Anda di halaman 1dari 5

ANALISA PERANCANGAN, PENGUJIAN PENGARUH ISOLASI PADA TUNGKU GASIFIKASI DENGAN BAHAN BAKAR SEKAM PADI Usulan Tugas

Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai drajat S-1 jurusan Teknik Mesin

Oleh Lalu Asgap Wahyu Pribadi F1C008052

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MATARAM 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Konsumsi energy dewasa ini semakin meningkat dan terpokus pada penggunaan energy fosil yaitu bahan bakar minyak yang terbatas dan harganya semangkim

meningkat pada sisi lain tersedia bebagai jenjs energy alternatip yang dapat di perbaharui jumlahnya melimpah serta di perbaharui sepanjang masa dan juga tidak menimbulkan polusi , antara lain energy air, energy matahari,energy ,energy angin dan energy biomasa dan lain-lain pengembangan energy terbarukan dapat di jadikan sebagai unggulan untuk mendampingi atau menstibtusikan penggunaan bahan bakar minyak.Pengkajian energy ini mutlak di lakukan supaya tidak terjadi krisis energy melalui kajian konversi energy maka energy terbarukan di Indonesia dapat di manpaatkan secara optimal untuk

kebutuhan energy di dalam menunjang keberlangsungan pembangunan dan kebutuhan manusia di bidang energy (patabang 2010) Penggunaan energy terbarukan sebagai energy alternatip sudah merupakan suatu keharusan karena cadangan minyak bumi di Indonesia semangkin menipis bila melihat propel produksi minyak nasional ke belakang pada tahun 1973-2008 produksi minyak nasional tidak pernah mengalami peningkatan masih berad pada angka 1,2-1,3 juta barel per hari(bph),padahal jumlah penduduk meningkat terus sehingga konsumsi bahan bakar minyak pun turut meningkat. Jika kondisi ini tidak segera teratasi, Indonesia akan mengalami krisis energy berkepanjangan,akibatnya sangat fatal akan terjadi

kebangkrutan ekonomi nasional. Sebagai Negara agraris, Indonesia sebenarnya memiliki potensi biomassa khususnya sekam padi yang cukup besar. Berdasarkan data tahun 20062008. Indonesia setiap tahun panen padi rata-rata sebesar 57.288 juta ton (BPS,2009) Jika setiap satu kilogram padi di hasilkan 280 gram sekam,untuk total produksi 60,25 juta ton(2008) di hasilkan 12 juta ton sekam padi Juwarno(Media Indinesia,2003) mengutarakan setiap 6kg menghasilkan satu liter solar subsisdi seharga 4.500,00.

Sekam padi sebagai sebuah Energi biasa di olah menjadi briket arang sekam atau langsung di pakai sebagai bahan bakar pada pembakaran langsung teknologi pembakaran tersebut masih sederhana dan mungkin memiliki banyak

kelemehan.kesulitan utamana membakar langsung terletak pada pengontrolan laju dan suhu pembakaran Untuk mengatasi hal tersebut, metode pembakaran tidak langsung atau gasipikasi biasa di gunakan. Gasipikasi merupakan proses pembakaran bahan-bakar padat dalam wadah gasipier untuk menghasilkan bahan-bakar gas (syngas) pembakaran bahan bakar gas(syngas) lebih mudah dalam pengontrolan laju atau suhu pembakaran di banding pembakaran bahan bakar padat. Disampng itu, hasil pembakaran bahan bakar gas lebih bersih. Namun untuk menghasilkan syngas dari gasifikasi, teknologi gasifikasi masih harus di kembangkan karena efesiensi tertinggi masih sekitar 65% hal ini karena bimassa khususnya sekam padi memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis bahan bakar lain yaitu memiliki kadar air yang tinngi sekitar 11,7%(Yin,dkk,2002) Banyak parameter yang mempengaruhi efesiensi gasifikasi dan sangat tergantung dari jenis bahan bakar dan tipe gasifer yang di pakai.Pemanasan awal udara Gasifikasi. Pemanasan tersebut dapat membantu mengurangi kandunganmoisture bahan bakar. Semakin kecil prosentase moisture dalam bahan bakar padat, nilai kalor syngas semakin besar. Namun, pemanasan awal udara Gasifikasi harus di cari nilai optimumnya sehingga tidak menimbulakan permasalahan lagi yaitu terbentuk tar. Gasifikasi Proses gasifikasi adalah suatu teknologi proses yang mengubah bahan padat menjadi gas. Proses gasifikasi pada gasifer terdiri dari beberapa tahapan. Menurut Mathieu dan Dubuisson(2002), proses gasifikasi berlangsung dengan empat tahapan dasar yaitu pyrolysis,combustion,boudouard reaction, dan gasification proses. Perbedaan gasifikasi dengan pembakaran langsung terletak pada jumlah oksigen yang di pakai untuk reaksi pembakaran. Gasifikasi dikondisikan kurang O2 besarnya sekitar 25% dari kebutuhan O2 untuk pembakaran sempurna. Apabila jumlah O2 melebihi dari 25% efesiensi gasifikasi turun pemanasan awal udara juga berpengaruh menaikkan efesiensi

gasifikasi pemanasan awal udara gasifikasi di variasikan pada tempratur 250C sampai 3000 C beberapa parameter penting yang mempengaruhi gasifikasi khususnya pengaruh tempratur dan besarnya nilai dari equivalen ratio gasifikasi. Untuk bahan bahan biomassa dengan nilai prosentasi carbon yang rendah, tempratu gasifikasi di kondisikan pada 7820C -9270C pada eqivalen ratio 0,244-0,295 pada equivalen ratio yang lebih rendah, jumlah udara menjadi lebih berlimpah menjadikan panas banyak terbuang efesiensi gasifikasi turun untuk memastikan semua carbon bereaksi tempratur harus tinggi >9270C dan equvalen ratio 0,4 tetapi pada kondisi tersebut prosentase prosentase tar yang di hasilkan sangat tinggi untuk mengatasi hal tersebut ada 4dua cara memanaskan udara masuk gasifier dan memperlama waktu tinggal(resedince time) Produk gas ( Prins,dkk:2007) 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan suatu permasalahan yang diteliti yaitu analisa bagaimana pengaruh isolasi pada desain tungku dan hasil hasil gasifikasi menggunakan sekam padi 1.3 Batasan Masalah Agar penelitian dapat terfokus dengan baik sehingga tertuju pada inti permasalahan yang dibahas maka beberapa batasan masalah yang diambil untuk mempermudah pembahasan dan mencegah pembahasan yang terlalu meluas. Adapun batasan-batasan masalah yang diambil adalah sebagai berikut : 1. Temperatur yang digunakan dalam tungku gasifikasi adalah temperatur lingkungan 2. Tidak membahas unsur kimia yang terkandung dalam bahan tungku dan biogas yang dihasilkan. 3. Parameter yang akan diamati adalah Hasil gasifakasi tungku menggunakan limbah biomasa dari sekam padi

1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Dari penelitian ini diharapkan bertambahnya wawasan mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan dari sekam padi sebagai biomasa 2. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan tentang pemanfaatan limbah pertanian, khususnya sekam padi 3. Memberikan pengetahuan tambahan bagi mahasiswa dan terutama masyarakat untuk dapat menerapkan dan mengembangkan Teknologi Tepat Guna TTG sebagaisalah satu cara mengolah limbah pertanian. Membantu dalam menjalankan peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Serta pengendalian pencemaran udara program langit biru dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan penghematan energy.

1.6 Hipotesis Dengan adanya rancangan, pengujian pengaruh isolasi pada tungku gasifikasi ini diharapkan dapat mengisolasi panas didalam tungku sehingga tidak bersentuhan langsung dengan lingkungan yang menyebabkan kehilangan panas pada tungku gasifikasi.