Anda di halaman 1dari 2

TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala bervariasi tergantung kuman penyebab, usia pasien, status imunologis pasien,

dan beratnya penyakit. Manifestsi klinis bisa sangat berbeda dan bahkan pada neonatus mungkin tanpa gejala. Gejala dan tanda pneumonia meliputi gejala infeksi pada umumnya demam, menggigil, sefalgia, rewel, dan gelisah. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan gastrointestinal seperti muntah, kembung, diare, atau sakit perut. Walaupun tanda pulmonal paling penting, namun mungkin tanda-tanda itu tidak muncul sejak awitan penyakit. Nafas cuping hidung (neonetus), takipneu, dipsneu, dan apneu serta otot bantu nafas interkosta dan abdominal mungkin dapat digunakan. Batuk umumnya dijumpai pada anak besar, tapi pada neonatus bisa tanpa batuk. Tanda pada pneumonia berupa retraksi (penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernafas bersama dengan peningkatan frekuensi nafas), perkusi redup, fremitus melemah, suara nafas melemah dan ronkhi. Frekwensi nafas merupakan indeks paling sensitif untuk mengetahui beratnya penyakit. Hal ini digunakan untuk mendukung diagnosis dan memantau tatalaksana. Pengukuran frekwensi nafas dilakukan dalam keadaan anak tenang atau tidur. Perkusi thorak tidak bernilai diagnostik karena umumnya kelainan patologisnya menyebar. Suara redup pada perkusi biasanya karena adanya efusi pleura. WHO menetapkan kriteria takipneu berdasarkan usia, sebagai berikut : 1. usia kurang dari 2 bulan 2. usia 2 bulan -1 tahun 3. usia 1 5 tahun : 60 kali per menit : 50 kali per menit : 40 kali per menit

Suara nafas yang melemah seringkali ditemukan pada auskultasi. Ronkhi basah halus khas untuk pasien yang lebih besar, mungkin tidak terdengar pada bayi. Pada bayi dan anak kecil karena kecilnya volume thorak biasanya suara nafas saling berbaur dan sulit diidentifikasi.

DAFTAR PUSTAKA Supriyatno, Bambang. 2006. Infeksi Respiratorik Bawah Akut pada Anak Jurnal Sari Pediatri, Vol.8 hal. 100 106. Jakarta : Divisi Respirologi Departemen IKA FKUI/RSCM.