Anda di halaman 1dari 13

EFISIENSI DAYA

EFISIENSI DAYA 1. Pendahuluan Dengan semakin tingginya biaya / tari f listrik, maka tuntutan efisiensi dalam

1. Pendahuluan

Dengan semakin tingginya biaya / tarif listrik, maka tuntutan efisiensi dalam pemakaian daya listrik adalah menjadi pertimbangan utama. Efisiensi penggunaan

daya listrik dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya adalah sangat tergantung pada kualitas daya listrik. Kualitas daya listrik sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis-jenis beban tertentu yang mengakibatkan turunnya efiensi. Jenis-jenis beban yang mempengaruhi kualitas daya listrik adalah beban-beban induktif, seperti; motor induksi, kumapran (coil), ballast, lampu TL. Demikian juga beban-beban non linier seperti; konverter dan inverter untuk drive motor, mesin las, furnace, komputer, ac, tv, lampu TL dan lain-lain. Baban-beban induktif akan menurunkan faktor daya sehingga dapat menyebabkan denda apabila faktor daya kurang dari 0.85 lag, sedangkan beban-beban non linier tersebut menimbulkan harmonisa yang dampaknya akan mempengaruhi

Kerugian yang disebabkan

kualitas daya, sehingga menimbulkan kerugian oleh harmonisa umumnya adalah berupa;

Panasnya mesin-mesin listrik karena rugi histerisis dan arus eddy meningkat

Turunnya torsi motor yang diakibatkan oleh harmonisa urutan negatif

Kegagalan fungsi relay (kadang-kadang trip sendiri) sehingga mengganggu kontinuitas produksi Terjadinya resonansi antara kapasitor bank dan generator/trafo yang dapat

menyebabkan gangguan-gangguan pada sistem. Turunnya efisiensi sehingga menyebabkan rugi daya.

Kesalahan pembacaan pada meter-meter listrik konvensional seperti kwh meter (tidak berbasis thrue RMS)

Panasnya trafo sehingga menurunkan efiensi maupun bisa menyebabkan terbakarnya trafo.

Panasnya kabel/kawat netral akibat harmonisa urutan nol sehingga mengganggu sistem instalasi Dll.

Sedangkan gangguan lain adalah gangguan yang disebabkan karena adanya fluktuasi pemakaian beban, terutama untuk beban-beban yang bersifat on/off seperti crane, furnace, pompa, welding dll. Gangguan ini dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan antara lain adalah;

Kerusakan pada sistem instalasi,

Terganggunya peralatan lain,

Terputusnya suplai daya,

Lepas sinkron,

Kerusakan pada primemover generator, terutama Diesel genset dengan pembebanan

sampai 80%, Sehingga pada akhirnya akan memperpendek usia pemakaian, seringnya maintenance dan akan memakan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Untuk mendapatkan kualitas tenaga listrik yang baik, maka perlu dilakukan

langkah-langkah perbaikan kualitas daya.

2. Perbaikan Faktor Daya

Aplikasi dari perbaikan factor daya adalah koreksi faktor daya adalah kompensasi pemakaian daya reaktif kVAR pada pelanggan. Jika rata-rata faktor dayanya (cosϕ)

kurang dari 0,85, maka untuk memperbaiki faktor daya sehingga tidak membayar denda, adalah aplikasi dari kapasitor bank. Selain itu, pemasangan kapasitor bank dapat menghindari:

o

Trafo kelebihan beban (overloaded), sehingga memberikan tambahan daya yang tersedia.

o

Voltage drop pada line ends

o Kenaikan arus/suhu pada kabel, sehingga mengurangi rugi-rugi Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi.

Untuk pemasangan kapasitor bank diperlukan:

o

Kapasitor, dengan jenis yang cocok dengan kondisi jaringan

o

Regulator, untuk pengaturan daya tumpuk kapasitor(kapaitor bank) otomatis

o

Kontaktor, untuk switching kapasitor. P=

o

Pemutus tenaga, untuk proteksi tumpuk kapasitor

Jenis-jenis daya dalam system tenaga listrik dibagi menjadi tiga bagian yaitu;

1.

Daya aktif (kW), yaitu daya yang dipakai untuk menghasilkan tenaga putaran motor,

nyala lampu, panas dll. P=3 V L I L cosφ

2.

Daya reaktif (kVAR), yaitu daya yang dipakai untuk magnetisasi, daya pada

kumparan-kumparan. Q=3 V L I L sinφ

3.

Daya nyata (kVA), yaitu daya total yang diserap, merupakan jumlahan dari daya aktif dan daya reaktif. Daya nyata sering dipakai untuk menyatakan kapasitas dari

peralatan pembangkit seperti trafo, generator. S=3 V L I L

Untuk menggambarkan perbedaan ketiga daya tersebut seperti ditunjukkan pada fasor diagram pada gembar 2.

seperti ditunjukkan pada fasor diagram pada gembar 2. Daya aktif (kW) Daya reaktif Daya nyata (kVA)
Daya aktif (kW) Daya reaktif Daya nyata (kVA) (kVAR) Gambar 1 Diagram faktor daya
Daya aktif (kW)
Daya
reaktif
Daya nyata (kVA)
(kVAR)
Gambar 1 Diagram faktor daya

Dari gambar 1 diatas tampak bahwa konsumsi daya aktif menjadi lebih kecil dari daya nyata akibat adanya pemakaian daya reaktif oleh beban-beban yang bersifat induktif. Untuk mengatasi pemakaian daya reaktif maka diperlukan kapasitor bank sehingga dengan tidak adanya pemakaian daya reaktif oleh beban karena sudah disuplai oleh kapasitor bank maka pemakaian daya nyata menjadi lebih kecil, maka;

Denda kVAR hilang

Konsumsi daya nyata turun

Pada akhirnya dapat menurunkan konsumsi energi listrik dan menghemat pemkaian

daya listrik, serta dapat memperbaiki kualitas tegangan.

Berikut ini adalah ilustrasi dari penggunaan kapasitor untuk mensuplai kebutuhan daya

reaktif oleh beban sehingga daya reaktif tidak ditarik dari PLN dan pada akhirnya dapat

meningkatkan kualitas daya.

Sebelum kompensasi:

energi reaktif seluruhnya disuplai oleh trafo

Daya reaktif Daya aktif M1 M2 Mn
Daya reaktif
Daya aktif
M1
M2
Mn

Gambar 2 Suplai daya nyata sebelum adanya kompensasi kapasitor.

Sesudah kompensasi:

energi reaktif sebagian/seluruhnya disuplai oleh capasitor bank

reaktif sebagian/seluruhnya disuplai oleh capasitor bank Penghematan daya Daya aktif Capacitor bank Daya reaktif
reaktif sebagian/seluruhnya disuplai oleh capasitor bank Penghematan daya Daya aktif Capacitor bank Daya reaktif

Penghematan daya

disuplai oleh capasitor bank Penghematan daya Daya aktif Capacitor bank Daya reaktif Gambar. Supali daya

Daya aktif

Capacitor bank

Daya reaktif

Gambar. Supali daya nyata setelah adanya kompensasi kapasitor.

M1
M1
M2
M2
Mn
Mn

Gambar 3 Suplai daya nyata setelah adanya kompensasi kapasitor.

3.

Cara Menentukan Daya Reaktif

Ada tiga cara termudah untuk menentukan daya reaktif(Qc):

1. Metode Sederhana Metode ini digunakan agar dengan cepat bisa menentukan Qc. Angka yang harus diingat: 0,84 untuk setiap kW beban. Yaitu diambil dari:

Perkiraan rata-rata faktor daya suatu instalasi : 0,65 Faktor daya yang diinginkan : 0,95

Maka dari tabel cos ϕ didapat angka : 0,84 Contoh:

Untuk menghindari denda PLN suatu instalasi dengan beban 100kW memerlukan daya reaktif(Qc) sebesar = 0,84x100kW = 84kVAR

2. Methoda kwitansi PLN Methoda ini memerlukan data kwitansi dari PLN selama satu periode (misalnya 1tahun). Kemudian data penghitungan diambil dari pembayaran denda kVARH yang tertinggi. Data lain yang diperlukan adalah jumlah waktu pemakaian. Contoh:

Suatu pabrik yang beroperasi 8 jam/hari, membayar denda pemakaian kVARH tertinggi pada tahun yang lalu untuk 63504 kVARH. Maka diperlukan capasitor bank dengan daya:

QC

=

3. Methoda Cos ϕ

kVARHtertinggi

waktupemakaian

63504 kVARH

=

8

jamx

30

hari bulan

/

=

265 kVAR

Methoda ini menggunakan tabel cos ϕ. Data yang diperlukan adalah: Daya Beban

Total dan Faktor Daya(cos ϕ). Contoh:

Sebuah instalasi pabrik memiliki faktor daya :0,70 untuk beban puncak 600kW. Untuk meningkatkan faktor daya menjadi 0.93 diperlukan daya kapasitor sebesar:

Dari tabel didapat angka: 0,62 Maka daya reaktif yang diperlukan= 0.62x600 kW= 372kVAR Jika tidak memiliki data untuk daya beban, dapat juga dihitung menggunakan rumus:

Daya Beban = Vx I cos ϕ x 3, dengan:

V = Tegangan jaringan/instalasi I = Arus jaringan/instalasi Cos ϕ = faktor daya jaringan/instalasi

Praktek 9

PERENCANAAN KAPASITOR BANK

Praktek 9 PERENCANAAN KAPASITOR BANK Q CAP S LOAD Q LOAD θ S DES Q DES
Praktek 9 PERENCANAAN KAPASITOR BANK Q CAP S LOAD Q LOAD θ S DES Q DES
Q CAP S LOAD Q LOAD θ S DES Q DES
Q
CAP
S LOAD
Q LOAD
θ
S DES
Q
DES

Q

Q

P

P LOAD

LOAD = Daya reatif beban

DES

= Daya rearif suplai setelah diberi capasitor

LOAD = Daya aktif beban

Kompensasi suplai daya reaktif oleh kapasitor bank adalah:

Q

CAP

Daya reaktif

S

S

LOAD

DES

= Q

LOAD

Q

DES

LLLLLLLLLLLLLLL (1)

=

=

P LOAD

PF

LOAD

P LOAD

PF

DES

LLLLLLLLLLLLLLLLL (2 )

LLLLLLLLLLLLLLLLLL (3)

Dari segitiga daya dapat diperoleh hubungan sebagai berikut :

2 2 Q = ( S − P ) LLLLLLLLLLLLLLLLL (4) LOAD ACT LOAD 2
2
2
Q
=
(
S
− P
)
LLLLLLLLLLLLLLLLL
(4)
LOAD
ACT
LOAD
2
2
Q
=
(
S
− P
)
LLLLLLLLLLLLLLLLLL
(5)
DES
DES
LOAD
Sutitusi persamaan 2 ke 4 dan persamaan 3 ke 5 menghasilkan persamaan :
2
LOAD
2
=
⎛ ⎜ P
− P
⎥ LLLLLLLLLLLLLLL
(6)
Q LOAD
LOAD
PF
ACT
By Indhana dan Yahya
25/7/2005

Praktek 9

2 ⎡ ⎤ ⎞ LOAD 2 = ⎢ ⎛ ⎜ P ⎟ − P ⎥
2
LOAD
2
=
⎛ ⎜ P
− P
⎥ LLLLLLLLLLLLLLL
(7)
Q DES
LOAD
PF
DES
Subtitusi persamaan 6 dan 7 ke 1 maka diperoleh persamaan :
2
2 ⎤
⎛ ⎜ P
LOAD
2
LOAD
2
=
− P
⎥ −
⎛ ⎜ P
⎟ ⎞ ⎟ − P
Q CAP
LOAD
PF
PF
LOAD
LOAD
LOAD
1 / 2
1 / 2
1
1
= P
− 1
⎟ ⎞
− 1
⎟ ⎞
LLLLL
(8)
LOAD
⎜ ⎛ ⎜
(
)
2
− ⎜ ⎜
)
2
PF
(
PF
⎟ ⎠
⎟ ⎠
⎢ ⎣
LOAD
DES
Persamaan 8 diatas merupakan persamaan kompensasi suplai daya reaktif oleh kapasitor
bank untuk perbaikan power factor.

Contoh Kasus 1

20kV 15MVA Z=4% 6kV 5 MVA I rms = 100A Linear Non Linear Load Load
20kV
15MVA
Z=4%
6kV
5 MVA
I rms = 100A
Linear
Non Linear
Load
Load
Gambar 1. Sistem distribusi di Industri

Power Faktor pada sisi sekuder tranformator seperti pada Gambar 1. diketahui 0,4

(a) Hitunglah nilai kapasitor bank yang diperlukan power factor berubah menjadi 0,95

By Indhana dan Yahya

25/7/2005

Praktek 9

Untuk power factor = 0,4 beban di sisi sekunder tranformator adalah

Is 1 Ptotal = ( MVA PF × ) + ( 3 × V ×
Is 1
Ptotal
=
(
MVA PF
×
)
+
(
3
×
V
×
I
×
× PF )
Is
90
=
(5
MVA
×
0,4)
+
(
3
×
6000
×
100
×
100
Is 1
Displacement Power Factor
DPF =
× cosθ
I s

Contoh Kasus 1

×

0,4)

=

2.375 kw

Sebuah jaringan dengan data-data sebagai berikut:

Motor Induksi 220 kW

Jala-jala

440V, 3 phase, 50 Hz, delta

Power factor

PF awal (Cos φ 1 )

0.7

PF yang diinginkan (Cos φ 2)

0.9

Perhitungan Perencanaan Kapasitor bank:

Perbaikan Power Faktor yang diinginkan 0.9 maka:

PF awal (Cos φ 1 ) = 0.7

tan φ 1 = 1.02

PF yang diinginkan (Cos φ 2 ) = 0.9

tan φ 2 = 0.48

Jadi daya reaktif yang diperlukan adalah:

Q

c

=

220 *1000(1.02 = 118.8 kVar

=

P (tan

tan

ϕϕ

1

By Indhana dan Yahya

2

)

0.48)

25/7/2005

Praktek 9

440V/50Hz M Capasitor 118.8kVar
440V/50Hz
M
Capasitor
118.8kVar

220 kW

cos φ=0.7

Untuk hubungan bintang maka:

440 V LL V = = = 254 V c 3 3
440
V LL
V
=
=
= 254 V
c
3
3

Kapasitas kapasitor adalah:

C

b

int

C

star

ang

=

=

Q

c

Qc

=

( V

LL

)

2

*

ω

V

LL

)

2

*2

π

*

f

118.8 *1000

(440)

2

* 2

π

* 50

= 1954

/

F phase

μ

Kapasitor total adalah:

C total = 3*1954 = 5862μ F 1954μF 1954μF 1954μF
C
total = 3*1954 = 5862μ
F
1954μF
1954μF
1954μF

By Indhana dan Yahya

Kapasitor Hubungan Bintang

V LL

25/7/2005

Praktek 9

Untuk hubungan Delta maka:

V

c

=

V

LL

= 440

V

Kapasitas kapasitor adalah:

C

C

delta

delta

=

=

Q

c Qc

=

3*(

V

LL

)

2

*

ω

3*(

V

LL

)

2

*2

π

*

f

118.8 *1000

3* (440)

2

* 2

π

* 50

= 651

/

F phase

μ

Kapasitor total adalah:

C

total = 3* 651 = 1954μ F

651μF 651μF 651μF Kapasitor Hubungan Delta
651μF
651μF
651μF
Kapasitor Hubungan Delta

Contoh Kasus 2

V LL

Suatu Jaringan dengan beban P= 100kW

Power factor

PF riil (Cos φ 1 )

0.75

PF yang diinginkan (Cos φ 2)

0.93

Perhitungan Perencanaan Kapasitor bank:

Perbaikan Power Faktor yang diinginkan 0.9 maka:

PF awal (Cos φ 1 ) = 0.75

tan φ 1 = 0.88

PF yang diinginkan (Cos φ 2 ) = 0.93

tan φ 2 = 0.4

By Indhana dan Yahya

25/7/2005

Praktek 9

Jadi daya reaktif yang diperlukan adalah:

Q

c

=

=

= 48 kVar

P (tan

100 *1000(0.88

ϕϕ

1

2

tan

)

0.4)

Kompensator umumnya merekomendasikan paling kecil 50 kVar.

Jika mengunakan tabel maka dapat kita lihat factor pengali F=0.52

Sehingga Daya Reaktif yang diperlukan adalah:

Qc

=

P F

*

=

= 52 kVar

By Indhana dan Yahya

100 *1000 * 0.52

25/7/2005