Anda di halaman 1dari 5

Pielonefritis Gambaran Klinis Gambaran klasik dari pielonefritis adalah demam tinggi dengan disertai menggigil, nyeri didaerah

perut dan pinggang, disertai mual dan muntah. Kadang-kadang terdapat gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuri, frekuensi, atau urgensi. Pada pemeriksaan fisis terdapat nteri pada pinggang dan perut, suara usus melemah seperti ileus paralitik. Pada pemeriksaan darah menunjukkan adanya leukositosis disertai peningkatan laju endap darah, urinalisis terdapat piuria, bakteriuria, dan hematuria. Pada pielonefritis akut yang mengenai kedua sisi ginjal terjadi penurunan faal ginjal dan pada kultur urin terdapat bakteriuria. Pemeriksaan foto polos perut menunjukkan adanya kekaburan dari bayangan otot psoas dan mungkin terdapat bayangan radio-o L

DIAGNOSIS Pielonefritis Gambaran Klinis Gambaran klasik dari pielonefritis adalah demam tinggi dengan disertai menggigil, nyeri didaerah perut dan pinggang, disertai mual dan muntah. Kadang-kadang terdapat gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuri, frekuensi, atau urgensi. Pada pemeriksaan fisis terdapat nteri pada pinggang dan perut, suara usus melemah seperti ileus paralitik. Pada pemeriksaan darah menunjukkan adanya leukositosis disertai peningkatan laju endap darah, urinalisis terdapat piuria, bakteriuria, dan hematuria. Pada pielonefritis akut yang mengenai kedua sisi ginjal terjadi penurunan faal ginjal dan pada kultur urin terdapat bakteriuria. Pemeriksaan foto polos perut menunjukkan adanya kekaburan dari bayangan otot psoas dan mungkin terdapat bayangan radio-opak dari batu saluran kemih. Pada PIV terdapat bayangan ginjala membesar dan terdapat keterlambatan pada fase nefrogram. Perlu dibuat diagnosis banding dengan

inflamasi pada organ disekitar ginjal antara lain : pancreatitis, appendicitis, kolesistitis, diverticulitis, pneumonitis, dan infalamasi pada organ pelvis. udah dcopi yg ituu? dikit2 bisanya BUZZ!!! Abses ginjal, abses perirenal, dan abses pararenal Gambaran klinis Pasien mengeluh nyeri pinggang, demam disertai menggigil, teraba massa di pinggang (pada abses peri atau pararenal), keluhan miksi jika focus infeksinya berasal dari saluran kemih, anoreksi, malas, dan lemah. Gejala ini sering didiagnosis banding dengan pielonefritis akut. Nyeri dapat dirasakan pula didaerah (1) pleura karena pleuritis akibat penyebaran infeksi ke subprenik dan intrathorakal, (2) inguinal, dan (3) abdominal akibat iritasi pada peritoneum posterior. Nyeri pada saat hiperekstensi pada sendi panggul adalah tanda dari penjalaran infeksi ke otot psoas.
11:30 PM

Pemeriksaan urinalisis menunjukan adanya piuria dan hematuria, kultur urin menunjukan kuman penyebab infeksi, sedangkan pada pemeriksaaan darah terdapat leukositosis dan laju endap darah yang meningkat. Pemeriksaan foto polos abdomen mungkin didapatkan kekaburan pada daerah pinggang, bayangan psoas menjadi kabur, terdapat bayangan gas pada jaringan lunak, skoliosis atau bayangan opak dari suatu batu di saluran kemih. Adanya proses pada subdiafragma akan tampak pada foto thoraks pada atelektasis, efusi pleura, empiema atau elevasi diafragma

DIAGNOSIS

Pielonefritis Gambaran Klinis Gambaran klasik dari pielonefritis adalah demam tinggi dengan disertai menggigil, nyeri didaerah perut dan pinggang, disertai mual dan muntah. Kadang-kadang terdapat gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuri, frekuensi, atau urgensi. Pada pemeriksaan fisis terdapat nteri pada pinggang dan perut, suara usus melemah seperti ileus paralitik. Pada pemeriksaan darah menunjukkan adanya leukositosis disertai peningkatan laju endap darah, urinalisis terdapat piuria, bakteriuria, dan hematuria. Pada pielonefritis akut yang mengenai kedua sisi ginjal terjadi penurunan faal ginjal dan pada kultur urin terdapat bakteriuria. Pemeriksaan foto polos perut menunjukkan adanya kekaburan dari bayangan otot psoas dan mungkin terdapat bayangan radio-opak dari batu saluran kemih. Pada PIV terdapat bayangan ginjala membesar dan terdapat keterlambatan pada fase nefrogram. Perlu dibuat diagnosis banding dengan inflamasi pada organ disekitar ginjal antara lain : pancreatitis, appendicitis, kolesistitis, diverticulitis, pneumonitis, dan infalamasi pada organ pelvis. udah dcopi yg ituu? dikit2 bisanya BUZZ!!! Abses ginjal, abses perirenal, dan abses pararenal Gambaran klinis Pasien mengeluh nyeri pinggang, demam disertai menggigil, teraba massa di pinggang (pada abses peri atau pararenal), keluhan miksi jika focus infeksinya berasal dari saluran kemih, anoreksi, malas, dan lemah. Gejala ini sering didiagnosis banding dengan pielonefritis akut. Nyeri dapat dirasakan pula didaerah (1) pleura karena pleuritis akibat penyebaran infeksi ke subprenik dan intrathorakal, (2) inguinal, dan (3) abdominal akibat iritasi pada peritoneum posterior. Nyeri pada saat hiperekstensi pada sendi panggul adalah tanda dari penjalaran infeksi ke otot psoas. Pemeriksaan urinalisis menunjukan adanya piuria dan hematuria, kultur urin menunjukan kuman penyebab infeksi, sedangkan pada pemeriksaaan darah terdapat leukositosis dan laju endap darah yang meningkat. Pemeriksaan foto polos abdomen mungkin didapatkan kekaburan pada daerah pinggang, bayangan psoas menjadi kabur, terdapat bayangan gas pada jaringan lunak, skoliosis atau bayangan opak dari suatu batu di saluran kemih. Adanya proses pada subdiafragma akan tampak pada foto thoraks pada atelektasis, efusi pleura, empiema atau elevasi diafragma. Pemeriksaan USG menunjukkan adanya cairan abses, tetapi pemeriksaan ini sangat tergantung pada kemampuan pemeriksa. Pemeriksaan CT scan dapat menunjukkan adanya cairan nanah di dalam intarenal, perirenal, maupun pararenal. Sistitis Gambaran klinis Reaksi inflamasi menyebabkan mukosa buli-buli menjadi kemerahan (eritrema), edema dan hipersensitif sehinggan jika buli-buli terisi urin akan mudah terangsang untuk segera mengeluarkan isinya, hal ini menimbulkan gejala frekuensi. Kontraksi buli-buli akan menyebabkan rasa sakit/nyeri

didaerah suprapubik dan eritema mukosa buli-buli mudah berdarah dan menimbulkan hematuria. Tidak seperti gejal pada infeksi saluran kemih sebelah atas, sistitis jarang disertai demam, mual, muntah, badan lemah dan kondisi umum yang menurun. Jika disertai dengan demam dan nyeri pinggang perlu difikirkan adanya penjalaran infeksi ke saluran kemih sebelah atas. Pemeriksaan urin berwarna keruh, berbau dan pada urinalisis terdapat piuria, hematuria, dan bakteriuria. Kultur urin sangat penting untuk mengetahui jenis kuman penyebab infeksi. Jika sistitis sering mengalami kekambuhan perlu difikirkan adanya kelainan lain pada buli-buli (keganasan, urolitiasis) sehingga diperlukan pemeriksaan pencitraan (PIV, USG) atau sistokopi. URETRITIS Gejala-Gejala Uretritis Non Gonokokal Pada Pria Cairan yang keluar dari penis mengandung nanah. Rasa panas saat buang air kecil. Rasa panas atau rasa gatal di sekitar muara saluran kemih di ujung penis. Gejala-gejala ini timbul paling sering pada pagi hari. URETRITIS Gejala-Gejala Uretritis Non Gonokokal Pada Pria Cairan yang keluar dari penis mengandung nanah. Rasa panas saat buang air kecil. Rasa panas atau rasa gatal di sekitar muara saluran kemih di ujung penis. Gejala-gejala ini timbul paling sering pada pagi hari. Jika penyebabnya adalah jasad renik yang lainnya, maka cairan ini mengandung lendir. Gejala lainnya adalah nyeri pada saat berkemih dan penderita sering mengalami desakan untuk berkemih. PROSTATITIS GEJALA Nyeri di selangkangan, daerah antara penis dan anus serta punggung bagian bawah. Demam dan menggigil Sering berkemih dan mengalami desakan untuk berkemih, Air kemihnya mengandung darah. Infeksi bakteri bisa menyebar ke skrotum (kantung zakar) menyebabkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan, kemerahan dan jika disentuh terasa sangat nyeri. Karena nyeri, penderita juga mengalami impotensi. Pada pemeriksan colok dubur, prostat teraba membengkak dan nyeri jika disentuh. Kadang dilakukan pemeriksaan terhadap air kemih atau cairan prostat. Prostatitis Bakterial Akut Sakit, demam, menggigil, rasa sakit di daerah parineal Adanya gangguan miksi Pada pemeriksaan fisis dengan colok dubur, prostate teraba membengkak, kenyal, hangat dan nyeri. Perasaan tidak enak pada daerah perineum dan suprapubis, malaise dan

demam, nyeri kencing, spasme otot uretra sehingga terjadi retensi urin, tenesmus ani, sulit buang air besar, dan obstipasi. Prostatitis Bakterial Kronis Gambaran klinis Disuri, urgensi, frekuensi, nyeri perineal, dan kadang-kadang nyeri pada saat ejakulasi atau hematospermi. Pada pemeriksaan colok dubur mungkin teraba krepitasi yang merupakan tanda dari suatu kalkulosa prostat. Gejalanya ringan dan intermitten, tetapi kadang-kadang menetap. Terasa tidak enak pada perineum bagian dalam dan rasa tidak enak bila duduk terlalu lama. Prostat terasa kenyal, berbentuk nodus, dan sedikit nyeri pada penekanan. Pemeriksaan dengan pengurutan prostat biasanya sulit Menemukan kuman diplokok atau gonokok.