Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH BAHAN BANGUNAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK BANGUNAN

A. PENDAHULUAN Bangunan merupakan suatu wujud karya arsitektur yang melalui serangkaian proses dengan pelaku-pelaku yang berbeda sebelum menjadi wujud fisiknya. Proses dan pelaku ini berbeda disetiap jamannya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara garis besar bangunan merupakan wujud sebuah proses arsitektural yang bernilai seni dalam proses rancang bangunannya dan memiliki fungsi dari segi kegunaannya. Proses dalam menggubah wujud bangunan ini setidaknya melalui tahap perancangan dan pembuatan. Dalam merancang setidaknya harus diketahui fungsi bangunan dan tentunya berhubungan dengan pemilihan bahan bangunannya sendiri agar rancangan tersebut dapat berwujud. Bangunan merupakn wujud konversi dari berbagai macam bahan bangunan. Bahan bangunan merupakan semua bahan yang digunakan untuk tujuan konstruksi. Secara garis besar, bahan bangunan ini terbagi atas 2 jenis yaitu bahan bangunan alam dan bahan bangunan pabrikasi. Bahan bangunan alami seperti batu, kayu, ranting, daun yang banyak digunakan dalam arsitektur tradisional. Bahan-bahan bangunan pabrikasi seperti beton bertulang, kaca, seng, keramik, dll, yang digunakan dalam arsitektur-arsitektur modern. Pemilihan bahan bangunan ini berpengaruh besar dalam pembentukan karakteristik bangunan. Pada jaman primitif, penggunaan batu, kayu, daun untuk pembuatan bangunan masih dengan teknologi yang sederhana, baik olahan bahan bangunan maupun teknis mendirikannya. Hal ini dikarenakan ketiadaan alat pengolah, pemahaman pelaku/ pemilik bangunan yang masih kurang dan tidak adanya teknologi dalam membangun. Dengan bahan bangunan alaami seperti ini, wujud bangunan sangat sederhana, skala bangunan sangat kecil. Unsur seni tidak dijumpai pada masa ini, hanya unsur fungsi sebagai tempat tinggl/ perlindungan terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Perkembangan peradaban dan kebutuhan manusia, serta pengetahuan dan teknologi sederhana mendorong bahan-bahan alami sudah bisa dimaksimalkan fungsinya. Bahan bangunan alami diolah terlebih dahulu sebelum dipakai untuk membangun, penggunaannya pun bisa beragam meski masih tradisional. Kayu bulat sudah diolah menjadi balok atau papan meski denga teknologi manual. Fungsinya pun tidak hanya untuk rangka bangunan tetapi juga untuk lantaim, dinding, atap dll. Skala bangunan menjadi besar, memberikan kesan hangat dan tenang. Teknik membangun sudah mulai ditemukan misalnya adanyan sambungan pasak bambu, batu direkat dengan lumpur/ campuran tanah tertentu. Karena teknik yang masih tradisonal, bangunan menjadi sangat besar dan berkesan monumental. Revolusi industri yang terjadi di Prancis, mendorong perkembangan besar-besaran di bidang konstruksi, salah satunya ketersediaan bahan-bangunan modern seperti, baja, penemuan semen dan lain-lain. Hingga saat ini bahan bangunan terus berkembang baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Bahan-bahan ini mempunyai karakterisistik sendiri dan memberikan ciri khas tersendiri dalam aplikasi terhadap wujud fisik bangunan. Bangunan menjadi lebih megah, tidak kaku, dapat lebih dieksploitasi. Namaun eksploitasi yang berlebihan juga dalam beberapa kasus menjadi tidak seimbang dengan alam, seperti efek rumah kaca dan lain-lain

