Anda di halaman 1dari 9

ACARA I PENGENALAN ALAT GEOLOGI

PENDAHULUAN Dalam mempelajari suatu hal, kita tidak hanya belajar teori tetapi juga

praktek. Demikian juga dalam mempelajari geologi. Dalam studi lapangan diperlukan alat-alat geologi yang mendukung. Kita harus mengenal alat-alat tersebut secara langsung. Tetapi kita tidak hanya mengenal dan tahu begitu saja, kita juga harus tahu kegunaannya masing-masing dan kapan alat tersebut digunakan. Sehingga kita dapat menggunakannya dengan baik dan tidak salah dalam penggunaannya. Pada pratikum Acara I yaitu Pengenalan Alat Geologi ini akan membahas mengenai alat-alat geologi, sebagai langkah awal dalam mengerjakan tugas selanjutnya. Tetapi disini kami hanya membahas beberapa alat geologi saat pratikum Acara I. Alat-alat tersebut antara lain palu geologi, kompas, magnifer ( lup ), meteran, dan peta geologi. Alat-alat tersebut memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Tujuan dari pratikum ini yaitu pada saat field trip untuk penelitian, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan akurat. Maka dari itu pelajaran mengenai pengenalan alat-alat geologi sangatlah penting untuk mendukung suatu penelitian. II ALAT DAN BAHAN ALAT 1. Palu Geologi Palu yang ujungnya pipih untuk batuan sedimen dan metamorf Palu yang runcing untuk batuan beku

2. Kompas Geologi Kompas 4 kuadran Kompas azimuth

3. Magnifer ( lup ) 4. Meteran 5. Peta Geologi 6. Clipboard BAHAN 1. HCl 2. Kalkir III. TEORI DASAR

Untuk mengenal keadaan lapangan diperlukan peralatan pendukung seperti dibawah ini : Palu Geologi Palu geologi dibagi dua macam yaitu palu geologi batuan beku dan metamorf dengan palu geologi batuan sedimen. Perbedaan antara keduanya terletak pada bentuk ujungnya. Ciri-ciri dari palu batuan beku dan metamorf cenderung lebih runcing dan tajam sedangkan ciri-ciri dari palu batuan sedimen cenderung lebih pipih karena kekompakkan batuan sedimen kecil. Gunakan palu geologi sesuai dengan keperluan dilapangan. Palu geologi digunakan untuk mengambil sampel dilapangan. Kompas Geologi

Kompas geologi ada dua jenis yaitu kompas empat kuadran dan kompas azimuth. Kompas empat kuadran mempunyai lempengan skala yang dibagi menjadi 4 kuadran, yaitu : Kuadran NE ( North East ) Kuadran NW ( North West ) Kuadran SW ( South West ) Kuadran SE ( South East )

Keempat lempengan tersebut masing-masing besarnya 0 s/d 90 diukur dari North dan South baik kearah East maupun West. Kompas geologi azimuth mempunyai lempengan skala yaitu besarnya 360 diukur dari North ke East. Kompas digunakan untuk mengetahui strike dan dip dari suatu lapisan atau singkapan, mengukur kemiringan lereng ( sloupe stability ), mengetahui posisi jika tidak ada peta. Strike ( jurus ) adalah garis perpotongan bidang di alam dengan bidang horizontal dinyatakan terhadap arah utara, sedangkan dip ( kemiringan ) adalah sudut 90. Adapun tata cara penggunaannya untuk mengetahui strike dan dip dari suatu lapisan yaitu : 1. 2. Lakukan diatas clipboard Anda. Tempel bagian East dari kompas pada lapisan batuan kemudian di horizontalkan dengan cara gelembung horizontalnya berada ditengah ( lihat pada nivo mata sapinya, apabila tepat ditengah maka bacalah ujung jarum magnetik yang berwarna merah atau yang menunjukkan arah utara ). 3. Kemudian tempelkan bagian West dengan cara tegak lurus dari arah strike yang dilakukan pada cara yang kedua, lalu usahakan gelembung yang berada di nivo tabung berada tepat ditengah. 4. Selanjutnya bacalah jarum yang berada di dalam kompas. terbesar antara bidang ( miring ) di alam dengan bidang horizontaldinyatakan dalam derajad. Bidang kemiringannya 0 dan bidang tegak

Magnifer ( LUV ) LUV berfungsi untuk memperbesar gambar objek sehingga kita dapat dengan mudah mengklasifikasikannya. Adapun berbagai macam pembesarannya seperti pembesaran 5x, 10x, 15x, dan lain-lain. Meteran Dalam aktifitas geologi, meteran yang biasanya digunakan adalah meteran dari bahan kain atau plastik dengan ukuran yang panjang. Meteran tersebut berbentuk bundar dan bisa digulung. Selain itu, juga memiliki kemampuan ukur yang jauh. Peta Geologi Peta geologi adalah peta yang menunjukkan tentang susunan lapisan batuan dan pada umumnya memberikan informasi tentang informasi apa saja yang ada didaerah yang dipetakan. Jenis-jenis peta geologi antara lain : 1. Peta geologi permukaan ( surface geological map ) Definisi : Peta yang memberikan berbagai formasi geologi yang langsung terletak dipermukaan dan kegunaannya menentukan lokasi bahan bangunan, drainase, pencarian air, membuat lapangan terbang, pembuatan jalanan, dsb. 2. Peta singkapan ( outcrop map ) Definisi : Peta yang umumnya berskala besar mencantumkan lokasi ditemukan batuan padat yang dapat memberikan keterangan dari pemboran, sifat fisik dan kood struktur. Dan kegunaannya adalah menentukan lokasi material yang berupa pecahan batuan.

3. Peta ikhtisar geologis Definisi : Peta yang memberikan informasi langsung berupa formasi yang tersingkap, terhadap beberapa lokasi yang formasinya tertutup oleh lapisan holosen. Dan kegunaannya observasi alam dalam eksplorasi bahan galian. IV. HASIL PRAKTIKUM

Setelah pratikum mengenai pengenalan alat-alat geologi, kita dapat lebih mengenal secara langsung alat-alat tersebut. Berikut merupakan gambar-gambar dari alat-alat geologi yang dipelajari pada pratikum tanggal 17 November 2007 yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Palu Geologi Kompas Magnifer ( lup ) Meteran Peta geologi

Palu untuk batuan beku dan batuan metamorf

Palu untuk batuan sedimen

Kompas Azimuth

V.

PEMBAHASAN

Palu Geologi Pada saat studi lapangan palu digunakan untuk menggali batuan. Palu geologi ada dua jenis, yaitu : Palu yang ujungnya berbentuk pipih digunakan untuk batuan sedimen. Palu yang ujungnya berbentuk runcing digunakan untuk batuan beku.

Kompas Kompas digunakan untuk menentukan nilai Strike ( jurus ) dan Dip

kemiringan ) dari suatu lapisan tanah. Kompas ada dua jenis, yaitu : Kompas 4 Kuadran Kompas Azimuth

Kompas 4 kuadran terdiri dari : 1. Kuadran NE 2. Kuadran NW 3. Kuadran SE 4. Kuadran SW Tetapi kompas yang sering digunakan dalam studi lapangan yaitu kompas Azimuth. Kompas Azimuth besarnya dari 0- 360. Cara Penggunaan Kompas : 1. Tempelkan sisi East ke dalam posisi horizontal kemudian sampai gelembung nivo kotak yang berada di dalam kompas sampai tepat ke tengah ( center ). 2. Kemudian garis kompas disisi Eastnya dengan pensil. 0 - 90

3. Tempel sisi West dalam posisi vertikal dengan garis yang telah kita garis dengan posisi horizontal yang telah kita ukur. 4. Ukur sisi vertikalnya dengan mengatur nifo tabung agar dapat mencapai ke tengah ( Posisi Center ). 5. Setelah itu catat hasil pengukuran strike/dip yang telah diukur tadi. Magnifer ( lup ) Magnifer atau yang biasa disebut lup ini digunakan untuk melihat sesuatu benda yang kurang jelas jika dilihat dengan kasat mata. Pada saat field trip biasanya lup digunakan untuk melihat permukaan dari jenis-jenis batuan. Magnifer ( lup ) memiliki bentuk dan skala pembesaran yang bermacam-macam dari yang kecil sampai yang besar. Biasanya yang dipakai pada saat field trip yaitu lup yang pembesarannya 20x karena sudah terlihat jelas.

Meteran Dalam aktifitas geologi, meteran yang biasanya digunakan adalah meteran dari bahan kain atau plastik dengan ukuran yang panjang. Meteran tersebut berbentuk bundar dan bisa digulung. Selain itu, juga memiliki kemampuan ukur yang jauh. Peta Geologi Ada berbagai jenis peta geologi bergantung pada tujuannya. Ada yang umum dan ada yang terperinci. Skalanya juga bermacam-macam. Untuk tujuan pemetaan geologi umum, peta geologi berskala 1 : 25.000 1 : 50.000 sudah memadai. Untuk tujuan pemetaan terperinci, misalnya pemetaan struktur geologi dan litologi yang digunakan untuk perancangan atau kejuruteraan, kita perlu skala yang lebih besar yaitu dibawah 1 : 10.000 ( 1 cm = 100 m ).

Secara umumnya, peta geologi memberi informasi mengenai keadaan geologi sesuatu kawasan yang meliputi : (i) (ii) Taburan unit batuannya ( batuan dasar dan penutup ) Trend dan kepadatan struktur geologinya ( pelapisan, kekar, sesar, lipatan, foliasi dan sebagainya ) (iii) Keadaan bentuk muka bumi ( topografi dan sistem saliran ) Oleh karena itu, peta geologi biasanya dihasilkan dari gabungan data peta topografi, fotograf udara ( juga image radar atau satelit ), kerja lapangan dan kerja makmal. Semua sumber data ini perlu diintegrasikan untuk menghasilkan peta tertentu. http://www.ums.edu.my/sst/geo/Peta%20geologi.html VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan : Untuk mendapatkan data geologi yang lebih maksimal dan akurat, kita membutuhkan beberapa alat bantu yaitu alat-alat geologi. Tetapi kita tidak hanya mengenal dan tahu begitu saja, kita juga harus memahami secara langsung kegunaan alat-alat geologi tersebut. Saran : Demi kelancaran dan keberhasilan proses pratikum geologi, dimohon agar alatalat geologi dilengkapi. Pada saat pratikum, alat-alat yang belum ada seperti palu batuan beku dan metamorf dan meteran. VII. DAFTAR PUSTAKA

1. Dasar teori alat geologi, Modul Geologi Fisik. 2. Masrubi B.E,1979. Alat-alat Geologi, Daftar Pustaka. 3. http://www.ums.edu.my/sst/geo/Peta%20geologi.html.