Anda di halaman 1dari 5

LTM Pemicu 5: Perpindahan Kalor Radiasi Radiasi Termal: Sifat dan Mekanisme Fisis Marina, 1006773262, Kelompok 1

Perpindahan Kalor

A. Radiasi Termal Radiasi merupakan salah satu bentuk dari perpindahan kalor. Mekanisme transfer panas radiasi tidak mempunyai analogi baik dalam transfer momentum maupun transfer massa, karena radiasi sendiri berlangsung tanpa adanya medium. Radiasi termal dapat didefinisikan sebagai energi yang dipancarkan/teradiasi oleh permukaan suatu bahan yang panas, dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Radiasi termal terjadi jika energi yang berasal dari pergerakan partikel bermuatan dalam suatu atom berubah menjadi gelombang elektromagnetik. Radiasi termal umumnya terjadi pada permukaan benda padat, walaupun terkadang juga terjadi pada gas. Radiasi pada benda padat (solid) terjadi untuk rentang panjang gelombang yang luas, sedangkan pada gas hanya terjadi untuk rentang panjang gelombang yang tertentu dan sempit. Radiasi termal ini dihasilkan ketika panas dari pergerakan partikel bermuatan dengan atom yang berubah menjadi radiasi elektromagnetik. Radiasi thermal ini merupakan jenis dari radiasi yang merupakan radiasi berdasarkan sumber emisinya. Perbedaan radiasi termal dengan proses konveksi adalah sebagai berikut: Aspek Medium Jenis Aliran Radiasi Termal Tidak membutuhkan medium dalam transfer panas radiannya. Tidak dipengaruhi jenis aliran. Dipengaruhi oleh suhu (T) dari benda dan lingkungan, emisivitas () benda, dan luas permukaan (A) benda itu sendiri. Dipengaruhi oleh warna benda yang berpengaruh pada nilai emisivitas. Radiasi yang terjadi pada suatu benda dapat dipantulkan, diabsorpsi dan ditransmisikan. Konveksi Disertai perpindahan bahannya sendiri atau medium yang dilaluinya. Dipengaruhi jenis aliran. Tidak dipengaruhi oleh emisivitas; dipengaruhi oleh bilangan tak berdimensi, seperti Nusselt (Nu), Grashof (Gr), Prandtl (Pr), dll. Tidak dipengaruhi oleh warna. Tidak ada peristiwa pemantulan, absorbsi dan transmisi. 1

Koefisien

Warna Benda

Perilaku

LTM Pemicu 5: Perpindahan Kalor Radiasi B. Sifat-Sifat Radiasi

Perpindahan Kalor

Bila energi radiasi menimpa permukaan suatu bahan, maka sebagian dari radiasi itu dipantulkan (refleksi), sebagian diserap (absorpsi), dan sebagian lagi diteruskan (transmisi) seperti pada Gambar 1. Fraksi yang dipantulkan (reflektivitas, ), fraksi yang diserap (absorptivitas, ) dan fraksi yang
Gambar 1. Bagan menunjukkan pengaruh radiasi datang Sumber: Heat Transfer, J.P. Holman

diteruskan (transmisivitas, ). Maka: ...(1)

Pada benda padat biasanya tidak meneruskan radiasi termal, sehingga transmisivitas dapat dianggap nol. Pada sifat reflektivitas, terdapat dua

kemungkinan fenomena yang terjadi jika radiasi menimpa suatu permukaan.

Pertama, jika sudut jatuhnya sama dengan sudut refleksi, maka dikatakan refleksi itu spekular. Kedua, apabila berkas yang jatuh itu tersebar secara merata kesegala arah
Gambar 2. Refleksi (a) spekular dan (b) baur Sumber: Heat Transfer, J.P. Holman

sesudah refleksi, maka refleksi itu disebut baur.

Pada nyatanya tidak ada permukaan sebenarnya yang hanya spekular atau baur. Sebuah cermin biasa tentu bersifat spekular untuk cahaya tampak tetapi belum tentu bersifat spekular untuk keseluruhan rentang panjang-gelombang radiasi termal. Biasanya, permukaan yang kasar lebih menunjukkan sifat baur daripada permukaan yang halus mengkilap. Demikian pula, permukaan yang halus lebih spekular daripada permukaan kasar. Daya emisi (emissive power), E, adalah energi yang dipancarkan suatu benda per satuan luas per satuan waktu. Jika terdapat suatu benda yang berada dalam suatu ruang tertutup yang hitam-sempurna, berarti benda tersebut menyerap seluruh radiasi yang menimpanya. Ruang itu juga akan memancarkan radiasi menurut hukum T4 dan fluks radiasi yang diterima oleh suatu bidang dalam ruang itu adalah qi W/m2. Pada 2

LTM Pemicu 5: Perpindahan Kalor Radiasi

Perpindahan Kalor

keseimbangan, energi yang diserap benda sama dengan energi yang dipancarkan. Didapat persamaan pada keseimbangan ...(2) Jika benda dalam ruang itu diganti dengan benda-hitam yang bentuk dan ukurannya sama, pada suhu yang sama, dan benda-hitam itu dibiarkan mencapai keseimbangan, maka ( ) ...(3)

karena absorptivitas benda hitam adalah satu. Jika persamaan (6) dibagi dengan (7), akan diperoleh ...(4) Perbandingan antara daya emisi suatu benda dengan daya emisi benda-hitam pada suhu yang sama disebut dengan emisivitas benda ( ). Persamaan (8) di atas disebut juga sebagai identitas Kirchoff (Kirchoffs Identity). Namun, persamaan tersebut merupakan tingkah laku integral benda tersebut untuk keseluruhan panjang gelombang, dimana pada kenyataanya emisivitas suatu benda berubah menurut suhu dan panjang gelombang radiasi.

C. Mekanisme Fisis Radiasi selalu merambat dengan kecepatan cahaya (3108 m/s). Besaran ini didapat dari: ...(5) dimana : panjang gelombang cahaya, dan f frekuensi cahaya. Pada hakikatnya, radiasi dapat dianggap sebagai gas foton yang mengalir dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dengan demikian, dapat diterapkan prinsip termodinamika statistik-kuantum untuk menurunkan persamaan densitas energi radiasi per satuan volume dan per satuan panjang gelombang sebagai: ...(6) dengan k konstanta Boltzmann (1,380661023 J.molekul-1.K-1) dan h konstanta Planck (6,6251034 J.s). 3

LTM Pemicu 5: Perpindahan Kalor Radiasi

Perpindahan Kalor

Lalu dengan mengintegrasikan densitas energi sepanjang seluruh panjang gelombang, diperoleh: ...(7) dimana Eb energi total yang dipancarkan atau energi yang diradiasikan per satuan waktu per satuan luas radiator ideal dan Benda Hitam Benda hitam adalah objek yang dapat mengabsorb seluruh radiasi elektomagnetik yang jatuh kepadanya tanpa memperhatikan panjang gelombang dan arahnya. Konsep benda hitam itu sendiri sebenarnya merupakan suatu idealisasi. Pada kenyataannya, tidak ada benda yang hitam sempurna. Setiap permukaan selalu memantulkan radiasi yang datang, betapapun kecilnya. Namun, konsep benda hitam ini sangat diperlukan dalam perhitungan perpindahan kalor radiasi. Karena, bila suatu benda ialah benda-tak-hitam maka perhitungan pertukaran kalornya menjadi lebih pelik. Hal tersebut dikarenakan tidak seluruhnya energi yang jatuh di permukaan itu akan diserap; sebagian akan dipantulkan kembali ke permukaan perpindahan-kalor lainnya dan sebagian mungkin dipantulkan ke luar sistem itu sama sekali. Proses perpindahan kalor benda hitam adalah sebagai berikut: distribusi spektrum dari intensitas radiasi diasosiasikan dengan emisi benda hitam pertama kali diungkapkan oleh Planck: ( di mana J/K), ) ...(8) konstanta Stefan-Boltzmann (5,66910-8 W/m2.K4).

= 6,625610-34 Js, k konstanta Planck dan Boltzmann (1,380510-23 kecepatan cahaya pada ruang vakum (2,998108 m/s) dan T temperatur

absolut dari benda hitam. Karena benda hitam adalah penghambur emisi, maka energi dari spektrum emisi dalam bentuk: ( ) ( )
[ ( ) ]

...(9)

2 3,742 10 8 W m 4 / m 2 dan C 2 hc0 / k 1,439 10 4 m K dengan C1 2hc0

merupakan konstanta radiasi. Energi total dari pancaran suatu benda hitam adalah:

LTM Pemicu 5: Perpindahan Kalor Radiasi

Perpindahan Kalor ...(10)

Benda Tak Hitam (Kelabu) Benda kelabu adalah benda yang mempunyai emisivitas monokromatik ( ) yang tidak bergantung dengan panjang gelombang. Emisivitas Monokromatik

didefinisikan sebagai perbandingan antara daya emisi monokromatik benda itu dengan daya emisi monokromatik benda-hitam pada panjang gelombang dan suhu yang sama. Jadi, ...(11) dimana Eb ialah daya emisi banda-hitam per satuan panjang gelombang. Emisivitas total benda dapat dihubungkan dengan emisivitas monokromatik, yaitu:

...(12) . Hubungan

Jika terdapat kondisi benda kelabu, artinya = konstan sehingga

fungsi untuk Eb diturunkan oleh Planck dengan menggunakan kuantum untuk energi elektromagnetik sebagai:
[ ( ) ]

...(13)

dimana u merupakan densitas energi. Titik maksimum dalam kurva radiasi dihubungkan oleh hukum peranjakan atau pergeseran Wien (Wiens displacement law): [

...(14)

Daftar Pustaka: Anonim. 2004. Brief Introduction to Heat Transfer. (dalam http://www.enertroninc.com/enertron-resources/PDF/Brief-Introduction-to-Heat-Transfer.pdf). Holman, J.P. 1991. Perpindahan Kalor Terj. Edisi Keenam . Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai