Anda di halaman 1dari 22

Pendekatan Analisis SWOT Dengan Pemberian Skor

Secara prinsip analisis yang digunakan dalam pemberian skor, utamanya dalam pemberian peringkat dan penyusunan tabel-tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) mengacu kepada pendekatan yang digunakan oleh Fred R. David (1995, 1997, 1999, 2001, 2003). Perbedaannya ialah David memberikan peringkat 1 dan 2 untuk faktor-faktor kunci yang merupakan ancaman dan kelemahan, dan memberikan peringkat 3 dan 4 pada faktor-faktor kunci yang merupakan peluang dan kekuatan. Hasil skoring (perkalian bobot dengan peringkat) baik pada tabel EFE dan tabel EFI dijumlah untuk menentukan apakah peluang lebih besar dari pada ancaman atau sebaliknya serta apakah kekuatan lebih besar dari pada kelemahan atau sebaliknya. Karena jumlah bobot=1 maka hasil penjumlahan skor (bobot x peringkat) akan berada pada kisaran 1 dan 4 atau rata-rata 2,50. Apabila hasil penjumlahan pada tabel EFE > 2,50 maka peluang lebih besar dari pada ancaman atau sebaliknya, dan apabila hasil penjumlahan pada tabel EFI > 2,50 maka kekuatan lebih besar dari pada kelemahan atau sebaliknya. Alih-alih menggunakan peringkat 1 dan 2 untuk ancaman dan kelemahan serta 3 dan 4 untuk peluang dan kekuatan, Analisis dengan skor menggunakan peringkat 1 dan 2 baik untuk faktor-faktor kunci yang merupakan ancaman dan kelemahan maupun untuk faktor-faktor kunci yang merupakan peluang dan kekuatan. Pada tabel EFE dan EFI hasil skoring faktor-faktor kunci yang merupakan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan dijumlahkan secara terpisah. Apabila hasil penjumlahan skoring faktor-faktor kunci yang merupakan peluang lebih besar dari pada penjumlahan skoring faktor-faktor kunci yang merupakan ancaman pada tabel EFE maka peluang lebih besar dari pada ancaman atau sebaliknya, dan apabila hasil penjumlahan skoring faktor-faktor kunci yang merupakan kekuatan lebih besar dari pada penjumlahan skoring faktor-faktor kunci yang merupakan kelemahan pada tabel EFI maka kekuatan lebih besar dari pada kelemahan atau sebaliknya. Pilihan pendekatan seperti ini karena lebih mudah dimengerti dan lebih dikenal di lingkungan bisnis atau badan usaha misalnya BUMD.

Contoh Analisis SWOT Dengan Pemberian Skor


Contoh kasus yang dianalisis disini ialah suatu organisasi atau lembaga keuangan, yaitu Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR). Langkah-Langkah: 1. Analisis Faktor-Faktor Eksternal Analisis faktor-faktor eksternal mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a. b. Mengenali kekuatan kunci faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja organisasi ; Mengumpulkan data dan informasi mengenai faktor-faktor tersebut.; 1

2 c. d. e. Apabila dianggap perlu, membuat proyeksi mengenai perkembangan faktor-faktor tersebut selama periode perencanaan; Mengidentifikasikan faktor-faktor eksternal tersebut yang secara strategis merupakan peluang dan ancaman terhadap organisasi Mentabulasi dengan memberi bobot dan rating serta memperbandingkan peluang dengan ancaman, yang dihadapi.

Dalam contoh ini (PD BPR) secara umum, kekuatan kunci faktor-faktor eksternal yang berpengaruh adalah sebagai berikut.: a. b. c. d. Kekuatan perekonomian makro Kekuatan politik, pemerintahan dan hukum Kekuatan demografi, social, budaya dan lingkungan Kekuatan teknologi

Rincian dari kekuatan faktor-faktor eksternal yang perlu dimonitor dan dievaluasi berikut sumbernya - contoh untuk PD BPR disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 3. Kekuatan-Kekuatan Eksternal Yang Perlu Dimonitor Faktor Kunci
Kekuatan-Kekuatan Perekonomian
1. 2. 3. 4. Kecenderungan pertumbuhan perekonomian egional (Produk Domestik Regional Bruto /PDRB) Kecenderungan peningkatan hasil panen dan produk-produk industri kecil dan menegah di kabupaten/kota dan kecamatan lokasi perusahaan Ketersediaan kredit dengan bunga rendah dari Pemerintah dan Bank Indonesia Kegiatan perekonomian wilayah kabupaten/kota dan kecamatan yang spesifik (produk pertanian dan industri kecil yang dominan, pasar-pasar tradisional, pasarpasar khusus seperti pasar induk dan tempat pelelangan produk-produk pertanian tertentu, misalnya ikan) Kecenderungan Kebijakan Pemerintah di Bandung moneter (pengendalian jumlah uang yang beredar untuk mengendalikan inflasi melalui tingkat suku bunga SBI) dan kebijakan fiskal (kebijakan APBN/APBD yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan ekonomi) Pasar ekspor komoditas-komoditas hasil pertanian dan produkproduk industri kecil dan menegah di kabupaten/kota dan kecamatan lokasi perusahaan

5.

