Anda di halaman 1dari 19

Pelayanan Kesehatan Menurut pendapat Hodgetts dan Cassio (1983) ada dua macam jenis pelayanan kesehatan. 1.

Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat yang teramsuk dalam kelompok pelayanan kesehatan masyarakat (public health service) ditandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya secara bersama-sama dalam satu organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, serta sasarannya terutama untuk kelompok dan masyarakat. 2. Pelayanan kedokteran Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam pelayanan kedokteran (medical service) ditandai dengan cara pengorganisasin yang bersifat sendiri (solo practice) atau secara bersama-sama dalam organisasi (instutution), tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit yang memulihkan kesehatan, serta sasarannya terutama untuk perseorangan dan keluarga. Menurut (Leavel & Clark, 1953) bentuk pelayanan kesehatan dan perbedaan pelayanan kesehatan yang secara sederhana dapat dilihat pada figur 2.2 dan tabel 2.3 :
Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Masyarakat (public health services)

Pelayanan Kedokteran (medical services)

Figur 2.2 pembagian pelayanan kesehatan

Pelayanan Kesehatan

Masalah Kesehatan masyarakat

Masalah kedokteran

Rujukan kesehatan

Rujukan medik

Teknologi

Sarana

Operasional

Penderita

Pengetahuan

Bahan-bahan laboraturium

Figur 2.3 rujukan pelayanan kesehatan Tabel 2.4 perbedaan pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kedokteran
Pelayanan kesehatan masyarakat 1. Tenaga pelaksanananya terutama ahli kesehatan masyarakat 2. Perhatian utamanya pada pencegahan penyakit 3. Sasaran utamanya adalah masayarakat secara keseluruhan 4. 5. Selalu berupaya mencari cara yang efisien Dapat menarik perhatian masyarakat, misalnya dengan penyuluhan kesehatan 4. 5. 3. 2. 1. Pelayanan kedokteran Tenaga pelaksanananya terutama para dokter Perhatian utamanya pada penyembuhan penyakit Sasaran utamanya adalah perseorangan dan keluarga Kurang memperhatikan efisiensi Tidak menarik perhatian masyarakat, karena bertentangan dengan etika kedokteran 6. Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan undang-undang 7. 8. Penghasilan beruapa gaji dan pemerintah Bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat 9. Dapat memonopoli upaya kesehatan 9. 7. 8. Penghasilan diperoleh dari imbal jasa Bertanggung jawab hanya kepada penderita Tidak dapat monopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan 10. Mengahadapi berbagai persoalan kepemimpinan 10. Masakah administrasi amat sederhana 6. Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat dengan undang-undang

Syarat pokok pelayanan kesehatan Suatu pelayanan kesehatan dikatakan baik apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini : 1. Tersedia (available) dan berkesinambungan (continous). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak sulit ditemukan, serta keberadaannya dalam masyarakat adalah pada setiap saat yang dibutuhkan. 2. Dapat diterima (acceptable) yang bersifat wajar (appropriate). Artinya pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan adat istiadat kebudayaan, keyakinan, kepercayaan masyarakat dan bersifat tidak wajar bukanlah suatu pelayanan kesehatan yang wajar. 3. Mudah dicapai (accessible). Ketercapaian yang dimaksudkan disini terutamadari sudut lokasi. Dengan demikian, untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, maka pengaturan distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan yang teralalu terkonsentrasi di daerh perkotaan saja dan itu tidak ditemukan di daerah pedesaan bukanlah pelayanan kesehatan yang baik. 4. Mudah dijangkau (affordable). Keterjangkauan yang dimaksud adalah terutam dari sudut biaya. Untuk dapat mewujudkan keaadaan seperti ini, harus diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuanekonomi masyrakat. Pelayanan kesehatan yang mahal dan karena itu hanya mungkin dinikmati oleh sebagaian kecil masyarakat saja, bukanlah pelayanan kesehatan yang baik. 5. Bermutu (quality), mutu yang dimaksud disini adalah yang merujuk pada tingkat kesempurnaan. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah ditetapkan.

Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia meliputi pelayanan rujukan ; 1. Pelayanan kesehatan dasar Pada umumnya pelayanan dasar dilaksanakn di puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, dan pelayanan lainnya di wilayah kerja puskesmas selain rumah sakit. 2. Pelayanan kesehatan rujukan Pada umumnya dilaksanakan dirumah sakit. Pelayanan keperawatan diperlukan baik dalam pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatan rujukan.

Sistem rujukan (referal system) Di Negara Indonesia sistem rujukan telah dirumuskan dalam SK. Menteri Kesehatan RI No. 32 Tahun 1972, yaitu suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terahdap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepad unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti anatra unit-unit yang setingkat kemampuannya. Macam rujukan yang berlaku di Indonesia telah ditentukan dua macam dalam system kesehatan nasional. 1. Rujukan kesehatan Rujukan kesehatan pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kesehatan masyarakat (public helath services). Rujukan ini dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan. Ada tiga macam, yaitu : rujukan teknologi, rujukan sarana, dan rujukan operasional. 2. Rujukan medis Pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kedokteran (medical services). Rujukan itu terutama dikaitakan dengan uapaya penyembuhan penyakit. Ada tiga macam rujukan yaitu : (1) rujukan penderita; (2)

rujukan pengetahuan, dan (3) rujukan bahan-bahan pemeriksaan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada figur 2.3.

Manfaat sistem rujukan ditinjau dari unsur pembentukan pelayanan kesehatan . 1. Dari sudut pemerintah sebagai penentu kebijakan (policy maker) Membantu penghematan dana karena tidak perlu menyediakan berbagai macam peralatan kedokteran pada setiap sarana kesehatan. Memperjelas sistem pelayanana kesehatan karena terdapat hubungan kerja antara berbagai saran kesehatan yang tersedia. 2. Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan (health consumer) Meringankan biaya pengobatan karena dapat dihindari

pemeriksaan yang sama secara berulang-ulang. Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan karena telah diketahui dengan jelas fungsi da wewenang setiap saran pelayanan kesehatan. 3. Dari sudut kalangan kesehatan sebagai penyelenggaraan pelayanan kesehatan (healtrh provider) Memperjelas jenjang karier tenaga kesehatan dengan berbagai akibat lainnya seperti semngat kerja, ketekunan dan dedikasi Membantu peningkatan penegetahuan dan keterampilan, yaitu kerja sama yang terjalin Memudahkan atau meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban tertentu.

Masalah pelayanan kesehatan Berkembangnnya Ilmu pengetahuan dan teknologi akan berdampak pada perubahan dalam pelayanan kesehatan. Di satu pihak mendatangkan banyak keuntungan, yaitu meningkatkan mutu pelayanan yang dapat dilihat dari indikator

menurunnya angka kesakitan, kecacatan, kematian serta meningktanya usia harapan hidup rata-rata. Akan tetapi, di pihak lain perubahan tersebut juga mendatangkan bvanyak permasalahan diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Fragmented health services (berkotak-kotaknya pelayanan kesehatan) Timbulnya perkotakan dalam pelayanan kesehatan erta hubungannya dengan munculnya spesialisasi dan subspesialisasi dalam pelayanan kesehatan. Dampak negative yang ditimbulkan adalah menyulitkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang apabila berkelanjtan pada gilirannya akan menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. 2. Berubahnya sifat pelayanan kesehatan Muncul akibat pelayanan kesehatan yang bekotak-kotak, yang

pengaruhnya terutama ditemukan pada hubungan dokter dengan klien. Sebagai akibatnya muncul spesialisasi dan subspesialisasi, sehingga menyebabkan perhatiannya penyelenggara pelayanan kesehatan tidak dapat lagi diberika secara menyeluruh. Perhatian tersebut hanya tertuju pada keluhan dan atau organ tubuh yang sakit saja.

