Anda di halaman 1dari 108

Dasar-dasar dan Aplikasi Sistem Pneumatik

Ahmad Kholil, ST. MT.

JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

I. Pengantar Pneumatik

Istilah Pneumatik berasal dari kata Pneuma (Yunani Kuno) yang berarti tiupan atau angin dan juga jiwa dalam filosofi. Definisi Pneumatik adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari fenomena udara yang dimampatkan sehingga tekanan yang terjadi akan menghasilkan gaya sebagai penyebab gerak atau aktuasi pada aktuator.

Standar udara menurut DIN 1343


Temperatur standar Tn=273.15 K, tn=00C Tekanan standar pn=101325 Pa = 1.01325 bar

APA YANG ANDA KETAHUI MENGENAI TEKANAN ITU ?

DEFINISI TEKANAN
FORCE
PRESSURE = FORCE AREA FORCE = PRESSURE x AREA

AREA

PRESSURE

TEKANAN adalah besarnya gaya(F) per satuan luas penampang(A) TEKANAN terbagi 3 kategori : Tekanan ukur Tekanan absolut Tekanan vacuum

Klasifikasi tekanan
P (bar)

Tekanan ukur (Pg) 0 Tekanan vacuum (Pv)

Tekanan absolut (Pabs) Patm = 1,013 bar

Karakteristik udara

Hukum Boyle-Mariottes

Samples of industrial gauges

II. Aplikasi Pneumatik

Actuators used in Pushing

Actuators used in Machining - Drilling

Actuators used in Testing and Quality Control

Actuators used in Machining - Forming

III. KomponenKomponen-Komponen Pneumatik

A. Pembangkit udara dan sistim distribusi


Pada sistim kontinyu, udara yang masuk perlu diperhatikan terutama: tekanan yang dibutuhkan, kekeringan udara, dan kebersihan. Peralatan yang dibutuhkan pada pembangkit udara yaitu: inlet filter, air compresor, air reservoir, air dryer, air filter with water separator, pressure regulator, air lubricator, dan drainage points.

A.1 Air Compressor

Reciprocating compressor

A.2. Reservoir

A.3. Air dryer

A.4 Air distribution

A.5 Service unit

Pressure regulator: relieving

Compressed air filter Pressure regulator: nonnon-relieving

B. Actuator and output device


Aktuator adalah peralatan keluaran yang mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain yang dibutuhkan.

Linier motion: single-acting cylinders, double-acting cylinders Rotary motion: air motor, rotary cylinder, rotary actuator

Linier Actuators

Rotary Motions

linier motion

Rotary Motion

Rodless cylinder

Cylinder performance

C. Directional Control Valve (DCV)


Katup Kontrol Arah adalah alat yang digunakan untuk menentukan arah aliran fluida (udara bertekanan). Ciri-ciri
Banyaknya terminal Banyaknya posisi pensaklaran (kotak)

Informasi tambahan berupa metode aktuasi

Simbol dan Uraian Mengenai Komponen

Mencirikan
Fungsi Metode Pengaktifan dan Pengembalian Jumlah lubang Jumlah posisi/kotak Prinsip kerja secara umum Gambaran sederhana dan aliran sinyal

Tidak mencirikan
Ukuran atau dimensi komponen Metode konstruksi dan biaya Disain arah saluran Detail fisik komponen Jenis sambungan

Penamaan Katup Berdasarkan ISO 1219


Kotak menunjukkan posisi pengaktifan katup Banyaknya kotak menunjukkan banyaknya posisi pengatifan katup Garis dengan tanda panah menunjukkan arah aliran fluida Bentuk T menunjukkan aliran ditutup Terminal ditunjukkan oleh garis yang berada di luar kotak

Ports and Position (ways)

Metode Aktuasi

Metode Aktuasi

3/2-way valve, NC, ball seat

3/2-way hand slide valve

3/2-way roller lever valve, internal pilot, NC

3/2-way roller lever valve, internal pilot, NO

4/2-way valve disc seat, unactuated

4/2-way plate slide valve, mid-position closed

5/2-way valve: longitudinal slide principle

5/3-way double pilot valve, NC

D. NonNon-return, flow and pressure valve, valve combination


Non-return valve Flow control valve

Pressure valve

E. Auxiliary Component

IV IV. . Struktur and Signal Flow of Pneumatic System

Pneumatic Control System

Circuit Diagram

Contoh Aplikasi
Contoh 1.

a. Pengontrolan langsung

Komponen: 1A : single acting cylinder 1S : 3/2-way valve NC with push button and spring return 0S : start up valve OZ : air service unit Compressor

b. Pengontrolan tidak-langsung

Komponen tambahan: 1V : 3/2-way valve NC with pneumatic and spring return

4 2 2 1 1 3 2 3

5 1

3 bar 6 bar
1 3

Silinder Kerja Tunggal

Bistable Memory
MIN MAX

Monostable Memory
40% 40%

4 Z/14 2 4 2 1 2 3 5 1

2 Z/14 3

2 Y/12

5 1

5 1

2 MAX 1 3

Silinder Kerja Ganda

TUGAS
Gunakan double-acting cylinder untuk menggerakkan ragum, pengontrolan dilakukan dengan langsung dan tak-langsung

Metode Cascade
Metode Cascade merupakan suatu metode dalam perancangan sistem pneumatik yang terstruktur. Metode ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan metode intuitif, misalnya digunakan untuk mengatasi sinyal bentrok (over lapping) .

Peraturan dalam sistem Cascade antara lain: 1. Mendefenisikan langkah kerja (urutan gerakan dengan notasi singkat) sesuai dengan permasalahannya.

2.

Membagi kelompok dan pemberian nomor kelompok pada notasi singkat tersebut dimana tidak terjadi sinyal bentrok. Masing-masing kelompok membutuhkan satu jalur perbekalan ( S1 , S2 dst ). Jalur terakhir harus ada udara.

3.

Memerlukan katup pembalik ( katup 4/2, 5/2 dengan dua kontrol dsb) = Jumlah kelompok 1 yang berfungsi untuk memindahkan jalur udara, misalnya dari S4 ke S1, S1 ke S2, S2 ke S3 dan S3 ke S4

4. Penempatan katup kontrol arah 3/2 yang mengontrol langkah kerja. Katup 3/2 yang berhubungan dengan start diletakkan dibawah supply line. Katup 3/2 yang mengubah kelompok, diletakkan dibawah supply line. Katup 3/2 yang lainnya , diletakkan diatas supply line.

Untuk contoh diatas, maka; Katup start ( a0 ) diletakkan dibawah supply line. Katup yang mengubah kelompok ( b1) diletakkan dibawah supply line. Katup 3/2 yang lainnya (a1 dan b0 ) diletakkan diatas supply line.

Contoh Gerakan A+B+B-A- dengan Cascade

Contoh Gerakan A+B+B-A- Tanpa Cascade

1. Contoh Pada Alat Pemindah Barang

Desain diagram rangkaian contoh 1

V. Elektropneumatik

1. Sistem Pneumatik & Elektropneumatik

SIGNAL

2. Dasar-dasar Kelistrikan

Hukum Ohm

Coil listrik

Capacitor

Dioda

3. Komponen-komponen pada kontrol sinyal elektrik


Pushbotton/Control switch

Mechanical limit switch

Sensor

Read Switch

Inductive proximity sensor

Capacitive proximity sensor

Optical proximity sensor

Pressure sensor

Relay & Contactor

Programmable Logic Control

Struktur Relay & PLC

Directional Control Valve

3/2 Valve NC

3/2 Valve NO

5/2 DCV

5/3 DCV