Anda di halaman 1dari 3

1. Adapun pembagian cedera kepala antara lain: a.

Cedera Kepala Ringan (CKR) Skor GCS 13-15 Tidak ada kehilangan kesadaran, atau jika ada tidak lebih dari 10 menit. Pasien mengeluh pusing, sakit kepala Ada muntah, ada amnesia retrogad dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologist. b. Cedera Kepala Sedang (CKS) Skor GCS 9-12 Ada pingsan lebih dari 10 menit. Ada sakit kepala, muntah, kejang dan amnesia retrogad. Pemeriksaan neurologis terdapat lelumpuhan saraf dan anggota gerak. c. Cedera Kepala Berat (CKB) Skor GCS <8 Gejalanya serupa dengan CKS, hanya dalam tingkat yang lebih berat. Terjadinya penurunan kesadaran secara progesif. Adanya fraktur tulang tengkorak dan jaringan otak yang terlepas. (Chusid,1991).

2. Jenis jenis trauma kepala/ perdarahan kepala: Berdasarkan letaknya:

a. Perdarahan epidural Pengumpulan darah diantara tengkorak dg duramater. Biasanya berasal dari arteri yg pecah oleh karena ada fraktur atau robekan langsung. Gejala (trias klasik) : 1) Interval lusid 2) Hemiparesis/plegia 3) Pupil anisokor Diagnosis akurat dg CT scan kepala : perdarahan bikonveks atau lentikulerdi daerah epidural. b. Perdarahan intracerebral Terkumpulnya darah secara fokal yg diakibatkan oleh regangan atau rotasional terhadap pembuluh darah intraparenkim otak/ cedera penetrans. Gambaran Khas lesi peradarahan diantara neuron otak yang relatif normal. Tepi bisa tegas/ tidak tergantung apakah ada oedem otak/tidak. Perdarahan intraserebral bisa timbul beberapa hari kemudian monitor dg pem. Tanda vital, pemeriksaan neurologis, bila perlu CT scan ulang. c. Perdarahan subdural Perdrhan yg mengumpul diantra korteks serebri dan duramater regangan dan robekan vena-vena drainase yg tdpt di rongga subdural ant. Permk. Otak dg sinus duramater. Berdsrkan kronologis SDH dibagi mjd : 1) SDH akut : 1- 3 hari pasca trauma. 2) SDH subakut : 4-21 hari pasca trauma. 3) SDH khronis : > 21 hari. gamb. CT scan kepala tdp lesi hiperdens berbentuk bulan sabit yang sering terjadi pada daerah yang berseberangan dengan trauma (Counter Coup)

d. Perdarahan subarachnois Perdarahan fokal di daerah subarahnoid. CT scan terdapat lesi hiperdens yang mengikuti arah girus-girus serebri daerah yang erdekatan dengan hematom. (Harsono,2003). Dapus Chusid. 1991. Neuroanatomi Korelatif dan Neurology Fungsional. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Harsono. 2003. Kapita Selekta Neurologi, Edisi Kedua. Yogyakarta : Gajah Mada University Press,