Anda di halaman 1dari 4

Pendidikan Muhammadiyah

Azas Pendidikan Muhammadiyah

Muhammadiyah semenjak pertama menitikberatkan kegiatannya di bidang pendidikan, disamping dawah dan social, di bidang pendidikan itu meletakkan pada dasar islam, berpedoman Al Quran dan Hadits. Dengan dasar dan pedoman tersebut akan membentuk manusia muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendkiri, dan berguna bagi masyarakat. Secara umum asas-asas pendidikan adalah sebagai berikut: Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersifat sempurna, menyangkut seluruh aspek keanusiaan baik jasmani maupun ruhani dan akal. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersifat pengalaman, tidak cukup hanya perkataan saja, akan tetapi menuntut pengalaman. Pendidikan islam bersifat pribadi dan masyarakat. Pendidikan islam berdasarkan keutamaan agar setiap pribadi menjadi sumber kebaikan dalam masyarakat. Setiap muslim adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Pendidikan islam mengembangkan fitrah manusia. Pendidikan islam mengarah kepada kebaikan individu dan masyarakat. Pendidikan islam berlangsung secara terus menerus sepanjang kehidupan manusia. Pendidikan islam berlaku untuk seluruh umat manusia. Hakikat Tujuan Pendidikan Muhammadiyah

Hakikat tujuan Muhammadiyah adalah untuk membentuk manusia yang alim dalam ilmu agama, berpandangan luas dengan memiliki pengetahuan umum, siap berjuang mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai-nilai keutamaan pada masyarakat.

Secara luas tujuan pendidikan Muhammadiyah antara lain:

Untuk membentuk akhlak yang mulia. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi manfaat. Menumbuhkan semangat ilmiah pada para pelajar dan memuaskan rasa ingin tahu, serta memungkinkan mereka mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri. Menyiapkan pelajar dari segi profesi, teknik supaya dapat menguasai profesi atau ketrampilan tertentu. Menumbuhkan potensi dan bakat asal pada anak. Menumbuhkan kesadaran manusia untuk mengabdi, dan takut kepada Allah. Menguatkan ukhuwah islamiyahdikalangan kaum muslim. Mencapai keridhaan Allah, menjauhkan murka dan siksaanNya serta melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepadaNya.

Dasar dan tujuan pendidikan Muhammadiyah dicapai dengan bimbingan kemasyarakatan, tajdkid (pembaharuan) aktivitas (kegiatan-kegiatan), kreatif (daya cipta) dan optimis dengan membina keluarga bahagia. Meluaskan agama (dawah), memperbanyak masjid dan mushalla, meningkatkan mutu sekolahan, penyertaan (pembinaan & pemeliharaan)masjid atau langgar disetiap bangunan sekolahan , membimbing aktivitas organisasi. Fungsi Lembaga Pendidikan Muhammadiyah

Adapun amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan adalah : Mendirikan sekolah / madrasah dengan pelajaran agama sama banyak dengan ilmu umumnya (kurikulum gabungan). Mengirimkan guru-guru mubaligh ke daerah daerah dan keluar negeri. Mendirikan pondok modern muhammadiyah disamping pendidikan ulama serta sekolahan pertanian ( diporong Surabaya,di Jombang, di Bogor dan sebagainya) Menggiatkan tabligh-tabligh dan pendidikan agama di sekolah negeri dan asrama-asrama polisi, narapidana,dll. Perguruan tinggi agama (Akademi Tabligh, FAkultas Dakwah, Fak. Sastra dll.)

Adapun sekolah Madrasah dan perguruan yang telah diselenggarakan Muhammadiyah meliputi: Perguruan / sekolah Agama : Madrasah Bustanul Atfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah,dll. Perguruan Sekolah Umum: Sekolah taman kanak-kanak, Sekolah Dasar,SMP,SMA dan Universitas. Perguruan / sekolah kejuruan (khusus): Sekolah Guru Agama, Sekolah Kepandaian Putri, sekolah menengah ekonomi pertama dan fakultas hukkum, ekonomi, social, sejarah, bahasa dan sastra Indonesia, teknik, Kedokteran.

Dalam hal ini Muhammadiyah terus berusaha meningkatkan amal usahanya, baik secara perseorangan maupun secara gotong royong.

Pada dasarnya lembaga pendidikan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat (lingkungan). Namun yang dimaksud disini adalah lembaga pendidikan sekolah. Masing-masing lembaga memiliki peran yang melekat pada setiap anggotanya dan juga fungsi yang mendorong setiap anggotanya menjalankan aktivitasnya dengan baik dan benar. Fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah antara lain adalah pertama, menjadi otoritas dengan kepedulian pada setiap anggotanyaterutama pada anak didiknya. Kedua, mengajak setiap anggota untuk meningkatkan peran dan fungsinya didalam perkembangan ilmu dan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Ketiga, menjadi wadah komunikasi yang baik dalam dunia keilmuan maupun dalam hal social kemasyarakatan. Pedoman Guru Muhammadiyah

Pedoman yang harus digunakan oleh guru muhammadiyah adalah meliputi beberapa hal, pertama harus berpegang kepada AL-Quran dan Sunnah disamping pada aturan-aturan lainnya yang berporos pada nilai-nilai ajaran islam baik ketika bertugas sebagai seorang guru maupun ketika dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, berjiwa ikhlas dan gemar berbuat kebajikan serta memberikan contoh yang baik. Ketiga, gemar mengembangkan ilmu (profesi, atau keterampilan).

Dalam kehidupan pengembangan ilmu dan tekhnologi ini menjadi kewajiban warga Muhammadiyah sebagaimana dituangkan dalam pedoman hidup islami warga Muhammadiyah terbitan PP Muhammadiyah, sesuai keputusan Muktamar Muhammadiyah tanggal 8 11 Juli tahun 2000 di Jakarta yaitu : Setiap warga Muhammadiyah wajib menguasai dan memiliki keunggulan dalam kemampuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagai sarana kehidupan yang penting untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Setiap warga muhammadiyah wajib untuk menguasai dan memiliki sifat-sifat ilmuwan, yaitu kritis, terbuka menerima kebenaran dari manapun datanganya, serta senantiasa menggunakan daya nalar. Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi merupakan bagian yan g tak terpisahkan dengan iman dan amal saleh yang menunjukan derajat kaum muslimin dan membentuk pribadi ulul albab. Setiap warga Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kepada masyarakat, memberikan peringatan, memanfaatkan untuk kemaslahatan dan mencerahkan kehidupan sebagai wujud ibadah, jihad, dan dakwah. Menggairahkan dan menggembirakan gerakan mencari ilmu pengetahuan dan penguasaaan teknologi baik melalui pendidikan maupun kegiatankegiatan di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai sarana penting untuk membangun peradaban islam. Dalam kegiatan ini termasuk menyemarakkan tradisi membaca di seluruh lingkungan warga Muhammadiyah.