Anda di halaman 1dari 4

Amelogenesis Imperfekta http://dhika-akg.blogspot.com/2011/04/kesehatan-gigi.

html Amelogenesis Imperfecta (AI) adalah kelainan formasi dari enamel atau permukaan luar gigi permanen yang diturunkan. Karakteristik dari AI terjadi hipokalsifikasi, hipoplasia, atau hipomaturasi yang menyeluruh. Gejala klinis Amelogenesis Imperfekta adalah sebagai berikut : mempunyai gigi yang berwarna abnormal antara putih opaque, kuning, coklat sampai abu-abu. dentin dan pulpa normal, banyak kehilangan enamel. mempunyai resiko tinggi terhadap karies. sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Amelogenesis terbagi atas empat tipe utama yaitu sebagai berikut : Tipe hipoplastik Yaitu kurangnya email yang normal, menyebabkan mahkota gigi-gigi nampak pucat, coklat kekuningan, berlubang-lubang atau beralur. Secara radiografis seluruh gigi lengkap, tetapi mahkota gigi-gigi terlihat sangat tipis atau tidak ada email. Gigi-gigi mirip preparasi mahkota dengan tanda khas ruang interdental yang lebar. Tipe hipomatur Tipe ini mempunyai email yang normal banyaknya, tetapi emailnya lunak dan kurang mineral, karenanya sonde gigi bila ditekan akan melubangi permukaan email. Pada tipe ini, mahkota-mahkota gigi berkontak di interproksimal, tetapi tampak berkapur, kasar, beralur, dan ada perubahan warna. Email mudah patah. Tipe kalsifikasi Pada tipe ini, gigi mempunyai email yang lunak, tetapi hialng jauh leboh cepat dan mengakibatkan terbukanya dentin segera sesudah erupsi. Warna gigi biasanya mempunyai gigi-gigi berwarna madu dengan corak permukaan kasar, gigi-gigi tidak erupsi multipel dan gigitan terbuka interior. Tipe hipoplasia-hopomaturasi dengan tipe taurodontisme Pada tipe ini memperlihatkan gigi-gigi yang kekuning-kuningan dengan bercak-bercak opak, berlubanglubang di servikal, atrisi dan taurodontisme. Kelainan yang menyertai amelogenesis adalah sebagai berikut : Karies

Kegoyangan gigi Deep bite Kehilangan dimensi vertikal Penatalaksanaan kelainan amelogenesis imperfekta adalah sebagai berikut : Gigi goyang stabilisasi dengan splint Deep bite& penurunan dimensi vertical Pembuatan restorasi sementara/ peninggian gigit sampai oklusi normal. Karies & loss enamel yang banyak krn A.I pembuatan restorasi tetap porcelain fused to metal. Penatalaksanaan pada penderita amelogenesis imperfekta adalah sebagai berikut : Dental Health Education (DHE) Kontrol Plak Perbaikan Oral Hygiene Aplikasi Fluoride Perbaikan Kebiasaan Makan dan Kesehatan Rongga Mulut

Hipoplasia enamel Hipoplasia enamel atau sering juga disebut enamel hipoplasia adalah suatu gangguan pada enamel yang ditandai dengan tidak lengkap atau tidak sempurnanya pembentukan enamel. Dapat terjadi pada gigi sulung maupun tetap. Gambaran klinis : Terdapatnya groove, pit dan fisur yang kecil pada permukaan enamel Pada keadaan yang lebih parah dijumpai adanya guratan guratan pit yang dalam,tersusun secara horizontal pada permukaan gigi. Etiologi dari hipoplasia enamel adalah sebagai berikut : Faktor Lokal trauma (misal Turner Teeth) infeksi

radiasi idiopatik Faktor Umum Lingkungan, Herediter

Dentinogenesis Imperfekta Dentinogenesis imperfecta adalah suatu kelainan genetik yang mempengaruhi struktur gigi, akibat terjadi gangguan pada tahap histodiferensiasi pertumbuhan dan perkembangan gigi. Secara umum mahkota gigi pada penderita dentinogenesis imperfecta biasanya mempunyai ukuran yang normal, namun adanya pengerutan pada bagian servikal gigi. Akar gigi terlihat ramping dan pendek. Dentinogenesis imperfecta adalah suatu kelainan genetik yang mempengaruhi struktur gigi, akibat terjadi gangguan pada tahap histodiferensiasi pertumbuhan dan perkembangan gigi. Pada waktu histodiferensiasi, terjadi proses diferensiasi sel, proliferasi, pergeseran dan pematangan sebagai dental organ melalui tahap lonceng dan aposisi. Bagian perifer dari dental organ akan menjadi odontoblas, lapisan ini akan membentuk dentin. Gangguan diferensiasi selsel formatif benih gigi akan menghasilkan struktur email dan dentin yang abnormal. Kegagalan odontoblas berdiferensiasi pada tahap ini akan menghasilkan struktur dentin abnormal, yang dikenal dengan dentinogenesis imperfecta Klasifikasi dari dentinogenesis imperfecta adalah sebagai berikut: 1. Shields tipe I dentinogenesis imperfecta yang terjadi bersamaan dengan osteogenesis imperfecta 2. Shields tipe II dentinogenesis imperfecta yang terjadi tidak bersamaan dengan osteogenesis imperfecta 3. Shields tipe III dentinogenesis imperfecta yang terjadi pada populasi Brandywine di Maryland Selatan, Amerika. Dentinogenesis merupakan proses pembentukan dentin. dentinogenesis imperfecta adalah suatu kelainan genetik yang mempengaruhi struktur kolagen dentin selama embryogenesis terutama pada tahap diferensiasi jaringan dan formasi matriks orgamik. Dentinogenesis imperfecta terjadi gangguan pada tahap histodiferensiasi perkembangan gigi. Selama tahap histodiferensiasi terjadi diferensiasi sel pada dental papilla menjadi odontoblas dan sel epitel email dalam menjadi ameloblas. Histodiferensiasi, terjadi proses diferensiasi sel, proliferasi, pergeseran dan pematangan sebagai dental organ melalui tahap lonceng dan aposisi. Bagian perifer dari dental organ akan menjadi odontoblas, lapisan ini akan membentuk dentin. Gangguan diferensiasi sel-sel

formatif benih gigi akan menghasilkan struktur email dan dentin yang abnormal, salah satunya adalah dentinogenesis imperfecta. Akibat dari Dentinogenesis imperfecta dapat menimbulkan pewarnaan gigi, dan gigi sensitive akibat atrisi, berkurangnya tinggi gigitan, gangguan fungsi otot-otot pengunyahan, dan gangguan fungsi bicara yang kan mengganggu penampilan seseorang. Adanya atrisi yang ditimbulkan akibat rapuhnya struktur gigi, sehingga dentin akan mudah terbuka, dengan demikian gigi akan menjadi lebih sesitif yang mengganggu fungsi pengunyahan dan bicara. Berkurangnya tinggi gigitan dapat menyebabkan oklusi abmormal, selanjutnya akan mengganggu sendi temporomandibula. Dentinogenesis imperfecta dapat terjadi pada gigi sulung maupun gigi permanen.Secara klinis dapat terlihat, mukosa mulut terlihat normal, gigi berwarna abu-abu agak transparan sampai agak kecoklatan Kemudian segera setelah gigi sulung erupsi lengkap, enamel relative mudah patah dari bagian insisal edge pada permukaan gigi anterior dan permukaan oklusal dari gigi posterior. Selanjutnya bagian dentin yang relative lunak akan mudah terkikis, sehingga tubuli dentin terbuka, hal ini dapat menimbulkan rasa ngilu. Selanjutnya pulpa mudah tereksponasi bahkan terjadi pulpa nekrosis. Kadang-kadang diikuti dengan kerusakan jaringan gingival. Dentinogenesis imperfecta biasanya mempunyai ukuran normal, namun pada permukaan servikal terlihat pengerutan, sehingga mahkota gigi terlihat membulat. Pada pemeriksaan radiologis terlihat akar yang ramping dan pendek, kavum pulpa terlihat kecil atau hampir tidak terlihat, saluran akar kecil atau bahkan terlihat seperti garis tipis. Kondisi ini merupakan indikasi kerusakan/ gangguan jaringan mesodermal. Kadang-kadang ditemukan periapikal rasiolusen pada gigi sulung. Adakalanya akar patah bahkan multiple fracture dapat terjadi, yang biasanya pada pasien yang lebih tua. Apabila dibandingkan dengan gigi sulung maka pada gigi permanen biasanya relative lebih baik kondisinya. Struktur jaringan enamel dan dentin terlihat normal, dentinoenamel junction pun tidak tampak sebagai jaringan yang terganggu. Namun demikia ditemukan hubungan daerah fraktur pada permukaan enamel karena ada lekukan/scalloping yang kurang pada dentinoenamel junction. Tubuli dentin terlihat berkurang jumlahnya, dan terlihat tidak beraturan dan bercabang-cabang. Perawatan dentinogenesis imperfekta adalah untuk memperbaiki penampilan, mengembalikan dimensi vertical pasien, mengembalikan fungsi pengunyahan, mencegah terjadi abrasi, mempertahankan kesehatan mulut, dan mengembalikan kepercayaan pada diri pasien. Kelainan gigi yang terjadi pada dentinogenesis imperfecta dapat mengenai semua permukaan gigi, dari gigi anterior sampai posterior. Rencana perawatan yang tepat sangat menentukan keberhasilan perawatan. Terdapat bermacammacam restorasi yang dapat digunakan dalam perawatan ini, seperti resin komposit untuk gigi anterior, mahkota stainless steel untuk gigi posterior, mahkota celluloid strip untuk gigi sulung dan gigi tetap muda anterior, veneer, dan overdenture untuk gigi dengan atrisi yang luas.