Document1

Page 1

B. BAHAN BANGUNAN SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGUNAN Bangunan sebagai wujud karya arsitektur tidak harus diwujudkan dengan pemlihan material yang mahal, teknologi yang canggih atau tampilan yang mewah. Bangunan yang baik adalah yang berkarakter, mengakomodir kebutuhan pengghuni, memberikan rasa kenyamanan, keamanan dan kesehatan. Bangunan sebagai sebuah karya arsitektural harus memiliki setidaknya 3 (tiga) unsur utama yaitu kekuatan, fungsi dan keindahan (Vitruvius). Tiga unsur ini hanya bisa didapat dengan pemillihan bahan bangunan yang tepat pada setiap bagian bangunannya. Penggunaan bahan yang tepat menjadikan bangunan tersebut berkarakter sesuai keinginan pengguna dan arsiteknya. Pemilihan bahan bangunan tentunya disesuaikan dengan fungsi bangunan tersebut dan seperti apa karekter bangunan yang dihasilkan. Bahan bangunan lokal tentu penggunaannya lebih pada bangunan dengan fungsi rumah tinggal walau tidak tertutp kemungkinan penggunaan bahan-bahan modern sedangkan untuk bangunan multi lantai atau bangunan dengan fungsi-funsi khusus tentu lebih banyak dipergunakan bahan-bahan pabrikasi. Secara umum suatu bangunan baik rumah tinggal maupun fungsi khusus lainnya terdiri dari 3 (tiga) bagian konstruksi utama, yakni konstruksi bawah, tengah dan atas. Masing-masing bagian ini terbentuk dari bahan-bahan tertentu sesuai fungsi bangunan tersebut. Konstruksi bawah yakni pondasi dan lantai menggunakan material lokal seperti kayu atau material pabrikasi seperti semen dan berton bertulang. Konstruksi tengah seperti dinding, bukaan dinding menggunakan material lokal seperti dnding batu bata, anyaman bambu atau dinding beton. Konstruksi atas seperti atap bisa menggunakan bahan lokal seperti kayu, jerami/ sirap atau bahan pabrikasi seperti seng, baja ringan, cor plat beton bertulang dll. Masing-masing bahan ini setelah dikonversikan menjadi sebuah bangunan akan memberikan karakteristik tertentu pada bangunan tersebut. Karakteristik yang dibentuk oleh bahan bangunan terhadap bangunan sebagai berikut: 1. Bahan bangunan lokal Penggunaan material lokal seperti kayu, bambu, rumput lang-alang atau perpaduan material lokal dan modern seperti batu kali, pasir dan semen untuk pondasi, tembok, atap banyak dijumpai dalam arsitektur tradisional/ vernakular sehubungan dengan bangunan sebgai suatu produk kebudayaan. Karakter yang dihasilkan adalah bangunan yang sederhana, selaras dengan alam dan tanggap terhadap iklim setempat (tidak panas, sejuk, hangat). Demikian juga halnya material lokal yang diaplikasikan pada bangunan modern seperti lantai dari kayu, akan memberikan efek hangat dan bersahabat pada Rumah tradisional Jawa (Uma Dhowo), ruangan tersebut. Penggunaan bahan lokal, kayu, bambu, tanah liat, batu
alam memberi kesan sederhana, polos, manusiawi.

Document1

Page 2

2. Bahan bangunan pabrikasi Bahan bangunan pabrikasi seperti beton bertulang, baja dll, dijumpai hampir disemua wujud arsitektur saat ini, baik rumah tinggal, gedung perkaantoran maupun gedunggedung dengan fungsi khusus lainnya. Jenis yang beragam, fungsi yang beragam membuat tampilan bangunan multi karekter, skala yang besar dan juga memiliki banyak fungsi yang bisa diakomodir dalam bangunan tersebut. Material seperti baja dan beton bertulang bisa membuat suatu bangunan menjadi kokoh dan megah dengan ukurannya yang besar. Penggunaan kaca untuk penutup dinding memberikan karakter yang khas terhadap bangunan tersebut, modern, eksklusif. Bangunan menjadi lebih bisa tereksploitasi lagi bentuknya. Penggunaan material beton bertulang pada atap bangunan tinggi bisa memfungsikan atap tersebut sebagai sarana olahraga atau fungsi lain yang mendukung fungsi bangunan tersebut, misalnya sebagai helipad dll.

