisme 2. Hal ini memungkinkan pembuatan suspensi biakan mikroorganisme pada suhu 45 ºC untuk tujuan pengenceran biakan dan isolasi mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan pada percobaan kali ini adalah campuran bakteri Escherichia coli dan Bacillus Subtilis.

hal ini bertujuan untuk mematikan mikroorganisme yang melekat pada mata ose dan mencegah pencemaran pada penggoresan berikutnya. yakni: 1. Pada sektor I menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri yang ditandai dengan adanya koloni berwarna putih susu Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . 2. Pertama kali bakteri diinokulasikan secara zigzag pada sektor I.4 cm. 3. Hal ini bertujuan agar petridish telah steril dari mikroorganisme lain sebelum digunakan untuk mengisolasi bakteri. Agar yang luka akan mengganggu pertumbuhan mikroorganisme. Setelah proses inokulasi selesai. kawat ose harus dipijarkan diatas api bunsen terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar membunuh bakteri pada mata kawat ose sehingga tidak terjadi pencemaran pada saat dilakukan penggoresan. sehingga sulit diperoleh koloni yang terpisah 4. mata kawat ose dibiarkan meluncur di atas permukaan lempengan. Dan kemudian menginokulasikan lagi pada sektor III dengan inokulum yang diambil dari sektor II. Koloni ini berdiameter 1. Biakan campuran bakteri yang digunakan adalah Escherichia coli dan Bacillus subtilis. petridish kembali dibungkus dengan kertas coklat lalu menginkubasikannya didalam inkubator pada suhu 37 ºC. Membalikkan lempengan NB Agar untuk mencegah air kondensasi jatuh di atas permukaan sehingga dapat terjadi penyebaran koloni Pada pengamatan hari pertama yaitu selama kurang lebih 24 jam. Kawat ose yang panas akan mematikan bakteri. Untuk mendapatkan koloni yang terpisah sewaktu melakukan goresan harus memperhatikan beberapa hal.7 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Langkah berikutnya adalah membungkus petridish yang telah ditandai sektorsektornya dengan menggunakan kertas coklat dan melakukan sterilisasi di dalam autoclave pada suhu 121 ºC. sehingga tidak terjadi pertumbuhan pada bekas goresan. berwarna putih susu dan pekat. Menggunakan tutup cawan petri untuk melindungi permukaan supaya terhindar dari pencemaran 5. kemudian baru diinokulasikan pada sektor II dengan inokulum yang diambil dari sektor I. Sewaktu menggores. Kawat ose harus dipijarkan setelah menggores suatu daerah. pada sektor O yang digunakan sebagai blanko atau pembanding didapatkan bentuk koloni yang berbentuk lonjong dan membujur pada bagian pinggir petridish. Kawat ose yang digunakan harus dalam keadaan telah dingin untuk menggores permukaan media agar. Sebelum digunakan.

sektor O pada petridish yang digunakan sebagai blanko dimana seharusnya tidak terdapat adanya koloni bakteri. Metode Cawan Tuang Isolasi bakteri dengan metode cawan tuang menggunakan 3 buah tabung reaksi dan 3 buah petridishyang diberi nomor 1. pembukaan petridish yang terlalu lebar sehingga terkontaminasi oleh udara. Dimana bakteri ini berwarna putih. 2. Ketidaksesuaian hasil percobaan dengan literatur diantaranya dapat disebabkan oleh beberapa hal yakni. Jumlah bakteri seharusnya paling sedikit berada di sektor III. berbentuk bulat kecil dan berwarna putih susu. berwarna putih susu dan pekat. kurang lamanya pemijaran kawat ose sehingga menyebabkan kontaminasi pada penggoresan berikutnya serta kurangnya keterampilan praktikan sehingga agar terluka dan tidak didapatkannya koloni yang terpisah satu sama lain. Pada pengamatan isolasi bakteri dengan metode cawan gores. Dan pada sektor III. dan 3. Sedangkan pada pengamatan hari kedua yakni selama kurang lebih 48 jam.2005) B.alat ini harus dilakukan sterilisasi didalam autoclave pada suhu 121 ºC selama 15 menit yang bertujuan agar ketika digunakan petridish serta tabung reaksi berada dalam kondisi steril dan tidak terdapat adanya kontaminasi bakteri.4 cm. justru didapati adanya bakteri yang tumbuh pada sektor tersebut. sektor I didapati koloni berdiamater 2. didapati koloni bakteri yang sama dan hanya terjadi perbedaan pada ukuran diameternya. Setelah proses sterilisasi selesai. Pada sektor O didapati koloni berdiameter 2 cm. berwarna putih susu dan pekat. dan pada sektor III didapati koloni berdiameter 4 cm.M. terisolasi koloni bakteri dengan diameter 4 cm. sektor II didapati koloni berdiameter 4. Pada sektor II. (Matsushita. Sebelum digunakan.8 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik dengan diameter terbesarnya ialah 1.2 cm. menunjukkan adanya koloni bakteri dengan diameter 3 cm.. Bakteri yang didapatkan pada percobaan kali ini memiliki bentuk tepi yang bergerigi pada ujungnya. Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .9 cm. berwarna putih susu dan pekat. jumlah koloni paling banyak justru berada pada sektor II dan paling sedikit berada di sektor I. karena pada sektor ini mikroorganisme pada cawan gores terisolasi paling sempurna. Namun hal ini berbeda dengan yang teramati pada percobaan. Hal ini dimungkinkan menyerupai ciri-ciri yang dimiliki oleh Bacillus subtilis. memiliki tepi yang menyerupai gerigi dan berbentuk bulat kecil.

Koloni bakteri yang teramati adalah berwarna putih susu. dan begitupun inokulum dari tabung nomor 2 yang diinokulasikan ke tabung nomor 3. pada petridish II teramati diameter koloni sebesar 1 cm dan pada petridish III teramati diameter koloni sebesar 1 cm. Hasil isolasi bakteri yang didapat dari metode cawan tuang ini adalah koloni bakteri yang berwarna putih susu.2 cm dan pada petridish III juga teramati koloni dengan diameter sebesar 1. Dari hasil yang teramati tersebut serupa dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Bacillus subtilis Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Setelah proses inkubasi selesai. 2 dan 3 ke masingmasing petridish yang bernomor I. berbentuk bulat dengan ujung bergerigi. Dan yang terakhir. 2 dan 3.9 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik dilanjutkan dengan memasukkan NBA ke dalam masing-masing tabung reaksi 1. Pada masingmasing tabung reaksi.5 cm.2 cm. Suspensi biakan tersebut kemudian diinokulasikan ke dalam tabung nomor 1. Pada petridish I teramati diameter koloni sebesar 0. Hal ini dapat terlihat dari jarak antar koloni yang begitu jauh dan hanya terdapat sedikit koloni. secara aseptik dilakukan penuangan agar dari tabung yang bernomor 1. Sedangkan pada pengamatan 48 jam. Berdasarkan pengamatan setelah 24 jam. Pada petridish III koloni tersebut telah terisolasi dengan baik dibandingkan dengan petridish I dan II dimana bakterinya belum terisolasi dengan sempurna. Pada petridish I teramati koloni bakteri berdiameter 0. dan III. pada petridish II koloni berdiameter 1. Lalu. petridish kemudian dibungkus dengan kertas coklat dan dilakukan inkubasi didalam inkubator pada suhu 37 ºC selama 24 jam dan 48 jam. II. sehingga pada petridish III ini terdapat koloni bakteri yang murni. inokulum dari tabung nomor 1 diinokulasikan ke tabung nomor 2. Kemudian.2 cm. Dan untuk tingkat kepekatannya pada petridish I rendah. namun mulai terlihat adanya jarak antar koloni yang jelas. suspensi biakan diambil sebanyak 1 lup dengan menggunakan kawat ose yang sebelumnya telah dipijarkan terlebih dahulu diatas api bunsen. petridish II dan III tinggi. terlihat bahwa bakteri pada petridish I tersebar merata di permukaan petridish sedangkan pada petridish II dan III penyebaran bakterinya juga merata. setelah diberi suspensi biakan diputarkan diantara kedua tangan agar inokulumnya dapat tercampur merata. Berbeda dengan petridish I dan II dimana koloninya banyak menyebar di permukaan petridish. koloni bakteri telah tumbuh menjadi lebih besar dibandingkan pada pengamatan hari sebelumnya.

