Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Dalam Islam, rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT. meyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan bahwa Allah lah dzat yang wajib kita yakini dan kita sembah. Dan hanya kepada-Nya kita berserah. Hal yang sama juga dijelaskan dalam QS Al-Fatihah. Dari surat QS Al-Fatihah dapat kita ketahui bahwa Allah SWT memiliki sifat Esa/Wahdaniyah dan juga penegasan tentang kemurnian keesaan Allah s.w.t. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. B. Ruang lingkup 1. Arti dan Ruang Lingkup Aqidah 2. Kemahaesaan Allah 3. Hari Kiamat 4. Hukum Alam Akhirat.

C. Maksud dan tujuan penulis Ada pun tujuan penulis antara lain: Untuk mengetahui pengertian dan ruang lingkup dari aqidah itu sendiri. Untuk mengetahui pngertian dari kemahaesaan Allah Swt (tauhid) Untuk mengetahui pengertian dari kiamat,pembagian,dan tanda-tanda dari kiamat itu sendiri. Untuk mengetahui hukum alam akhirat.

BAB II PEMBAHASAN
A. ARTI AQIDAH DAN RUANG LINGKUPNYA 1. Arti aqidah a) Aqidah secara Etimologi Aqidah berasal dari kata aqd yang berarti pengikatan. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenaran terhadap sesuatu. b) Aqidah secara Syara Yaitu beriman kepada Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, dan kepada hari Akhir serta kepada qada dan qadar baik yang baik maupun yang buruk (rukun iman). c) Aqidah secara Terminologi Menurut Abu Bakar Jabir al Jazairy, Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum(aksioma) oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia didalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. 2. Ruang lingkup aqidah Menurut buku yang saya baca sistematika Hasan Al-Banna maka ruang lingkup aqidah islam meliputi : a) Ilahiyat : yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubunga dengan Tuhan(Allah), seperti wujud Allah dll. b) Nubuwat : yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul, pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah dll. c) Ruhaniyat : yaitu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti jin,iblis, setan, roh dll. d) Samiyyat : yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sami, yakni dalil Naqli berupa Al-quran dan as-sunnah.

Tidak hanya diatas namun pembahasan Aqidah juga dapat mengikuti Arkanul iman yaitu : 1. Kepercayaan akan adanya Allah dan segala sifat-sifatNya. 2. Kepercayaan tentang alam ghaib 3. Kepercayaan kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul. 4. Kepercayaan kepda hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu. 5. Kepercayaan kepada takdir (qadha dan qadar) Allah.

B. KEMAHAESAAN ALLAH SWT (TAUHID)


Tauhid yang berarti mengesakan Allah, lawannya Syirik yang berarti menyekutukan Allah. Tauhid memiliki 2 aspek : 1. Tauhid ilmi (teoritis) Yaitu pemahaman yang benar mengenai Allah SWT. Tauhid teoritis menjauhkan manusia dari pemahaman yang salah mengenai Allah. Tauhid memandang Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Keesaan Allah meliputi 3 aspek : Zat-Nya ( Tauhid Zati) Sifat-Nya (tauhid sifati) Perbuatan-Nya (tauhid Fili) Tauhid Zati berarti bahwa Allah merupakan Tuhan Yang Mutlak (absolut), sumber segala sesuatu, yang tak memiliki penyerupaan dan pembanding. Dan bahwa Dia adalah Pencipta, Wajibul wujud, yang Esa.

Tauhid sifati berarti bahwa Allah memiliki berbagai sifat dan nama-nama yang baik (Asmaul-Husna),yang terpelihara dari kelemahan (QS 59 : 22-24). Dengan nama-nama itu kita menyeru kapadaNya (17:110, 7:180). Tauhid fili berarti bahwa Allah adalah penguasa(Rabb) seluruh alam semesta, bahwa semua partikel dan kesadaran bergerak karena kuasa dan kehendak Allah.