Perubahan sifat pelayanan kesehatan makin bertambah nyata, ketika diketahui bahwa saat ini telah banyak dipergunakan berbagai alat kedokteran canggih, kemudia muncul ketergantungan terhadap berbagi peralatan tersebut, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif yang merugikan. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang dirasakan : 1. Makin rengganya hubungan anatara petugas kesehatan (tenaga medis, paramedis dan pasien). Telah terjadi tabir pemisah anata dokter dengan klien dan perawat dengan klien akibat dari berbagai peralatan kedokteran yang dipergunakan. 2. Makin mahalnya biaya kesehatan Kondisi seperti ini tentu, akan menyulitkan masyarakat dalam menjangkau pelayana kesehatan.

Stratifikasi Pelayanan Kesehatan Terdapat tiga macam strata pelayanan kesehatan disemua negara, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Primary health services (pelayanan kesehatan tingakat pertama) Meruapakan pelayanan kesehatan yang bersifat pokok atau basic health services, yang sangat dibutuhkan oleh sebagaian besar masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Umumnya bersifat rawat jalan (ambvulatory/out patienbt services). 2. Secondary health services (pelayanan kesehatan tingakt kedua) Pelayanan kesehatan lebih lanjut yang bersifat rawat inap (in patient services) dan untuk menyelenggarakannya dibutuhkan tenaga-tenaga spesialis. 3. Tertiary helath services (pelayanan kesehatan tingkat ketiga)

Pelayanan kesehatan yang bersifat lebih kompleks umunya diselenggarakan oleh tenaga-tenaga subspesialis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan 1. Pergeseran masyarakat dan konsumen. Hal ini sebagai akibatn dari

peningkatan pengethauan dan kesadaran konsumen terhadap peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dan upaya pengobatan. Sebagai masyarakat yang memiliki pengethauan tentang masalah kesehatan yang meningkat, maka mereka mempunyai kesadaran lebih besar ytang berdampak pada gaya hidup terhadap kesehatan. Akibatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan meningkat. 2. Ilmu pengetahuan dan teknologi baru. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sisi lain terdapat meningkatkan pelayanan kesehatan karena adanya peralatan kedokteran yang lebih canggih dan memadai, namun disisi lain kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi juga berdampak pada beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :

Dibutuhkan tenaga kesehatan profesional akibat pengetahuan dan peralatan yang lebih modern. Melambungnnya biaya kesehatan Meningkatnya biaya pelayanan kesehatan.

3. Isu legal dan etik. Sebagai masyarakat yang sadar terhadap haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan, isu etik dan hukum semakin meningkat ketika masyarakat menerima pelayanan kesehatan. Disatu pihak petugas kesehatan yang memberikan pelayanan memuaskan akibat meningkatnya jumlah konsumen, dilain pihak konsumen memiliki pengertian yang lebih baik mengenai masalah kesehatannya. Pemberian pelayanan kesehatan yang kurang baik memuaskan dan kurang manusiawi atau tidak sesuai dengan harapan, maka persoalan atau dilema hukum dan etik akan semakin meningkat. 4. Ekonomi. Pelayanan kesehatan yang sesuai dengan harapan barangkali hanya dapat dirasakan oleh otang-orang tertentu yang mempunyai kemampauan untuk memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, namunbagi klien dengan status ekonomi yang rendah tidak akan mamapu mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna karena tidak mampu menjangkau biaya pelayanan kesehatan. Akibatnya, masyarakat enggan untuk mencari fasilitas pengobatan, penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan menurun akibat biaya pelayanan yang tinggi dan tidak ada jaminan bagi maysrakat yang tidak mempunyai pekerjaan. 5. Politik. Kebijakan pemerintah dalam sisten pelayanan kesehatan akan berpengarug pada kebijakan pelayanan kesehatan yang diberikan dan siapa yang menanggung biaya pelayanan kesehatan. Saat ini yang menjadi kabar baik bagi masyarakat kurang mampu adalah adanya kebijakan di tiap-tiap kabupaten untuk memberikan pengobatan gratis dipusat pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, jangan sampai kebijakan pengobatan gratis tersebut mengurangi mutu dari pelayanan ksehatan yang ujung-ujungnya karena tidak mendapat keuntungan dari program tersebut.

Rumah Sehat Berikut ini akan dijelskan mengenai rumah sakit.