6.

Kekuatan Politik, Pemerintahan dan Hukum


1. 2. Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai usaha kecil menengah UKM Regulasi dan deregulasi yang dilaksanakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai dan desentralisasi dan otonomi daerah (PP, Keppres, SKB, Kepmen, Surat Edaran Menteri, Perda, SK Kepala Daerah dan lain-lain 3. UU Perbankan dan Kebijakan Pengawasan Bank Indonesia terhadap perbankan umum dan BPR mengenai kecukupan modal 4. UU dan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai ekspor dan impor yang berdampak terhadap perkembangan kegiatan perekonomian wilayah kabupaten/kota dan kecamatan yang spesifik 5. UU Perlindungan Konsumen - Dinas dan instansi terkait 6. Kebijakan Bank Pembangunan Daerah setempat mengenai pembinaan PD BPR/BKK/Bank Pasar 7. Renstrada, Propeda dan dokumen perencanaan daerah lainnya seperti PDPP. 8. Perhatian dan dukungan eksekutif dan legislatif daerah terhadap perkreditan mikro

3 Faktor Kunci
9. dan UKM (masalah kecukupan modal, penyaluran dana-dana khusus seperti dana kompensasi kenaikan BBM Intervensi eksekutif dan legislatif daerah terhadap manajemen perusahaan

Kekuatan Teknologi
1. 2. Perkembangan teknologi informasi yang dapat mendukung pengembangan sisten informasi manajemen (MIS) dan komunikasi melalui internet. Perkembangan teknologi yang dapat mendukung pengembangan system kartu ATM (misalnya dengan memanfaatkan fasilitas Bank Umum seperti Bank Pembangunan Daerah)

Kekuatan Teknologi
1. 2. Perkembangan teknologi informasi yang dapat mendukung pengembangan sisten informasi manajemen (MIS) dan komunikasi melalui internet. Perkembangan teknologi yang dapat mendukung pengembangan system kartu ATM (misalnya dengan memanfaatkan fasilitas Bank Umum seperti Bank Pembangunan Daerah)

Kekuatan Persaingan
1. 2. 3. 4. 5. Data mengenai para pesaing di wilayah kerja / daerah pemasaran perusahaan (BRI unit Desa, BPR/Bank Pasar milik swasta, Koperasi Simpan Pinjam dan lembaga keuangan non-bank lainnya, tengkulak, rentenir dan lain-lain. Kekuatan para pesaing. Kelemahan para pesaing. Sasaran Dan Strategi Para Pesaing Utama Data mengenai perkiraan pangsa pasar perusahaan sejenis.

Faktor-faktor yang dimonitoring berikut hasil monitoring dimasukkan ke Lembar Kerja Evaluasi Faktor-Faktor Eksternal untuk diidentifikasi, apakah faktor-faktor tersebut merupakan peluang atau ancaman dan untuk kemudian diberi bobot dan peringkat. Faktor-Faktor Eksternal Yang Perlu Dimonitor. Langkah-langkah untuk monitor adalah sebagai berikut. a. Identifikasi faktor-faktor kunci eksternal mana saja yang merupakan peluang dan beri tanda P pada kolom Sifat (kolom 2), dan faktorfaktor mana saja yang merupakan ancaman dan beri tanda A pada kolom tersebut. Beri bobot untuk setiap faktor, yaitu faktor tidak penting diberi bobot 0,00 sampai dengan 1,00 untuk faktor penting, pada kolom Bobot (kolom 6). Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor terhadap organisasi, agar organisasi bisa berhasil dalam industri organisasi (misalnya: PD BPR: kredit mikro, PDAM: sistem penyediaan air bersih perpipaan, RSD: pelayanan kesehatan masyarakat). Jumlah seluruh bobot yang diberikan baik untuk faktor-faktor yang merupakan peluang maupun faktor-faktor yang merupakan ancaman harus sama dengan 1,00. Untuk memudahkan pembobotan, beri nilai 0 sampai dengan 4 pada kolom Nilai (kolom 5): 0 = tidak penting; 2 = agak penting; 3 = penting; dan 4 = sangat penting. Setelah semua faktor-faktor kunci eksternal diberi nilai, nilai tersebut dijumlah, dan bobot untuk suatu faktor kunci eksternal adalah nilai yang diberikan kepada faktor dibagi dengan jumlah nilai semua faktor. Dan apabila semua bobot faktor-faktor

b.

