Anda di halaman 1dari 1

Varnish Setelah dilakukan tahap finishing pada restorasi Glass Ionomer Cement, restorasi harus dilapisi lagi dengan

bahan pelindung karena tepi semen yang terbuka akibat baru saja dirapikan masih peka terhadap lingkungan dan mudah terkontaminasi oleh saliva dan udara. Apabila tidak dilakukan prosedur perlindungan untuk semen yang sedang mengeras, maka pada akhirnya akan terjadi permukaan yang mengapur atau kasar. Restorasi glass ionomer cement juga rentan terhadap pelepasan dan penyerapan air. Untuk mengatasi hal tersebut, glass ionomer harus dilindungi agar tidak berkontak dengan air liur yaitu dengan cara memasang cotton roll, saliva suction, rubber dam atau dapat pula digunakan teknik pelapisan bahan tambal menggunakan bahan pelapis seperti varnish. (Anusavice, Kenneth J. 2003. Philips Science of Dental Material. 11th ed. Elsevier. Missouri) dan (Katsuyama, S. et. Al. Glass Ionomer Dental Cement The Material and Their Clinical Use. St Louis : Ishiyaku Euro America Inc. 1993.) Bahan pelindung varnish terbuat dari isopropyl asetat, aseton, kopolimer dari vinil klorida, dan vinil asetat. Penggunaan varnish pada permukaan tumpatan Glass Ionomer Cement bukan saja bermaksud menghindari kontak dengan saliva, tetapi juga untuk mencegah dehidrasi saat tumpatan tersebut masih dalam proses pengerasan. (Lutfan. Bahan Restorasi, 31 Januari 2011. http://revias-dental.blogspot.com/2011/01/bahan-restorasi.html. Diakses 20 Maret 2013, 05.00 pm)

Varnish sebaiknya digunakan lebih dari satu kali olesan, karena seringkali menghasilkan pinholes (porositas) pada pengolesan pertama. Dengan pengolesan kedua dan seterusnya, porus yang terjadi dapat terisi. (Anusavice, K.J . 2003 Phillips Science of Dental Materials . 11th ed. Philadelphia : W.B. Saunders . 459, 471 2)

salah satu contoh varnish

(http://www.gceurope.com)