Pendahuluan Dengan berkembangannya zaman, berkembang pula kebutuhan perumahan yang layak dan cukup memadai dan cukup memadai untuk hidup secara sehat dan sejahtera. Rumah, selain berfungsi untuk tempat tinggal juga memiliki arti sosial yang sangat menonjol. Bentuk dan keadaan serta letak rumah dapat menentukan sttus sosial bagi pemiliknya. Kemampuan ekonomi yang rendah sangat mewarnai wajah perumahan secara umum, termasuk pengaruhnya terhadap keserasian tata lingkungan. Lingkungan pemukiman penduduk yang memenuhi syrat-syarat kesehatan perlu dikembangakan dan ditingkatkan mutunya. Kebutuhan perumahan yang ideal di Indonesia terus meningkat sesuai dengan pertambahan penduduk. Rumah idela adalh rumah yang layak huni oleh anggota rumah tangga dan memenuhi syaratsyaratnya. Misalnya rumah yang layak dipandang dari segi teknis, sosial, lingkungan dan kesehatan. Persyaratan utam dari segi teknis adalah setiap rumah dapat menjamin penghuninya dari bencana alam maupun ketahanan yang diperlukan agar rumah tidak gampang rusak. Rumah yang kuat memiliki bahanbahan yang bermutu untuk menjamin penghuninya agar hidup secara aman dan sehat. Dri segi sosial, perumahan yang layak adalah perumahan yang tidak melanggar penaatan pemerintah. Perumahan yang berupa gubuk-gubuk liar dan perkampungan yang tidak memenuhi syarat perencanaan kota dapat berpengaruh terhadap fasilitas perkotaan. Umumnya, gubuk-gubuk liar itu dibangundi daerah perkotaan, sehingga mempengaruhi fasilitas perkotan seperti pembuangan air, sampah, arus lalu lintas, penerangan listrik, air minum bersih, dan sebagainya. Dari segi lingkungan, perumahan harus menajamin lingkungan yang baik dan teratur. Dengan slin menjamin lingkungan masing-masingdari berbagai aspek sosial budaya, maka lingkungan perumahanakan menjadi lingkungan yang layak untuk dihuni manusia. Ketertiban dn kehidupan yang bergorong royong

merupakan lingkungn yang ideal untuk masyarakat kita. Dari segi kesehatan

sekitar, perumahan yang layak harus terjaga kesehatannya. Misalnya, pembuangan air dan sampah perumahan tersebut selalu diperhatikan oleh penghuninya, sehingga menjamin kesehatan lingkungan sekitarnya.

Pengertian Rumah Sehat Secara umum yang dimaksud dengan rumah sehat adalah sebuah rumah yang dekat dengan air bersih, berjarak lebih dari 100 meter dari tempat pembuangan sampah, dekat dengan sarana pembersihan, serta berada di tempat di mana air hujan dan air kotor tidak menggenang.

Persyaratan umum rumah sehat Berdasarkan hasil rumusan yang dikeluarkan oleh APHA di Amerika, rumah sehat adalah rumah yang mmenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiologis 2. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikologis 3. Dapat terhindar dari penyakit menular 4. Terhindar dri kecelakaan-kecelakaan.

Jika diteliti lebih lanjut, persyaratan yang diuraikan di atas adalah sama dengan persyaratan seperti yang disebutkan sebagai berikut ini :

Persyaratan letak rumah Letak rumah yang baik dapat menghindarkan penghuninya dari bahaya timbulnya penyakit menular, kecelakaandan kemungkinan gangguan-gangguan lainnya. Persyaratan letk rumah merupakan persyaratan pertama dari sebuah rumah sehat. Berikut ini adalh pertimbangan memilih letak rumah : 1. Permukaan tanah dan lapisan bawah tanah (soil dan subsoil), tanah rendah yang sering digenangi banjir sudah jelas tidak baik menjadi tempatnya perumahan yang permanen. Tanah berbatu karang biasanya lembab dan dingin, karena air pada waktu hujan tidak bisa meresap kedalam tanah. Akan tetapi, dengan konstruksi yang baik (lantai yang kedap air) rumah

dengan kondisi tersebut bisa digunakan tanpa ada gangguan. Apalagi bila dilengkapi dengan drainase yang baik. 2. Hadap rumah (dalam hubungannya dengan matahari, arah angin, dan lapangan terbuka). Dibelahan bumi sebelah utara misalnya, kamar-kamar yang terletak di sebelah utar akan menerima sinar matahari lebih sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya dapur dan ruang tempat menyimpan makanan terletak di bagian utara rumah.

Persyaratan Fisik Persyaratan fisik meliputi konstruksi dan luas bangunan. Kosntruksi rumah harus baik dan kuat, sehingga dapt mencagah kemungkinan terjadinya kelembapan dan mudah dieprbaiki bila ada kerusakan. Persyaratan fisik menyangkut konstruksi rumah. Berdasarkan pengalaman-pengalaman

sebelumnya, setiap orang merasa perlu untuk membuat fondasi yang kokoh supaya konstruksinya kuat. Tipe fondasi bermacam-macam bergantung pada berat dari rumah atau gedung yang akan dibangun dan keadaan bawah tanah (subsoil). Subsoilyang berbatu-batu atau kerikil akan dapat menahan beban yang berat, tetapi subsoil yang terdiri atas tanah liat, kekuatan menahan bebannya tidak tetap. Kekuatannya bisa bertambah dan bisa pula menurun, bergantung pada keadaan peresapan artinya airnya yang juga berubvah-ubah mengikuti perubahan keadaan musim. Fondasi yng tidak sesuai akan mengakibatkan rumah yang diatasnya bisa rontok. Ada tiga cara dalam membuat fondasi : (1) membuat parit-parit yang diisi dengan adukan semen; (2) membuat semacam rakit dengan adukan semen yang konkret; dan (3) membangun tiang-tiang/pilar-pilar dari besi beton. Luas bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah, luas lantai banguanan disesuaikan dengan penghuninya. Luas bangunan yang tak sebanding dengan jumlah penghuni akan mengakibatkan sesak, kurang bebas, dan kan menyebabkan tidak sehat. Jika salah satu anggota keluarga ada yang menderita penyakit infeksi menular, maka kurangnya suplay oksigen dapat memudahkan terjadinya penularan penyakit. Luas bangunan yang optimum adalah 2,5-3m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga).

Persyaratan Fisiologis Rumah sehat harus dipenuhi criteria ventilasi yang baik, pencahayan yang cukup terhindar dari kebisingan dan adanya lapangan rekreasi, terutama untuk anak-anak bermain : 1. Ventilasi Ventilasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, rumah sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga udara segar dapat masuk ke dalam rumah secara bebas, sehingga asap dan udara kotor dapat hilang secara cepat. Hal ini dapat dicapai dengan menempatkan pintu dan jendela dalam posisi yang tepat, sehi8ngga udra dapat masuk ke dalam kamarkamar dan ruangan-ruangan lain di dalam rumah. Fungsi ventilasi adalah : (a) menjaga agar aliran udara di dalam rumah tetap segar; (b) membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri pathogen Karena aliran udara yang terus menerus; (c) menjga ruangan agar kelembaban (humudity) dapat terjaga secara optimal. Ada dua macam ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi buatan. Aliran udara dalam ruangan pada ventilasi alamiah terjadi secara alami melalui jendela, pintu, lubang-lubang dinding, angin-angin, dan sebagainya. Sedangkan pada ventilasi buatatn aliran udara terjadi karena adanya alat-alat khusus untuk mengalirkan udara seperti mesin pengisap (AC) dan kipas angin. 2. Pencahayaan Sebuah rumah dapat dikatakan sebagai rumah yang sehat apabila memeiliki pencahayaan yang cukup. Hal ini dikarenakan cahaya mempunyai sifat dapat membunuh bakteri atau kuman yang masuk kedalam rumah. Selain itu, yng perlu diperhatikan dalam pencahayaanakan menimbulkan beberapa akibat cahaya itu. Kurangnya pencahayaan akan menimbulkan beberapa akibat pada mata, kenyamanan sekaligus produktivitas seseorang. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pencahayaan yang cukup dalam sebuah rumah sangat mempengaruhi kesehatan orang-orang yang ada didalamnya.ada dua macam cahaya, yaitu cahaya alamiah dan cahaya buatan. Cahaya alamiah merupakan cahaya

langsung berasal dari sumber cahaya matahari. Cahaya alamiah merupakan cahaya langsung berasal dari sumber cahaya matahari. Cahaya ini sangat penting sebab bermanfaat selain untuk penerangan secara alami, tidak perlu mengelurkan biaya, dan berfungsi membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya basil TBC. Idealnya, cahaya masuk luasnya sekurang-kurangnya adalah 15-20% dari luas lantai yang terdapat di dalam ruangan rumah. Cahaya buatan merupakan cahaya yang bersumber dari listrik, lampu, api, lampu minyak tanah, dan sebagainya. 3. Kebisingan Saat ini pengaruh kebisingan mulai diperhatikan oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dan

kenyamananseseorang. Apalagi kalau datangnya tiba-tiba seperti letusan sangat menggangu kehidupan. Orang yang memiliki penyakit jantung dapat meninggal seketika karena adanya letusan tersebut. Rumah sehat adalah sebuah rumah yang bisa terhindar dari kebisingan/letaknya jauh dari sumber kebisingan.

Persyaratan Psikologis Rumah sehat harus memiliki pembagian ruangan yang baik, penataan perabot yang rapi, tidak over crowding dan sebagainya. Persyaratan psikologis, over crowding. over crowding menimbulkan efek-efek negative terhadap

kesehtan fisik, mentl maupun moral. Penyebaran penyakit-penyakit menular dirumah yang padat penghuninya cepat terjadi. Selain itu, si daerah seperti ini, kesibukan dan kebisingan akan meningkat, yang kana menimbulkan gangguan terhadap ketenangan, baik individu, keluarga, maupun keseluruhan masyarakat sekitarnya. Selain itu, ketenangan dan kerahasiaan (privacy) setiap individu tidak akan terjamin dan akan mengakibatkan akses-akses menurunny moral. Undangundang perumahan di beberapa Negara maju member wewenang kepada pemerintah untuk menanggulangi masalah seperti ini. Rumah tempat tinggal dinyatakan over crowding bila jumlah orang yang tidur di rumah menunjukkkan hal-hal sebagai berikut. tersebut

1. Dua individu dari jenis kelamin yang berbeda dan berumur diatas 10 tahun dan bukan berstatus sebagi suami istri, tidur didalam satu kamar. 2. Jumlah orang di dalam rumah dibandingkan dengan luas lantai telah melebihi ketentuan yang telah ditetapkan. Rumah sehat adalah sebuah rumah yang tidak over crowding. Ketenangan dan kenyamanan setiap oarng bisa terganggu jika tempat tingggal atau rumahnya termasuk golongan over crowding.

Kelengkapan fasilitas-fasilitas sanitasi untuk menciptakan rumah yng higienis Fasilitas-fasilitas sanitasi, sebuah rumah sehat harus memiliki fasilitasfasilitas sanitasi yang baik atau memadai, seperti pembuangan kotoran, pembuangan sampah, penyediaan air keperluan rumah tangga, tempat pengolahan, dan penyimpanan makanan yang higienis atau bersih.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah Tingkat kemampuan ekonomi Individu jika ingin membangun suatu rumah tentunya akan mengukur tingkat kemampuan ekonominya, trutama menyangkut kesiapan financial. Bagi masyarakat desa terkadang persoalan tidak serumit diperkotaan, dimana tanah yang akan dipergunakan untuk membangun suatu perumahan tidak semahal di kota, bahan-bahan yang kana dipergunakan dapat memanfaatkan sarana yang ada seperti bamboo, kayu, atau atap bisa dibuat dari daun, alang-alang, daun lontar, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut didesa relative masih mudah didapat dan murah, namun dikot persoalannya akan berbeda. Hal-hal yang perlu menajdi perhatian tiap-tiap individu dalam masyarakat yang akan membangun rumah adalah membangun rumah tidak hanya sekedar mendirikan saja, tetapi bagaimana perawatan rumh tersebut sehingga dapat diepergunakan dalam waktu yang cukup lama bahkan dapat dinikmati oleh anak cucunya.

Faktor alam (Lingkungan) Lingkuang yang dimaksud termasuk lingkungan fisik, biologis maupun social. Hal ini menyangkut bagaimana kondisi lingkungan alan dan social di sekitar kita, membangun rumah di daerah yang rawan banjir harus diperhatikan letak lokasi tnah diupayakan agar sebelum dibangun ketinggian tanah harus diperkirakan agar disaat musim penghujan tidak kebanjiran. Membangun rumah di daerah dekat rawan longsir dan daerah rawan gempa bahan yang dipergunakan harus ringan, namun kokoh. Rumah daerah dingin, panas, pegunungan, pantai, kota dan desa akan mempunyai karakteristik tersendiri dan perlu desain yang berbeda-beda. Rumah dekat dengan hutan bisa dibuat sedemikian rupa dengan membuat tangga yang tinggi agar binatang buas dan ular tidak dapat naik.

Kemajuan Teknologi Saat ini teknologi perumahan sufah begitu modern, namun rumah modern belum tentu sesuai dengan selera individu di msyrakat. Teknologi modern selkain membutuhkan biaya dan perwatan yang mahal juga diperlukan pengetahun yang cukup agar mengerti tentang teknologi tersebut. Bagaimana pun masyarakat telah memiliki teknologiperumahan yang telah diwarisi dari orang tuanya. Oleh karena itu, penerapan teknologi yang tepat guna harus dipertahankan sedangkan kekurangan-kekurangan yang ada dimodifikasi, sehingga dapat memenuhi persyaratan rumah sehat yng telh diterapkan. Teknologi yang tinggi jik diterapkan di daerah tertentu belum tentu sesuai. Membangun rumah dengan pilar-pilar yang tinggi, bahan dari batu bata, rumah kaca, desain kamar tertutup, ventilasi, dan jendela diganti dengan AC hal ini jika diterapkan di desa belum tentu sesuai sebab udara di desa masih segar, rumah masih belum begitu padat, dan pencahayaan masih bagus.

Peraturan pemerintah menyangkut tata guna bangunan Peraturan pemrinth terkait tata guna bangunan jika tidak dibuat secar tegas dan jelas dapt menyebabkab gangguan ekosistem seperti banjir, pemukiman

kumuh, dan lain-lain. Saat ini di kota-kota besr hal ini sudah menjid problem yng kompleks. Namun jika di pedesaan hal ini belum menjadi masalah yang serius.

Standar rumah sehat Pada dasarnya rumah yang baik dan pantas untuk dihuni harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : bebas dari kegelapan; mudah diadakn perbaikan ; mempunyai cukup akomodasi dan fasilitass untuk mencuci, mandi dan buang kotoran; serta mempunyai fasilitas yang cukup untuk menyimpan, meracik, dan memasak makanan. Pada tahun 1946 di Inggris ada sebua sub committee on standards of fitness for habitation yang meuat rekomendasi terhadap rumah yang akan diambil, anata lain sebagai berikut : 1. Dalam segala hal harus kering 2. Dalam keadaan hal harus diperbaiki 3. Tiap kamar mempunyai lampu dan lubang ventilasi 4. Mempunyai persendiaan air yang cukup untuk segala keperluan rumah tangga 5. Mempunyai kamar mandi 6. Mempunyai tempat/kamar cuci, dengan pembuangan air limbah yang baik. 7. Mempunyai sistem drainase yang baik. 8. Mempunyai jamban yang memenuhi syaratkesehatan (di dalam atau I luar). 9. Cukup fasilitas untuk menyimpan, meracik, dan memasak makanan. 10. Tempat menyimpan makanan harus mempunyai ventilasi yang baik 11. Jalan masuk ke rumah yang baik 12. Mempunyai fasilitas alat pemanas/pendingin di kamar. 13. Setiap kamar mempunyai titik lampu yang cukup

Sedangkan

Committee

on

The

Hygiene

of

Housing

di Amerikamenetapkan sebuah daftar tentang prinsip-prinsip dasar yang harus dipertimbangkan sehubungan dengan rumah yang sehat, untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial penghuninya.

1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis a. Mempertahankan temperatur lingkungan untuk menjaga keseimbangan pengeluaran panas tubuh b. Membuat ketentuan-ketentuan tentang kadar pengotoran udara yang diperkenankan oleh bahan-bahan kimiawi c. Ketentuan tentang iluminasi cahaya siang yang cukup, tapi terhindar dari penyilauan d. Ketentuan tentang direct sunlight yang diperkenankan e. Ketentuan tentang cahaya buatan yang kucup baik f. Perlindungan terhadap keributan yang berlebihan g. Adanya lapangan terbuka untuk berolahraga, rekreasi dan tempat anakanak bermain 2. Kebutuhan-kebutuhan psikologis dapat berupa: a. Ketentuan-ketentuan tentang privasi yang cukup bagi setiap individu b. Kebebasan dan kesempatan bagi setiap keluarga yang normal c. Kebebasan dan kesempatan hidup bermasyarakat d. Fasilitas-fasilitas yang memungkinkan pelaksanaan pekerjaan-

pekerjaan tanpa menyebabkan kelelahan fisik dan mental e. Fasilitas-fasilitas untuk mempertahankan kebersihan rumah dan lingkungan f. Ketentuan tentang kenyamanan di rumah dan sekitarnya g. Membuat indeks standar sosial dari setiap masyarakat secara lokal 3. Perlindungan terhadap penularan penyakit a. Penyediaan air yang sehat bagi setiap rumah b. Ketentuan tentang perlindungan air minum dari pencemaran c. Ketentuan tentang fasilitas pembuangan kotoran (jamban) untuk mengurangi bahaya penyebaran penyakit d. Melindungi interior rumah terhadap sewage contamination e. Menghindarkan insanitary condition di sekitar rumah f. Menyediakan fsilitas-fasilitas untuk menyimpan susu dan makanan segar jangan mudah membusuk

g. Ketentuan tentang space di kamar tidur, untuk menghindarkan terjadinya kontrak infeksi h. Menghindarkan adanya sarang tikus dan kutu busuk dalam rumah yang bisa menularkan penyakit

4. Perlindungan terhadap kebakaran a. Membuat konstruksi rumah yang kokoh untuk menghindari bangunan ambruk b. Menghindari bahaya kecelakaan c. Mencegah kemungkinan terjadinya jatuh dan kecelakaan mekanis lainnya d. Perlindungan terhadap electrical shok e. Perlindungan terhadap bahaya keracunan oleh gas f. Menghindarkan bahaya-bahaya lalu lintas kendaraan.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, usaha-usaha yang dijalankan di antaranya dan dengan memperlambat dengan kemunduran/kemerosotan pengertian mencegah

perumahan

lingkungannya,

terbentuknya daerah slum baru, melakukan rehabilitasi terhadap perumahan-perumahan yang substandar, membangun perumahanperumahan baru untuk menampung pertambahan penduduk, serta juga menampung mereka yang rumahnya digusur. Masalah perumahan akan melibatkan berbagai departemen. Setelah berdiri dan dihuni, maka pengawasannya diserahkan kepada departemen kesehatan dengan aparat-aparatnya di daerah. Kontrobusi dinas kesehatan dalam masalah ini adalah memberikan penyuluhan agar masyarakat menerima ketgentuan-ketentuan tentang standar perumahan, berpartisipasi dalam pembuatan dan pelaksanaan undang-undang/peraturan-peraturan

tentang perumahan, memeriksa kualitas perumahan yang ada, mengawasi dan memberikan pedoman-pedoman terhadap

pembangunan perumahan-perumahan baru dengan membuat zoning

city planning, menerbitkan surat-surat izin tentang higiene perumahan secara menyeluruh.