Anda di halaman 1dari 7

Politik Luar Negeri Singapura Catatan: Ujang Fahmi Singapura adalah sebuah negara kecil ditinjau dari ukuran

geografi serta sumber daya alamnya. Negara yang usianya relatif baru ini berada di tengah negara-negara tetangga yang penduduknya mayoritas etnis Melayu dan yang jauh lebih besar ukuran geografis, penduduk, dan sumber daya alamnya. Apalagi negara-kota ini mayoritas penduduknya adalah etnis Cina. Singapura dengan demikian senantiasa merasa berada di tengah kawasan yang tidak menentu. Kondisi inilah yang ikut menentukan konsepsi keamanan nasional Singapura. Lebih jauh, keamanan nasional Singapura tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan para pengambil keputusan terhadap kesatuan wilayah, stabilitas politik domestik, dan pertumbuhan ekonomi. Kesatuan Wilayah adalah persoalan paling mendasar para pemimpun Singapura, yang di dominasi oleh People Action Party (PAP) Mentalitas ini membentuk dasar-dasar politik luar negeri Singapura. Itu sebabnya, Invasi Vietnam ke Kamboja dulu ditentang keras pemerintah Singapura. Dalam alam pikir para pengambil keputusan luar negeri Singapura, agresifitas semacam itu harus ditentang keras karena dapat ditiru negara lain untuk menghancurkan eksistensi Singapura sebagai negara kecil yang rentan dalam banyak hal. Sekalipun demikian, invasi Indonesia ke Timor Timur dianggap Singapura sebagai sebuah perkecualian. Perlu diingat bahwa invasi ini didukung penuh oleh Amerika sehingga bukan tidak mungkin Singapura, yang cukup dekat dengan Amerika, terpengaruh oleh dukungan tersebut. Meskipun Singapura merupakan anggota ASEAN, namun ia juga sangat dekat dengan AS. Di dalam East Asia Summit (EAS), posisi Singapura juga jelas masih konsisten ingin Amerika Serikat turut serta dalam menentukan masa depan Asia Timur. Intinya, Singapura berpendirian EAS perlu inklusif dan melibatkan Amerika. Dalam perkembangan keadaan internasional yang menempatkan AS makin kuat bersaing dengan China sebagai kekuatan yang makin menonjol, belum jelas bagaimana sikap Singapura yang bagian terbesar rakyatnya adalah etnik China. Namun bahwa Singapura adalah sekutu dekat dengan AS, juga dalam strategi pertahanan, adalah kenyataan. Sudah sejak lama melibatkan militer AS dalam latihan-latihan tempurnya. Bahkan Singapura ikut berpartisipasi di dalam pengiriman pasukannya di Afghanistan untuk membantu AS.Jika militer Singapura kuat, akan kuat pula negara itu sebagai kepanjangan tangan AS. Dengan kata lain, semakin kuatnya Singapura akan semakin memperkuat hegemoni AS di sekitar Indonesia. Bahkan dengan sekutu AS lainnya, seperti Israel dan Australia hubungan Singapura juga terbilang mesra. Tanggal 18 September 2009, misalnya Angkatan Laut Singapura dan Australia mengadakan latihan maritim bersama bertajuk Singaroo 2009 dari 18 hingga 25 September 2009 yang dilakukan di Laut Cina Selatan. Kedua AL (Angkatan Laut) akan melakukan operasi maritim, seperti pengamatan maritim, peperangan pertahanan udara dan anti kapal selam. Sementara dengan Israel, Singapura yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pernah meneken kontrak kerjasama dalam bidang satelit mata-mata senilai satu milyar dolar Amerika. Atas nasihat Israel pula kini Singapura punya interest yang kuat dalam perdagangan dan kerjasama yang dibentuknya untuk empat hal. Empat hal tersebut adalah di bidang komando, kontrol, komunikasi dan intelijen. Akankah Singapura dengan Israel di belakangnya kelak menjadi ancaman bagi negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina dan Thailand yang notabene bisa disebut representasi negara Muslim? Jika kelak terbukti Singapura adalah ancaman, sesungguhnya tak

mengherankan, sebab kini banyak signal dan indikasi yang menyebutkannya. Terlebih ketika isu terorisme menghantam Indonesia, Singapura menjadi corong paling dekat yang menyakitkan telinga warga Indonesia. Singapura sendiri adalah negara kecil yang dikepung oleh negara-negara muslim terbesar seperti Malaysia dan Indonesia. Jadi wajar kalau Singapura itu sangat ketakutan dengan munculnya gerakan-gerakan Islam. Akibatnya reaksi Singapura kadang berlebihan terhadap Islam Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong 18 September 2009 bahkan mengatakan bahwa kematian pemimpin teror Noordin Mohammad Top dalam serangan polisi Indonesia adalah prestasi yang sangat besar yang akan membuat wilayah ASEAN lebih aman. Strategi keamanan Singapura dijabarkan dalam beberapa lapisan yang saling mendukung. Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) merupakan lapis pertama dari kebijakan keamanan Singapura. Dalam konteks ini Singapura membangun angkatan bersenjata yangdapat mencapai kemenangan dalam waktu singkat. Untuk itu, sistem persenjataan Singapura bisa dikatakan terbaik dibanding rekan-rekannya di seluruh negara ASEAN. Sekalipun demikian, karena terbatasnya lahan untuk latihan mititer, Singapura harus bekerjasama dengan negara-negara tetangganya untuk mendapatkan tempat guna latihan militer. Untuk memperkuat posisinya yang lemah secara fisik Singapura juga menjalin hubungan keamanan yang erat dengan Amerika yang diyakini oleh Pemimpin Singapura sebagai negara yang ramah dan bersahabat. Oleh karena itu, menjelang penutupan basis militer Amerika di Philipina, Singapura dengan cerdik segera mendekati Amerika dan membuka peluang bagi semacam basis militer sederhana. Pendekatan ini memang kemudian membuahkan hasil berupa komando logistik untuk kebutuhan Armada ke-7 Amerika. Walaupun kedekatan dengan Amerika memberikan rasa aman, Singapura tetap menjadikan hubungan dengan negara tetangganya lebih penting khususnya dengan Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, Singapura juga mengembangkan latihan militer bersama dengan kedua negara serta menyelenggarakan pertemuan rutin antar pejabat dari masing-masing negara. Sungguh begitu, hubungan Singapura-Indonesia bisa dikatakan masih terdapat beberapa masalah terkait dengan Kabut Asap, Imigrasi, TKI, Perbatasan Maritim, dan Terrorisme. Kesepakatan perjanjian batas laut segmen barat antara Indonesia -Singapura telah ditetapkan Maret 2009 yang merupakan hasil dari delapan putaran perundingan yang dilakukan kedua negara sejak 2005. Penentuan garis batas laut wilayah Indonesia dan Singapura ditetapkan berdasarkan hukum internasional yang mengatur tata cara penetapan batas maritim yakni Konvensi Hukum Laut (Konvensi Hukla) 1982, dimana kedua negara adalah pihak pada konvensi. Dalam menentukan garis batas laut wilayah itu, Indonesia menggunakan referensi titik dasar (basepoint) Indonesia di Pulau Nipah serta garis pangkal kepulauan Indonesia (archipelagic baseline) yang ditarik dari Pulau Nipah ke Pulau Karimun Besar. Garis pangkal itu adalah garis negara pangkal kepulauan yang dicantumkan dalam UU No.4/Prp/1960 tentang Perairan Indonesia dan diperbarui dengan PP No.38/2002 dan PP No.37/2008. Penetapan garis batas laut wilayah di segmen barat itu akan mempermudah aparat keamanan dan pelaksanaan keselamatan pelayaran dalam bertugas di Selat Singapura karena terdapat kepastian hukum tentang batas-batas kedaulatan kedua negara. Hal ini menjadi awal untuk memulai melakukan perundingan untuk perbatasan maritim wilayah timur antara ke 2 negara di masa datang. Bagi masyarakat Indonesia, kalau Malaysia adalah maling (pencuri), maka Singapura adalah negara pulau yang tidak demokratis, rakus, dan sangat tidak memiliki kemauan baik untuk melakukan perjanjian ekstradiksi dengan Indonesia. Siapa pun koruptor yang membawa uangnya

masuk Singapura pasti akan aman berada di sana karena Singapura menutup mata terhadap asal usul uang yang dimiliki seseorang. Kasus Terakhir yang cukup menarik adalah keberadaan Tjoko Chandra yang diberitakan buron ke Singapura. Pada tanggal 19 September 2009, misalnya Pemerintah Indonesia melalui Kejaksaan Agung (Kejagung), telah menyusun surat permintaan resmi kepada Pemerintah Singapura untuk memberikan informasi keberadaan buronan pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Politik Luar Negeri Singapura bisa dikatakan adalah cermin representasi kepentingan AS di Asia Tenggara, walaupun tetap mengedepankan upaya-upaya diplomatik demi menjaga stabilitas regional di kawasan. Hal ini tampak terlihat dari posisi Singapura dalam kasus Mynmar, yang mendukung upaya AS melakukan pendekatan diplomasi terhadap Junta Militer di Mynmar. Singapura menyetujui bila ASEAN harus berperan mendesak Junta Myanmar untuk membebaskan Aung San Suu Kyi dan menjalankan konsiliasi nasional. Di Phuket (Thailand), 22 Juli 2009 para Menlu ASEAN sepakat akan menetapkan pembentukan komisi pengawas HAM di 10 negara anggota. Kesepakatan mengenainya akan ditandatangani pada KTT ASEAN Oktober mendatang. Banyak pengamat mengkritik, komisi yang direncanakan itu memiliki kekuasaan terlalu kecil untuk menangani pelanggaran HAM di negara-negara seperti Birma, Vietnam atau Laos. Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota adalah prinsip yang dijunjung tinggi ASEAN selama ini. Namun dalam pertemuan Senior Official Meeting ASEAN terakhir di Jakarta, negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk membuat semacam draft kesepakatan yang menyerukan pembebasan Aung San Syu Kyi dalam ASEAN Summit mendatang di Thailand. Indonesia adalah salah satu negara anggota ASEAN yang paling vokal melalui Menlu Hassan Wirajuda yang mengatakan bahwa : pemilu yang dijadwalkan tahun 2010 depan di Birma tidak bisa berlangsung bebas dan adil selama Suu Kyi masih berada dalam tahanan. Hal ini sama dengan kebijakan AS yang ketika di Phuket lewat Hillary Clinton mengimbau junta militer Myanmar agar membebaskan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi, karena pembebasan Suu Kyi bisa membuka jalan bagi investasi AS di Myanmar. Di Phuket, Clinton juga menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (TAC) dengan ASEAN. Dengan begitu, posisi Amerika Serikat serupa dengan negara mitra ASEAN lainnya, Cina, Jepang, Rusia, India, Australia dan Selandia Baru dalam membahas keamanan kawasan Asia Tenggara. Dalam kesempatan itu, Clinton juga memperingatkan bahwa Mynmar bisa ditarik dari keanggotaan ASEAN, bila terus-menerus melakukan pelanggaran HAM. Selanjutnya yang cukup menarik adalah statement adanya kemungkinan jaringan nuklir antara Myanmar dan Korea Utara. Negara komunis itu bisa berbagi teknologi nuklir dengan Myanmar yang diperintah rejim militer dan memunculkan ancaman besar bagi kawasan. Dukungan bagi pembangunan atom nuklirnya, diperoleh Myanmar dari Rusia dan Korea Utara. Sudah sejak dua tahun silam diketahui, Myanmar memiliki kontrak dengan badan atom Rusia ROSATOM untuk membangun reaktor nuklir untuk penelitian. Intinya, Amerika Serikat memperingatkan tentang adanya kerjasama yang lebih erat antara Myanmar dengan Korea Utara. Bahkan Bangkok Post pernah menulis, bahwa sejak beberapa tahun Myanmar telah mulai membangun apa yang disebut batalyon nuklir. Hingga tahun 2012, Myanmar dikabarkan sudah akan memberikan ketrampilan nuklir pada lebih dari 1000 serdadunya. Di sela konferensi ASEM tanggal 25 Mei 2009 (Hanoi) yang lalu, Singapura mengadakan pertemuan bilateral dengan Indonesia dan membicarakan isu penting di wilayah Asia Tenggara, seperti masalah program nuklir Korea Utara, Energy, Terrorisme & Perubahan Iklim . Singapura

seperti juga AS, sangat mengkhawatirkan krisis nuklir Korea Utara dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Hal ini dapat dirasakan dari pernyataan PM Singapura, Lee Hsin Lung, bahwa jangan sampai krisis nuklir Pyongyang lepas kontrol. Bagi Singapura, aksi Korea Utara merupakan langkah provokatif, tergesa-gesa, dan berbahaya, yang akan menimbulkan dampak destruktif besar. Bahkan menurut Negeri Singa Putih itu, krisis Korea Utara berpotensi menjalar ke seluruh kawasan. Meski demikian, para pejabat Singapura tetap memprioritaskan solusi logis yaitu dengan membujuk Pyongyang bersedia kembali ke meja perundingan. Lebih jauh, Kerjasama biregional intensif antara negara negara Asia dan Eropa ini membuat beberapa negara yang tidak tergabung baik dalam ASEAN dan Uni Eropa ingin bergabung dengan dengan ASEM, seperti Rusia dan Australia. Pada awalnya, negara anggota ASEAN yang sekarang rezimnya dekat dengan Amerika Serikat, seperti Singapura (juga Indonesia) masih melihat bahwa kalaupun beberapa anggota ASEAN lainnya setuju ke 2 negara tersebut ikut dalam ASEM, maka masalahnya dari koridor (geografis) apa Australia bergabung ? Dalam isu minat Rusia bergabung dengan ASEM, ada kekhawatiran akan menimbulkan masalah dari sisi Uni Eropa (UE). Namun pada akhirnya, permintaan Rusia dan Australia untuk menjadi anggota ASEM telah disetujui. Penerimaan itu secara formal akan diumumkan pada pertemuan tingkat tinggi di Brussel tahun 2010. UE merupakan tujuan export yang sangat penting bagi ASEAN, sementara ASEAN berada tidak lebih penting dari AS, China, Swiss dan Rusia bagi UE. Bagi UE, ASEAN kurang lebih sama pentingnya dengan Jepang. EU merupakan salah satu tiga besar negara tujuan ekspor ASEAN selain AS dan Jepang, sedangkan untuk impor ASEAN, UE dan AS adalah dua terbesar. Di ASEAN negara Singapore, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia mempunyai arti lebih penting bagi UE ketimbang negara anggota lainya Dalam perkembangan terakhir, UE mulai merubah strategi pendekatan kerjasama dengan ASEAN dari pendekatan Blok menjadi pendekatan bilateral dengan negara anggota. Sementara bagi sebagian besar warga Asia umumnya masih memandang Eropa sebagai kekuatan ekonomi belaka. Uni Eropa belum dinilai sebagai entitas politik regional yang berpengaruh. Singapura Pada dasarnya menghormati salah satu prinsip ASEAN untuk tidak mencampuri urusan dalarn negeri negara lain. Paling tidak ada 5 hal pokok yang fundamental di dalam pelaksanaan Politik Luar Negeri Singapura sampai sekarang, yaitu :

Maintain a credible and deterent military defence as the fundamental underpining for effective foreign policy; Promote and work for good relations with our immediate neighbours in all sphere based om mutual respect and sovereignity. In this regard, Singapore is fully committed to the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN); Play an active role in international organizations such as the United Nations Continue to work for the maintenance of a free and open multilateral trading system; and Trade with any state for mutual benefit and maintain an open market

Rejim PAP juga memandang politik dalam negeri sebagai persoalan sangat mendasar bagi kelangsungan negara kota Singapura. Dulu Perdana Menteri Lee Kuan Yew menjadikan PAP partai tunggal yang menopang dinamika politik Singapura. Walaupun kondisi ini menjauhkan Singapura dari prospek demokrasi, kelangsungan hidup sebagai negara-kota membuat sistem partai tunggal sebagai satu-satunya modal paling tepat untuk mengendalikan politik

domestik. Dengan demikian, kelangsungan Singapura sangat ditentukan oleh dominasi PAP dalam setiap pemilihan dari tahun 1959 hingga kini. Di samping itu, dominasi etnis Cina di Singapura membuat dominasi partai tunggal menjadi sangat penting. Bahkan jauh lebih penting dari demokrasi mengingat besarnya sentimen, anti-Cina di negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia.Unsur mendasar lainnya bagi kelangsungan Singapura adalah pertumbuhan dan pembangunan ekonominya. Sebagai sebuah negara yang tidak memiliki sumber daya alam, Singapura bahkan mengimpor air dari Malaysia dan kemudian juga dari Indonesia. Dalam konteks ini Singapura benar-benar miskin. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Perekonomian diarahkan untuk menguasai pasar luar negeri, menarik sebanyak mungkin investasi asing, dan mencetak tenaga trampil untuk untuk mendukung potensi pasarnya. Buat Singapura, fokus pada pembangunan ekonomi dan perdagangan internasional dan dominasi etnis Cina memerlukan kebijakan yang tidak banyak mendapat perlawanan. Oleh sebab itu, Singapura menutup pintu bagi partisipasi politik terbuka (sebagaimana di negara demokrasi maju) dan menindas oposisi agar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi menjadi andalan utama kemajuan Negara Singapura. Para pengambil keputusan Singapura memandang ada beberapa hal yang merupakan ancaman potensial bagi dasar-dasar keamanan negara sebagaimana diuraikan di atas. Ancaman ini sangat berpotensi menghadapi kelangsungan hidup negara-kota (City-State). Sebagai negara kecil dan miskin sumber daya alam Singapura dituntut untuk mampu merinci dengan jelas bentuk-bentuk ancaman tersebut sehingga akan memberinya kemudahan untuk melakukan antisipasi. Potensi ancaman utama diasumsikan akan datang dari lingkup geografis yang menempatkan Singapura di dalamnya. Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang secara geografis jauh lebih besar dan didom masi oleh etnis-Melayu senantiasa menimbulkan kekhawatiran bagi para pemimpin Singapura. Mereka selalu menyadari bahwa negaranya adalah negara kecil dan mayoritas penduduknya keturunan Cina. Perbedaan pendapat dengan Malaysia dan Indonesia silih berganti mewarnai hubungan Singapura dengan kedua negara tetangganya tersebut. Kehadiran Presiden Israel, Chaim Herzog, ke Singapura dulu misalnya sempat menimbulkan protes rakyat Malaysia karena dianggap tidak peka terhadap keprihatinan orang Islam terhadap isu Palestina. Disamping itu, para elit PAP juga sangat khawatir terhadap agresivitas Vietnam di Indo China. Kecenderungan berpikir ini tidak segera berhenti walaupun akhirnya konflik Kamboja dapat terselesaikan karena kepergian Uni Soviet dari Cam Ranh Bay juga menimbulkan persoalan lain, yakni, apakah Amerika akan kembali hadir di Asia Tenggara di tengah semakin kuatnya Cina dan India sebagai negara regional yang tampak paling ambisius. Kekhawatiran terhadap Cina ini membuat Singapura sangat terlambat dalam membuka hubungan dengan Cina dibanding negara tetangga lainnya. Bagaimana dengan posisi Singapura terhadap Rusia sekarang ini?. Apalagi terkait dengan perluasan peran Rusia di ASEAN, APEC, ASEM, dan EAS. Tentu saja tidak akan bergeser jauh dari apa yang juga menjadi sikap Amerika Serikat sebagai sekutu terdekatnya di kawasan Asia Pasifik, dan dibelahan dunia yang lainnya Namun, baru-baru lalu ada sebuah kolaborasi yang strategis yang terbilang bersejarah ditorehkan negara pulau Singapura dengan menjalin kemitraan dengan salah satu kekuatan utama dunia di era perang dingin, Rusia . Kali ini bukan untuk kepentingan militer tetapi untuk pengembangan e-Government. Pada tanggal 28 September 2009 Pemerintah Singapura, Infocomm Development Authority (Badan Pembangunan Infokom) dan perwakilan Infokom Republik Tatarstan, salah satu negara bagian Rusia menandatangani MoU. Kerjasama sector ICT akan berfokus pada pelaksanaan master plan e-Government, implementasi berbagai solusi government-to-business, governmentto-employee dan government-to-citizen di Tarstan. Bahkan sekarang ini, Singapura tergolong

sebgai salah satu Negara yang sukses dalam membentuk pasukan khusus untuk memperkuat benteng pertahanan cyber mereka. Tim tersebut bernama Singapore Infocomm Technology Security Authority (SITSA), yang bertugas sebagai regulator yang bertanggung jawab atas keamanan cyber nasional- nya. Tim ini rencananya sudah mulai beroperasi hari kamis tanggal 8 Oktober 2009 minggu ini.ioddd Singapura sekarang ini cukup waspada dengan aktivitas teroris yang coba masuk ke negaranya. Buat Singapura, Asia Tenggara diyakini masih jadi basis operasi militan yang tak segan untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Oleh karena itu, tidak hanya pengamanan ekstra di dunia nyata saja yang diperketat Singapura. Namun juga keamanan dari sisi lalu lintas informasi dan akses penerobosan sistem di dunia maya juga mereka waspadai, karena belum lama ini ada kejadian serangan hantu dunia maya yang di duga telah menerobos Korea Selatan dan Amerika Serikat. Dalam serangan itu, situs pemerintah dan personal telah menjadi korban. SITSA diharapkan dapat melakukan pencegahan dan membuat tindakan yang efektif dalam menghalau serangan dan meminimalisir dampak yang dihasilkan. Berakhirnya Perang Dingin, di luar dugaan negara-negara ASEAN, membukaa pintu bagi kemunculan isu-isu hak asasi manusia dan demokratisasi yang dilancarkan Amerika Serikat. Kebijakan hak azasi manusia Amerika menimbulkan ancaman tersendiri bagi Singapura yang memang tidak mungkin menghindarkan diri dari tuduhan tersebut, karena PAP merupakan sistem partai dominan. Di samping itu, Singapura juga menerapkan Undang-undang Keamanan Dalam (Internal Security Act) yang memungkinkan pemerintah menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan rejim yang berkuasa. Walaupun demikian, sejak kampanye anti-teror dilancarkan pemerintahan Bush dulu, kebijakan keamanan internal Singapura tidak lagi dipersoalkan karena memang sesuai dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Potensi ancaman lain adalah perekonomian Singapura yang tergantung pada perdagangan internasional, di samping ketergantungan air pada Malaysia dan Indonesia. Sebagai negara miskin sumber daya Singapura berusaha keras untuk dapat menjadi permain inti dalam sistem perdagangan internasional. Ketergantungan Singapura pada investasi dan perdagangan internasoional menjadikan negara tersebut sangat agresif untuk memperkuat dan mengembangkan sayap ekonomi domestik dan internasional. Di tingkat domestik, pemerintahan Singapura memperkuat perusahaan-perusahaan negara dan mengelolanya secara profesional. Dampak positif dari usaha keras ini terlihat pada tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan untuk memperkuat sayap internasionalnya, Singapura sangat agresif pula mendorong ASEAN Free Trade Area dan APEC. Kesungguhan Singapura untuk memperkuat sayap ekonomi internasionalnya dibuktikan dengan menjadikan Singapura sebagai kantor pusat APEC. Dalam forum APEC, Singapura (sebagai negara tempat secretariat APEC berada) sebagai sekutu Amerika Serikat , bersama Jepang dan Australia, sepakat dalam posisi untuk mendorong reformasi pembuatan kebijakan forum tersebut, termasukuntuk memperkuat fungsi APEC sebelum 