2. Tauhid Amali Sebagai konsekuensi Tauhid Ilmi adalah tauhid amali, yaitu sikap dan perbuatan untuk meng-Esakan Allah. Mengesakan Allah dalam sikap dan perbuatan itulah yang disebut ibadah. Ibadah adalah mengikuti perintah/syariat-Nya. Sedang lawannya adalah masyiat, yaitu memuja/memperturutkan selain kepada Allah. Agar bisa melaksanakan tauhid dalam amal (tauhid amali), manusia harus menundukkan hawa nafsunya agar bisa tunduk kepada syariat-Nya. Jika tidak mampu maka justru hawa nafsu yang akan menjadi tuhannya.

C. KIAMAT
Iman kepada hari akhir (hari kiamat) merupakan rukun iman yang kelima dalam Agama islam. Maka setiap muslim hendaknya percaya akan datangnya hari akhir ini. Dan sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah fana atau sementara. Hari akhir merupakan hari rusaknya alam semesta dengan segala isinya dengan ditandai guncangan yang menyebabkan seluruh bumi hancur lebur. Saat itu bumi mengeluarkan semua isi kandungan yang ada didalamnya. Iman kepada hari akhir adalah mempercayai bahwa seluruh alam semesta ini dan segala isinya pada suatu saat akan mengalami kerusakan atau kehancuran dan mengakui setelah kehidupan didunia ini ada yang kekal dan abadi. Iman kepada hari Akhir juga termasuk mengimani peristiwa-peristiwa yang akan tejadi sesudah kematian. Hari akhir memiliki beberapa nama lain, diantaranya : hari kiamat (yaumul Qiyamah), hari kebangkitan(yaumul Baats), hari keputusan (yaumul Fashl), hari keluar( yaumul khuruj), hari

pembalasan( yaumul din), hari kekekalan (yaumul khulud), hari perhitungan (yaumul hisab), hari ancaman (yaumul waiid), Al-Ghasyiyah, Al-Waqiah, Al- Haaqqah, Al-Qariah.

Kepercayaan pada hari akhir termasuk masalah samiyyat. Masalah samiyyat adalah masalah yang hanya kita percayai berdasarkan pemberitahuan Al-quran dan al-hadis semata dan tidak bisa dibuktikan dengan panca indera . 1. Pembagian kiamat Para ulama membagi kiamat menjadi dua macam, yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra. a. Kiamat sugra (kiamat kecil) Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung,gunung meletus, gempa bumi, peperangan ,kecelakaan kendaraan,kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut diatas ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah SWT. Setelah mati, manusia akan memasuki sebuah alam yang bernama alam barzah. Alam barzah adalah alam penantian datangnya hari kiamat. Semua manusia akan dibangkitkan kembali pada hari itu. b. Kiamat kubra (kiamat besar) Kiamat kubra atau kiamat besar, yaitu musnahnya alam semesta beserta isinya secara serempak atau berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya.

Al-quran menggunakan istilah yang beraneka ragam untuk menyebutkan dan menjelaskan proses berlangsungnya hari kiamat. Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut : Yaumul qiyamah Yaumul akhir Yaumul zalzalah Yaumul waqiah Yaumul rajifah c. Tanda-tanda kiamat Tanda-tanda kiamat diterangkan oleh Rasullullah SAW. Melalui hadisnya yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah, Bukhari, Muslim dan Tirmizi, tanda-tanda itu adalah sebagai berikut : 1. Hamba sahaya dikawini oleh tuannya 2. Ilmu agama dianggap sudah tidak penting lagi 3. Tersebarnya perzinaan karena mendapat izin dari penguasa Dijelaskan dalam sebuah hadist : Diantara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat,kebodohan menjadi dominan,arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat ganda, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari) 1. Minuman keras merajalela 2. Jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki dengan perbandingan 50:1 3. Adanya dua golongan besar yang saling membunuh, tetapi sama-sama mengaku dirinya memperjuangkan islam. Dijelaskan dalam sebuah hadist :

Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela Alharju. Para sahabat lalu bertanya, Apa itu Alharju ,ya Rasullullah? lalu beliau menjawab, pembunuhan...pembunuhan... (HR.Ahmad) Tanda-tanda besar Adapun sunnah maka hadis riwayat Muslim dan dari hadis Hudzaefah bin Usaid AlGhifari berkata ,Rasullullah SAW.melewati kami, sementara kami sedang berbincangbincang. Beliau bertanya, apa yang kalian perbincangkan? Kami menjawab, kiamat. Beliau bersabda, sesungguhnya ia tidak akan datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya. Lalu beliau menyebutkan dukhan(kabut), dajjal, binatang bumi bisa bicara, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya Isa bin Maryam, yajuj dan majuj, tiga pembenaman: pembenaman ditimur, pembenaman dibarat dan pembenaman di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang menggiring manusia ke Mahsyar mereka. (HR. Muslim no.2901, Abu Dawud no.4311 dan at-Tirmidzi no.2184).

D. HUKUM ALAM AKHIRAT


Alam akhirat berbeda dengan alam dunia yang material ini. Karena itu, alam akhirat memiliki kekhususanyang menjadi karakteristiknya, diantaranya : 1. Bersifat non-material, kekal dan abadi. Alam dunia adalah alam material, karenanya alam akhirat yang merupakan alam diatas alam material, pastilah bersifat nonmaterial, yang lebih luas dari alam dunia, dikarenakan tidak memiliki batas-batas ruang dan waktu. Selain itu, karena ia bersifat non-material, maka alam akhirat tidak akan mengalami kemusnahandan kehancuran seperti halnya alam dunia yang material. 2. Tempat yang pasti untuk terealisasinya kenikmatan dan siksa secara utuh. Karena bersifat non-material, maka berbagai kenikmatan atau siksa yang akan diterima manusia di akhirat adalah secara utuh dan langsung, dikarenakan tidak adanya lagi penghalang material. 3. Tempat pembalasan bukan tempat pembebasan tanggung jawab. Di alam akhirat tidak ada lagi taklif dan tugas, semua itu sudah dilakukan didunia, karenanya diakhirat

manusia hanya tinggal menerima balasan atas semua amal perbuatannya, apakah itu perbuatan buruk maupun perbuatan baik. 4. Sesungguhnya dunia ini adalah tempat beramal tanpa hisab, sedangkan akhirat adalah tempat hisab tanpa amal. Kita ketahui bahwa didunia kita dibebani tanggung jawab dan syariat untuk mengerjakan berbagai perintah Allah dan menjauhi berbagai laranganNya, dan semua itu tanpa ada penghisaban dan balasannya. Yang ada hanyalah penilaian baik dan buruk, dosa dan pahala. Sedangkan di akhirat yang merupakan tempat pembalasan, maka tidak ada lagi tanggung jawab, syariat, perintah dan larangan. Yang ada adalah perhitungan(hisab) berbagai amal yang telah dilakukan didunia.

I.

Di akhirat : Jasmani dan Rohani Melalui analisis yang cermat dengan argumentasi raisonal dan argumentasi kewahyuan

maka dapat diyakini bahwa kebagkitan diakhirat bersifat jasmani dan rohani. Manusia bersama-sama akan di bangkitkan di akhirat dan bersama-sama pula akan menempuh kehidupan baru, sebab keduanya telah bersama-sama hidup di dunia. Karena itu bersamasama pula harus menerima balasan yang setimpal, siksa ataupun kenikmatan. Di samping itu, sebagian besar ayat-ayat Al-Quran yang berbicara mengenai kebangkitan justru mengisyaratkan tentang kebangkitan jasmani, seperti jawaban Al-quran atas kebingungan orang-orang yang menentang kebangkitan jasmani, yang mempertanyakan bagaimana tulang-tulang yang telah hancur dapat kembali hidup, bahwa: Katakanlah, yang menghidupkannya adalah yang pertama kali menciptakannya. (QS. 36:79) Apakah manusia mengira bahwa kami tidak akan mengumpulkan tulang belulangnya? Tentu kami bisa, dan kami kuasa mengumpulkan jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75: 3-4) Ayat-ayat diatas dan yang sejenisnya dengan jelas menunjukkan adanya kebangkitan jasmani. Demikian pula ayat-ayat yang berbicara mengenai kebangkitan dari kubur. Ya, memang sebagian besar ayat-ayat yang berbicara mengenai hari kebangkitan menegaskan adanya kebangkitan jasmani dan rohani.

Kemungkinan kebangkitan jasmani juga dapat diterima secara filosofis dan rasional. Karena di dalam diri manusia terdapat substansi materi yang selalu menjaga keterhubungan perubahan pada badan duniawi, akan tetapi materi tersebut tidak lagi membentuk badan duniawi karena alam akhirat adalah alam yang lebih tinggi dari alam dunia dengan hukum yang jauh berbeda. Sebab itu, maka badan yang akan terbentuk di akhirat adalah badan ukhrawi yang di bentuk oleh karakter jiwa manusia tersebut. II. Surga dan Neraka Setelah pengecekan amal perbuatan para hamba, hukum Tuhan mengumpulkan bahwa para hamba-hamba yang taat, supaya berpisah dari hamba-hamba yang selalu membangkang. Mukminin dengan wajah putih berseri-seri bahagia dan dengan tertawa pergi menuju surga. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik berwajah hitam penuh sedih, dan dengan penuh kehinaan pergi dan digiring pergi menuju neraka. Namun semuanya akan melewati dan melintasi neraka, dan Mukminin dengan cahaya yang dimiliki akan menerangi jalan mereka, berbeda dengan orang-orang kafir yang akan melalui semua itu dengan kegelapan. Orang-orang beriman akan memasuki surga, yang di dalamnya terdapat taman-taman yang luas seluas langit dan bumi, yang di penuhi oleh aneka ragam kenikmatan , seperti buah-buahan,sungai-sungai dengan air jernihnya, susu, dan madu serta minuman yang suci. Para penduduk surga mengenakan pakaian sutra halus dan terhias dengan berbagi macam hiasan.mereka duduk berhadap-hadapan, dan mereka bersandar diatas dipan-dipan yang empuk dengan bantal yang empuk, mereka senantiasa memuji Tuhan, mereka berbicara dan tidak mendengar omong kosong, tidak merasakan dingin juga tidak kepanasan, tidak tersiksa dan tidak pula lelah dan bosan, tgidak takut dan pula tidak susah, dan hati-hati mereka telah tersucikan dari iri hati dan sifat-sifat tercela lainnya. Begitu pula para bidadari yang cantik jelita dan suci menemani para penghuni surga. Mereka menuangkan cawan-cawan berisikan minuman-minuman surga yang rasanya tak bisa disifati lagi dan tak ada hal yang membahayakan di dalamnya (memiliki efek samping). Dan lebih dari itu, semua nikmat spiritual berupa keridhaan Allah SWT yang akan mereka dapatkan. Berbagai anugerah dan kelembutan agung dari Tuhan mereka rasakan yang membuat mereka tenggelam dalam kebahagiaan puncak, kebahagiaan yang tak pernah dan tak akan terlintas dalam benak siapapun juga. Yang lebih penting lagi, kebahagiaan yang tak terhingga, dan nikmat-nikmat yang tak dapat disifati, serta rahmat dan kedekatan terhadap tuhan ini akan terus berjalan selamanya, dan tidak ada kata akhir di dalamnya.

Sedangkan neraka adalah tempat tinggal orang-orang kafir dan munafik yang hati mereka tak pernah disinari oleh cahaya keimanan. Neraka merupakan tempat yang didalamnya dipenuhi oleh segala macam siksaan dan penderitaan, seperti api yang menyala-nyala, teriakan dan hardikan, kebengisan dan kemarahan para penjaga neraka. Wajah-wajah mereka kotor, penuh emosi, hitam, jelek dan bengis, sehingga para malaikat yang tinggal disana tak terlihat lagi rasa sayang dan lemah lembut. Para penduduk neraka akan dibelenggu dengan rantai besi, dan sekujur tubuhnya akan dijilat oleh api membara, dan mereka sebagai kayu bakarnya. Kepala mereka akan dituangi air mendidih yang akan mendidih dalam badannya,dan kapanpun permintaan air akibat haus yang mencicik terdengar dari mereka, maka air panas dan kotor serta menjijikkan disajikan. Makanan mereka adalah pohon zaqqm, sebuah pohon yang tumbuh dari api dan menambah rasa panas dalam tubuh mereka. Pakaian mereka dari ter yang panas. Dan ketika kulit mereka habis dan hangus, kulit mereka akan diganti dengan yang baru dan begitu seterusnya azab dan siksa tetap berlanjut dan lebih pedih dan menyakitkan. (QS. An-Nis`: 56) Teman duduk para penduduk neraka adalah para setan dan jin. Para penduduk nereka saling melaknat dan mengejek satu sama lain. Penjelasan diatas sangatlah ringkas dan tidak memadai untuk menguraikan tentang kehidupan di dalam surga dan neraka, tetapi setidaknya dapat menggambarkan kepada kita akan posisi surga sebagai tempat kenikmatan dan neraka tempat penderitaan.

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN

Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (aksioma) oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta di yakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. Iman kepada hari akhir (hari kiamat) merupakan rukun iman yang kelima dalam Agama islam. Maka setiap muslim hendaknya percaya akan datangnya hari akhir ini. Dan sadar bahwa kehidupan didunia ini hanyalah fana atau sementara. Hari akhir merupakan hari rusaknya alam semesta dengan segala isinya dengan di tandai guncangan yang menyebabkan seluruh bumi hancur lebur. Saat itu bumi mengeluarkan semua isi kandungan yang ada di dalamnya.

Hari kiamat itu sendiri secara umum ada dua macam yaitu, kiamat sugra atau kiamat kecil dan kiamat kubra atau kiamat besar. Setelah pengecekan amal perbuatan para hamba, hukum tuhan mengumumkan bahwa para hamba-hamba yang taat, supaya berpisah dari hamba-hamba yang selalu membangkang. Mukminin dengan wajah putih berseri-seri bahagia dan dengan tertawa pergi menuju surga. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik berwajah hitam penuh sedih, dan dengan penuh kehinaan pergi dan digiring menuju neraka. Namun semuanya akan melewati dan melintasi neraka, dan mukminin dengan cahaya yang dimiliki akan menerangi jalan mereka,berbeda dengan orang-orang kafir yang akan melalui semua itu dengan kegelapan. SARAN

Aqidah adalah dasar, fondasi untuk mendirikan bangunan. Seorang yang memiliki aqidah yang kuat, pasti akan melakukan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak yang mulia dan bermuamalat dengan baik. Ibadah seseorang tidak akan di terima oleh Allah SWT kalau tidak di landasi dengan aqidah. Peranan yang sangat besar dalam hidupnya antara lain : Menopang seluruh prilaku, membentuk dan memberi corak dan warna kehidupannya dalam hubungannya dengan makhluk lain dan hubungannya dengan tuhan. Aqidah/keyakinan akan memberikan ketenangan dan ketentraman dalam pengabdian dan penyerahan dirinya secara utuh kepada Zat Yang Maha Besar. Iman memberikan daya dorong utama untuk bergaul dan berbuat baik sesama manusia tanpa pamrih. Dengan iman seorang muslim akan senantiasa menghadirkan dirinya dalam pengawasan Allah semata. Aqidah sebagai filter, penyaring budaya-budaya non islami (sekuler) .

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/38863039/MAKALAH-AQIDAH http://saktingepet.blogspot.com/2011/04/ruang-lingkup-aqidah-islam.html http://shareshareilmu.wordpress.com/2012/05/05/kemahaesaan-allah-swt-dan-kiamat/ http://shareshareilmu.wordpress.com/2012/05/05/kemahaesaan-allah-swt-dan-kiamat/ http://abuthalib.wordpress.com/2009/06/27/alam-akhirat/