Anda di halaman 1dari 29

UJIAN TENGAH SEMESTER

TAKE HOME TEST

AUDIT AND EFFICIENCY ENERGY

OLEH :
NAMA : HABIBI EL HADIDHY
NIM : 117015008

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2013

SOAL:
Untuk kota-kota besar daerah tropis seperti Medan, Jakarta, dan Surabaya komsumsi energi
terbesar dalam suatu bangunan komersial adalah untuk Pengkondisian Udara. Oleh karena itu
dalam kebijakan Efisiensi dan langkah Audit energi pada Bangunan perlu diketahui teknik-teknik
perhitungan beban pendingin. Pada soal ini dilakukan analysis beban pendingin.
Sebuah bangunan komersial (perkantoran), seperti yang ditunjukkan pada gambar di
bawah,berlokasi di daerah 40oLU. Dinding A berbatasan langsung dengan ruangan yang tidak
dikondisikan, temperatur di ruangan tersebut dianggap sama dengan temperatur udara luar.
Sementara, dinding B, C, dan D terpapar sinar matahari.

Ukuran ruangan adalah 25 m x 15 meter, tinggi ruangan di dalam gedung adalah 3 m dan data
tambahan dari gedung ini adalah sebagai berikut:
Dinding D: terbuat dari bata kilat 100 mm (light-colored face brick), 200 mm bata biasa
(common brick), 16 mm plester, 6 mm plywood yang dilengketkan ke plester. Menurut
data koefisien perpindahan panas tembok ini pada musim panas U =1,36 W/m2K
(R=0,735).

Dinding B dan Dinding C: terbuat dari blok konkret cerah padat 200 mm dan plester 16
mm.Koefisien perpindahan panas pada musim panas U =2,73 W/m2K (R=0,366).
Dinding A: terbuat dari bata padat 325 mm (tidak dicat), tidak diplester. Jika 300 mm
bata ini mempunyai U = 2,29 W/m2K (R=0,435). Pada kedua sisi dinding diasumsikan
terjadi konveksi dengan tahanan termal masing-masing R fc =1/ h=0,121 . Dengan
menggunakan informasi ini tahanan thermal total dinding menjadi:
R w =0,121 =0,435325/300 +0,121 = 0,713 dan U =1/ R w = 1,4 W/m2K
Atap: terbuat dari atap datar 115 mm dan 50 mm gypsum, dan 50 mm isolasi berwarna
gelap dengan nilai U =0,51 W/m2K (R=1,96).
Lantai: terbuat dari konkret 100 mm, terhubung dengan tanah.
Jendela: jenis fixed (non operable) dengan ukuran 1m x 1,5 m terbuat dari plat gelas
biasa dengan tirai (veneterian blind) warna cerah.
Pintu: terbuat dari 45 mm baja dengan inti urethane (sejenis campuran organik) dan
isolator. Koefisien perpindahan panas menyeluruh pintu pada musim panas diperkirakan
U=1,08 W/m2K (R=0,926) untuk pintu luar dan U =1,02 W/m2K (R=0,980) untuk pintu
dalam. Ukuran pintu adalah: Pintu depan 1,5 m x 2 m, pintu samping 1,5 m x 2 m, dan
pintu belakang 1,5m x 2 m (termasuk pintu dalam).

Catatan: Koefisien perpindahan panas menyeluruh pada permukaan luar yang ditampilkan
di sini untuk kondisi musim panas dengan asumsi kecepatan angin 12 km/jam dan untuk
permukaan dalam diasumsikan adanya lapisan udara. Kondisi saat perancangan adalah:
a. Kondisi udara luar (pada musim panas) adalah: temperatur bola kering 35oC dan
bola basah 25oC dan perbedaan temperatur harian 11oC.
b. Kondisi udara di ruangan yang ingin dicapai adalah temperatur bola kering TR0 dan
RH 60%. TR = 22oC
c. Penghuni ruangan: terdiri dari 85 pekerja, mulai jam 8 pagi s/d jam 5 sore.
d. Lampu: Total daya lampu 17,5 kW jenis fluorenscent beroperasi mulai jam 8 pagi s/d
jam 5 sore setiap hari dan juga 4000 W jenis pijar beropeasi secara continiu.
Konfigurasi lampu adalah type tidak perlu ventilasi.
e. Motorlistrik dan peralatan memasak: tidak ada peralatan memasak dan motor listrik
di ruangan yang dikondisikan.
f.

Ventilasi: yang direncanakan di sini adalah sebesar 7L/s/orang, maka total udara
ventilasi adalah 85 x 7 =595 L/s.

g. Infiltrasi: yang mungkin pada ruangan ini hanyalah dari pembukaan pintu, dengan
mempertimbangkan terjadi 30 orang keluar masuk dari pintu selama satu jam maka
diperkirakan jumlah udara infiltrasi adalah 31,1 L/s.
h. Termal Respon bangunan: dikategorikan medium.
i.

Lokasi peralatan pendingin: direncanakan di dinding A sehingga tidak ada pengaruh


langsung pada sumber panas.

Lakukanlah Perencanaan sistem pendingin untuk ruangan tersebut di atas dengan


menjawab pertanyaan berikut:
1. Lakukan Perhitungan Beban Pendingin mulai jam 8 pagi s/d jam 20
2. Beban Pendingin puncak pada soal 1 anggap jadi Qevaporator, lakukan perhitungan
SKU dengan Te = -5oC dan Tk = 40oC untuk mendapatkan Wk (Kerja Kompresor).
Jenis refrigeran yang digunakan adalah R-22.

PENYELESAIAN :
1. Beban Pendingin
a. Beban Pendingin Dari Atap

Dilihat dari tabel 31 dengan data terpilih :


-

Mass Inside Roof

No ceiling

R factor = 1,96

Maka ditentukan klasifikasi atap tipe 4 1,8 < R < 2,6 ; 50 mm.

U = 0,51 W/(m2.K)

A = (25 x 15) m2 = 375 m2

Dilihat dari tabel 30 diperoleh nilai CLTD pukul 17.00 = 43.

C1 = (25,5 Ti) = (25,5 22) = 3,5

Tm = 35 11/2 = 29,5oC

C2 = (Tm 29,4) = (29,5 29,4) = 0,1

C1 + C2 = 3,5 + 0,1 = 3,6

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 43 + 3,6 = 46,6

Diperoleh harga q pada pukul 17.00


q = U.A.CLTDcorr
q = (0,51)(375)(46,6) 8912,25 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin atap dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 1 Beban Pendingin Atap
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

Q (W)

08.00

0,51

375

-2

1,6

306,00

09.00

0,51

375

3,6

688,50

10.00

0,51

375

7,6

1.453,50

11.00

0,51

375

12,6

2.409,75

12.00

0,51

375

16

19,6

3.748,50

13.00

0,51

375

23

26,6

5.087,25

14.00

0,51

375

30

33,6

6.426,00

15.00

0,51

375

36

39,6

7.573,50

16.00

0,51

375

41

44,6

8.529,75

17.00

0,51

375

43

46,6

8.912,25

18.00

0,51

375

43

46,6

8.912,25

19.00

0,51

375

41

44,6

8.529,75

20.00

0,51

375

37

40,6

7.764,75

Beban Pendingin Q (W)

10,000
8,000
6,000
4,000
2,000
0

10

12

14

Pukul

Gambar 1 Grafik Perubahan Beban Pendingin Atap Terhadap Waktu

b. Beban Pendingin dari Dinding D (Barat)


A = (15 x 3) (4x1x1,5 + 1x1,5x2) = 36 m2

U = 1,36 W/(m2.K)

Dari tabel 11 tipe dinding adalah C4 dengan deskripsi 200mm common brick

Dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Face Brick

Wall Type

= C4

= 0,735

Maka ditentukan nomor dinding W = 16.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD pada pukul 17.00 = 9

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 9 + 3,6 = 12,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (1,36)(36)(12,6) 616,90 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 2 Beban Pendingin Dinding D (Barat)
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

Q (W)

08.00

1,36

36

12,6

616,90

09.00

1,36

36

11,6

567,94

10.00

1,36

36

10,6

518,98

11.00

1,36

36

10,6

518,98

12.00

1,36

36

9,6

470,02

13.00

1,36

36

9,6

470,02

14.00

1,36

36

9,6

470,02

15.00

1,36

36

10,6

518,98

16.00

1,36

36

11,6

567,94

17.00

1,36

36

12,6

616,90

18.00

1,36

36

11

14,6

714,82

19.00

1,36

36

14

17,6

861,70

20.00

1,36

36

17

20,6

1.008,58

Trend beban pendingin dinding barat setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

1,200
1,000
800
600
400
200
-

Waktu (Pukul)

Gambar 2 Perubahan Beban Pendingin Dinding Barat Terhadap Waktu

c. Beban Pendingin dari Dinding C (Selatan)

A = (25 x 3) (1 x1,5 x 2) = 72 m2

U = 2,73 W/(m2.K)

Dilihat dari tabel 11 tipe dinding adalah C8 dengan deskripsi 200 mm high density concrete
block

Dilihat dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Plester (Stucco)

Wall Type

= C8

= 0,366

Maka ditentukan nomor dinding W = 5.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD pada pukul 17.00 = 20

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 20 + 3,6 = 23,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (2,73)(72)(23,6) 4.638,82 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00

Tabel 3 Beban Pendingin Dinding Selatan


Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

2,73

72

4,6

904,18

09.00

2,73

72

5,6

1.100,74

10.00

2,73

72

5,6

1.100,74

11.00

2,73

72

7,6

1.493,86

12.00

2,73

72

10,6

2.083,54

13.00

2,73

72

11

14,6

2.869,78

14.00

2,73

72

14

17,6

3.459,46

15.00

2,73

72

17

20,6

4.049,14

16.00

2,73

72

19

22,6

4.442,26

17.00

2,73

72

20

23,6

4.638,82

18.00

2,73

72

20

23,6

4.638,82

19.00

2,73

72

19

22,6

4.442,26

20.00

2,73

72

18

21,6

4.245,70

Q (W)

Beban Pendingin Q (W)

Trend beban pendingin dinding selatan setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:
5,000
4,500
4,000
3,500
3,000
2,500
2,000
1,500
1,000
500
-

Waktu (Pukul)

Gambar 3 Perubahan Beban Pendingin Dinding Selatan Terhadap Waktu

d. Beban Pendingin dari Dinding B (Timur)

A = (15 x 3) (1x1,5x2 + 2x1x1,5) = 39 m2

U = 2,73 W/(m2.K)

Dari tabel 11 tipe dinding adalah C8 dengan deskripsi 200 mm high density concrete block

Dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Plester (Stucco)

Wall Type

= C8

= 0,366

Maka ditentukan nomor dinding W = 5.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD pada pukul 17.00 = 20

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 20 + 3,6 = 23,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (2,73)(39)(23,6) 2.512,69 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00

Tabel 4 Beban Pendingin Dinding Timur


Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

2,73

39

4,6

489,76

09.00

2,73

39

5,6

596,23

10.00

2,73

39

5,6

596,23

11.00

2,73

39

7,6

809,17

12.00

2,73

39

10,6

1.128,58

13.00

2,73

39

11

14,6

1.554,46

14.00

2,73

39

14

17,6

1.873,87

15.00

2,73

39

17

20,6

2.193,28

16.00

2,73

39

19

22,6

2.406,22

17.00

2,73

39

20

23,6

2.512,69

18.00

2,73

39

20

23,6

2.512,69

19.00

2,73

39

19

22,6

2.406,22

20.00

2,73

39

18

21,6

2.299,75

Q (W)

Trend beban pendingin dinding timur setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

3,000
2,500
2,000
1,500
1,000
500
-

Waktu (Pukul)

Gambar 4 Perubahan Beban Pendingin Dinding Timur Terhadap Waktu

e. Beban Pendingin dari Dinding A (Kopel)

A = (25 x 3) = 75 m2

R w =0,121 =0,435325/300 +0,121 = 0,713

U =1/ R w = 1,4 W/m2K

Diperoleh harga q pada pukul 17.00


q = U.A.(To Tr)
q = (1,4)(90)(33,9 - 22) 1.249,50 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 5 Beban Pendingin Dinding Utara
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

T0 ()

Tr ()

08.00

1,4

75

25,8

22

399,00

09.00

1,4

75

27,2

22

546,00

10.00

1,4

75

28,8

22

714,00

11.00

1,4

75

30,7

22

913,50

12.00

1,4

75

32,4

22

1.092,00

13.00

1,4

75

33,8

22

1.239,00

14.00

1,4

75

34,7

22

1.333,50

15.00

1,4

75

35

22

1.365,00

16.00

1,4

34,7

22

1.333,50

T0 ()

Tr ()

Q (W)

Pukul

75
2

U (W/m K)

A (m )

Q (W)

17.00

1,4

75

33,9

22

1.249,50

18.00

1,4

75

32,7

22

1.123,50

19.00

1,4

75

31,3

22

976,50

20.00

1,4

75

29,8

22

819,00

Trend beban pendingin dinding utara setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

1,600
1,400
1,200
1,000
800
600
400
200
-

Waktu (Pukul)

Gambar 5 Perubahan Beban Pendingin Dinding Utara Terhadap Waktu

f. Beban Pendingin dari Pintu di Dinding D (Barat)

A = 1,5 x 2 = 3 m2

U = 1,08 W/(m2.K)

Dilihat dari tabel 11 tipe dinding adalah B10 dengan deskripsi 50mm wood

Dilihat dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Steel

= 0,926

Maka ditentukan nomor dinding W = 2.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD pada pukul 16.00 = 33

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 33 + 3,6 = 36,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (1,08)(3)(36,6) 118,58 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 6 Beban Pendingin Pintu Barat
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

1,08

3,6

11,66

09.00

1,08

4,6

14,90

10.00

1,08

6,6

21,38

11.00

1,08

8,6

27,86

12.00

1,08

10,6

34,34

13.00

1,08

12,6

40,82

14.00

1,08

13

16,6

53,78

15.00

1,08

18

21,6

69,98

16.00

1,08

26

29,6

95,90

17.00

1,08

33

36,6

118,58

18.00

1,08

38

41,6

134,78

19.00

1,08

41

44,6

144,50

20.00

1,08

37

40,6

131,54

Q (W)

Trend beban pendingin pintu barat setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

160
140
120
100
80
60
40
20
-

Waktu (Pukul)

Gambar 6 Perubahan Beban Pendingin Pintu Barat Terhadap Waktu

g. Beban Pendingin dari Pintu di Dinding C (Selatan)

A = 1,5 x 2 = 3 m2

U = 1,08 W/(m2.K)

Dilihat dari tabel 11 tipe dinding adalah B10 dengan deskripsi 50mm wood

Dilihat dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Steel

= 0,926

Maka ditentukan nomor dinding W = 2.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD untuk pukul 17.00 = 26

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 26 + 3,6 = 29,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (1,08)(3)(29,6) 95,9 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 7 Beban Pendingin Pintu Selatan
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

1,08

-1

2,6

8,42

09.00

1,08

4,6

14,90

10.00

1,08

7,6

24,62

11.00

1,08

11,6

37,58

12.00

1,08

13

16,6

53,78

13.00

1,08

18

21,6

69,98

14.00

1,08

23

26,6

86,18

15.00

1,08

26

29,6

95,90

16.00

1,08

27

30,6

99,14

17.00

1,08

26

29,6

95,90

18.00

1,08

22

25,6

82,94

19.00

1,08

18

21,6

69,98

20.00

1,08

15

18,6

60,26

Q (W)

Trend beban pendingin pintu selatan setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

120
100
80
60
40
20
-

Waktu (Pukul)

Gambar 7 Perubahan Beban Pendingin Pintu Barat Terhadap Waktu

h. Beban Pendingin dari Pintu di Dinding B (Timur)

A = 1,5 x 2 = 3 m2

U = 1,08 W/(m2.K)

Dilihat dari tabel 11 tipe dinding adalah B10 dengan deskripsi 50mm wood

Dilihat dari tabel 33B dengan data terpilih :


-

Secondary Material = Steel

= 0,926

Maka ditentukan nomor dinding W = 2.

Dilihat dari tabel 32 nilai CLTD untuk pukul 17.00 = 18

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 18 + 3,6 = 21,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (1,08)(3)(21,6) 69,98 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00

Tabel 8 Beban Pendingin Pintu Timur


Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

1,08

11,6

37,58

09.00

1,08

18

21,6

69,98

10.00

1,08

26

29,6

95,90

11.00

1,08

31

34,6

112,10

12.00

1,08

32

35,6

115,34

13.00

1,08

29

32,6

105,62

14.00

1,08

24

27,6

89,42

15.00

1,08

21

24,6

79,70

16.00

1,08

19

22,6

73,22

17.00

1,08

18

21,6

69,98

18.00

1,08

17

20,6

66,74

19.00

1,08

15

18,6

60,26

20.00

1,08

15

18,6

60,26

Q (W)

Trend beban pendingin pintu timur setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

140
120
100
80
60
40
20
-

Waktu (Pukul)

Gambar 8 Perubahan Beban Pendingin Pintu Timur Terhadap Waktu

i. Beban Pendingin Akibat Konduksi Kaca Sebelah Barat dan Timur

A = (4 x 1 x 1,5) + (2 x 1 x 1,5) = 9 m2

U = 4,6 W/(m2.K)

Dilihat dari tabel 34 nilai CLTD untuk pukul 17.00 = 7

CLTDcorr = CLTD + C1 + C2 = 7 + 3,6 = 10,6

Diperoleh harga q
q = U.A.CLTDcorr
q = (4,6)(9)(10,6) 103,03 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 9 Beban Pendingin Akibat Konduksi dari Jendela
Pukul

U (W/m2K)

A (m2)

CLTD

CLTDcorr

08.00

1,08

3,6

34,99

09.00

1,08

4,6

44,71

10.00

1,08

5,6

54,43

11.00

1,08

7,6

73,87

12.00

1,08

8,6

83,59

13.00

1,08

10,6

103,03

14.00

1,08

10,6

103,03

15.00

1,08

11,6

112,75

16.00

1,08

11,6

112,75

17.00

1,08

10,6

103,03

18.00

1,08

10,6

103,03

19.00

1,08

9,6

93,31

20.00

1,08

7,6

73,87

Q (W)

Beban Pendingin Q (W)

Trend beban pendingin akibat konduksi jendela setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:
120
100
80
60
40
20
-

Waktu (Pukul)

Gambar 9 Perubahan Beban Pendingin Akibat konduksi Terhadap Waktu

j. Panas Transmisi Dari Jendela di Dinding D (Barat)

A = 4 x 1 x 1,5 = 6 m2

Dilihat dari (tabel 4-11. Koefisien Peneduhan / Shade Coefficient) pada buku Refrigerasi
dan Pengkondisian Udara, Edisi ke-2, karangan Wilbert F. Stoecker, dkk, halaman 71)
dengan data terpilih :
-

Jenis Kaca

: Kaca Tunggal

Tipe Kaca

: Pelat (6 mm - 12 mm)

Dengan krei pelindung terang

Maka diperoleh nilai SC = 0,55.

Dilihat dari tabel 20 dengan data terpilih :


-

Zone Geometry

: 30m x 30m

Zone Height

: 3,0 m

Maka diperoleh nomor kaca adalah jenis 1 dan 2.

Dilihat dari tabel 35B dengan data terpilih :


-

Nomor Kaca

: 1 atau 2

Floor Covering

: carpet

Partition Type

: concrete block

Maka diperoleh tipe kaca adalah tipe B.

Dilihat dari tabel 36 zona B diperoleh harga SCL pada pukul 17.00 = 545 W/m2.

Diperoleh harga q
q = A(SC)(SCL)
q = (6)(0,55)(545) 1.798,50 W
Tabel 10 Panas Transmisi dari Jendela Barat
Pukul

A (m2)

SCL

SC

08.00

69

0,55

227,70

09.00

85

0,55

280,50

10.00

98

0,55

323,40

11.00

110

0,55

363,00

12.00

117

0,55

386,10

13.00

186

0,55

613,80

14.00

318

0,55

1.049,40

SCL

SC

Pukul

A (m )

Q (W)

Q (W)

15.00

438

0,55

1.445,40

16.00

523

0,55

1.725,90

17.00

545

0,55

1.798,50

18.00

463

0,55

1.527,90

19.00

208

0,55

686,40

20.00

135

0,55

445,50

Beban Pendingin Q (W)

Trend beban pendingin akibat transmisi dari jendela bagian barat setiap waktu dapat dilihat pada
grafik berikut
2,000
1,800
1,600
1,400
1,200
1,000
800
600
400
200
-

Waktu (Pukul)

Gambar 10 Perubahan Beban Pendingin Akibat Transmisi dari Jendela Barat Terhadap Waktu

k. Panas Transmisi Dari Jendela di Dinding B (Timur)

A = 2 x 1 x 1,5 = 3 m2

Dilihat dari (tabel 4-11. Koefisien Peneduhan / Shade Coefficient) pada buku Refrigerasi
dan Pengkondisian Udara, Edisi ke-2, karangan Wilbert F. Stoecker, dkk, halaman 71)
dengan data terpilih :
-

Jenis Kaca

: Kaca Tunggal

Tipe Kaca

: Pelat (6 mm - 12 mm)

Dengan krei pelindung terang

Maka diperoleh nilai SC = 0,55.

Dilihat dari tabel 20 dengan data terpilih :


-

Zone Geometry

: 30m x 30m

Zone Height

: 3.0 m

Maka diperoleh nomor kaca adalah jenis 1 dan 2.

Dilihat dari tabel 35B dengan data terpilih :


-

Nomor Kaca

: 1 atau 2

Floor Covering

: carpet

Partition Type

: concrete block

Maka diperoleh tipe kaca adalah tipe B.

Dilihat dari tabel 36 zona B diperoleh harga SCL pada pukul 17.00 = 107 W/m2.

Diperoleh harga q
q = A(SC)(SCL)
q = (3)(0,55)(107) 176,55 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 11 Panas Transmisi dari Jendela Barat
Pukul

A (m2)

SCL

SC

08.00

501

0,55

826,65

09.00

510

0,55

841,50

10.00

450

0,55

742,50

11.00

331

0,55

546,15

12.00

233

0,55

384,45

13.00

198

0,55

326,70

14.00

173

0,55

285,45

15.00

151

0,55

249,15

16.00

129

0,55

212,85

17.00

107

0,55

176,55

18.00

79

0,55

130,35

19.00

47

0,55

77,55

20.00

32

0,55

52,80

Q (W)

Trend beban pendingin akibat transmisi dari jendela bagian timur setiap waktu dapat dilihat pada
grafik berikut

Beban Pendingin Q (W)

900
800
700
600
500
400
300
200
100
-

Waktu (Pukul)

Gambar 11 Perubahan Beban Pendingin Akibat Transmisi dari Jendela Timur Terhadap Waktu

l. Panas dari Manusia

N = 85 orang

Dilihat dari tabel 3 dengan data terpilih :


-

Moderately Active Office Work

Office

Maka diperoleh harga Sensible Heat Gain (SHG) = 75 W dan harga Latent Heat Gain (LHG)
= 55 W.

Dilihat dari tabel 35A dengan data terpilih :


-

Room location

: Single story

Floor covering

: Carpet

Maka diperoleh tipe zona C.

Dilihat dari tabel 37 dengan data terpilih pada pukul 16.00 :


-

Zona tipe C

Lama jam kerja = (17.00 08.00) + 1 = 10 jam

Maka diperoleh harga CLF = 0,94.

Diperoleh harga qsensible dan qlatent adalah sebagai berikut :


qsensible

= N(SHG)(CLF) = (85)(75)(0,94)

5.992,5 W

qlatent

= N(LHG) = (85)(55)

4.675 W

qtotal = qsensible + qlatent = 10.667,5 W


Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 12 Beban Pendingin dari Manusia
Pukul

LHG

SHG

CLF

Qlatent (W)

Qsensible (W)

08.00

85

55

75

0,62

4.675,00

3.952,50

8.627,50

09.00

85

55

75

0,7

4.675,00

4.462,50

9.137,50

10.00

85

55

75

0,75

4.675,00

4.781,25

9.456,25

11.00

85

55

75

0,8

4.675,00

5.100,00

9.775,00

12.00

85

55

75

0,83

4.675,00

5.291,25

9.966,25

13.00

85

55

75

0,86

4.675,00

5.482,50

10.157,50

14.00

85

55

75

0,89

4.675,00

5.673,75

10.348,75

15.00

85

55

75

0,91

4.675,00

5.801,25

10.476,25

16.00

85

55

75

0,92

4.675,00

5.865,00

10.540,00

17.00

85

55

75

0,94

4.675,00

5.992,50

10.667,50

18.00

85

55

75

0,35

4.675,00

2.231,25

6.906,25

19.00

85

55

75

0,28

4.675,00

1.785,00

6.460,00

20.00

85

55

75

0,23

4.675,00

1.466,25

6.141,25

Trend beban pendingin dari manusia setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

12,000
11,000
10,000
9,000
8,000
7,000
6,000
5,000

Waktu (Pukul)

Gambar 12 Perubahan Beban Pendingin dari Manusia Terhadap Waktu

Qtotal (W)

m. Beban Pendingin dari Lampu

Diasumsikan bahwa :
-

Wtungsten

= 4.000W (diketahui)

Wflourescent

= 17.500W (diketahui)

Fu

= 1,0

Fsa

= 1,0

CLF

= 1,0 (karena dioperasikan secara kontinu)

Dilihat dari tabel 35B dan berdasarkan parameter yang sama seperti pada kasus Energi
Matahari yang Menembus Kaca Barat/ Transmisi maka diketahui bahwa zona ruangan
adalah tipe C.

Dilihat dari tabel 38 dengan data terpilih untuk lampu flourescent pada pukul 16.00 :
-

Zona tipe C

Lama jam kerja = (17.00 08.00) + 1 = 10 jam

Nomor jam setelah peralatan dinyalakan = (16.00 08.00) + 1 = 9 jam

Maka diperoleh harga CLF = 0,92.

Diperoleh harga :
qflour

= W(Fu)( Fsa)( CLF)

qflour

= (17.500)(1,0)(1,2)(0,92) 19.320 W

qtungsten

= W(Fu)( Fsa)( CLF)

qtungsten

= (4.000)(1,0)(1,0)(1,0) 4.000 W

qtotal

= qflour + qtungsten = 23.320 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 13 Beban Pendingin Akibat Lampu
Pukul

Wtungs
(W)

Wflour
(W)

Fu

Fsatungs

Fsaflour

CLFtungs

CLFflour

Qtungs (W)

Qflour (W)

Qtotal (W)

08.00

4000

17500

1,2

0,73

4000

15330

19330

09.00

4000

17500

1,2

0,81

4000

17010

21010

10.00

4000

17500

1,2

0,85

4000

17850

21850

11.00

4000

17500

1,2

0,87

4000

18270

22270

12.00

4000

17500

1,2

0,89

4000

18690

22690

13.00

4000

17500

1,2

0,9

4000

18900

22900

14.00

4000

17500

1,2

0,91

4000

19110

23110

15.00

4000

17500

1,2

0,92

4000

19320

23320

Pukul

Wtungs
(W)

Wflour
(W)

Fu

Fsatungs

Fsaflour

CLFtungs

CLFflour

Qtungs (W)

Qflour (W)

Qtotal (W)

16.00

4000

17500

1,2

0,92

4000

19320

23320

17.00

4000

17500

1,2

0,93

4000

19530

23530

18.00

4000

17500

1,2

0,25

4000

5250

9250

19.00

4000

17500

1,2

0,16

4000

3360

7360

20.00

4000

17500

1,2

0,13

4000

2730

6730

Trend beban pendingin akbat panas lampu setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

30,000
25,000
20,000
15,000
10,000
5,000
-

Waktu (Pukul)

Gambar 13 Perubahan Beban Pendingin Akibat Panas Lampu Terhadap Waktu

n. Beban Pendingin dari Ventilasi

Kondisi Udara Luar pada pukul 17.00 :


-

Dry Bulb Temp. (To) = 33,9 oC

Wet Bulb Temp. = 25 oC

Humadity ratio (wo) = 0,0159

Kondisi Ruangan yang Diinginkan :


-

Dry Bulb Temp. (Ti) = 22 oC

RH = 60 %

Humadity ratio (wi) = 0,0098

Q = 7 L/s per orang atau Q = 595 L/s karena orangnya berjumlah 85 orang.

Diperoleh harga qsensible dan qlatent pada pukul 17.00 adalah sebagai berikut :
qsensible

= 1,23Q(To - Ti) = (1,23)(595)(33,9 22)

8.7090,0 W

= 3010Q(wo - wi) = (3010)(595)(0,0155 0,0098)

qlatent

10.276 W

Tempertur udara luar untuk lokasi dimana gedung berada dapat dilihat pada Tabel 1 Bab 28
ASHRAE 1997. Pada pukul 8 sampai dengan pukul 20 ditampilkan pada tabel berikut.

Pukul
8
9
10
11
12
13
14 15
16
17
18
19
20
Tempratur 25,8 27,2 28,8 30,7 32,4
33,8 34,7 35 34,7 33,9 32,7 31,3 29,8
Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00.
Tabel 14 Beban Pendingin dari Ventilasi
Pukul

To (K)

RHO

Ti (K)

RHi

08.00 298,8 0,45

295

0,6

0,00923 0,0098

595

2781,03

-1020,84

1760,19

09.00 300,2 0,45

295

0,6

0,01004 0,0098

595

3805,62

429,83

4235,45

10.00 301,8 0,45

295

0,6

0,01104 0,0098

595

4976,58

2220,78

7197,36

11.00 303,7 0,45

295

0,6

0,01234 0,0098

595

6367,09

4549,01

10916,11

12.00 305,5 0,45

295

0,6

0,0137

0,0098

595

7684,43

6984,71

14669,13

13.00 306,8 0,45

295

0,6

0,01476 0,0098

595

8635,83

8883,11

17518,94

14.00 307,7 0,45

295

0,6

0,01554 0,0098

595

9294,49

10280,05

19574,55

15.00

0,45

295

0,6

0,01581 0,0098

595

9514,05

10763,61

20277,66

16.00 307,7 0,45

295

0,6

0,01554 0,0098

595

9294,49

10280,05

19574,55

17.00 306,9 0,45

295

0,6

0,01485 0,0098

595

8709,01

9044,30

17753,31

18.00 305,7 0,45

295

0,6

0,01386 0,0098

595

7830,79

7271,26

15102,05

19.00 304,3 0,45

295

0,6

0,01278 0,0098

595

6806,21

5337,03

12143,24

20.00 302,8 0,45

295

0,6

0,01171 0,0098

595

5708,43

3420,71

9129,14

308

Wo

Wi

Q (L/s) Qsensible (W) Qlatent (W)

25,000
20,000
15,000
10,000
5,000
20.00

19.00

18.00

17.00

16.00

15.00

14.00

13.00

12.00

11.00

10.00

09.00

08.00

Beban Pendingin Q (W)

Trend beban pendingin dari ventilasi setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Waktu (Pukul)

Gambar 14 Perubahan Beban Pendingin dari Ventilasi Terhadap Waktu

Qtotal (W)

o. Beban Pendingin Akibat Infiltrasi

Data kondisi luar dan dalam ruangan sama seperti pada kasus ventilasi di atas.

Diasumsikan :
-

Orang yang melewati pintu = 40 orang/jam

Volume manusia yang lewat = 2,8 m3/orang

Diperoleh nilai Qinf sebesar :


Qinf = (40 orang/jam x 2,8 m3/orang) = 112 m3/jam = 31,1 L/detik.

Diperoleh harga qsensible dan qlatent adalah pada pukul 16.00 sebagai berikut :
qsensible

= 1,23Q(To - Ti) = (1,23)(31,1)(34,7 22)

486 W

qlatent

= 3010Q(wo - wi) = (3010)(31,1)(0,0155 0,0098)

537 W

Dengan cara yang sama diperoleh beban pendingin dari pukul 08.00 s/d 20.00
Tabel 15 Beban Pendingin Akibat infiltrasi
Pukul

To (K)

RHO

Ti (K)

RHi

08.00 298,8 0,45

295

0,6

0,00923 0,0098

31,1

145,3614

-53,36

92,00

09.00 300,2 0,45

295

0,6

0,01004 0,0098

31,1

198,92

22,47

221,38

10.00 301,8 0,45

295

0,6

0,01104 0,0098

31,1

260,12

116,08

376,20

11.00 303,7 0,45

295

0,6

0,01234 0,0098

31,1

332,80

237,77

570,57

12.00 305,5 0,45

295

0,6

0,0137

0,0098

31,1

401,66

365,08

766,74

13.00 306,8 0,45

295

0,6

0,01476 0,0098

31,1

451,39

464,31

915,70

14.00 307,7 0,45

295

0,6

0,01554 0,0098

31,1

485,81

537,33

1023,14

15.00

0,45

295

0,6

0,01581 0,0098

31,1

497,29

562,60

1059,89

16.00 307,7 0,45

295

0,6

0,01554 0,0098

31,1

485,81

537,33

1023,14

17.00 306,9 0,45

295

0,6

0,01485 0,0098

31,1

455,21

472,74

927,95

18.00 305,7 0,45

295

0,6

0,01386 0,0098

31,1

409,31

380,06

789,37

19.00 304,3 0,45

295

0,6

0,01278 0,0098

31,1

355,75

278,96

634,71

20.00 302,8 0,45

295

0,6

0,01171 0,0098

31,1

298,37

178,80

477,17

308

Wo

Wi

Q (L/s) Qsensible (W) Qlatent (W) Qtotal (W)

Trend beban pendingin akibat infiltrasi setiap waktu dapat dilihat pada grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

1,200
1,000
800
600
400
200
-

Waktu (Pukul)

Gambar 15 Perubahan Beban Pendingin Akibat Infiltrasi Terhadap Waktu

Dari hasil perhitungan di atas dapat ditabulasikan sepertti tabel di bawah untuk mengetahui
beban pendingin terbesar terjadi pada pukul berapa. Beban pendingin tersebut adalah beban
pendingin total (baik beban sensibel maupun beban laten) yang diperoleh dari berbagai faktor.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan beban pendingin total dari gedung dari pukul 08.00
hingga pukul 20.00.
Tabel 16 Beban Pendingin Total Tiap Waktu
Pukul

Q total (W)

08.00

33.672,54

09.00

39.370,24

10.00

44.525,49

11.00

50.837,51

12.00

57.672,37

13.00

63.972,61

14.00

69.286,56

15.00

72.886,59

16.00

74.057,13

17.00

73.171,47

18.00

51.995,50

19.00

44.946,39

20.00

39.439,58

Beban pendingin puncak dapat dilihat melalui grafik berikut:

Beban Pendingin Q (W)

80,000.00
70,000.00
60,000.00
50,000.00
40,000.00
30,000.00

Q total (W)

20,000.00
10,000.00
19.00

18.00

17.00

16.00

15.00

14.00

13.00

12.00

11.00

10.00

09.00

08.00

waktu (Pukul)

Gambar 16 Grafik Beban Pendingin Puncak

Diperoleh kesimpulan bahwa beban pendingin terbesar yang diterima gedung adalah sebesar
74.057,13 W atau sekitar 74,10 kW di mana terjadi pada pukul 16.00. Jadi dianggap bahwa

Qevaporator = 74,10 kW.

. Kerja Kompresor dan Kalor Keluar Kondensor


Skema Siklus Kompresi Uap
3

Kondenser

KE

Kompresor

Evaporator

Gambar 2. Skema Siklus Kompresi Uap Single-Stage

Diagram p-h Siklus


P (kPa)

Tk = 40 0C

1016,5

243,375

TE = -5 0C
4

h (kJ/kg)

Gambar 3. Diagram p-h Siklus Kompresi Uap Single-Stage


Dengan menggunakan tabel saturasi Refrigeran 134a ASHRAE diperoleh :

h1 = hg@-5oC = 395,74 kJ/kg

h3 = hf@40oC = 256,35 kJ/kg

h4 = h3 = 256,35 kJ/kg

s1 = sg@-5oC = 1,73035 kJ/(kg.K)

Dilihat pada tabel sifat uap-lanjut R-134a ASHRAE. Dengan fakta bahwa s2 = s1 = 1,73035
kJ/(kg.K) dan dengan 2 kali interpolasi diperoleh nilai h2 = 425,56 kJ/kg pada 1016,5 kPa.

Kerja Spesifik Kompresor (wc)


= 2 1 = 425,56 395,74 /
= 29,82 /
Diperoleh kerja spesifik kompresor sebesar 29,82 kJ/kg.

Kalor Spesifik Keluar Kondensor (qk)


= 2 3 = 425,56 256,35 /
= 169,21 /
Diperoleh kalor spesifik keluar kondensor sebesar 169,21 kJ/kg.
Laju Aliran massa Refrigeran yang Dibutuhkan ()
=

74,10
=
1 4
395,74 256,35 /

= 0,5316 /
Dibutuhkan laju aliran massa refrigeran sebesar 0,5316 kg/s untuk keberlangsungan siklus
kompresi uap single stage ini.