2005) IV. Selain itu. (Matsushita. dan merupakan kelanjutan penggoresan dari sektor II yang semakin sedikit bakterinya. 4. Jawaban Pertanyaan 1. 2. Bagaimanakan keadaan media pembanding (blanko)? Apakah kegunaannya? Jawab : Blanko pada percobaan yang kami lakukan telah terkontaminasi. Apakah pada permukaan agar yang tidak anda gores tampak koloni? Jelaskan! Jawab : Pada permukaan agar yang tidak digores terdapat koloni bakteri.10 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik dimana menurut literatur. Metode Cawan Tuang Keunggulan : Tidak memerlukan keterampilan khusus dan bakteri dapat tersebar merata pada media agar Kekurangan : Menghabiskan banyak waktu dan bahan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . 3. Metode Cawan Gores Keunggulan : Lebih menghemat waktu dan bahan yang digunakan Kekurangan : Teknik isolasi yang dilakukan lebih sulit karena membutuhkan keterampilan yang memadai dalam menggores b.. Apakah keunggulan dan kekurangan dari dua metode di atas? a. koloninya berbentuk bulat dengan ujung menyerupai gerigi dan berwarna putih. karena pada daerah ini merupakan penggoresan terakhir. pada daerah manakah bakteri terisolasi? Bandingkan dengan media pembanding! Jawab : Pada sektor III. Blanko berfungsi sebagai media pembanding antara media yang masih murni dengan media yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. Hal ini dapat disebabkan karena koloni mulai berkembang biak dan menyebabkan terkontaminasinya agar di sekitar sektor. Setelah melakukan isolasi bakteri dengan metode cawan gores.M. Keadaan media pembanding terkontaminasi atau telah terdapat bakteri yang tumbuh. kurangnya keterampilan praktikan dalam menggores bakteri juga merupakan salah satu penyebab tumbuhnya koloni pada permukaan agar yang tidak digores.

Pada metode cawan tuang bakteri yang terisolasi adalah Bacillus subtilis VI. dkk. Kesimpulan 1. 2005. M. Jakarta: UI Press Lampiran Gambar 1. 2005. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan gores setelah 24 jam Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . 2001.C. Pada metode cawan gores bakteri yang terisolasi adalah Bacillus subtilis 3. Cambridge University Press Pelczar. Daftar Pustaka Hendrianie. Untuk mengisolasi bakteri dari suatu campuran dapat dilakukan dengan metode cawan gores dan cawan tuang 2. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Nuniek.S Chan. Michael J dan E. Surabaya: Teknik Kimia ITS Matsuhita. Diktat Kuliah Mikrobiologi Industri.11 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik V. Colony Formation In Bacteria.

Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan gores setelah 24 jam (Tampak samping) Gambar 3. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan gores setelah 48 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .12 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik (Tampak atas) Gambar 2.

13 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 4. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan gores setelah 48 jam (Tampak samping) Gambar 5. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 1 setelah 24 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 2 setelah 24 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 1 setelah 24 jam (Tampak samping) Gambar 7.14 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 6.

15 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 8. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 3 setelah 24 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 2 setelah 24 jam (Tampak samping) Gambar 9.

Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 1 setelah 48 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 3 setelah 24 jam (Tampak samping) Gambar 11.16 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 10.

Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 2 setelah 48 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .17 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 12. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 1 setelah 48 jam (Tampak samping) Gambar 13.

18 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 14. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 2 setelah 48 jam (Tampak samping) Gambar 15. Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 3 setelah 48 jam (Tampak atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Hasil pengamatan isolasi bakteri metode cawan tuang pada petridish 3 setelah 48 jam (Tampak samping) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .19 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 16.

20 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik UJI BIOKIMIA DAN UJI HIDROLISA (Methyl-Red-Voges-Proskauer Test dan Hidrolisa Kanji & Kasein) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .1 Methyl-Red-Voges-Proskauer Test MR-VP Test adalah suatu uji kimia yang digunakan untuk mengidentifikasi terbentuk atau tidaknya asetil metil karbinol yang merupakan asam organik oleh suatu mikroorganisme.2 – 6. Pengamatan Data Hasil Pengamatan: II. Pembahasan III.1 Hasil Pengamatan MR-VP Test (t=48 jam) Uji (+/-) MR VP Mikroorganisme Escherichia Coli (+) (-) Bacillus subtilis (+) (-) Keterangan : Test positif (+) bila menunjukkan warna merah Test negatif (-) bila menunjukkan warna kuning III.21 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik LAPORAN RESMI UJI BIOKIMIA I. Perubahan pH ini ditunjukkan dengan perubahan warna menjadi merah pada penambahan Methyl-Red. yang merupakan indikator asam basa yang mempunyai rentang pH antara 4.2.1. Tujuan Mempelajari mikroorganisme dihasilkan atau tidaknya asam organik oleh suatu II. Uji ini digunakan untuk menguji apakah suatu mikroorganisme menghasilkan suatu asam campuran (metilen glikol) dari proses fermentasi glukosa yang terkandung pada media MR-VP. Adanya produksi asetil metil karbinol ditunjukkan dengan perubahan warna menjadi merah muda untuk hasil positif pada VP Test yakni pada penambahan reagent Barrit.1 Methyl-Red-Voges-Proskauer Test Tabel II. Sedangkan untuk uji methyl red.

pada pengujian MR terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis didapatkan perubahan warna merah yang menunjukkan bahwa bakteri tersebut positif menghasilkan asam. dkk. (Smith. Nathan R.edu/gilleskay/stories/storyReader$80) Sedangkan untuk Bacillus subtilis.deanza. (http://faculty. Aerobic Mesophilic Sporeforming Bacteria.. Escherichia coli tidak menghasilkan asetil metil karbinol. Sedangkan Bacillus subtilis menghasilkan asetil metil karbinol. Sedangkan untuk VP test Escherichia coli menunjukkan hasil negatif karena tidak menghasilkan asetil metil karbinol. Escherichia coli memfermentasikan CHO dan menghasilkan beberapa jenis asam. 1946) IV.fhda.22 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Berdasarkan hasil pengamatan selama 48 jam. menurut literatur didapatkan bahwa Bacillus subtilis menghasilkan asam hialuronik sehingga merupakan uji positif terhadap MR Test dan juga menghasilkan asetil metil karbinol yang merupakan uji positif terhadap VP Test. Sedangkan pada uji VP untuk Escherichia coli dan Bacillus subtilis didapatkan hasil uji yang negatif.S. Hal ini merupakan uji positif terhadap MR Test. Daftar Pustaka Smith. Kesimpulan 1. V. Menurut literatur. U. 1946. Nathan R. Hal ini mengindikasikan bahwa bakteri ini tidak menghasilkan asetil metil karbinol. Department of Agriculture Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Escherichia coli dan Bacillus subtilis dapat menghasilkan asam 2.

23 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

24 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik LAPORAN RESMI UJI HIDROLISA I.2 Hasil Pengamatan Hidrolisa Kanji dan Kasein Media Kanji (t = 48 jam) Casein (t = 24 jam) (t = 48 jam) Keterangan : Kanji : Test positif (+) bila keruh (gelap) Test negatif (-) bila berwarna biru Casein : Test positif (+) bila terang Test negatif (-) bila gelap (+) (+) (+) (+) (-) (+) Mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae Aspergillus niger Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Tujuan 1. Uji Hidrolisa Kasein Menentukan jenis mikroorganisme yang memiliki kaseinase. eksoenzim yang mempunyai kemampuan menguraikan kanji menjadi glukosa 2. Pengamatan Data Hasil Pengamatan: II. Uji Hidrolisa Kanji Menentukan jenis mikroorganisme yang memiliki alpha-amylase. eksoenzim yang mempunyai kemampuan menghidrolisa kasein II.2 Hidrolisa Kanji dan Kasein Tabel II.1.

Kemudian. 1998) Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah membagi petridish menjadi 2 bagian.25 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik III.2. Pada bagian 1 digunakan untuk jamur Saccharomyces cerevisiae dan bagian 2 untuk jamur Aspergillus niger. apabila menunjukkan perubahan warna menjadi biru maka kanji belum terhidrolisis. Banyak mikroorganisme yang dapat menghidrolisa kanji.2 Hidrolisa Kanji dan Kasein III. Setelah selesai menginokulasi. eksoenzim yang mempunyai kemampuan menguraikan (hidrolisa) kanji menjadi glukosa. Pemberian lugol ini berfungsi untuk menguji adanya enzim alphaamylase yang terkandung dalam mikroba. Jika proses inkubasi telah selesai. dilakukan inokulasi bakteri dengan menggunakan kawat ose yang sebelumnya telah dipijarkan terlebih dahulu. Fungsi dari ekso-enzim adalah untuk melangsungkan perubahan-perubahan seperlunya pada nutrien di sekitarnya sehingga memungkinkan nutrien tersebut memasuki sel. Banyak mikroorganisme yang dapat menghidrolisa kanji. sedangkan bila warnanya menjadi keruh (gelap) maka kanji telah terhidrolisis. struktur kimia dari kanji relatif simple dibandingkan dengan lignoselulosa. Ekso-enzim atau enzim luar sel yakni enzim yang dikeluarkan oleh sel guna mengambil zat makanan yang ada di sekeliling sel. yang berarti lugol dapat menguji adanya enzim alpha-amylase. petridish dibungkus kembali dan diinkubasikan pada suhu 37 ºC selama 48 jam. Setelah proses sterilisasi selesai. Kanji merupakan substrat natural yang berbentuk padatan. Tujuan dari sterilisasi ini adalah agar petridish bebas dari kontaminasi mikroorganisme. yaitu amilosa (16-30 %) dan amilopectin (6585 %). Pada dasarnya kanji termasuk ke dalam polisakarida. terutama pada jamur yang cocok untuk aplikasi SSF (Solid Substrate Fermentation) yang melibatkan kanji sebagai substrat. dilakukan penambahan media kanji ke dalam petridish dan ditunggu hingga media padat. Maurice. Apabila telah padat.1 Hidrolisa Kanji Uji hidrolisa kanji bertujuan untuk menentukan jenis mikroorganisme yang memiliki alpha-amylase. (Raimbault. dilakukan pengamatan dengan menambahkan lugol di sekitar koloni. Media yang digunakan adalah kanji. membungkus petridish dengan kertas coklat dan mensterilkan petridish di dalam autoclave bersuhu 121 ºC selama 15 menit. Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Kanji esensial mengandung dua ikatan polimer pada proporsi yang berbeda termasuk sumbernya.

petridish dibungkus kembali dan di inkubasikan pada suhu 37 ºC selama 24 jam 48 jam. 2004) III. Hasil yang didapatkan dari percobaan ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa Saccharomyces cerevisiae tidak dapat menghidrolisa kanji sedangkan Aspergillus niger memiliki kemampuan untuk menghidrolisa kanji. (Sobri. sedangkan apabila daerah disekitar koloni terlihat gelap maka kasein belum terhidrolisis.2. Hal ini menunjukkan bahwa mikroba ini tidak dapat menghidrolisa kanji. 2011) Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah membagi petridish menjadi 2 bagian. Setelah proses sterilisasi selesai. tidak berbau dan tidak mempunyai rasa yang khas. namun bila mikroorganisme memiliki enzim kaseinase maka akan terbentuk proteolosis Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .26 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Berdasarkan hasil pengamatan pada hidrolisa kanji dapat diperoleh bahwa jamur Aspergillus niger berwarna keruh atau gelap. membungkuspetridish dengan kertas coklat dan mensterilkanpetridish di dalam autoclave bersuhu 121 ºC selama 15 menit. Hal ini dapat dikarenakan protein susu adalah larutan koloida sehingga media akan berwarna buram. Setelah selesai menginokulasi. Sedangkan pada mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae terjadi perubahan menjadi berwarna biru. Kemudian. Tujuan dari sterilisasi ini adalah agar petridish bebas dari kontaminasi mikroorganisme. Apabila daerah disekitar koloni terlihat terang maka kasein telah terhidrolisis. Princess Leigh A. Apabila telah padat. kasein berwarna putih seperti salju. dilakukan pengamatan dengan melihat terang atau tidaknya daerah disekitar koloni. Jika proses inkubasi telah selesai. (Acosta. Pada bagian 1 digunakan untuk jamur Saccharomyces cerevisiae dan bagian 2 untuk jamur Aspergillus niger. Kasein adalah protein yang khusus terdapat dalam susu. dilakukan inokulasi bakteri dengan menggunakan kawat ose yang sebelumnya telah dipijarkan terlebih dahulu.2 Hidrolisa Kasein Pada uji hidrolisa kasein digunakan mikroorganisme yang sama yaitu Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger dan media yang digunakan adalah kasein. Dalam keadaan murni. dilakukan penambahan media kasein ke dalam petridish dan ditunggu hingga media padat. Hal ini menunjukkan bahwa mikroorganisme ini dapar menghidrolisa kanji.

Voges-Proskauer test b. Apakah perbedaan Methyl-Red test dengan Voges-Proskauer test? a. Sebutkan media yang digunakan pada beberapa test berikut : a. Kaseinase : Mengubah kasein menjadi glukosa Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . IV. Hidrolisa Kasein b. Hidrolisa Lemak d. Pereira Mirian. Hidrolisa Kanji c. 2011) Berdasarkan hasil pengamatan selama 24 jam dan 48 jam. Hidrolisa Kanji c.27 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik yaitu daerah jernih di sekitar biakan. Uji Katalase c. Hidrolisa Gelatin : Enzim kaseinase menjadi glukosa : Enzim amylase menjadi glukosa : Enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol : Enzim gelatinase menjadi asam amino 4. terlihat bahwa Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger menunjukkan uji positif terhadap hidrolisa kasein yang ditandai dengan berubahnya warna disekitar koloni menjadi terang. (Rodarte.Hydrogen Peroksida : B.Reagen Barrit : C. Hidrolisa Kanji : A. Apakah manfaat enzim-enzim tersebut (soal nomor 3) pada mikroorganisme? a. Hidrolisa Kasein : Media MR-VP : Media Kanji : Nutrient agar + minyak tumbuh-tumbuhan : Kasein agar 2. Enzim-enzim apa yang terlibat pada reaksi-reaksi berikut dan sebutkan pula produk hasil hidrolisanya : a. Hal ini disebabkan karena telah terjadi reaksi hidrolisa dari protein susu dan dihasilkan asam amino yang tidak koloid dan larut. Sehingga. Pilihlah nama-nama reagent yang digunakan test berikut : a. dapat dikatakan bahwa Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger memiliki enzim kaseinase yang mampu menghidrolisa kasein. Methyl-Red test adalah uji untuk menentukan adanya fermentasi asam campuran dengan reagent yang ditambahkan berupa indikator Methyl-Red b. Hidrolisa Lemak d. Voges-Proskauer test adalah uji untuk menentukan terbentuknya asam organik berupa asetil metil karbinol dengan reagent yang ditambahkan berupa reagent Barrit 5. Jawaban Pertanyaan 1.Gram’s Iodine 3. Produksi Butadienol b.

2004. Qualitative Color Reactions for Casein.28 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik b. Sedangkan Aspergillus niger dapat menghidrolisa kanji 2. Maurice. dkk. Kesimpulan 1. 1998. Daftar Pustaka Acosta.). Yeasts and Filamentous Fungi Isolated From Coffee Fruit (Coffea arabica L. Universiti Putra Malaysia Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS . Saccharomyces cerevisiae tidak dapat menghidrolisa kanji. Universidade Federal de Juiz de Fora Brazil Sobri. 2011. 2011. Medical Technology Biochemistry Laboratoy Raimbault. Electronic Journal of Biotechnology Rodarte. Lipase d. Princess Leigh A. Amylase c. Pereira Miriam dkk. Hydrolisis Of Sago Starch by Aspergillus Awamori for The Production of A Generic Fermetation Medium. Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger dapat menghidrolisa kasein VI. Gelatinase : Mengubah kanji menjadi glukosa : Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol : Mengubah gelatin menjadi asam amino V. Proteolytic Activities of Bacteria. General and Microbiological Aspects of Solid Substrate Fermentation.

Hasil Pengamatan Hidrolisa Kanji Sebelum Penambahan Reagent (Tampak Atas) Gambar 2.29 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Lampiran Gambar 1. Hasiil Pengamatan Hidrolisa Kanji Sebelum Penambahan Reagent (Tampak Bawah) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Hasil Pengamatan Hidrolisa Kanji Sesudah Penambahan Reagent (Tampak Atas) Gambar 4. Hasil Pengamatan Hidrolisa Kanji Setelah Penambahan Reagent (Tampak Bawah) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .30 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 3.

31 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 5. Hasil Pengamatan Hidrolisa Kasein Setelah 24 Jam (Tampak Bawah) Gambar 7. Hasil Pengamatan Hidrolisa Kasein Setelah 24 Jam (Tampak Atas) Gambar 6. Hasil Pengamatan Hidrolisa Kasein Setelah 48 Jam (Tampak Atas) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

32 Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik Gambar 8. Hasil Pengamatan Hidrolisa Kasein Setelah 48 Jam (Tampak Bawah) Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful