Anda di halaman 1dari 6

PROSES DAN MASALAH BELAJAR

Dosen Pembina Mata Kuliah


Belajar dan Pembelajaran Drs. Sarwo Edy, M.Pd.

Diajukan Oleh: SITI RIZKI MAHARAYU NINGATI (10422028) EKA WAHYUNING TYAS (104220 IZZA NURUL FITRI ( MISLIYAH (

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK TAHUN 2010/2011

PENDAHULUAN Menurut analisis penulis, Belajar merupakan proses yang aktif untuk memahami hal-hal baru dengan pengetahuan yang kita miliki. Di sini terjadi penyesuaian dari pengetahuan yang sudah kita miliki dengan pengetahuan baru. Dengan kata lain, ada tahap evaluasi terhadap informasi yang didapat, apakah pengetahuan yang kita miliki masih relevan atau kita harus memperbarui pengetahuan kita sesuai dengan perkembangan zaman. Proses pembelajaran dialami setiap orang sepanjang hayat serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun, Dalam proses belajar terdapat komponen pendukung yang dapat mendorong tercapainya tujuan utama dari proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku. Proses belajar dapat terjadi baik secara alamiah maupun direkayasa. Proses balajar secara alamiah biasanya terjadi pada kegiatan yang umumya dilakukan oleh setiap orang dan kegiatan belajar ini tidak direncanakan. Sedangkan proses belajar yang direkayasa merupakan proses belajar yang memiliki sistematika yang jelas dan telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam proses ini metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Dalam hal ini proses belajar yang direkayasa yang lebih memungkinkan tercapainya perubahan perilaku karena ada rancangan yang berisi metode dan alat pendukung. Dalam melaksanakan pembelajaran, agar dicapai hasil yang lebih optimal perlu diperhatikan beberapa rangkaian sub proses belajar dan fase fase dalam belajar. 1. DEFINISI PROSES BELAJAR 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Proses Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, Proses belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Proses Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 4. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Proses Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor. 5. R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Proses Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku 6. Herbart (swiss) Proses Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafalan. 7. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Proses Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri

dan keduanya saling berinteraksi. 8. Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Proses Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap. 9. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Proses Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. 2. RANGAKAIAN SUB PROSES DALAM BELAJAR 1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidangbidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. 3. Fase fase dalam proses belajar a. Perhatian. Belajar tidak mungkin terjadi tanpa perhatian. Perhatian penting untuk mendapatkan informasi ke dalam memori kerja dan menjaganya agar tetap aktif di sana. Oleh karena itu, tahap pertama dalam proses pembelajaran adalah bahwa pelajar harus memusatkan perhatian pada kegiatan belajar. Meskipun ini terdaftar sebagai "tahap pertama," perhatian harus dipertahankan selama fase lain juga. b. Harapan. Selama fase ini, peserta didik mengembangkan sebuah harapan bahwa sesuatu yang diinginkan akan terjadi sebagai hasil dari proses pembelajaran yang diusulkan. Hasilnya adalah sebuah motivasi untuk terlibat dalam fase berikutnya dari proses pembelajaran.

c. Retrieval Informasi Relevan untuk Bekerja Memori. Pelajar mengambil dari memori jangka panjang struktur yang akan membantu dalam mempelajari informasi baru atau pemecahan masalah yang telah dihadapi. d. Persepsi selektif. Selama fase ini pelajar memfokuskan perhatian pada fitur penting dari presentasi instruksional. Hal ini tidak selalu mungkin bagi para guru untuk memastikan dengan inspeksi sederhana dimana siswa memfokuskan perhatian, dan peserta didik sering gagal untuk belajar karena mereka telah difokuskan pada informasi yang salah. Kegagalan pada persepsi selektif dapat terjadi baik karena presentasi yang tidak cukup menarik perhatian, karena pelajar gagal untuk mengarahkan perhatian, atau karena kombinasi dari kedua alasan. Sebuah sumber persepsi yang selektif sering rusak adalah kesalahpahaman mendasar tentang topik di bawah pertimbangan: pelajar mungkin berpikir ia / dia berfokus pada informasi yang benar, padahal sebenarnya ini adalah kesalahan. Guru sering berasumsi bahwa karena perhatian mereka sendiri difokuskan pada aspek kanan presentasi, siswa mereka harus berfokus pada aspek yang sama. Cara terbaik adalah untuk menguji asumsi ini dan untuk melakukan koreksi bila diperlukan. e. Encoding: Masuknya Informasi ke Jangka Panjang Penyimpanan. Selama fase ini pelajar mengkodekan informasi yang dia telah jelas fokus perhatian - yaitu, transfer informasi ke dalam memori jangka panjang dengan menghubungkannya dengan informasi yang sudah disimpan di sana. f. Menanggapi. Selama fase ini pelajar mengambil dan secara aktif menggunakan informasi yang telah disimpan dalam memori jangka panjang. Pelajar menunjukkan melalui kinerja aktif yang belajar telah terjadi. g. Umpan balik . Selama fase ini pembelajar menentukan sejauh mana kinerja selama fase sebelumnya memuaskan. Ketika umpan balik menunjukkan kinerja yang dapat diterima, hal ini biasanya berfungsi sebagai penguat kepada pelajar. Ketika umpan balik ini menunjukkan bahwa kinerja pembelajar tidak sempurna, pelajar loop kembali ke fase awal belajar. Misalnya, pelajar dapat kembali dan mencari pengetahuan prasyarat yang sesuai atau fokus perhatian lebih efektif selama persepsi selektif dan kemudian lanjutkan lagi dengan langkah-langkah berikutnya. Pelajar tidak melampaui langkah ini sampai informasi yang telah dipelajari. h. Isyarat Retrieval. Selama fase ini praktek pembelajar mengingat atau menerapkan informasi setelah awalnya telah dipelajari dalam rangka untuk meningkatkan retensi informasi atau untuk mentransfer belajar di luar konteks aslinya untuk aplikasi baru.

4. DIAGRAM MASALAH BELAJAR BIGGS & TELFER

FAKTOR INTERN Dialami dan dihayati oleh siswa SISWA


1 Setelah Belajar Cirri Khas Minat Kecakapan Pengalaman 2 Proses Belajar 1. 2. 3. 4. 5. Sikap terhadap belajar sesuatu Motivasi Kosentrasi Mengolah Menyimpan dalam waktu singkat 6. Menggali hal yang disimpan 7. Berprestasi atau unjuk hasil belajar 3 Sesudah Belajar Prestasi belajar dibidang ilmu pengetahuan, seni, moral agama, keterampilan, teknologi, dan olah raga bertambah baik.

4 P R O S E S R GURU
6 Pengorganisasian belajar

B E L A J A

A B K E T L I A V J I A T R A S
7 Bahan Belajar & Sumber Belajar 8 Evaluasi Hasil Belajar

Pembelajaran yang dilakukan guru FAKTOR EKSTERN 5. DAFTAR PUSTAKA

http://www.calumet.purdue.edu/public/education/vockell/study/ http://education.calumet.purdue.edu/vockell/cai/cai3/cai3gagne.htm http://www.learninglive.co.uk/teachers/primary/literacy/pdms/enhancing/Explanation %20phases.doc http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2046047-pengertian-definisi-hasilbelajar-dari/#ixzz1aT3mMYQb http://andhinipramitha.wordpress.com/2010/05/24/peran-guru-dalam-pembelajaran/ Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), h. 250-251.

Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Bumi Aksara, 2006), h. 30. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h. 102-124. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdikarya,2005), h. 22