Pasific Building, Penggunaan material baja, beton bertulang, kaca membuat skala bangunan besar, kesan megah, eksploitasi bentuk bulan,

Untuk mewadahi fungsi-fungsi khusus seperti bangunan dengan fungsi seni yang membutuhkan ruang yang luas, bentangan besar, dan desain yang menarik. Pemilihan bahan yang tepat dapat mendukung bangunan tersebut kokoh dan berfungsi sesuai yang diinginkan, memiliki karakteristik/ bisa menampilkan fungsi bangunan tersebut melalui wujud fisiknya.. Struktur-struktur tertentu hanya diperoleh dengan bahan yang berteknologi tinggi dan olahan pabrikasi.
Sydney Opera House, Struktur atap shell dengan bahan dan teknologi pabrikasi

Bangunan sebagai suatu wadah aktifitas manusia juga dalam desainnya harus bisa mewadahi iklim dan alam sekitar. Bangunan dengan penggunaan material padat seperti beton dan bata memiliki suhu yang lebih panas dibandingkan penggunaan bahan yang lebih tipis seperti panil logam dan kaca. Hal ini karena material padat lebih banyak menyerap dan lebih lama menyimpan panas. Untuk mengatasi hal ini tidak serta merta mengganti bahan bangunan tetapi dipikirkan orientasi bangunan terhadap iklim dan juga alam sekitar seperti arah matahari, situasi bangunan berada dll.

Document1

Page 3

C. KARAKTERISTIK BAHAN BANGUNAN DAN APLIKASINYA

BAHAN Kayu

KARAKTERISTIK BAHAN Mudah dibentuk/ diolah Hangat Ringan Padat/ keras Hangat Kokoh Berat Kokoh Dimensi panjang Mudah pecah Ringan Transparan Getas Cepat mengeras

APLIKASI DALAM BANGUNAN Struktur sederhana Semua elemen bangunan, dinding, lantai, atap Pondasi Dinding Struktur rangka bangunan Struktur rangka atap

KARAKTERISTIK BANGUNAN Hangat Sederhana Selaras alam Kokoh, berat

Batu alam

Besi baja

Kaca

Semen

Dinding bangunan Bukaan Lantai display Campuran semua elemen bangunan

Megah Skala besar kokoh Megah Luas Indah/ estetis Kokoh Kuat Padat

Document1

Page 4

D. KESIMPULAN Bahan bangunan berperan sangat penting dalam mewujudkan bangunan yang kokoh, memiliki fungsi dan estetis atau indah. Bahan bangunan berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan berkembangnya kebutuhan manusia akan bangunan itu sendiri guna mewadahi aktifitas-aktifitas manusia yang tidak bisa dilakukan di luar ruangan. Karena aktifitas manusia yang banyak, maka bangunan yang ada juga harus berkarakter sesuai dengan jenis aktifitas tersebut. Disinilah bahan bangunan berperan penting. Untuk mewujudkan aktifitas sebagai tempat tinggal, bahan-bahan yang digunakan tentu berbeda dengan wujud banguna untuk aktifitas perkantoran, pertunjukan seni, sarana olahraga dan lain-lain. Penggunaan bahan bangunan juga berperan besar dalam bangunan tersebut selaras dengan alam. Untuk daerah yang yang beriklim panas, penggunaan bahan-bahan berat seperti batu bata, beton bertulang seminimal mungkin dihindari agar tidak menambah panas atmosfir. Berkembanganya teknologi dibidang bahan bangunan dan konstruksinya, menyebabkan bangunan lebih tereksploitasi bentuknya, mampu mengadaptasi bentukbentuk tertentu yang selama ini sulit diaplikasikan dalam bangunan. Bangunan pencakar langit yang menjulang hanya bisa dibangun dengan bahan-bahan modern/ pabrikasi. Dengan bahan bangunan yang tepat, kita dapat menghadirkan karakter tertentu dalam karya arsitektur kita, bangunan tidak lagi sekedar bentuk fisik biasa, tetapi menjadi aktualisasi diri pemiliknya. Bahan bangunan menjadikan bangunan berkarakter dan hidup.

Document1

Page 5