Anda di halaman 1dari 12

1. BASIS AKUNTANSI Basis akuntansi yang digunakan untuk pencatatan laporan operasional adalah basis akrual.

Pada basis akrual pendapatan akrual-LO dan beban diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah , tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

2.

DEFINISI-DEFINISI Menurut PSAP BA 12 paragraf 08 a. Bantuan Keuagan Merupakan beban pemerintah dalam bentuk bantuan uang kepada pemerintah lainnya yang digunakan untuk pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan. b. Bantuan Sosial Merupakan transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi kemungkinan terjadinya resiko sosial . c. Beban Hibah Merupakan beban pemerintah dalam bentuk uang/barang atau jasa kepada pemerintah lainnya, perusahaan negara/daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, bersifat tidak wajib dan tidak wajib dan tidak mengikat. d. Beban Penyusutan Merupakan alokasi yang sistematis atas suatu aset tetap yang diusutkan selama masa manfaat aset tetap yang bersangkutan. e. Beban Transfer Merupakan pengeluaran atau kewajiban untuk mengeluarkan uang dari entitas pelaporan kepada suatu entitas pelaporan lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. f. Entitas Akuntansi Merupakan unit pemerintah pengguna anggaran/penggunabarang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

g.

Entitas Pelaporan Merupakan unit pemerintah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut peraturan perundang-undangan wajib

menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. h. Pendapatan Hibah Merupakan pendapatan pemerintah dalam bentuk uang/barang atau jasah dari pemerintah lainnya, perusahaan negara/daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus menerus. i. Pendapatan Transfer Merupakan pendapatan berupa penerimaan uang atau hak untuk menerima uang oleh entitas pelaporan dari suatuentitas pelaporan lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. j. Subsidi Merupakan beban pemerintah yang diberikan kepada perusahaan/lembaga tertentu yang bertujuan untuk membantu biaya produksi agar harga jual produk/jasa yang dihasilkan dapat dijangkau oleh masyarakat. k. Untung/Rugi Penjualan Aset Tetap Merupakan selisih antara nilai buku aset dengan harga jual.

3.

SALDO NORMAL AKU-AKUN LAPORAN OPERASIONAL a. Pendapatan-LO Pendapatan-LO saldo normalnya adalah kredit, artinya setiap transaksi yang mengakibatkan bertambahnya pendapatan-LO, maka ketika membuat jurnal (mrnjurnal), akun pendapatan-LO bersangkutan kita catat di sisi kredit. Sedangkan setiap transaksi yang mengakibatkan berkurangnya pendapataan-LO, maka ketika menjurnal, akun pendapatan-LO bersangkutan kita catat di sisi debet. b. Beban Beban saldo normalnya adalah debet, artinya setiap transaksi yang mengakibatkan bertambahnya belanja, maka ketika menjurnalnya, akun beban bersangkutan kita catat di sisi debet, sebaliknya setiap transaksi yang mengakibatkan berkurangnya beban, maka ketika menjurnalnya, akun beban bersangkutan kita catat di sisi kredit. c. Surplus Penjualan Aset Non Lancar

Surplus penjualan aset non lancar saldo normalnya adalah kredit, artinya setiap transaksi yang menambah surplus penjualan aset non lancar, maka saat kita menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi kredit. Sedangkan transaksi yang mengurangi surplus penjualan aset non lancar, ketika kita menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi debet. d. Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang Surplus penyelesaian kewajiban jangka panjang saldo normalnya adalah kredit, artinya setiap transaksi yang menambah surplus penyelesaian kewajiban jangka panjang, maka saat kita menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi kredit. Sedangkan transaksi yang mengurangi surplus penyelesaian kewajiban jangka panjang, ketika kita menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi debet. e. Devisit Penjualan Aset Non Lancar. Devisit penjualan aset non lancar saldo normalnya adalah debet, artinya setiap transaksi yang menambah defisit penjualan aset non lancar. f. Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang Defisit penyelesaian kewajiban jangka panjang saldo normalnya adalah debet, artinya setiap transaksiyang menambah defisit penyelesaian kewajiban jangka panjang, maka saat kita menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi debet, sedangkan transaksi yang mengurangi defisit penyelesaian kewajiban jangka panjang, ketika menjurnalnya, akun bersangkutan kita catat di sisi kredit.

4.

ILUSTRASI AKUNTANSI LAPORAN OPERASIONAL

Tabel 6.1 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA REALISASI PENDAPATAN-LRA PER TRIWULAN TAHUN 2012 (Dalam jutaan rupiah)

No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Uraian
PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain PAD yang sah Jumlah Per Triwulan (3 s/d 6) PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEM. PUSAT - DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Jumlah Per Triwulan (11 s/d 13) TRANSFER PEMERINTAH PUSAT LAINNYA Dana Otonomi Khusus Jumlah Per Triwulan (17) TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi hasil Lainnya Jumlah Per Triwulan (21 s/d 22) LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Lainnya Jumlah Per Triwulan (26 s/d 27) Jumlah Pendapatan Per Triwulan (7+24+28)

I
5.000. 2.000. 4.500. 500. 12.000.

II
10.000. 4.000. 0. 2.000.

III
9.000. 4.500. 0. 0.

IV
3.000. 2.000. 5.500. 2.000.

20.000. 5.000. 15.000. 40.000.

0. 0. 15.000. 15.000.

10.000. 20.000. 15.000. 45.000.

0. 10.000. 5.000. 15.000.

7.000. 7.000.

0. 0.

0. 0.

8.000. 8.000.

2.000. 1.000. 3.000.

2.000. 0. 2.000.

3.000. 0. 3.000.

3.000. 4.000. 7.000.

3.000. 500 3.500. 65.000.

5.000. 0. 5.000. 38.000.

0. 2.000. 2.000. 63.500.

12.000. 0. 12.000. 54.500.

Informasi tambahan dalam contoh soal ini adalah sebagai berikut: 1. Dalam penerimaan pajak daerah triwulan pertama sebesar Rp. 5.000.000.000 terdapat penerimaan piutang pajak dari periode sebelumnya sebesar Rp. 200.000.000 2. Dalam penerimaan retribusi daerah triwulan pertama seebesar Rp. 2.000.000.000 terdapat penerimaan piutang retribusi dari periode sebelumnya sebesar Rp. 100.000.000 3. Pada penerimaan lain-lain PAD yang sah triwulan pertama terdapat penerimaan bagian lancar tagihan penjualan angsuran sebesar Rp. 100.000.000 4. Pada triwulan keempat telah diterbitkan surat ketetapan pajak daerah sebesar Rp.500.000.000. namun sampai tanggal 31 desember 2012 belum dibayar oleh wajib pajak daerah. 5. Pada akhir tahun atau triwulan keempat telah ditetapkan surat retribusi daerah sebesar Rp. 200.000.000. sampai dengan tanggal 31 desember 2012 belum dibayar oleh wajib retribusi . 6. Pada akhir tahun 2012, pemerintah daerah bersangkutan belum masih memiliki hak atas dana bagi hasil sumber daya alam sebesar Rp. 500.000.000 yang belum ditransfer pemerintah provinsi 7. Pada akhir tahun 2012, pemerintah daerah yang bersangkutan masih memiliki hak atas pendapatan bagi hassil pajak sebesar Rp. 100.000.000 yang belum di transfer pemerintah provinsi.

Tabel 6.1 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA REALISASI BELANJA DAN TRANSFER PER TRIWULAN TAHUN 2012 (Dalam jutaan rupiah)

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

URAIAN BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Jumlah Per Triwulan (3 s/d 6) BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga Jumlah Per Triwulan (10) TRANSFER Transfer / Bagi Hasil ke Desa Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Jumlah Per Triwulan (15 s/d 17) Jumlah Per Triwulan (7+11+18)

II

III

IV

5.000. 1.000. 1.500. 1.000. 8.500.

5.000. 2.000. 0. 0. 7.000.

5.000. 2.000. 0. 1.000. 8.000.

5.000. 2.000. 1.500. 0. 8.500.

2.000. 2.000.

0. 0.

0. 0.

3.000. 3.000.

2.500. 2.000. 1.000. 5.500. 16.000.

2.500. 2.000. 0. 4.500. 11.500.

2.000. 1.000. 0. 3.000. 11.000.

3.000. 3.000. 2.000. 8.000. 19.500.

Informasi tambahan untuk contoh soal ini adalah sebagai berikut: 1. Pada belanja bunga triwulan pertama sebesar Rp. 1.500.000.000 sudah termasuk pembayaran utang bunga tahun sebelumnya sebesar Rp. 500.000.000 2. Pada 31 Desember 2012, terdapat bagi hasil retribusi ke desa sebesar Rp. 300.000.000 yang belum ditransfer pemerintah daerah bersangkutan yang menjadi hak pemerintah desa 3. Pada 31 Desember 2012, terdapat belanja bunga sebesar Rp. 400.000.000 yang belum dibayar oleh pemerintah daerah bersangkutan 4. Pada triwulan keempat bendahara umum daerah melakukan transfer kas dari rekening umum kas daerah ke bendahara pengeluaran sebesar Rp. 700.000.000 5. Pada triwulan kedua untuk membeli bahan pakai habis (persediaan) sebesar Rp. 500.000.000 mengguanakan uang persediaan yang ada pada bendahara pengeluaran,

oleh bendahara pengeluaran telah dibuatkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Fungsional 6. Pada triwulan keempat untuk membayar beban jasa sebesar Rp. 500.000.000 menggunakan uang persediaan yang ada pada bendahara pengeluaran pembayaran tersebut sudah dibuatkan SPJ Fungsionalnya

A. Jurnal Triwulan I 1. Jurnal Pendapatan LO Dalam PSAP BA 12 paragraf 19 dinyatakan bahwa pendapatan - LO diakui pada saat tibulnya hak atas pendapatan dan pendapatan direalisasi, yitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. (dalam jutaan rupiah)
Tanggal 2013 Mar 31 No Bukti XX Nama Akun dan Keterangan Kas di Kas daerah Pendapan Pajak Daerah - LO Pendapatan Retribusi daerah Pendapatan HPKDYD - LO PAD lainnya - LO Pendapatan DBHP - LO Pendapatan DBH SDA - LO Pendapatan DAU - LO Pendapatan DOK - LO Pendapatan BHP - LO Pendapatan BHL - LO Pendapatan Hibah - LO Pendapatan Lainnya - LO Piutang Pajak Piutang Retribusi Tagihan Penjualan Angsuran (Pendapatan Triwulan I) No. Akun XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX Jumlah Debet Kredit 65.000. 4.800. 1.900. 4.500. 400. 20.000. 5.000. 15.000. 7.000. 2.000. 1.000. 3.000. 500. 200. 100. 100.

2.

Jurnal Beban Dalam PSAP BA 12 paragraf 32 dinyatakan beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadiny konsumsi aset dan terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensial jasa

Tabel 6.3 Perubahan Nama Akun

No Laporan Realisai Anggaran 1 Belanja Pegawai 2 Belanja Barang

3 4 5 6 7 8

Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Transfer Belanja Tak terduga

Laporan Operasi Beban pegawai Beban Perseediaan Beban Jasa Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas Beban Bunga Beban Subsidi Beban Hibah Beban Bantuan Sosial Behban Transfer Beban Lain-lain

Belanja barang sebesar Rp. 1.000.000.000 tersebut terdiri dari belanja barang pakai habis sebesar Rp. 200.000.000 (dicata terlebih dahulu sebagai persediaan, pada akhir tahunjumlah yang terpakai dicatat sebagai beban persediaan), belanja jasa sebesar Rp. 400.000.000 belanja pemeliharaan sebesar Rp. 150.000.000 dan belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 250.000.000. (dalam jutaan rupiah) Tanggal 2012 Mar No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan Beban Pegawa Persediaan Beban Jasa Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas Beban Bunga Beban Subsidi Beban Transfer Beban Lain-lain Utang Bunga Kas di Kas daerah (Beban Triwulan I) No. Akun XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX Jumlah Debet Kredit 5.000. 200. 400. 150. 250. 1.000. 1.000. 5.500. 2.000. 500. 16.000.

31

Pada halaman 149, realisasi belanja bunga pada LRA sebesar Rp. 1.500.000.000 namun pada laporan operasional beban bunga tidak dicatatsebesar Rp. 1.500.000.000 karena

dari jumlah tersebut, sebesar Rp. 500.000.000 digunakan untuk membayar utang bungatahun lau, maka yang mennjadi beban bunga tahu sekarang hanya Rp. 1.000.000.000.

B. Jurnal Triwulan Kedua 1. Jurnal Pendapatan - LO


Tanggal 2012 Juni No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX XX XX XX XX

(dalam jutaan rupiah)


Debet Jumlah Kredit

30

Kas di Kas Daerah Pendapatan Pajak daerah - LO Pendapatan Retribusi Daerah PAD lainnya-LO Pendapatan Dana Alokasi UmumLO Pendapatan Bagi Hasil Pajak-LO Pendapatan Hibah-LO (Pendapatan Triwulan II)

38.000. 10.000. 4.000. 2.000. 15.000. 2.000. 5.000.

2. Jurnal Beban Pada realisasi belanja barang triwulan dua sebesar Rp. 2.000.000.000 dimisalkan merupakan belanja barang pakai habis sebesar Rp. 500.000.000, belanja jasa sebesar Rp. 600.000.000, belanja pemeliharaan sebesar Rp. 500.000.000, dan belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 400.000.000 (dalam jutaan rupiah)
Tanggal 2012 Juni No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX XX XX XX XX Debet Jumlah Kredit

30

Beban Pegawai Persediaan Beban Jasa Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas Beban Transfer Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran (Beban Triwulan II)

5.000. 500. 600. 500. 400. 4.500. 11.000. 500.

3.

Jurnal Triwulan III 1. Jurnal Pendapatan - LO


No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX XX XX XX XX

(dalam jutaan rupiah)


Debet Jumlah Kredit

Tanggal 2012 Juni

30

Kas di Kas Daerah Pendapatan Pajak daerah-LO Pendapatan Retribusi Daerah-LO Pendapatan Dana Bagi Hasil PajakLO Pendapatan Dana Bagi Hasil SDALO Pendapatan Dana Alokasi UmumLO Pendapatan Bagi Hasil Pajak-LO Pendapatan Lainnya-LO (Pendapatan Triwulan III)

63.500. 9.000. 4.500. 10.000. 20.000. 15.000. 3.000. 2.000.

2.

Jurnal Beban Pada realisasi belanja barang triwulan tiga sebesar Rp. 2.000.000.000 dimisalkan merupakan belanja barang pakai habis sebesar Rp. 600.000.000, belanja jasa sebesar Rp. 600.000.000, belanja pemeliharaan sebesar Rp. 300.000.000, dan belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 500.000.000 (dalam jutaan rupiah)
Tanggal 2012 Juni No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX XX XX XX XX Jumlah Debet Kredit 5.000. 500. 600. 500. 400. 4.500. 11.000.

30

Beban Pegawai Persediaan Beban Jasa Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas Beban Subsidi Beban Transfer Kas di Kas Daerah (Beban Triwulan III)

4. Jurnal Triwulan Keempat 1. Jurnal Pendapatan - LO Tanggal 2012 Juni No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX XX XX Debet Jumlah Kredit

30

Kas di Kas Daerah Pendapatan Pajak daerah-LO Pendapatan Retribusi Daerah-LO Pendapatan HKDYD-LO PAD Lainnya-LO Pendapatan Dana Bagi Hasil SDALO Pendapatan Dana Alokasi UmumLO Pendapatan Dana Otonomi KhususLO Pendapatan Bagi Hasil Pajak-LO Pendapatan Bagi Hasil Lainnya-LO Pendapatan Hibah-LO (Pendapatan Triwulan IV)

54.500. 3.000. 2.000. 5.500. 2.000. 10.000. 5.000. 8.000.

XX

XX XX XX

3.000. 4.000. 12.000.

Sedangkan untuk SKPD sebesar Rp. 500.000.000, SKRD sebesar Rp. 200.000.00. Dana bagi hasil sumber daya alam sebesar Rp. 500.000.000, dan pendapatan bagi hasil pajak sebesar Rp. 100.000.000 yang belum diterima uangnya pada pemerintah daerah, oleh bagian akuntansi dijurnal sebagai berikut:

Tanggal 2012 Juni

No. Bukti XX

Nama Akun dan Keterangan

No. Akun XX XX XX XX XX XX XX

Debet

Jumlah Kredit

30

Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lainnya Pendapatan Pajak Daerah-LO Pendapatan Retribusi Daerah-LO Pendapatan Dana Bagi Hasil SDA-LO Pendapatan Bagi Hasil Pajak-LO (Beban Triwulan IV)

500. 200. 600. 500. 200. 500. 100.

2. Jurnal Beban

Pada realisasi belanja barang triwulan empat sebesar Rp. 2.000.000.000 dimisalkan merupakan belanja barang pakai habis sebesar Rp. 500.000.000, belanja jasa sebesar Rp. 500.000.000, belanja pemeliharaan sebesar Rp. 500.000.000, dan belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 500.000.000

Tanggal 2012 Juni

No. Bukti XX

Nama Akun dan Keterangan

No. Akun XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX

Debet

Jumlah Kredit

30

Beban Pegawai Persediaan Beban Jasa Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas BebanBunga Beban Transfer Beban Lain-lain Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Kas Daerah (Beban Triwulan III)

5.000. 500. 500. 500. 500. 1.500. 8.000. 3.000. 500. 19.000.

Sedangkan untuk belanja bungayang belum dibyar sebesar Rp. 400.000.000 dan transfer bagi hasil pajak ke desa yang belum dibayar sebesar RP. 300.000.000, oleh bagian akuntansi dibuat jurnal sebagai berikut:

Tanggal 2012 Juni

No. Bukti XX

Nama Akun dan Keterangan

No. Akun XX XX XX XX

Debet

Jumlah Kredit

30

Beban Bunga Beban Transfer Utang Bunga Utang Jangka Pendek Lainnya (Beban Triwulan IV)

400. 300. 400. 300.

Jurnal diatas, dibuat oleh bagian akuntansi pemerintah daerah kabupaten/kota yang bersangkutan, dikarenakan akuntansi laporan operasional menggunakan basis akrual,dimana dalam basis ini, beban diakui tidak memperhatikan apakah uangnya sudah dikeluarkan atau belum dari kas umum daerah. Pada basis akrual beban diakui pada saat timbulnya kewajiban. Pada triwulan keempat transfer kas dari bendahara umum daerah ke bendahara pengeluaran sebesar Rp. 700.000.000, bagian akuntansi membuat jurnal sebagai berikut: (dalam jutaan rupiah) Tanggal 2012 Juni No. Bukti XX Nama Akun dan Keterangan No. Akun XX XX XX Debet Jumlah Kredit

30

Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Kas Daerah (Jurnal Pindah Saku)

700. 700.