Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek

BAB 2 ORGANISASI DAN TATA LAKSANA PROYEK

Direktorat Jenderal Bina Marga merupakan Executing Agency dari Pinjaman Luar Negeri IBRD 7786-ID/ 4834-IND program SRIP dengan Direktorat Bina Program Ditjen Bina Marga sebagai Lead Implementing Agency, untuk melaksanakan

manajemen/pengelolaan Pinjaman Luar Negeri, dan pada pelaksanaan koordinasinya dibentuk Project Management Unit (PMU) yang berkedudukan di Jakarta.

2.1 INSTANSI TERKAIT Instansi yang terkait adalah : a. Kementerian Keuangan Adalah institusi yang secara umum mengatur kegiatan keuangan negara, terkait dengan pelaksanaan proyek antara lain memberikan persetujuan pembayaran proyek, administrasi rekening khusus, dan lain-lain. b. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Adalah institusi yang melaksanakan fasilitasi dan koordinasi antar kementeriankementerian terkait, menyiapkan kebijakan strategis pembangunan nasional. Tim Pengarah (Steering Committee) Adalah tim yang beranggotakan dari kementerian/instansi yang terkait erat dengan pelaksanaan proyek. Tim pengarah adalah tim yang memberikan pengarahan dan petunjuk, arah kebijakan yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan substansi memberikan petunjuk dalam mengatasi setiap hambatan dan permasalahan dengan memberikan arahan pemecahan serta rekomendasi. Tugas serta unsur dari Tim Pengarah adalah sebagaimana tercantum pada Surat Keputusan Menteri Negara Perencanaan/Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. 335/M.PPN/06/2007 tanggal 28 Juni 2007. Untuk proyek SRIP ini dibentuk 2 Steering Committee, yaitu : 2-1

Ditlantas POLRI. Direktorat Keselamatan Jalan. f. dan sebagai Implementing Agency untuk Technical Assistance Integrated for Roads Safety Management System-2. g. Roads Safety Steering Committee (RSSC) yang beranggotakan khusus instansi-instansi yang terkait khususnya dengan kebijakan dan pelaksanaan keselamatan jalan yaitu Kementerian Perhubungan. Bipran juga sebagai institusi yang melaksanakan korespondensi dengan Bank Dunia dan 2-2 . Markas Besar POLRI. diketuai oleh Direktur Transportasi Bappenas. Untuk membantu tugas harian Tim Pengarah dibentuk Sekretariat Steering Committee. Kementerian Pekerjaan Umum Melaksanakan pengawasan internal dan pengusulan sanksi-sanksi terhadap audit keuangan dan audit teknis. c. e. Direktorat Bina Program (Bipram). Sekretariat Tim Pengarah diketuai oleh Direktur Bina Program selaku Ketua PMU SRIP. Direktorat Lalu-Lintas. dan Kementerian PU cq Ditjen Bina Marga. Adalah anggota dari Tim Pengarah. Project Steering Committee (PSC) yang beranggotakan seluruh Kementerian/instansi yang terkait pelaksanaan proyek SRIP. Kementerian Pekerjaan Umum Adalah anggota Tim Pengarah dan sebagai Executing Agency proyek SRIP. (IRSMS-2). d. Direktorat Jenderal Bina Marga. diketuai oleh Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas . Inspektorat Jenderal (Itjen).Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 1. Adalah sebagai anggota Tim Pengarah dan sebagai Lead Implementing Agency untuk melaksanakan ketentuan di dalam Naskah Perjanjian SRIP. Kementerian Perhubungan Adalah anggota dari Tim Pengarah dan sebagai Implementing Agency untuk Technical Assistance Integrated for Roads Safety Management System-1 (IRSMS-1). 2. Dit. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Ditjen Bina Marga.

Ditjen Bina Marga. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga membentuk unit administratif di setiap wilayah yang disebut “Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional”. untuk jasa konsultansi Procurement Advisor dan Technical Assistance for Core Team Consultant (CTC). Bina Program membentuk PMU yang mengelola day to day pelaksanaan loan SRIP dengan tugas-tugasnya sebagaimana dijelaskan dalam bab 2. NTB dan NTT . Dalam tugasnya. serta evaluasi di bidang pengembangan sistim jaringan prasarana jalan. h. pengelolaan lingkungan melalui Sub Direktorat Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan. Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah I (Sumatera) dan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II (Jawa. Khususnya Direktorat Pelaksana Wilayah II sebagai Implementing Agency untuk Technical Assistance for Construction Supervision Consultant (CSC-1 dan CSC-2) j. BBPJN akan menunjuk/menugaskan “Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT)” di tingkat Provinsi untuk melaksanakan paket-paket terkait di 2-3 . Dit. BBPJN V (Surabaya) . Melaksanakan perumusan kebijakan pelaksanaan teknis prasarana jalan di Wilayah I yang meliputi Provinsi di Sumatera dan Wilayah II yang meliputi Provinsi di Jawa. Melaksanakan penyusunan kebijakan perencanaan teknis dan standarisasi bimbingan teknis melalui Sub Direktorat Teknik Jalan dan Sub Direktorat Teknik Jembatan . BBPJN III (Palembang) dan di Wilayah II meliputi BBPJN IV (Jakarta). Bali. Ditjen Bina Marga.2 PMM ini. Khususnya Sub Direktorat Teknik Jalan. BBPJN melaksanakan kebijakan implementasi teknis prasarana jalan di Wilayah I meliputi BBPJN II (Padang).Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek pelaksana tugas dari Executing Agency (Ditjen Bina Marga) serta sebagai Implementing Agency untuk Procurement Agent (Grant Australia). Dit Bintek juga akan bertindak sebagai Implementing Agency dari Performance Base Contract Consultant (PBC-C) untuk menyiapkan dan pengawasan dalam pelaksanaan Performance Base Contract i. Direktorat Bina Teknik (Bintek). Bali.NTB dan NTT).

Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2. Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan (SNVT P2JN) k.1 . n. Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan 3.1. meliputi SNVT Wilayah dan SNVT Metropolitan l. o. Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah/Bina Marga/PU Provinsi Adalah sebagai Implementing Agency tidak langsung di wilayah Provinsi yang terkait dengan SRIP khususnya dalam pengadaan lahan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Adalah sebagai institusi daerah yang bertindak sebagai koordinator instansiinstansi di wilayahnya dan menjamin pendanaan dan pelaksanaan khususnya pembebasan lahan dilaksanakan sesuai yang direncanakan dan ketentuanketentuan yang berlaku.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek wilayahnya. SNVT/PPK/Pengguna Anggaran/Pelaksana Kegiatan Adalah sebagai Implementing Unit untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi di Sub Proyek(paket) terkait dengan struktur Organisasi pada gambar 2. Instansi (Satker) di bawah BBPJN berkaitan dengan : 1.2 buku ini. Project Management Unit (PMU) Adalah unit yang mempunyai tugas sebagaimana dijelaskan pada butir 2. 2-4 . Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah/Bina Marga/PU Kabupaten Adalah sebagai Implementing Agency tidak langsung di wilayah Kabupaten yang terkait dengan khususnya dalam pengadaan lahan. m. BBPJN merupakan kepanjangan tangan Ditjen Bina Marga dalam koordinasi program di wilayahnya.

serta konsolidasi interim un-audited financial secara nasional yang akan disampaikan kepada Bank Dunia. Menyampaikan laporan interim un-audited financial setiap 3 bulan sekali kepada Bank Dunia selambat-lambatnya 45 hari setelah akhir triwulan bersangkutan f. Melaksanakan manajemen/pengelolaan Loan. dan instansi-instansi external yang terkait dengan SRIP. e. dan memutakhirkan Project Implementation Plan (PIP) dan Project Management Manual (PMM).2 TUGAS PROJECT MANAGEMENT UNIT (PMU) SRIP Tugas PMU SRIP secara umum adalah antara lain sebagai berikut: a. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan proyek sesuai dengan Project Implementation Plan (PIP) dan Project Management Manual (PMM) sampai dengan Proyek selesai. b. c. Ditjen Bina Marga. dan melaksanakan kebijaksanaan yang digariskan oleh Steering Committee serta bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh sasaran proyek sesuai Loan Agreement. Memberi masukan tindak turun tangan kepada Steering Committee (Project Steering Committee dan Roads Safety Steering committee). Menyusun. aspek lingkungan dari instansi-instansi terkait yang akan disampaikan kepada Bank Dunia untuk mendapatkan persetujuan. g. Memfasilitasi korespondensi dengan Bank Dunia melalui Direktorat Bina Program. Menindaklanjuti hal-hal khusus yang berkaitan dengan kualitas pelaksanaan pekerjaan dari Proyek.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 2. 2-5 . Menyusun laporan interim un-audited financial yang terdiri dari: keuangan. mensosialisasikan. i. Menfasilitasi perubahan dan finalisasi usulan-usulan revisi desain. d. koordinasi dengan para Implementing Agency dan memonitor kegiatan-kegiatan internal di Ditjen Bina Marga. h. kemajuan fisik dan pengadaan barang / jasa dari masing-masing Proyek.

Asisten Pelaksanaan 1. Melaksanakan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Anti Coruption Action Plan (ACAP) pada tahapan proses prakontrak.2. 3. 2. Monitoring dan evaluasi terhadap status (progres) dan kualitas pelaksanaan pekerjaan. Mengevaluasi atas revisi desain yang diusulkan oleh proyek sebelum dimintakan persetujuan dari Bank Dunia. 3. b. 5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Anti Coruption Action Plan (ACAP) pada tahapan implementasi kontrak.1) dengan tugas-tugas sebagai berikut: a. 2. Asisten Perencanaan dan Program 1. k. 2-6 . 4. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang tercantum didalam Loan Agreement beserta lampirannya. Menyiapkan Standard Operation Procedures (SOP) dan Petunjuk Pelaksanaan Proyek. maka Pimpinan PMU yang terdiri dari Ketua PMU (Direktur Bina Program) dan Ketua Pelaksana Harian dibantu oleh para asisten ( gambar 2.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek j. Berlaku sebagai Sekretariat Steering Committee baik Project Steering Committee dan Roads Safety Steering committee. Mempersiapkan dan identifikasi perencanaan dan pemrograman serta mencakup aspek lingkungannya yang akan diusulkan kepada proyek-proyek SRIP IBRD. Melaksanakan monitoring dan evaluasi atas hasil pelelangan yang akan disampaikan kepada Bank Dunia untuk mendapatkan persetujuan. Melaksanakan kajian/review termasuk kelengkapan dokumen terhadap usulan proyek yang akan disampaikan kepada Bank Dunia untuk mendapatkan persetujuan. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut di atas.

d. Menyiapkan. dan memonitor data akuntansi termasuk prosedur. Asisten Keuangan dan Pelaporan 1. 2-7 . seperti yang tertuang dalam Environmental and Social Assesment Management Plan (ESAMP). dan lain-lain. POLRI. audit. 2. Memonitor status penyerapan dana per Loan Category dan komponen loan. Melaksanakan penyaringan usulan proyek melalui aspek lingkungan sebelum disampaikan kepada Bank Dunia. Mengawasi dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang terkait dengan aspek lingkungan. 2. Melakukan koordinasi dengan BPKP Pusat dalam pelaksanaan Audit (Interim dan Tahunan). PMU juga akan dibantu oleh tenaga pendukung atau asisten Ad Hoc dari unit pelaksana (Project Implementing Unit/PIU) disesuaikan dengan pelaksanaan di setiap unit pelaksana (PIU) terkait seperti Bappenas. dokumentasi termasuk konsolidasi neraca yang diminta oleh Bank Dunia. 5. dan tahunan untuk keseluruhan proyek untuk disampaikan kepada Bank Dunia sesuai dengan guidelines Bank. Memonitor pelaksanaan campaign HIV/AIDS (under Healthy and Safety) untuk paket-paket pekerjaan fisik Selain keempat asisten tetap tersebut. Perhubungan. Asisten Manajemen dan Monitoring Lingkungan 1. dan safeguard issues sesuai Guidelines Bank Dunia.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek c. menyimpan. 3. Menyiapkan laporan triwulan. Ditjen Perhubungan Darat Dep. Mengawasi dan melakukan evaluasi pelaksanaan paket percontohan Road Safety Audit 4. sosial. 4.

Environmental and Social Assessment and Management Plan (ESAMP) dan pelaksanaan pembebasan Lahan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP). Menyiapkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan terkait seperti program pelatihan. Menyiapkan dan memonitor keluhan melalui Complain Handling Unit (Unit Penanganan Keluhan). Menyiapkan finalisasi DED/review DED. Core Team Consultant (CTC) Tugas utama Konsultan CTC adalah untuk mendukung PMU SRIP dan Ditjen Bina Marga dalam pengelolaan/manajemen. Memonitor dan mengawasi pelaksanaan Construction Supervision Consultant (CSC). monitoring dan pelaporan terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan sub proyek SRIP sesuai dengan kesepakatan dalam Naskah Perjanjian Pinjaman dan Tujuan Proyek yaitu untuk mencapai standar tinggi. 7. 2. 6. serta kinerja yang optimal . efisien dan transparansi.3 LINGKUP TUGAS JASA KONSULTANSI UNTUK KEGIATAN MENDUKUNG PELAKSANAAN PROYEK SRIP Untuk mendukung pelaksanaan proyek SRIP sesuai yang dituangkan dalam Naskah Perjanjian Pinjaman SRIP. 2-8 . 5. juga UKL/UPL/Amdal untuk paketpaket program selanjutnya (Group-1 sebagian. Memonitor pelaksanaan Anti Corruption Action Plan (ACAP). Kelompok I sesuai dengan ”Schedule I Part 2 : Implementation Support” pada Naskah Perjanjian Pinjaman akan diadakan 5 kegiatan jasa konsultansi utama yaitu : a. Mengelola pelaksanaan proyek secara umum. 4. Group-2 dan Group-3).Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 2. 3. Tugas-tugas tersebut antara lain : 1. akan diadakan jasa konsultansi yang dibagi dalam 2 (dua) kelompok. Memonitor pelaksanaan Environmental Management Plan (EMP).

2-9 . 2. 9. Tanggung jawab umum konsultan CSC adalah: 1. Memonitor dan mengawasi penyelenggaraan penerangan pencegahan HIVAID olh CSC-2 terhadap paket civil works Works Program . atas kewenangan yang diberikan oleh PPK/SNVT terkait.NTB dan NTT). Ditjen Bina Marga. Construction Supervision Consultants (CSC) Construction Supervision Consultants (CSC) terdiri atas CSC-1 (untuk Wilayah) dan CSC-2 (untuk Metropolitan) . CSC dalam tugasnya juga berkoordinasi dengan Direktorat Bina Teknik. Ditjen Bina Marga dengan tugas utamanya melaksanakan seluruh pengawasan/supervisi pelaksanaan konstruksi/fisik pada paket-paket konstruksi dalam SRIP. Menyusun laporan kemajuan dan monitoring keuangan dalam laporan Kuartal “Project Report”. Bertanggung jawab dalam pengawasan pekerjaan fisik proyek. Mengupayakan agar prosedur dan metodologi yang digunakan pada kegiatan implementasi fisik proyek SRIP dapat berjalan secara konsisten sesuai keinginan Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia termasuk pada masalah lingkungan dan perlindungan keselamatan. Tahunan (Annual Report) dan laporan Akhir Proyek (Project Completion Report). Sub Direktorat Teknik Jalan dan Sub Direktorat Teknik Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Perkotaan yang berkaitan dengan perencanaan Jalan dan Jembatan Kedua konsultan CSC tersebut berkedudukan di Jakarta sedangkan field team disesuaikan dengan lokasi terkait. Konsultan juga membantu transfer teknologi/pengetahuan kepada personel Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten / Kota.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 8. 3. keduanya bertanggung jawab kepada Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II (Jawa. Kimpraswil Provinsi. Team Leader bertindak sebagai “The Engineer” dalam pelaksanaan jasa konstruksi. Konsultan CTC bertanggung jawab kepada Direktorat Bina Program dan berkedudukan di Jakarta. b. Bali.

Kelompok II yang terkait dengan ”Schedule I Part 3: Roads Sector Institutional Development” dari Naskah Perjanjian Pinjaman SRIP mencakup : a. Untuk CSC-2 menyiapkan penyelenggaraan penerangan pencegahan HIV/AIDS terhadap paket-paket fisik (civil works) c. Pada pengadaan barang. Construction Supervision Consultant (CSC) dan Procurement advisor. Procurement Agent dan Procurement Advisor Jasa konsultansi Procurement Agent yang dibiayai oleh Grant Pemerintah Australia menjadi salah satu syarat Loan SRIP sebagai konsultan independen yang ditugasi untuk membantu panitia pengadaan/seleksi jasa konsultansi khususnya pada proses seleksi/pengadaan konsultan Core Team Consultant (CTC). selanjutnya melakukan revisi dan/atau menyiapkan dokumen PBC yang dapat diaplikasi sesuai dengan kondisi di Indonesia. Performance Base Contracting Consultant (PBC-C) PBC-C dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Direktorat Bina Teknik. jasa dan pemborongan/konstruksi lainnya dimana tidak ada Procurement Agent/Procurement Advisor diperlukan bantuan jasa Notaris Publik (hanya untuk WP-1 seperti disepakati dalam Loan Agreement) d.10 . dengan tugas utamanya adalah menyiapkan melakukan evaluasi Dokumen Performance Base Contract yang ada dan monitoring pelaksanaan PBC. Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Integrated Road Safety Management System (IRSMS) akan dilakukan di 2 (dua) implementing agency/Project Implementing Unit (PIU) yaitu : 1. Jasa Konsultansi Procuremen Advisor dibiayai melalui pinjaman SRIP di bawah Dit.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 4. Di bawah Ditjen Perhubungan Darat cq Direktorat Keselamatan Jalan dengan fokus pengembangan strategi jangka panjang dan kerangka 2 . Bina Program – juga merupakan salah satu syarat Pinjaman SRIP sebagai konsultan independen yang ditugasi untuk membantu panitia pengadaan jasa konstruksi pada proses pengadaan/pelelangan jasa konstruksi fisik.

Program magister terkait di bidang kebinamargaan. 5. Pelatihan pelaksana proyek seperti pejabat inti proyek (PIP) dan keuangan proyek (Brevet) untuk Bendahara. Pelatihan tata-cara pengadaan barang dan jasa (procurement training). 2 . dan 2. 7.Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek kebijakan serta kelembagaan terkait dengan pelaksanaan keselamatan jalan. 3. 6.11 . Di bawah POLRI cq Direktorat Lalu-Lintas dengan fokus pengembangan sistem data base kecelakaan jalan dan pengembangan pengelolaan keselamatan jalan. Pelatihan pengelolaan keuangan. Pelatihan Pelatihan diutamakan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung terhadap pelaksanaan proyek SRIP. antara lain : 1. b. Pelatihan pelaksanaan berkaitan dengan lingkungan dan sosial (ESAMP dan LARAP). Project launching. Pelatihan/sosialisasi Manual Manajemen Proyek (PMM) 4. 2.

1 PROJECT MANAGEMENT UNIT – STRATEGIC ROADS INFRASTRUCTURE PROJECT (SRIP) Ketua PMU Direktur Bina Program Ketua Pelaksana Harian PMU SRIP Assisten 1 Assisten 2 Assisten 3 Assisten 4 Assisten ad Hoc Ketua Pelaksana Legend : Assisten 1 Assisten 2 Assisten 3 Assisten 4 Garis Perintah : Assisten Perencanaan & Program : Assisten Pelaksanaan : Assisten Pelaporan & Keuangan : Assisten Manajemen & Monitoring Lingkungan Assisten Ad Hoc : Assisten Ad Hoc yang disesuaikan dengan tugas 2 .2.12 .Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek STRATEGIC INFRASTRUCTURE PROJECT (SRIP) ORGANISASI PMU Gambar 2.

1 Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP) Organisasi Satuan Kerja/Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Untuk Project Implementation Unit (PIU) Kepala Satker /SNVT Kuasa Pengguna Anggaran Bendahara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan pengujian dan menandatangani SPM Asisten Kegiatan * Asisten Kegiatan * Pengawas Lapangan ** Keterangan : * Asisten sebanyak-banyaknya 5 orang ** Ditetapkan menurut kebutuhan Kegiatan Lapangan 2 .13 .Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek Gambar 2.1.

14 .Bab 2 Organisasi dan Tata Laksana Proyek 2 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful