Anda di halaman 1dari 13

KOMODITI PERKEBUNAN UNGGULAN ( KOMODITI KAKAO )

K A K A O
(Theobroma cacao L.)
LUAS AREAL LUAS PANEN PRODUKSI SAAT PANEN SENTRA : 39.576 Ha : 27.429 Ha : 26.046 Ton (biji kakao/tahun) : Oktober Maret : Tanggamus Lampung Timur Pesawaran Lampung Tengah

DINAS PERKEBUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2010

PENDAHULUAN Pengembangan Komoditi Perkebunan Menempati Prioritas Tinggi dalam Pembangunan Bidang Ekonomi di Provinsi Lampung, Karena di Harapkan Sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat dan Sebagai Salah Satu Sub Sektor Penghasil Devisa Melalui Kegiatan Ekspor Komoditas Perkebunan. Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Provinsi Lampung yang tersebar hampir diseluruh Kabupten di Provinsi Lampung. Luas areal tanaman Kakao Rakyat di Provinsi Lampung Tahun 2009 mencapai 39.576 ha dengan produksi 27.429 ton, sedangkan milik swasta luas aeal kakao 3.198 Ha dengan produksi 4.037 ton. Tahun 2009 Volume Ekspor Komoditas Perkebunan Lampung Sebesar 4.643.393,68 Ton, Volume Ekspor Kakao Lampung Pada Tahun 2009 Mencapai 96.979,65 Ton atau 2,08 %, sedangkan Nilai Ekspor Perkebunan Provinsi Lampung 4.080.552.124 US $, nilai Ekspor Kakao Lampung Tahun 2009 Mencapai 228.546.507 US $ atau 5,60 %. Kakao Lampung di ekspor dalam bentuk biji kakao kering dan kulit kakao.

LUAS AREAL, PRODUKSI, KAKAO RAKYAT DI KABUPATEN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2009

No Kabupaten 1. Lamp Sel 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 . Total Pesawaran Lamp Teng Lamp Tim Lamp Ut Way Kanan Lamp Bar Tulang BW Tanggamus B. Lampung

Luas Areal ( Ha ) 3.413 4.387 3.014 6.817 1.540 1.007 856 822 14.314 208 36.378

Produksi ( Ton ) 1.790 2.900 1.880 5.885 980 578 298 424 7.180 94 22.009

LUAS AREAL, PRODUKSI, KAKAO PERKEBUNAN SWASTA (PBS) DI KABUPATEN PROVINSI LAMPUNG 2009.

No 1. 2. 3. 4.

Kabupaten Lamp Teng Lamp Ut Tulang BW Tanggamus Total

Luas Areal ( Ha ) 542 527 1.083 1.046 3.198

Produksi ( Ton ) 439 479 1.584 1.535 4.037

PERUSAHAAN YANG BERGERAK DIBIDANG KAKAO

SE-INDONESIA TAHUN 2010 2014

No
1 2 3 4 5 6

Nama Perusahaan
PT. Kartika Mangestitama PT. Mira Rantih PT. Gunung Aji Jaya PT. SAC Nusantara PT. Citra Lamtorogung PT. Tanggamus Indah

Tahun Berdiri
-

Lokasi
Lampung Utara Lampung Utara Lampung Tengah Tulang Bawang Tulang Bawang Tanggamus

Kapsitas UPH
-

PROVINSI
NAD SUMUT SUMBAR RIAU KEP. RIAU JAMBI SUMSEL BABEL BENGKULU LAMPUNG JABAR BANTEN JATENG DIY JATIM BALI NTB NTT KALBAR KAL TENG KALSEL KALTIM SULUT GORONTALO SULTENG SULSEL SULTRA SULBAR MALUKU MALUT PAPUA PAPUA BARAT TOTAL

2010
72,31 104,21 54,07 6,51 0,00 1,79 6,79 0,56 20,83 45,09 20,45 7,77 8,36 5,48 63,89 14,08 6,38 60,00 12,32 1,21 2,57 45,60 13,50 11,41 244,33 293,57 173,34 254,68 19,54 45,76 22,35 16,28 1.655,00

2011
76,29 109,94 57,04 6,87 0,00 1,89 7,16 0,59 21,97 47,57 21,57 8,19 8,82 5,77 67,40 14,86 6,73 63,30 12,99 1,28 2,71 48,10 14,24 12,03 257,77 309,71 182,87 268,69 20,62 48,28 23,58 17,18 1.746,00

2012
80,26 115,67 60,01 7,23 0,00 1,99 7,53 0,62 23,12 50,05 22,69 8,62 9,28 6,07 70,92 15,63 7,09 66,60 13,67 1,34 2,85 50,61 14,98 12,66 271,20 325,86 192,40 282,69 21,69 50,79 24,81 18,07 1.837,0 0

2013
84,28 121,46 63,02 7,59 0,00 2,09 7,91 0,65 24,27 52,56 23,83 9,05 9,75 6,37 74,47 16,41 7,44 69,93 14,36 1,41 2,99 53,15 15,73 13,29 284,78 342,17 202,04 296,85 22,78 53,34 26,05 18,98 1.929,0 0

2014
88,26 127,19 65,99 7,95 0,00 2,18 8,28 0,68 25,42 55,04 24,95 9,48 10,21 6,67 77,98 17,19 7,79 73,23 15,03 1,48 3,13 55,65 16,47 13,92 298,22 358,32 211,57 310,85 23,85 55,85 27,28 19,87 2.020,00

HARGA RATA-RATA KOMODITI KAKAO PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2007 S/D 2009

Komoditi
KAKAO

Rata- Rata (Rp) 2007 2008


14.500 16.909

Ket 2009
15.140 Biji kering

PROYEKSI LUAS AREAL (RIBU HA) KOMODITI KAKAO

minimnya sarana pengolahan, lemahnya pengawasan mutu serta


KONTRIBUSI LUAS AREAL DAN PRODUKSI KAKAO TAHUN 2009 (LAMPUNG-SUMATRA-INDONESIA) Wilayah Luas areal (Ha) 39.576 248.928 1.326.784 Produksi (To) 26.046 118.900 740.681 Kontribusi Luas areal (%) 15,90 2,98 18,76 Produksi (%) 21,91 3,52 16,05

penerapan teknologi pada seluruh tahapan proses pengolahan biji kakao yang tidak berorientasi pada mutu.

Lampung Sumatra Indonesia

Lamp-Sum Lamp-Indo Sum-Indo

Tanaman kakao lampung dengan varietas TCS 60, Vit 1, ICS 13, ICRRI 01, 02, merupakan salah satu sendapatan devisa bagi provinsi lampung. produksi kakao di provinsi lampung secara signitif terus meningkat namun mutu yang dihasilkan sangat rendah dan beragam, antara lain kurang fermentasi, kurang cukup kering biji kakao, ukuran biji tidak seragam, kadar kulit ari tinggi, keasaman tinggi, cita rasa sangat beragam dan tidak konsisten. Hal tersebut tidak tercermin dari harga kakao indonesia yang relatif rendah dan dikenakan potongan harga dibandingkan dengan harga produk sama dari negara produsen. beberapa faktor yang menyebabkan beragamnya mutu kakao yang dihasilkan adalah Gambar 1. Biji kakao kering Selama ini produk kakao yang dijual masih dalam bentuk primer. penanganan pasca panen yang dilakukan oleh petani hanyalah pemecahan buah dan pengeringan biji dengan sinar matahari dan proses fermentasi. Pngembangan perkebunan kakao lampung terus dikembangkan agar dapat membantu peningkatan produktifitas dan perekonomian masyarakat lampung agar lebih giat dalam melaksanakan penanaman, perawatan, pemangkasan, dan peremajaan pohon kakao demi kesejahteraan dan kemajuan petani kakao provinsi lampung. Pada umumnya biji kakao kering dapat diubah menjadi lemak kakao, pasta kakao dan bubuk kakao. jika

para petani kakao mengerti cara pengolahannya dapat membantu peluang membuka lapangan pekerjaan. Selain itu di perlukan perencanaan dan strategi pengembangan tanaman kakao dan pengolahan biji kakao yang mampu menciptakan nilai tambah, efisiensi dan kompetitif sesuai dengan kondisi dan potensi daerah maka perlu pembinaan bagi para petani kakao dan meningkatkan pemasaran hasil biji kakao dengan mengikuti pameran expo dan melaksanakan peremajaan,
MACAM/JENISJENIS BAHAN TANAMAN

INFORMASI PERBENIHAN KAKAO


KOMPONEN VARIETAS INFORMASI
A. Klon anjuran kakao mulia : DR.I; DR.2; DR.38; DRC.13; DRC.15 dan DRC.16 B. Klon abjuran kakao lindak : varietas hibrida F.I turunan ICS.60 x CSA.6/12 GL.7 x SCA.6/12 C. Klon abjuran lainnya : GL.7; ICS.13; ICS 60; TSH.856; TSH 908; Pa.303; NW 6261; dan SD.6225

rehabilitasi terhadap tanaman kakao yang sudah tidak produksi melalui tehnik sambung samping maupun penggunaan bibit unggul bermutu dan bersertifikat serta mengembangkan tanaman kakao klonal menggunakan tehnik somatic embriogenesis.
A. Biji Hibrida F.1 hasil persilangan terbuka Hibrida F.1 hasil persilangan buatan untuk batang bawah asal klon DR.1 dan DR.38 B. Entres plagiotrop Kakao mulia dan lindak C. Bibit Samsung D. Bibit

KABUTUHAN BENIH

A. 1 Ha membutuhkan 1.300 benih dengan perincian 1.100 untuk tanaman dan 200 untuk sulaman B. 1 Ha perkecambahan dibutuhkan sebanyak 120.000 butir benih C. 1 Ha kebun entres dibutuhkan 2.500 pohon

Gambar 2. Kakao fermentasi

INFORMASI PERBENIHAN KAKAO


KOMPONEN FAKTOR PERBANYAKAN INFORMASI
A. 1 Ha pembibitan dapt dijadikan 90 Ha pertanaman B. 1 Ha kebun entres dapt menghasilkan 20.000 m/ha/thn entres orthotrop dan 40.000 m/ha/thn plagiotrop No
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

DATA PENANGKAR BENIH KAKAO TAHUN 2009


Penangkar/Kab
2 Lam-Teng Haidir Cipta Asmara Lam-Sel Zaidan. AS Suharyono Sahi basoni B. Lampung Ambar Wulan Ir. Bambang U. Lam-Tim Andi Nur Jaya Sarengat Abdullah Yusuf Y. Helmiadi Gede Pramana Pesawaran Suherwanto Ansori Nur Elisa Darmawati Rohim Tanggamus Marko Tridarma Tonny Sri wahyuningsih

Unit Usaha
3 Penangkar Benih Penangkar Benih Kel.Tani harapan Penangkar Benih Penangkar Benih CV. Jaka Abadi Politeknik CV. B.Warna Bumi Penangkar Banih Surya Kencana Mitra Usaha L. Penangkar Benih Penangkar Karet Cv.Wahana rimba Cv.Darmautama Perorangan Cv.Marko utama Cv.Tridarma Perorangan

Lokasi
4 Ds. Sribasuki, Kec. Kalirejo Ds. Kaliwungu Kec kalirejo Ds. Kesugihan Kec. Kalianda Ds. Kalianda Kec. Kalianda Ds. Sukajaya Kec. Katibung Tanjung Karang Barat Ds. Rajabasa Kec. Rajabasa Ds.Godang Rejo, Pekalongan Ds. Tulung Balak, Batanghari N. Ds.Labuhan Ratu, Labuhan ratu Ds. Rajabasa lama, Labuhan ratu Ds.Sidorejo, Sekampung Udik Ds.Wiyono, Gedongtataan Ds.Negeri sakti, Gedongtataan Gedongtataan Ds. Bumiagung, Tigeneneng Kec.Adiluwih Kec.Adiluwih Ds.Gisting atas, Kec.Gisting

UMUR BIBIT SIAP SALUR

A. Benih yang berumur 4-5 bulan B. Bibit sambungan dibutuhkan waktu 12 bulan C. Entres diambil dari kulit batang kayu yang berwarna kecoklatan (umur 3-12 bln)

SUMBER BENIH

PT. Lonsum, PTPN II, PT Hasnam Niaga, PTPN XII, PTPN IV, PT Inang Sari, PT PP Jember, Puslit Koka Indo, PT Glenmore, PTPN VII, Disbun NTT dan Disbun Papua.

1 20 21 22 23 24

2 Lam-Ut Ir. Hamartoni Basarudin Ahyar Lam-Bar Komieh Djaiz Pringsewu Subiyanto

3 Pengangkar benih PT.Citra salim S. Penangkar benih Cv.Sumber Jaya A. Usaha Mandiri

4 Ds.k.Tanjung,Abung Selatan Ds.Baturaja, Sungkai Utara Ds.Labuhan ratu, Sungkai Selatan Ds.Puramekar, Sumber Jaya

STANDAR MUTU BIBIT KAKAO


1. Kualifikasi Benih : Benih Bina 2. Sumber Bibit : Kebun Induk/Kebun Entres yang telah ditetapkan

Pekon gemuk mas, Pagelaran

3. Umur Bibit 4. Tinggi Bibit

: 4 -5 bulan (diluar persemaian) : Minimal 40 cm : Minimal 3 cm : Minimal 0,8 cm : Minimal 10 daun normal : Hijau : Bebas dari serangan hama/penyakit : - Warna hitam/putih - Ukuran 30 cm x 20 cm x 0,08 mm

HARGA BAHAN TANAMAN KAKAO BERDASARKAN HSPK DINAS PERKEBUNAN PROV. LAMPUNG TAHUN 2010 Bahan Tanam 1 Benih kakao (hasil persilangan terbuka) Benih kakao (hybrida F1 tahan penyakit VCO) Benih kakao (hybrida f1 hasil persilangan buatan) Benih kakao (untuk batang bawah) Bibit kakao sambungan Bibit kakao lindak asal biji Enters kakao lindak Satuan 2 Butir Butir Butir Butir Btg Btg Btg Harga (Rp) 3 800 1.075 2.400 890 8.050 3.175 2.000

5. Lilit Batang 6. Diameter Batang 7. Jumlah Daun 8. Warna Daun 9. Kesehatan bibit 10. Polybag

PROYEKSI PENGEMBANGAN KAKAO PROVINSI LAMPUNG

1 Way Kanan - Pakuon rtatu - Negeri batin - Kasui - Way tuba Tanggamus - Sukoharjo - Cukuh balak - Kelumbayan - Kota agung - Wonosobo Lam-Bar - Sumberjaya - Belalau - Lemong - Pesisir utara - Bengkunat -

2 200 60 50 30 60 140 20 50 30 20 20 150 40 20 30 20 40

3 200 60 50 30 60 140 20 50 30 20 20 150 40 20 30 20 40

4 200 60 50 30 60 140 20 50 30 20 20 150 40 20 30 20 40

5 200 60 50 30 60 140 20 50 30 20 20 150 40 20 30 20 40

6 200 60 50 30 60 140 20 50 30 20 20 150 40 20 30 20 40

Perluasan areal (ha)


LOKASI 1 Lam-Sel - Jati Agung - Sidomulyo - Kalianda - Penengahan Lam-Tim - Marga tiga - Sekampung U. - Jabung - B. Sribawono - Way Jepara - Labuhan Ratu - Braja Selebah Lam-Teng - Bangun rejo - Kalirejo - Pubian - Selagai lingga - Padang ratu Lam-Ut - Tanjung raja - Sungkai sel. - Abung barat - Bukit K. - Abung Tinggi - Kotabumi 2010 2 100 20 10 20 20 200 40 20 30 30 30 20 30 170 50 60 30 30 40 10 10 10 10 2011 3 100 20 10 20 20 200 40 20 30 30 30 20 30 170 50 60 30 30 40 10 10 10 10 2012 4 100 20 10 20 20 200 40 20 30 30 30 20 30 170 50 60 30 30 40 10 10 10 10 2013 5 100 20 10 20 20 200 40 20 30 30 30 20 30 170 50 60 30 30 40 10 10 10 10 2014 6 100 20 10 20 20 200 40 20 30 30 30 20 30 170 50 60 30 30 40 10 10 10 10 -

Peremajaan(ha)
LOKASI 1 Lam-Sel - Jati Agung - Sidomulyo - Kalianda - Penengahan Lam-Tim - Marga tiga - Sekampung U. - Jabung - B. Sribawono - Way Jepara - Labuhan Ratu - Braja Selebah Lam-Teng - Bangun rejo - Kalirejo - Pubian - Selagai lingga - Padang ratu Lam-Ut - Tanjung raja - Sungkai sel. - Abung barat - Bukit K. - Abung Tinggi - Kotabumi 2010 2 150 20 30 20 300 50 50 30 40 60 40 30 150 30 70 30 20 130 60 10 10 20 20 10 2011 3 150 20 30 20 300 50 50 30 40 60 40 30 150 30 70 30 20 130 60 10 10 20 20 10 2012 4 150 20 30 20 300 50 50 30 40 60 40 30 150 30 70 30 20 130 60 10 10 20 20 10 2013 5 150 20 30 20 300 50 50 30 40 60 40 30 150 30 70 30 20 130 60 10 10 20 20 10 2014 6 150 20 30 20 300 50 50 30 40 60 40 30 150 30 70 30 20 130 60 10 10 20 20 10 1 Way Kanan - Pakuon rtatu - Negeri batin - Kasui - Way tuba Tanggamus - Sukoharjo - Cukuh balak - Kelumbayan - Kota agung - Wonosobo Lam-Bar - Sumberjaya - Belalau - Lemong - Pesisir utara - Bengkunat 2 160 50 20 40 50 110 20 20 30 20 20 3 160 50 20 40 50 110 20 20 30 20 20 4 160 50 20 40 50 110 20 20 30 20 20 5 160 50 20 40 50 110 20 20 30 20 20 6 160 50 20 40 50 110 20 20 30 20 20 -

BANTUAN UNIT PENGOLAHAN HASIL (UPH) KAKAO DINAS PERKEBUNAN PROVINSI LAMPUNG (2006 S/D 2009)
Kab. 1 Lam-Bar Lam-Sel Bantuan TP 2 Pengering Kakao Pengembangan Agroindustri Pengolahan Kakao Unit 3 1 1 Tahun 4 2006 2009 Pemeras lendir :1 Kotak fermentasi: 6 Pemecah kulit : 1 Mesin sortasi : 1 Tester KA: 1 Timbangan duduk; 1 Pemeras lendir :1 (400 kg/jam) Kotak fermentasi: 8 (40 kg) Pemecah kulit : 1 (1,5 ton/jam) Mesin sortasi : 1 Tester KA: 1 Bangunan UPH: 1 (6 x 9 m) Mesin pengering: 1 Mesin sortasi: 1 Pemecah buah dan pemisah biji: 1 Kotak fermentasi: 2 Tester KA: 1 Uji belah kakao: 1 Timbangan duduk: 1 Terpal: 20 Jenis/Kaps 5 Olahan 6 Kakao basah Kakao biji

ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) TANAMAN KAKAO

Penggerek Buah Kakao Penghisap Buah Kakao Phytophtora sp

Pesawaran

Pengembangan Agroindustri Pengolahan Kakao

2009

Kakao biji

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menekan serangan OPT antara lain: - Karantina, tidak memasukkan bahan tanaman kakao dan
Kakao biji

Lam-Tim

Pengembangan Agroindustri Pengolahan Kakao

2009

perlengkapan lain dari daerah terserang PBK. - Monitoring hama pada saat panen di tempat pengumpulan hasil, bertujuan untuk mendeteksi dini adanya serangan baru. - Sanitasi, dengan mengubur kulit buah, plasenta dan buah busuk.

- Pemupukan, bertujuan menambah unsur-unsur hara tertentu di dalam tanah yang tidak mencukupi kebutuhan tanaman. - Pemangkasan bentuk, membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4 m untuk mempermudah pengendalian dan panen. - Rampasan dan panen sering, untuk memutuskan siklus hidup OPT. - Pemanfaatan musuh alami (semut hitam). - Penyarungan - Aplikasi pestisida, harus dilakukan seefisien mungkin

PENGEMBANGAN TANAMAN KAKAO DI PROVINSI LAMPUNG


Secara Rinci Tujuan Tersebut adalah Sebagai Berikut : - Meningkatkan Produktifitas Kakao Lewat Perluasan Areal Tanam Maupun Produktifitas Perkebunan Kakao. - Meningkatkan Upaya Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK). - Meningkatkan Mutu Produk Kakao Secara Nasional. - Mendorong Terwujudnya Agribisnis Perkebunan yang Terintegrasi dengan berbagai Cabang Usaha lain yang Sesuai. - Meningkatkan Pendapatan Pekebun Kakao. - Memperkuat Subsistem Pengadaan Sarana Produksi. - Mengoptimalkan Pemanfaatan Kapasitas Terpasang Industri Pengolahan. - Mempercepat Pengembangan Industri Hilir Kakao. - Meningkatkan Volume Ekspor Kakao.

PELUANG INVESTASI KOMODITI KAKAO


- Pabrik pengolahan biji kakao menjadi produk turunan seperti bubuk kakao, cacao butter, cocoa cake. - Pengembangan kakao fermentasi dengan menggunakan solar drayer.

Gambar 3. Mesin Olahan Kakao

Gambar 2. Mesin Olahan Kakao (kempak lemak)

Gambar 4. Coklat bubuk

PENUTUP
Demikian profil komoditi kakao ini dibuat, semoga bermanfaat, disadari bahwa profil ini masih banyak kekurangan untuk itu saran dan masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk perbaikan, terimakasih.

KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI LAMPUNG

Ir. FAHRIZAL DARMINTO, MA. NIP. 19641021 199003 1 008