2010, batas waktu bagi ekonomi maju anggota APEC mewujudkan perdagangan multilateral, Mempercepat Integrasi Ekonomi Kawasan, dan investasi yang terbuka dan bebas sebagaimana tercantum dalam Tujuan Bogor 1994 dan komitment putaran di Doha Sementara target untuk negara berkembang adalah 2020. Australia, Singapura dan Jepang masing-masing menjadi tuan rumah KTT APEC tahun 2007, 2009 dan 2010. Posisinya sebagai informal leader Asean di bidang keuangan dengan cadangan devisa per Januari 2008 yang mencapai US$137 miliar, Singapura tentu saja memerlukan tempat di ASEAN dan sekitarnya untuk memarkir dananya, sekaligus menjamin masuknya dana, keuntungan ataupun input lain guna mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Kerentanan hubungan intraASEAN akan memengaruhi posisi Singapura yang menempatkan diri sebagai pintu masuk-keluar

perdagangan Asean terhadap mitra dagangnya yang secara geografi letaknya jauh (Jepang, China, AS, Uni Eropa, dan lainnya). Itu sebabnya, secara ekonomi maupun politik, Singapura akan selalu diuntungkan oleh kemajuan negara-negara ASEAN. Akhir-akhir ini perkembangan ASEAN lebih dipengaruhi oleh kepentingan pelaku pasar ketimbang keinginan petinggi negara anggota. ASEAN + 3 (Korea, China dan Jepang) adalah format lobi yang mengarah kepada terbentuknya Komunitas Asia Timur. Ketiga negara yang perekonomianya lebih matang dari hampir semua anggota ASEAN ini tidak segan-segan turut menandatangani traktat amity ASEAN. Perkembangan terakhir dan terkesan tergesa-gesa dan tidak transparan ke warga negara anggota adalah penandatanganan ASEAN Charter.Berbagai usaha keras yang dilakukan PAP memang menjadikan Singapura sebagai negara paling makmur dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Penampilan ekonominya hingga saat ini menjadikan iri hati negara-negara tetangganya. Singapura tercatat sebagai negara terkaya keempat di dunia setelah Swiss, Jepang, dan Norwegia. Untuk menopang keberhasilan ekonominya, PAP mengurangi peluang bagi peningkatan partisipasi politik warga. Oposisi ditekan secara sistematis, pegawai negara dikondisikan agar menjadi apolitis dan mendukung penuh program-program pemerintah, semua kelompok sipil di luar pemerintah harus tanduk pada petunjuk pemerintah. Sebagai gantinya, pemerintah. Singapura menyediakan layanan dan jaminan yang sangat baik bagi warganegaranya. Jadi walaupun hak-hak politiknya dibatasi, pemerintah konsekuen menyediakan berbagai kebutuhan rakyat Singapura. Ekonomi Singapura sekarang ini diprediksikan berada dalam track yang baik dalam rangka pemulihan dari resesi terbesar sejak negara ini merdeka pada tahun 1965 lalu. Meskipun diperkirakan bahwa ekonomi Singapura akan mengalami kontraksi sebesar 6% di tahun 2009 ini, sinyal bahwa yang terburuk telah dilewati cukup baik. Pada bulan Juli 2009 ekspor dan sektor manufaktur mengalami kenaikan dan harga property mulai mengalami peningkatan. Sejak mencapai level terendah di bulan Maret 2009 bursa saham Singapura telah membukukan kenaikan sebesar 90%. Semantara itu, penduduk Singapura sekarang ini telah bertambah mencapai hampir lima juta jiwa. Seperempat darinya adalah buruh migran. Warga Singapura cemas arus buruh migran ini mengakibatkan persaingan di lapangan kerja, serta berdampak terhadap standar kehidupan. Penelitian pemerintah menunjukkan jumlah pendatang yang diberikan ijin tinggal tetap naik lebih dari sebelas persen tahun 2009. Awal bulan oktober 2009 Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pemerintah Singapura akan membatasi arus buruh migran setelah krisis ekonomi melanda pertumbuhan perekonomian Singapura. Tapi pada waktu bersamaan ia mengakui Singapura tetap butuh buruh migran.