Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BENDA PADAT MODUL A KESEIMBANGAN GAYA

KELOMPOK 24 Annisa Pramesti Putri Aulia Qisthi Elzavira Felaza Fitrin Gabriela J Indah Alfira Chairunnisa Nesti Gayatri 1106054624 1106023013 1106054611 1106068794 1106000911 1106004954

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum Tanggal disetujui Nilai Paraf Asisten

: : : : :

3 April 2013 Rama Margareta

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2013

A. POLIGON GAYA

I.

TUJUAN Untuk menguji bahwa beberapa gaya yang berada dalam kondisi seimbang memenuhi persamaan: Px = Py = M Dan gaya- gaya tersebut dapat digambarkan dalam poligon gaya tertutup dimana sisi-sisi poligon tersebut mewakili gaya-gaya, termasuk besar dan arahnya.

II.

TEORI Desain suatu struktur benda didasarkan atas berat dari struktur itu sendiri dan gaya-gaya yang bekerja pada struktur serta gerakan yang memengaruhi struktur tersebut. Umumnya pada desain struktur tidak terdapat gerakan dan struktur berada dalam keseimbangan statik. Maka, gaya-gaya dalam keseimbangan harus memenuhi dua persamaan, yaitu resultan dari semua gaya harus nol (0) dan momen di semua titik harus (0). Dalam persamaan matematis kondisi ini dapat digambarkan sebagai: Px = 0 Mx = 0 Px = 0 Py = 0 My = 0 Py = 0 Pz= 0 Mz = 0 Mz = 0

Jika gaya-gaya berlaku pada satu bidang, maka:

Serangkaian percobaan yang dilakukan UI memberikan pengertian yang jelas tentang semua aspek dari keseimbangan dan aplikasinya pada gaya-gaya dalam ruang dan diagram gaya bebas.

III. PERALATAN 1. Papan gaya 2. Katrol tunggal 3. Katrol ganda 4. Tali 5. Penggantung beban 6. Selotip/isolasi

7. Cincin tunggal 8. 2 (dua) cincin yang dihubungkan dengan tali

IV. CARA KERJA a. Gaya Konkuren 1. Melubangi pusat kertas A1 (perpotongan diagonal) dengan diameter lubang 6 mm. 2. Melepas centre peg (pasak) dan pasang kertas pada papan bidang gaya dan pasang kembali centre peg (pasak) melalui lubang yang tersedia 3. Menggunakan cincin tunggal dan 6 tali beban kemudian memasang masing-masing tali pada katrol-katrol 3 (tali) pada katrol sebelah kiri dan lainnya pada katrol sebelah kanan. 4. Menggantungkan penggantung beban pada tali 5. Menambahkan beban pada penggantung dan memperhatikan bagaimana tali-tali tersebut bergerak membentuk keseimbangan baru setiap beban ditambah 6. Setelah mendapat kesetimbangan, maka menggambar posisi gaya-gaya tersebut pada kertas gambar dan tulis besar bebannya (termasuk berat penggantung)

b. Gaya Non Konkuren 1. Menggunakan sepasang cincin yang menghubungkan dengan tali dan ikat 6 (enam) tali sehingga 3 (tiga) tali terikat pada masing-masing cincin 2. Menggantung beban ada tiap tali, setelah itu menggambar tali-tali tersebut pada kertas gambar dan mencatat beban yang digantung pada setiap tali

V. PENGOLAHAN DATA a. Gaya Konkuren Dari percobaan yang dilakukan, dapat digambarkan diagram keseimbangan titik sebagai berikut:

Y
P2 P1

P3
60 50 23

X
25 42 12.5

P6 P4 P5

Untuk mendapatkan total gaya yang berkerja searah sumbu x dan sumbu y, digunakan rumus:

Perhitungan dilakukan sebagai berikut:

perhitungan yang sama digunakan untuk P2, P3, P4, P5, dan P6

Gaya P1 P2 P3 P4 P5 P6

Besar Gaya (N) 2,6 N 0,5 N 0,5 N 0,5 N 1N 1,9 N P

Sudut () 25 45 61 70 27.5 27

Kuadran III II II I I IV

Px (N) -2,3564 -0,3535 -0,2424 0,171 0,887 1,6929 -0,2014


|

Py (N) -1,0988 0,35355 0,4373 0,46985 0,47175 -0,86258 -0,22893

Kesalahan relatif Px= | = || Kesalahan relatif Py= | =| | )|

b. Gaya Non Konkuren Pada percobaan dengan dua cincin, diperoleh diagram kesetimbangan sebagai berikut:

Y2
P5

Y1

P1 P6
72 20 56

A
38

B
12 41

P2

P7

P3

Pengolahan data dilakukan dengan rumus:

Perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Perhitungan yang sama dilakukan juga pada P2, P3, P4, P5, dan P6. Dengan memperhitungkan posisi titik gaya berkumpul, maka pada P4, P5, dan P6 akan menimbulkan momen di titik B. Gaya P1 P2 P3 P4 P5 P6 Besar Gaya (N) 2,1 N 0,5 N 0,5 N 0,8 N 0,5 N 2N Sudut () -28 56 75 77 28 -27 M Py (N) -0,9859 0,4145 0,4829 0,7794 0,2347 -0,908 L 0,133 0,133 0,133 0,133 0,133 0,133 MA (Nm) -0,131 0,0551 0,0642 MB (Nm)

-0,0117 | | | |

0,1013 0,0312 -0,1207 0,011736

Kesalahan Relatif MA= | =| Kesalahan Relatif MB= | =|

VI. ANALISIS i. Analisis Percobaan i.1. Gaya Konkuren Pada percobaan keseimbangan gaya konkuren percobaan yang dilakukan pertama kali adalah meletakkan kertas A1 pada papan tulis yang direkatkan dengan selotip, lalu praktikan pun menggantung 6 tali pada 6 katrol yang terletak pada bagian pinggir kertas lalu menghubungkannya pada satu cincin yang terletak tepat di tengah kertas A1. Pada ujung-ujung tali tersebut digantung beban yang bervariasi hingga cincin di tengah papan pun memiliki gaya setimbang. Setelah tali yang dibebani stabil dan berada pada posisi di sekitar tengah-tengah papan gaya, titik pusat pada cincin dan arah gaya pada tali di tandai pada kertas A1. Lalu gaya-gaya pada tali pun dicatat, tetapi yang harus diingat bahwa gaya-gaya tersebut harus ditambah dengan 0.5 N karena ada pula pengaruh berat dari penggantung beban yang terbuat dari besi. Setelah itu semua tali, beban, dan kertas A1 dilepas. Pada kertas A1 yang sudah ditandai, ditarik garis dari titik-titik pada tali beban ke titik pusat pada cincin. Lalu digambar juga bidang cartesius yang melewati titik pusat pada cincin. i.2. Gaya Non Konkuren Untuk percobaan kesetimbangan gaya nonkonkuren, seperti sebelumnya kertas A1 dipasang pada papan gaya lalu direkatkan dengan selotip, tetapi pada percobaan kali ini praktikan menggunakan dua cincin yang harus dihubungkan dengan tali sebagai pengganti cincin yang akan digunakan pada percobaan kesetimbangan gaya nonkonkuren. Kemudian masing-masing cincin

dihubungkan pada beban dengan menggunakan tali yang terhubung dengan 6 katrol pada pinggir kertas. Cincin pada masing-masing sisi dilewatkan pada katrol yang bersesuaian dengan sisi-sisinya. Kemudian digantung beban yang bervariasi pada masing-masing tali, beban yang digunakan diperkirakan sehingga tali penghubung dua cincin merentang lurus dengan sudut 180. Setelah kedua cincin dan tali penghubungnya stabil, titik pusat pada kedua cincin ditandai, begitu juga dengan arah gaya pada tali-tali beban. Beban pada tiap tali dicatat dengan menambahkan 0.5 N sebagai berat pengait beban. Kemudian semua cincin, kertas A1, tali dan beban dilepas. Pada kertas A1 ditarik garis

penghubung antara kedua titik pusat cincin yang sudah ditandai, lalu bebanbeban yang bersesuaian dihubungkan dengan titik pada cincin. Bidang cartesius digambar dengan menggunakan garis penghubung titik pusat dua cincin sebagai axis, dan terdapat dua ordinat yang tegak lurus axis pada kedua titik pusat cincin. ii. Analisis Hasil ii.1. Gaya Konkuren Dari data yang telah dikumpulkan maka akan dapat digambarkan poligan kesetimbangan titik sebagai berikut:
P4 P3

P2

P5 P1

P6

Seharusnya poligon ini menutup, dan P6 ujungnya kembali ke titik awal, akan tetap P6 sedikit melewati titik yang seharusnya. Ini menunjukan terdapat perbedaan antara hasil analitis yang seharusnya dengan hasil percobaan. Pada kesetimbangan titik, semua gaya-gaya yang terjadi pada sebuah titik jika dijumlahkan menurut besar dan arahnya, gayanya akan menghasilkan 0. Tetapi dari pengolahan data yang dilakukan, jumlah gaya yang berkerja pada sumbu-x adalah sebesar -0,2014 dan pada sumbu-y -0,2289, maka Ini menunjukan adanya kesalahan relatif dan dari hasil pengolahan data kesalahan yang didapat dari sumbu x adalah ii.2. Gaya Non Konkuren Pada percobaan gaya non konkuren,, karena terdapat dua titik yang berkerja pada satu sistem, maka yang digunakan untuk mengecek kesetimbangan adalah momen di kedua titik dan sebagai hasil analitis untuk diperbandingkan dengan percobaan digunakan . Karena kedua titik sejajar, maka yang dan sumbu y adalah .

menghasilkan momen hanyalah gaya dalam arah sumbu-y pada gaya.

Setelah diolah, didapatkan

di kedua titik, yaitu pada titik A sebesar -

0,0117Nm dan pada titik B 0,011736 Nm yang menunjukkan adanya kesalahan relatif yang baik pada titik A maupun titik B sebesar 1,17%. iii.3. Analisis Kesalahan Kesalahan relatif yang didapatkan setelah hasil pengolahan data dibandingkan dengan hasil analitis adalah: Gaya konkuren: . Gaya non konkuren:

Kesalahan yang mungkin terjadi saat praktikum dan mempengaruhi keakuratan data yang dikumpulkan adalah: Kesalahan saat pembacaan sudut Ketidak-telitian praktikan dalam mencatat gaya atau ketidak-telitian dalam perhitungan proyeksi gaya dan momennya. Terjadi sumbu x dan sumbu y yang digambar kurang tegak lurus Terjadi senggolan pada tali gaya dan pada saat menggambar garis gaya yang menyebabkan posisi kesetimbangan bergeser. Gesekan pada katrol mempengaruhi nilai beban sebenarnya yang terjadi pada cincin Pada saat mencatat besar beban pada tali, terjadi kesalahan dalam menemukan tali yang bersesuaian, sehingga gaya dan arahnya sebenarnya tidak sesuai. Pada saat menggambar tali beban pada kertas, gambar tali kurang sejajar dengan gaya yang sebenarnya.

VII. KESIMPULAN Pada praktikum mekanika benda padat kali ini maka dapat disimpulkan bahwa : Dari pengolahan data kesetimbangan pada gaya konkuren yang dilakukan diperoleh nilai: dan yang masing masing dan . Dari

memiliki kesalahan relatif sebesar

percobaan tersebut maka praktikan berhasil membuktikan bahwa pada

kesetimbangan titik, besar gaya pada arah sumbu-x dan sumbu-y adalah sama dengan 0 ( ).

Pada pengolahan data kesetimbangan gaya non konkuren, diperoleh nilai dan yaitu dan dengan nilai kesalahan relatif sama . Maka dengan hasil kesalahan relatif

yang diperoleh kecil maka dapat disimpulkan bahwa gaya non-konkuren yang berkerja memenuhi persamaan .

VIII. LAMPIRAN

B. GAYA-GAYA SEJAJAR DAN TEGAK LURUS

I.

Tujuan Percobaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah keseimbangan dapat terwujud ketika gaya-gaya paralel bekerja pada struktur.

II.

Teori Pada pelajaran mengenai keseimbangan terdapat dua kasus khusus yang harus diperhatikan. Kasus pertama sangat umum terjadi dimana semua gaya bekerja paralel dan tidak membentuk poligon gaya. Sebuah meja dengan tiga gaya ke bawah akan diimbangi oleh tiga reaksi ke atas oleh kaki-kaki meja. Keadaan ini dinyatakan dengan satu persamaan yaitu Pv = 0 dan persamaan lebih lanjut bergantung pada penggunaan keseimbangan momen.

GAMBAR A.2 Gaya Paralel yang Bekerja pada Struktur

Kasus kedua terjadi ketika dua buah gaya paralel, sama besar tapi berlawanan arah bekerja pada struktur yang beratnya dapat diabaikan. Kasus ini memenuhi keseimbangan gaya-gaya vertikal ( Pv = 0) tetapi struktur akan berputar kecuali jika diberikan momen tambahan seperti pada gambar (a). Momen tambahan ini diberikan dengan cara ditunjukkan pada gambar (b), dimana sepasang gaya sejajar Pb sama besar dan berlawanan arah bekerja pada struktur.

III. Peralatan a. Alat 1 1. Papan gaya 2. Pasak tengah 3. Pembuat garis 4. Katrol tunggal 5. Katrol ganda 6. Tali 7. Penggantung beban 8. Klip papan 9. Cincin 10. Cincin ganda b. Alat 2 1. Rangka batang warrer dan pengimbang 2. Reaksi batang N dan pengimbang 3. Reaksi circular dan pengimbang 4. Tempat pengait tali sambungan

IV. Cara Kerja 1. Melepas pasak dan memasang kertas pada papan bidang gaya lalu memasang kembali pasak melalui lubang yang tersedia 2. Mengambil salah satu rangka batang dan meletakkannya pada lubang pusat gravitasi di atas pasak tengah papan gaya 3. Memasang tali di lokasi reaksi perletakkan gaya pada katrol 4. Menggunakan dua katrol ganda sevara vertikal di atas setiap ujung rangka batang untuk mengetahui reaksi dan gantung beban langsung dari bawah rangka batang pada lubang yang telah tersedia. Penggantung beban pun ikut dihitung sebagai bagian dari keseluruhan beban sedangkan tali penggantung diabaikan beratnya. 5. Menggantungkan beban ke rangka batang dan menambahkan beban ke setiap tali pengimbang reaksi sehingga: (a) Rangka batang horizontal (b) Lubang pusat gravitasi berada tepat di tengah pasak tengah Pada kondisi ini rangka batang akan seimbang, mengambang bebas akibat reaksi vertikal dan gaya yang bekerja padanya. 6. Membaca dan mencatat beban total termasuk penggantung dan reaksinya

V. Pengolahan Data

P1 = 0,9 N P2 = 0,9 N

P3 = 1,2 N

Hasil Percobaan:

Hasil Teoritis:

=0

=0

(terbukti)
| | | | | |

Kesalahan Relatif

Kesalahan Relatif Va = Kesalahan Relatif Vb =

VI. Analisa i. Analisa Percobaan Percobaan ini diawali dengan memasang rangka batang yang terbuat dari plastik di tengah-tengah papan gaya yang dihubungkan dengan dua tali beban pada katrol ganda di sisi atas papan gaya. Kemudian rangka batang tersebut diberi beban dengan besar yang sudah ditentukan, dan praktikan menambah beban pada kedua tali beban sampai rangka batang seimbang. Rangka batang dikatakan seimbang apabila pada lubang tempat rangka batang disangkutkan pada paku dan paku tersebut sudah berada tepat di tengah-tengah. Setelah itu praktikan mencatat besarnya beban dan berat yang menimpa rangka batang tersebut. ii. Analisa Hasil Dari hasil percobaan didapatkan reaksi perletakan , dan dengan perhitungan didapatkan reaksi perletakan dan dan

. Seharusnya hasil pada percobaan sesuai dengan hasil secara teoritis, maka ini menunjukan adanya kesalahan relatif pada percobaan ini. iii. Analisa Kesalahan Setelah dibandingkan dengan hasil teoritis, didapatkan kesalahan relatif untuk masing-masing perletakkan dan dan kesalahan-

kesalahan yang mungkin terjadi dan mempengaruhi data hasil percobaan adalah:

Kesalahan Alat, karena alat sudah berkali kali digunakan, maka memungkin katrol mengalami kerusakan yang menyebabkan rangka batang berubah posisi. Kesalahan Praktikan, karena kekurang telitian praktikan saat mencatat gaya ataupun dalam proses penghitungan Gesekan pada katrol mempengaruhi besarnya beban yang berkerja pada rangka batang Praktikan salah menentukan keadaan setimbang dari rangka batang

VII.

Kesimpulan Perhitungan yang dilakukan dengan rumus dan secara tidak

langsung membuktikan bahwa kesetimbangan memang berlaku dan memiliki kondisi-kondisi yang memenuhi rumus tersebut. Setelah dibandingkan dengan hasil percobaan terdapat kesalahan relatif sebanyak 33,3 % sehingga dapat disimpulkan bahwa percobaan ini cukup membuktikan bahwa pada gaya-gaya paralel yang berkerja pada suatu struktur, berlaku kesetimbangan karena adanya reaksi yang menyeimbangkan gaya-gaya beban dan berlaku .

VIII. Referensi 1. Hibbeler, R.C. Engineering Mechanics: Statics. Prenhallindo.1998. Jakarta. 2. Pedoman Praktikum Mekanika Benda Padat. Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil.

IX.

Lampiran