4 kunci eksternal dijumlahkan, akan diperoleh nilai satu. Faktor-faktor yang diberi nilai lebih besar dari pada nol (>0) hendaknya faktor yang benar-benar mempunyai pengaruh yang signifikan. Kalau ada dua faktor atau lebih yang mirip yang sama-sama merupakan peluang atau samasama merupakan ancaman atau kedua faktor itu mempunyai hubungan sebab-akibat, yang diberi nilai lebih besar dari pada nol hanya salah satu saja. c. Berikan peringkat 1 dan 2 pada kolom (9) untuk faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan peluang dan peringkat 2 dan 1 pada kolom (12) untuk faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan ancaman untuk menentukan seberapa jauh strategi organisasi waktu ini dapat merespon (memanfaatkan untuk faktor-faktor peluang dan menghindari untuk faktor-faktor yang merupakan ancaman). Untuk peluang: 1 = rendah (kurang efektif) dan 2 = tinggi (cukup efektif), sedangkan untuk ancaman 2 = rendah (kurang efektif) dan 1 = tinggi (cukup efektif). Contoh Lembar Kerja Faktor-Faktor Eksternal disajikan pada Tabel 4 berikut :

5 Tabel 4. Contoh Lembar Kerja Evaluasi Faktor-Faktor Eksternal


Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor (2) Kekuatan-Kekuatan Perekonomian Kecenderungan pertumbuhan perekonomian regional (Produk Domestik Regional Bruto /PDRB). Kecenderungan peningkatan hasil panen dan produk-produk industri kecil dan menegah di kabupaten/kota dan kecamatan lokasi perusahaan. Pengaruh Hasil Monitor (3) a. Perekonomian daerah tumbuh rata-rata 4% pertahun a. Hasil panen mengalami peningkatan rata-rata 5% per tahun. b. Produksi industri kecil dan menengah meningkat rata-rata sebesar 10% pertahun. Kredit bunga rendah dari BI diperkirakan masih akan tersedia selama 3 5 tahun kedepan. Kegiatan perekonomian wilayah di dominasi oleh sektor pertanian dan industri kecil. Sifat (4) P Nilai (0-4) (5) 0 Bobot (6) 0.00 Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point (7) (8) (9) (10) (11) (12)

No (1) 1 1.1

1.2

P P

0 2

0.00 0.06 X 1

1.3

Ketersediaan kredit dengan bunga rendah dari Pemerintah dan Bank Indonesia. Kegiatan perekonomian wilayah kabupaten/kota dan kecamatan yang spesifik (produk pertanian dan industri kecil yang dominan, pasar-pasar tradisional, pasar-pasar khusus seperti pasar induk dan tempat pelelangan produk pertanian tertentu, misalnya ikan).

0.09

1.4

0.00

6
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor Pengaruh Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) 0 Bobot 0.00 Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

No

1.5

Kecendrungan Kebijakan Pemerintah di bidang moneter (pengendalian jumlah uang yang beredar untuk mengendalikan inflasi melalui tingkat suku bunga SBI) dan kebijakan fiskal (kebijakan APBN/APBD yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan ekonomi). Pasar ekspor komoditas-komoditas hasil pertanian dan produk-produk industri kecil dan menengah di kabupaten/kota kecamatan lokasi perusahaan.

Tingkat inflasi cukup rendah

1.6

Tidak tersedianya pasar ekspor komoditas unggulan daerah.

0.06

2 2.1

Kekuatan Politik, Pemerintahan dan Hukum


Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai usaha kecil menengah UKM Regulasi dan deregulasi yang dilaksanakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai dan desentralisasi dan otonomi daerah (PP, Keppres, SKB, Kepmen, Surat Edaran Menteri, Perda, SK Kepala Daerah dan lain-lain a. Perhatian Pemerintah terhadap perkembangan UKM cukup besar a. Regulasi dan deregulasi pemerintah berdampak positif pada perkembangan BPR P 2 0.06 X 1

2.2

0.06

7
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor Pengaruh Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) 4 Bobot Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point X 1

No

2.3

UU Perbankan dan Kebijakan Pengawasan Bank Indonesia terhadap perbankan umum dan BPR mengenai kecukupan modal

a. Peraturan BI tentang kecukupan modal bagi BPR masih sulit dipenuhi Pemda.

0.12

2.4

UU dan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai ekspor dan a. Kebijakan Pemerintah impor yang berdampak terhadap mengenai impor beras perkembangan kegiatan perekonomian merugikan petani. wilayah kabupaten/kota dan kecamatan yang spesifik UU Perlindungan Konsumen Kebijakan a. Adanya UU perlindungan konsumen membuat Perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi. Bank Pembangunan Daerah setempat mengenai pembinaan PD BPR/BKK/Bank Pasar a. Kebijakan BPD yang meminta PD BPR untuk membayarkan haji Pemda yang tinggal di luar kota Kabupaten. a. Renstrada menegaskan pengembangan usaha kecil menengah

0.00

2.5

0.00

2.6

0.00

2.7

Renstrada, Propeda dan dokumen perencanaan daerah lainnya seperti PDPP.

0.00

8
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor Pengaruh Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) 0 Bobot Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

No

2.8

Perhatian dan dukungan eksekutif dan legislatif daerah terhadap perkreditan mikro dan UKM (masalah kecukupan modal, penyaluran dana-dana khusus seperti dana kompensasi kenaikan BBM Intervensi eksekutif dan legislatif daerah terhadap manajemen perusahaan

a. Eksekutif dan legislatif belum sepenuhnya memberikan perhatian terhadap lembaga perkreditan makro dan UKM. a. Adanya campur tangan dalam perekrutan pegawai dan penyaluran kredit menjadikan BPR terhambat perkembangannya.

0.00

2.9

0.12

3 3.1

Kekuatan Sosial, Budaya, Demografi dan Lingkungan Kepadatan dan kecenderungan pertumbuhan penduduk a. Pertumbuhan penduduk rendah karena tingginya migrasi ke Kota provinsi dan Jakarta. a. Sebagian besar penduduk daerah berprofesi sebagai nelayan dan pengrajin sovenir. A 0 0.00

3.2

Struktur mata pencaharian penduduk di kabupaten/kota dan kecamatan lokasi perusahaan

0.00

9
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor Pengaruh Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) Bobot Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

No

3.3 .

Tingkat pendapatan rumah tangga dan sikap masyarakat terhadap menabung

a. Pendapatan rumah tinggi cukup tinggi. b. Kemauan masyarakat untuk menabung masih rendah. a. Sebagian ulama setempat mengharamkan bungan. a. Sebagian besar PNS membeli kendaraan secara kredit/angsuran. a. Lokasi PD BPR berdekatan dengan pasar seni/art shop. a. Setiap tahun selalu terjadi banjir yang dapat mengancam panen masyarakat.

P A

0 3

0.00 0.09 X 2

3.4

Sikap pemuka agama dan masyarakat umum di daerah pemasaran terhadap bunga bank Kebiasaan kelompok masyarakat tertentu (PNS, karyawan swasta, pensiun) untuk membeli barang-barang dengan mencicil) Lokasi kegiatan perekonomian kabupaten/kota dan kecamatan yang spesifik terhadap lokasi perusahaan Frekuensi terjadinya bencana alam seperti kekeringan dan banjir yang berpengaruh signifikan terhadap hasil pertanian dan UKM pengolah hasil pertanian. Kekuatan Teknologi Perkembangan teknologi informasi

0.00

3.5

0.09

3.6

0.12

3.7

0.06

4 4.1

a. Pengembangan sistem

0.09

10
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor yang dapat mendukung pengembangan sisten informasi manajemen (MIS) dan komunikasi melalui internet. 4.2 Perkembangan teknologi yang dapat mendukung pengembangan system kartu ATM (misalnya dengan memanfaatkan fasilitas Bank Umum seperti Bank Pembangunan Daerah) Kekuatan Persaingan Data mengenai para pesaing di wilayah kerja / daerah pemasaran perusahaan (BRI unit Desa, BPR/Bank Pasar milik swasta, Koperasi Simpan Pinjam dan lembaga keuangan non-bank lainnya, tengkulak, rentenir dan lain-lain. Kekuatan para pesaing. a. Data mengenai pesaing tidak mudah diperoleh A 2 0.06 X 1 Pengaruh Hasil Monitor informasi manajemen sudah tidak terlalu mahal. a. Penerapan sietem ATM masih terlalu mahal. A 0 0.00 Sifat Nilai (0-4) Bobot Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

No

5 5.1

5.2

a. BRI unit desa yang ada di Kota Kecamatan memiliki SDM yang lebih profesional. a. Proses transakai kredit bank BRI cukup memakan waktu. a. BRI Unit Desa memfokuskan pelayanan pada pedagang dan PNS

0.00

5.3

Kelemahan para pesaing.

0.00

5.4

Sasaran Dan Strategi Para Pesaing Utama

0.00

11
Faktor-Faktor Yang Harus Dimonitor Pengaruh Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) 0 34 Bobot 0.00 1.00 Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon Peluang Ancaman Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

No

5.5

Data mengenai perkiraan pangsa pasar perusahaan sejenis.

Data tentang pangsa pasar belum tersedia

12

Hasil identifikasi faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan peluang dan ancaman, pembobotan dan rating dipindahkan ke tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) untuk diberi skor: bobot x rating. Skor faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan peluang dan yang merupakan ancaman masing-masing dijumlah dan kemudian diperbandingkan. Lihat contoh pada tabel berikut. Tabel 5. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal Faktor-Faktor Kunci Internal PELUANG /OPPORTUNITIES (O) 1. Produk industri kecil dan menengah meningkat rata-rata sebesar 10% pertahun. 2. Kredit berbunga rendah dari BI diperkirakan masih akan tersedia selama 3 5 tahun ke depan. 3. Perhatian Pemerintah terhadap UKM cukup besar. 4. Kebijakan BPD yang meminta pada BPR untuk membayarkan gaji Pemda yang tinggal di luar kota Kabupaten. 5. Sebagian besar PNS membeli kendaraan secara kredit/angsuran. 6. Lokasi PD BPR berdekatan dengan pasar seni/art shop. 7. Pengembangan sistem informasi manajemen sudah tidak terlalu mahal. Total Skor Peluang ANCAMAN/TREATHS (T) 1. Peraturan BI tentang kecukupan modal bagi BPR masih sulit di penuhi. 2. Adanya campur tangan dalam perekrutan pegawai dan penyaluran kredit menjadi BPR terhambat perkembangannya. 3. Kemauan masyarakat untuk menabung masih rendah 4. Setiap tahun selalu terjadi banjir yang dapat mengancam panen dari masyarakat. Bobot Ratin g 1 2 1 2 Skor (Bobot x Rating) 0.06 0.18 0.06 0.12

0.06 0.09 0.06 0.06

0.09 0.12 0.09

2 2 2

0.18 0.24 0.18 1.02

0.12 0.12

1 2

0.12 0.24

0.09 0.05

1 2

0.09 0.12

13 Skor (Bobot x Rating) 0.06 0.53 0.39

Faktor-Faktor Kunci Internal

Bobot

Ratin g 1

5. Data tentang pangsa pasar belum bersedia Total Skor Ancaman Selisih Skor Peluang Dengan Skor Ancaman

0.06

Tabel di atas, menunjukkan bahwa peluang organisasi lebih besar dari pada ancaman. 2. Analisis Faktor-Faktor Internal Analisis faktor-faktor internal mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a. b. c. Mengevaluasi kinerja organisasi untuk setiap perspektif balanced scorecard atau faktor-faktor yang berhubungan; Mengumpulkan data dan informasi mengenai faktor-faktor tersebut Mengidentifikasikan faktor-faktor kunci yang merupakan kekuatan dan kelemahan organisasi dengan membuat check list daftar pertanyaan. Jawaban hendaknya sespesifik mungkin dan disertai ukuran kinerja atau rasio. Mentabulasi dan memberi bobot dan rating serta memperbandingkan kekuatan dengan kelemahan yang dimiliki organisasi .

d.

Contoh check list daftar pertanyaan guna mengidentifikasikan kekuatan kunci faktorfaktor internal dan sumbernya untuk PD BPR disajikan pada tabel berikut ini Tabel 6. Daftar Pertanyaan Untuk Mengidentifikasi Kekuatan Kunci Faktor-Faktor Kritikal Internal Yang Perlu Dievaluasi. Faktor Kunci Perspektif Keuangan Dan Pemilik 1. Apakah porsi kredit kepada UKM lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan kredir konsumtif? 2. Bagaimana tren pendapatan dan beban operasional dalam 3 5 tahun terakhir? 3. Berapa pertumbuhan aset BPR kita dalam 3 5 tahun terakhir ini? 4. Di mana kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan seperti yang ditunjukkan dalam analisis rasio keuangan? 5. Apakah porsi kredit kepada UKM lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan kredit konsumtif? Sumber -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR

14 Faktor Kunci Perspektif Konsumen 1. Apakah suku bunga tabungan dan deposito di BPR kita cukup bersaing dengan suku bunga yang diterapkan usaha sejenisnya? 2. Apakah suku bunga kredit di BPR kita cukup bersaing dengan suku bunga yang diterapkan usaha lain? 3. Bagaimana tren jumlah penabung dan deposan dan nilai penghimpunan dana masyarakat dalam 3-5 thaun terakhir? 4. Bagaimana tren jumlah debitur dan penyalur kredit kepada masyarakat dalam 3-5 tahun terakhir? 5. Apakah pelayanan kepada nasabah sudah baik (cepat cermat dan ramah)? 6. Apakah BPR kita mempunyai program pemberian hadiah/souvenir kepada para nasabah setia? 7. Apakah kondisi kantor cukup memadai dan nyaman bagi nasabah target BPR kita? Perspektif Proses Internal 1. Apakah BPR kita mempunyai rencana jangka panjang yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan? 2. Kalau sudah ada, apakah sasaran dan kebijakan organisasi dapat diukur dan dikomunikasikan dengan baik? 3. Apakah struktur organisasi sudah memadai? 4. Apakah Job Description sudah didasarkan kepada Job Analisis dan diikuti dalam pelaksanaan tugas sehari-hari? 5. Apakah di BPR kita ada seksi atau pejabat yang bertugas di bidang litbang? 6. Apakah BPR kita dalam 3-5 tahun terakhir ini ada mengeluarkan produk-produk unggulan? 7. Apakah jumlah peralatan dan kendaraan pendukung operasi perusahaan mencukupi dan kondisinya baik? 8. Bagaimana tren biaya overhead kredit dalam 3-5 tahun terakhir? Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan 1. Apakah jumlah karyawan sudah sesuai dengan kebutuhan (tidak ada jabatan-jabatan rangkap yang memperlemah kinerja organisasi dan pengawasan) ? 2. Berapa gaji karyawan rata-rata perbulan dan berapa % lebih tinggi dari UMR setempat? 3. Apakah tingkat keluar masuk tinggi? 4. Apakah disiplin dan etos kerja karyawan cukup Sumber -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR

-BPR -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR -BPR

-BPR -BPR -BPR -BPR

15 Faktor Kunci 5. baik? Apakah BPR kita sudah mempunyai program pelatihan bagi berbagai level karyawan? Sumber -BPR

Daftar pertanyaan berikut hasil iidentifikasi dimasukkan ke Lembar Kerja Evaluasi Faktor-Faktor Internal untuk diidentifikasi, apakah faktor-faktor tersebut merupakan kekuatan atau kelemahan dan untuk kemudian diberi bobot dan peringkat, melalui langkah-langkah sebagai berikut. a. Identifikasi faktor-faktor kunci internal mana saja yang merupakan kekuatan dan beri tanda K pada kolom Sifat (kolom 2), dan faktorfaktor mana saja yang merupakan kelemahan dan beri tanda L pada kolom tersebut. Beri bobot untuk setiap faktor dari 0,00 (tidak penting) sampai dengan 1,00 (penting) pada kolom Bobot (kolom 6). Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor terhadap organisasi, agar organisasi bisa berhasil dalam industri organisasi tersebut (PD BPR: kredit mikro, PDAM: sistem penyediaan air bersih perpipaan, RSD: pelayanan kesehatan masyarakat). Jumlah seluruh bobot yang diberikan baik untuk faktor-faktor yang merupakan kekuatan maupun faktor-faktor yang merupakan kelemahan harus sama dengan 1,00. Untuk memudahkan pembobotan, beri nilai 0 sampai dengan 4 pada kolom Nilai (kolom 5): 0 = tidak penting; 2 = agak penting; 3 = penting; dan 4 = sangat penting. Setelah semua faktor-faktor kunci internal diberi nilai, nilai tersebut dijumlah, dan bobot untuk suatu faktor kunci internal adalah nilai yang diberikan kepada faktor dibagi dengan jumlah nilai semua faktor. Dan apabila semua bobot faktor-faktor kunci internal dijumlahkan, akan diperoleh nilai satu. Faktor-faktor yang diberi nilai lebih besar dari pada nol hendaknya faktor yang benar-benar mempunyai pengaruh yang signifikan. Kalau ada dua faktor atau lebih yang mirip yang sama-sama merupakan kekuatan atau sama-sama merupakan kelemahan, yang diberi nilai lebih besar dari pada nol hanya salah satu saja. Berikan peringkat 1 dan 2 pada kolom (9) untuk faktor-faktor kunci internal yang merupakan kekuatan guna menentukan apakah faktor tersebut merupakan kekuatan utama/mayor (peringkat 2) dan kekuatan sekunder/minor (peringkat 1) pada kolom (12) untuk faktor-faktor kunci internal yang merupakan kelemahan untuk menentukan apakah kelemahan tersebut kelemahan utama/mayor (peringkat 2) atau kelemahan sekunder.

b.

c.

Contoh Lembar Kerja Faktor-Faktor Internal disajikan pada Tabel 7 berikut:

16

Tabel 7. Contoh Lembar Kerja Evaluasi Faktor - Faktor Internal


Pengaruh No Faktor-Faktor Kunci Yang Dimonitor Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) (5) 3 Bobot (6) 0.06 Minor (7) Kekuatan Major Point (8) (9) X 2 Minor (10) Kelemahan Major Point (11) (12) Peringkat Kekuatan dan Kelemahan

(1) 1 1.1

(2) Perspektif Keuangan Dan Pemilik Apakah porsi kredit kepada UKM lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan kredir konsumtif? Bagaimana tren pendapatan dan beban operasional dalam 3 5 tahun terakhir?

(3) Penyaluran kredit untuk KMK dan kredit investasi untuk UKM (75%) dan kredit konsumtif (25%) dari portfolio kredit Pendapatan operasi meningkat rata-rata 20% pertahun, sedangkan beban operasional meningkat rata-rata 25% Pertahun Pertumbuhan aset berfluktuasi antara 3%-5% pertahun a. CAR memenuhi persyaratan BI (10% ) b. LDR cukup baik (92%) c. ROA positif tetapi masih relatif masih rendah (4%) d. NPL masih cukup tinggi (10%)

(4) K

1.2

0.00

1.3 1.4

Berapa pertumbuhan aset BPR kita dalam 3 5 tahun terakhir ini? Di mana kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan seperti yang ditunjukkan dalam analisis rasio keuangan?

K K K K L

2 3 0 4 4

0.04 0.06 0.00 0.09 0.09

X X X

1 2 1 X

17

Pengaruh No Faktor-Faktor Kunci Yang Dimonitor Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) (5) Bobot (6) Minor (7)

Peringkat Kekuatan dan Kelemahan Kekuatan Major Point (8) (9) Minor (10) Kelemahan Major Point (11) (12)

(1) 2 2.1

(2) Perspektif Konsumen Apakah suku bunga tabungan dan deposito di BPR kita cukup bersaing dengan suku bunga yang diterapkan usaha sejenisnya? Apakah suku bunga kredit di BPR kita cukup bersaing dengan suku bunga yang diterapkan usaha lain? Bagaimana tren jumlah penabung dan deposan dan nilai penghimpunan dana masyarakat dalam 3-5 thaun terakhir?

(3)

(4)

Suku bunga tabungan dan deposito rata-rata 11%, sedangkan Bank sejenis 12%. Suku bunga kredit yang diberikan rata-rata 22%, sedangkan Bank sejenis 24%. Jumlah penabung dan deposan meningkat rata-rata 10% setahun, sedangkan kenaikan dana masyarakat yang dihimpun hanya rata-rata 4% pertahun. Jumlah debitur hanya meningkat rata-rata 2% pertahun, sedangkan kredit yang disalurkan meningkat 20% pertahun. a. Penabung/deposan dan yang membayar cicilan kredit sebagian besar didatangi. b. Proses persetujuan kredit rata-rata 6 hari, pencairan kredit rata-rata 6 jam.

0.00

2.2

0.02

2.3

0.04

2.4

Bagaimana tren jumlah debitur dan penyalur kredit kepada masyarakat dalam 3-5 tahun terakhir?

0.06

2.5

Apakah pelayanan kepada nasabah sudah baik (cepat cermat dan ramah)?

K L

0 4

0.00 0.09 X

18

Pengaruh No Faktor-Faktor Kunci Yang Dimonitor Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) (5) 0 Bobot (6) 0.00 Minor (7)

Peringkat Kekuatan dan Kelemahan Kekuatan Major Point (8) (9) Minor (10) Kelemahan Major Point (11) (12)

(1) 2.6

(2) Apakah BPR kita mempunyai program pemberian hadiah/souvenir kepada para nasabah setia? Apakah kondisi kantor cukup memadai dan nyaman bagi nasabah target BPR kita? Perspektif Proses Internal Apakah BPR kita mempunyai rencana jangka panjang yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan? Kalau sudah ada, apakah sasaran dan kebijakan organisasi dapat diukur dan dikomunikasikan dengan baik? Apakah struktur memadai? organisasi sudah

(3) Program pemberian hadiah pada nasabah, hanya pada taraf pemberian kalender. Kondisi kantor cukup memadai dan nyaman bagi nasabah target

(4) L

2.7

0.00

3. 3.1

Belum mempunyai Corporate Plan atau rencana jangka menengah lainnya. Sasaran dan kebijakan organisasi belum terukur dan belum jelas cara pencapaiannya. Struktur dasar organisasi sudah sesuai dengan ketentuan BI. Job Description belum didasarkan kepada Job Analysis dan belum sepenuhnya diikuti dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

0.04

3.2

0.00

3.3

0.00

3.4

Apakah Job Description sudah didasarkan kepada Job Analisis dan diikuti dalam pelaksanaan tugas sehari-hari?

0.04

19

Pengaruh No Faktor-Faktor Kunci Yang Dimonitor Hasil Monitor Sifat Nilai (0-4) (5) 0 3 Bobot (6) 0.00 0.06 Minor (7)

Peringkat Kekuatan dan Kelemahan Kekuatan Major Point (8) (9) Minor (10) Kelemahan Major Point (11) (12)

(1) 3.5 3.6

(2) Apakah di BPR kita ada seksi atau pejabat yang bertugas di bidang litbang? Apakah BPR kita dalam 3-5 tahun terakhir ini ada mengeluarkan produk-produk unggulan? Apakah jumlah peralatan dan kendaraan pendukung operasi perusahaan mencukupi dan kondisinya baik? Bagaimana tren biaya overhead kredit dalam 3-5 tahun terakhir?

(3) Bagian atau fungsi Litbang belum ada. Tidak ada produk-produk unggulan dalam 3 5 tahun ini. Perbandingan antara jumlah peralatan dan kendaraan dengan karyawan sudah mencukupi. Pendapatan operasi meningkat rata-rata 20% pertahun sedangkan biaya overhead kredit naik rata-rata 30% pertahun.

(4) L L

3.7

0.00

3.8

0.06

Total

47

1.00

20

Hasil identifikasi faktor-faktor kunci internal yang merupakan peluang dan ancaman, pembobotan dan rating dipindahkan ke tabel Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) untuk diberi skor: bobot x rating. Skor faktor-faktor kunci internal yang merupakan peluang dan yang merupakan ancaman masing-masing dijumlah dan kemudian diperbandingkan. Lihat contoh pada tabel berikut. Tabel 8. Matriks Evaluasi Faktor Internal Faktor-Faktor Kunci Internal
KEKUATAN/STRENGTHS (S) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penyaluran kredit untuk komsumtif dan kredit investasi untuk UKM (75%) dan kredit komsumtif (25%) dari portfolio kredit. Pertumbuhan aset berfluktuasi antara 3% - 5% pertahun. CAR memenuhi persyaratan BI (10%) ROA positif tetapi masih relatif rendah (4%) Suku bunga kredit kecil yang diberikan rata rata 22% , sedangkan Bank 24%. Jumlah penabung dan deposan meningkat rata-rata 10% setahun, sedangkan kenaikan dana masyarakat yang dihimpun hanya ratarata 4% pertahun. Kondisi kantor cukup memadai dan nyaman bagi nasabah target. 0.06 0.04 0.06 0.09 0.02 0.04 2 1 2 1 1 2 0.12 0.04 0.12 0.09 0.02 0.08

Bobot

Rating

Skor (Bobot x Rating)

7.

0.09 0.40 0.09 0.06 0.09 0.04 0.04 0.06 0.06

0.18 0.65

Total Skor Kekuatan KELEMAHAN/WEAKNESSES (W) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. NPL masih cukup tinggi (10%) Jumlah debitur hanya meningkat rata-rata 2% pertahun, sedangkan kredit yang disalurkan meningkat 20% pertahun. Proses persetujuan kredit rata-rata 6 hari, pencarian kredit rata-rata 6 jam. Belum mempunyai Corporate Plan atau rencana jangka menengah lainnya. Job Description belum didasarkan kepada Job Analisis dan belum sepenuhnya diikuti dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Tidak ada produk-produk unggulan dalam 3 5 tahun ini. Pendapatan operasi meningkat rata-rata 20% pertahun sedangkan biaya overhead kredit

2 2 2 2 2 2 2

0.18 0.12 0.18 0.08 0.08 0.12 0.12

Faktor-Faktor Kunci Internal


naik rata-rata 30% pertahun. Tingkat presensi pertahun 75% dan banyak karyawan yang bekerja hanya 5 jam perhari. 9. Pelatihan karyawan masih belum terprogram dengan baik Total Skor Kelemahan Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan 8.

Bobot

Rating

Skor (Bobot x Rating)


0.20 0.12 1.20 -0.5

0.10 0.06 0.60

2 2

Tabel di atas, menunjukkan bahwa kelemahan organisasi lebih besar dari pada kekuatan. Matriks Posisi Organisasi Dan Pilihan Strategi Umum Hasil analisis pada tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal dan Matriks Evaluasi Faktor Internal dipetakan pada Matriks Posisi Organisasi dengan cara sebagai berikut a. b. c. d. Sumbu horisontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman. Posisi perusahan ditentukan dengan hasil analisis sebagai berikut. Kalau peluang lebih besar daripada ancaman maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0 Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan sebaliknya kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilai x<0

Lihat diagram berikut ini: Gambar 1. Diagram Posisi Perusahaan Posisi Eksternal (+) Kuadran III Mendukung Strategi Turn-Aroud (-) Kuadran IV Mendukung Strategi Defensif (-) Penjelasan posisi perusahaan apabila berada lingkungan kuadran adalah sebagai berikut: Kuadran I Mendukung Strategi Agresif (+) Kuadran II Mendukung Strategi Difersifikasi
Posisi Internal

Kuadran I 1) Merupakan posisi yang sangat menguntungkan 2) Perusahan mempunyai peluang dan kekuatan sehingga ia dapat memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. 3) Seyogyanya menerapkan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif Kuadran II 1) Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan mempunyai keunggulan sumber daya 2) Perusahaan-perusahaan pada posisi seperti ini dapat menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang 3) Dilakukan melalui penggunaan strategi diversifikasi produk atau pasar Kuadran III 1) Perusahaan menghadapi peluang pasar yang besar tetapi sumber dayanya lemah 2) Karena itu tidak dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal 3) Fokus strategi perusahaan pada posisi seperti meminimalkan kendala-kendala internal perusahaan. ini ialah

Kondisi seperti ini ditengarai banyak dihadapi sebagian besar BUMD waktu ini, termasuk PDAM dan PD BPR Kuadran IV 1) Merupakan kondisi yang serba tidak menguntungkan 2) Perusahaan menghadapi berbagai ancaman eksternal sementara sumber daya yang dimiliki mempunyai banyak kelemahan 3) Strategi yang diambil: defensif, penciutan atau likuidasi Karena peluang lebih besar dari pada ancaman dan kelemahan lebih besar dari pada kekuatan, PD BPR contoh di atas terletak pada Kuadran III. Karena PD BPR ini hendaknya lebih menfokuskan strateginya pada kegiatan-kegiatan yang meminimalkan kendala-kendala internal perusahaan dan tidak pada hal-hal yang bersifat ekspansif.