Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

Trigonometri Matematika

Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Matematika


Oleh
Fadhlan Al-Aqmar
Richie Bachtiar Rismawan 11121031
Siti Aviani Nur Azizah 11121033
Susmita Afiati 11121074
Widyana Murti 11121037



SMA NEGERI 6 KABUPATEN TANGERANG
Jalan Aria Jaya Sentika No. 52, Tigaraksa, Tangerang, 15720, telepon (021) 5990276




PRAKATA

Assalamualaikum Wr.Wb,
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt atas tersusunnya makalah ini.
Kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak
yang telah mendukung atas tersusunnya makalah ini.
Kami menyadari atas banyaknya kekurangan yang didapati pada makalah ini,
oleh karena itu Kami memohon maaf sebesar-besarnya bila sekiranya ada suatu hal
yang tidak sesuai pada penulisan makalah ini.
Demikian prakata yang dapat Kami sampaikan. Kami harap makalah ini bisa
bermanfaat bagi pembaca.

WassalamualaikumWr.Wb.


Tigaraksa, 11 Januari 2013



Penulis





BAB 1
Teori Trigonometri
Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro =
mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan
sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen.
Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada
ketidaksetujuan tentang apa hubungannya; bagi beberapa orang,
trigonometri adalah bagian dari geometri.
Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas dari
astronomi pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al-Tusi (1201-1274), lewat
bukunya Treatise on the quadrilateral. Bahkan dalam buku ini ia untuk
pertama kali memperlihatkan keenam perbandingan trigonometri lewat
sebuah segitiga siku-siku (hanya masih dalam trigonometri sferis). Menurut
O`Conners dan Robertson, mungkin ia pula yang pertama memperkenalkan
Aturan Sinus (di bidang datar).
Di Arab dan kebanyakan daerah muslim, trigonometri berkembang
dengan pesat tidak saja karena alasan astronomi tetapi juga untuk kebutuhan
ibadah. Seperti diketahui, orang muslim jika melakukan ibadah sholat, harus
menghadap ke arah Qiblat, suatu bangunan di kota Mekkah. Para
matematikawan muslim lalu membuat tabel trigonometri untuk kebutuhan
tersebut.



A. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut pada Segitiga Siku-siku
Gambar di samping adalah segitiga siku-
siku dengan titik sudut sikunya di C.
Panjang sisi di hadapan sudut A adalah a,
panjang sisi di hadapan sudut B adalah b,
dan panjang sisi di hadapan sudut C adalah c.
Terhadap sudut o:
Sisi a disebut sisi siku-siku di depan sudut o
Sisi b disebut sisi siku-siku di dekat (berimpit) sudut o
Sisi c (sisi miring) disebut hipotenusa
Berdasarkan keterangan di atas, didefinisikan 6 (enam) perbandingan
trigonometri terhadap sudut o sebagai berikut:
1.
c
a
= = o
hipotenusa panjang
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
sin
2.
c
b
= = o
hipotenusa panjang
A sudut (berimpit) dekat di siku - siku sisi panjang
os c
3.
b
a
= = o
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
tan
4.
a
c
= = o
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
hipotenusa panjang
csc
5.
b
c
= = o
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
hipotenusa panjang
sec
A
B
C
o

c
a
b
Gb. 2.2. perbandingan trigonometri



A
B
C
o

c
a
b
Gb. 2.3. perbandingan trigonometri
6.
a
c
= = o
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
cot
Dari perbandingan tersebut dapat pula ditulis rumus:

o
o
= o
cos
sin
tan dan
o
o
= o
sin
cos
cot

o
= o
cos
1
sec dan
o
= o
sin
1
csc
Contoh:
Pada gambar di samping segitiga
sikusiku ABC dengan panjang a = 24
dan c = 25.
Tentukan keenam perbandingan
trigonometri untuk o.
Penyelesaian:
Nilai b dihitung dengan teorema Pythagoras
2 2
24 25 b =
576 625 =
7 49 = =
25
24
sin = = o
c
a

24
25
csc = = o
a
c

25
7
os c = = o
c
b

7
25
sec = = o
b
c




7
24
tan = = o
b
a

24
7
cot = = o
a
c

B. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut Istimewa
Sudut istimewa adalah sudut yang perbandingan trigonometrinya dapat
dicari tanpa memakai tabel matematika atau kalkulator, yaitu: 0, 30,
45,60, dan 90.
Sudut-sudut istimewa yang akan dipelajari adalah 30, 45,dan 60.
Untuk mencari nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa digunakan
segitiga siku-siku seperti gambar berikut ini.




Dari gambar 2.4.a dapat ditentukan
2
2
1
2
1
45 sin = = 2
1
2
45 csc = =
2
2
1
2
1
45 cos = = 2
1
2
45 sec = =
1
1
1
45 tan = = 1
1
1
45 cot = =
Dari gambar 2.4.b dapat ditentukan
2
1
0 3 sin = 3
2
1
2
3
0 6 sin = =
Gb. 2.4.b. sudut istimewa
3
60

30

1

2

Gb. 2.4.a. sudut istimewa
2

45

1

1




3
2
1
2
3
0 3 cos = =
2
1
0 6 cos =
3
3
1
3
1
30 tan = = 3
1
3
60 tan = =
2
1
2
30 csc = = 3
3
2
3
2
60 csc = =
3
3
2
3
2
30 sec = = 2
1
2
60 sec = =
3
1
3
30 cot = = 3
3
1
3
1
60 cot = =
Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.

o 0

30 45 60 90
sin o 0
2
1
2
2
1
3
2
1
1
cos o 1 3
2
1
2
2
1

2
1
0
tan o 0 3
3
1
1 3
tak
terdefinisi
cot o
tak
terdefinisi
3 1 3
3
1
0




contoh:
1.
2
2 1
2
2
1
2
1
45 cos 30 sin
+
= + = +
2. 3
3
1
2
2
1
3 2
2
1
60 cot 45 cos 60 tan 45 sin + = +
6
3
2
6
6
4
6
6
1
6
2
1
= = + =
C. Perbandingan Trigonometri suatu Sudut di Berbagai Kuadran
P adalah sembarang titik di kuadran I dengan
koordinat (x,y). OP adalah garis yang dapat
berputar terhadap titik asal O dalam koordinat
kartesius, sehingga ZXOP dapat bernilai
0 sampai dengan 90. Perlu diketahui bahwa
r y = + =
2 2
x OP dan r > 0
Berdasarkan gambar di atas keenam perbandingan trigonometri baku dapat
didefinisikan dalam absis (x), ordinat (y), dan panjang OP (r) sebagai berikut:
1.
r
y
= =
OP panjang
P ordinat
sin 4.
y
r
= =
P ordinat
OP panjang
csc
2.
r
x
= =
OP panjang
P absis
cos 5.
x
r
= =
P absis
OP panjang
sec
3.
x
y
= =
P absis
P ordinat
tan 6.
y
x
= =
P ordinat
P absis
cot
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
1

Gb. 2.5
O



Dengan memutar garis OP maka Z XOP = o dapat terletak di kuadran I,
kuadran II, kuadran III atau kuadran IV, seperti pada gambar di bawah ini.













Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri di tiap kuadran:
Perbandingan
Trigonometri
Kuadran
I II III IV
sin + + - -
cos + - - +
tan + - + -
csc + + - -
sec + - - +
cot + - + -

Gb. 2.6. titik di berbagai kuadran
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
1

O
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
2

O
y
x
X
Y
r
P(x,y)
o
3

O
y
x
X
Y
r
P(x,y)
o
4

O



D. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi
Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut o adalah sudut (90 o), (180
o), (360 o), dan -o. Dua buah sudut yang berelasi ada yang diberi
nama khusus, misalnya penyiku (komplemen) yaitu untuk sudut o
dengan (90 - o) dan pelurus (suplemen) untuk sudut o dengan (180 -
o). Contoh: penyiku sudut 50 adalah 40, pelurus sudut 110 adalah
70.
1. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (90 - o)
Dari gambar 2.7 diketahui
Titik P
1
(x
1
,y
1
) bayangan dari P(x,y)
akibat pencerminan garis y = x, sehingga
diperoleh:
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 90 - o
b. x
1
= x, y
1
= y dan r
1
= r

Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh:
a. ( ) o = = = o cos 90 sin
1
1
r
x
r
y

b. ( ) o = = = o sin 90 cos
1
1
r
y
r
x

c. ( ) o = = = o cot 90 tan
1
1
y
x
x
y

y
x
X
Y
P(x,y)
r
o (90-o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
y = x
Gb. 2.7. sudut yang berelasi
O



y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(180-o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
Gb. 2.8. sudut yang berelasi
Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri
sudut o dengan (90 - o) dapat dituliskan sebagai berikut:



2. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (180 - o)
Titik P
1
(x
1
,y
1
) adalah bayangan dari
titik P(x,y) akibat pencerminan
terhadap sumbu y, sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 180 - o
b. x
1
= x, y
1
= y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan:
a. ( ) o = = = o sin 180 sin
1
1
r
y
r
y

b.
c. ( ) o =

= = o tan 180 tan


1
1
x
y
x
y

Dari hubungan di atas diperoleh rumus:



( ) o =

= = o cos 180 cos


1
1
r
x
r
x
a. ( ) o = o cos 90 sin d. ( ) o = o sec 90 csc
b. ( ) o = o sin 90 cos e. ( ) o = o ec cos 90 sec
c. ( ) o = o cot 90 tan f. ( ) o = o tan 90 cot

a. ( ) o = o sin 180 sin d. ( ) o = o csc 180 csc
b. ( ) o = o cos 180 cos e. ( ) o = o sec 180 sec
c. ( ) o = o tan 180 tan f.
( ) o = o cot 180 cot



3. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (180 + o)
Dari gambar 2.9 titik P
1
(x
1
,y
1
) adalah
bayangan dari titik P(x,y) akibat
pencerminan terhadap garis y = x,
sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 180 + o
b. x
1
= x, y
1
= y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan:
a. ( ) o =

= = o + sin 180 sin


1
1
r
y
r
y

b. ( ) o =

= = o + cos 180 cos


1
1
r
x
r
x

c. ( ) o = =

= = o + tan 180 tan


1
1
x
y
x
y
x
y

Dari hubungan di atas diperoleh rumus:




a. ( ) o = o + sin 180 sin d. ( ) o = o + csc 180 csc
b. ( ) o = o + cos 180 cos e. ( ) o = o + sec 180 sec
c. ( ) o = o + tan 180 tan f. ( ) o = o + cot 180 cot
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(180+o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
Gb. 2.9. sudut yang berelasi



4. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (- o)
Dari gambar 2.10 diketahui titik
P
1
(x
1
,y
1
) bayangan dari P(x,y)
akibat pencerminan terhadap sumbu
x, sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= - o
b. x
1
= x, y
1
= y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan
a. ( ) o =

= = o sin sin
1
1
r
y
r
y

b. ( ) o = = = o cos cos
1
1
r
x
r
x

c. ( ) o =

= = o tan tan
1
1
x
y
x
y

Dari hubungan di atas diperoleh rumus:




Untuk relasi o dengan (- o) tersebut identik dengan relasi o dengan 360
o, misalnya sin (360 o) = sin o.
a. ( ) o = o sin sin d. ( ) o = o csc csc
b. ( ) o = o cos cos e. ( ) o = o sec sec
c. ( ) o = o tan tan f. ( ) o = o cot cot
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(360-o1)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
-o
Gb. 2.10. sudut yang berelasi



E. Menentukan Koordinat kartesius dan Koordinat Kutub
Cara lain dalam menyajikan letak sebuah titik pada bidang xy
selain koordinat kartesius adalah dengan koordinat kutub.





Pada gambar 2.11 titik P(x,y) pada koordinat kartesius dapat disajikan
dalam koordinat kutub dengan P(r, o) seperti pada gambar 2.12.
Jika koordinat kutub titik P(r, o) diketahui, koordinat kartesius dapat dicari
dengan hubungan:

r
x
= o cos o = cos r x

r
y
= o sin o = sin r y
jika koordinat kartesius titik P(x,y) diketahui, koordinat kutub titik P(r,
o) dapat dicari dengan hubungan:

2 2
y x r + =

x
y
= o tan o = arc tan
x
y
, arc tan adalah invers dari tan
y
x
X
Y
P(x,y)
O
Gb. 2.11. koordinat kartesius
-
y
x
X
Y
P(r, o)
r
o
O
Gb. 2.12. koordinat kutub
-



Contoh:
1. Ubahlah menjadi koordinat kutub
a. B(5,5) b. ) 3 4 , 4 ( C
2. Ubahlah P (12,60) menjadi koordinat kartesius

Penyelesaian:
1. a. B (5,5) b. ) 3 4 , 4 ( C
x = 5, y = 5 (kuadran I) x = 4, y = 3 4 (kuadran II)
2 2
5 5 + = r ( ) ( )
2
2
3 4 4 r + =
2 5 25 25 = + = 8 64 48 16 = = + =
1
5
5
tan = = o o = 45 3
4
3 4
tan =

= o o = 120
jadi B ) 45 , 2 5 ( jadi C (8, 120)
2. P (12,60) diubah ke koordinat kartesius
x = r cos o y = r sin o
= 12 cos 60 = 12 sin 60
= 12(1/2) = 12 |
.
|

\
|
3
2
1

x = 6 y = 3 6
Jadi koordinat kartesiusnya P( ) 3 6 , 6



F. Identitas Trigonometri
Dari gambar di samping diperoleh
r
x
= o cos ,
r
y
= o sin dan
2 2
y x r + = .
Sehingga
2
2
2
2
2 2
cos sin
r
x
r
y
+ = o + o
1
2
2
2
2 2
= =
+
=
r
r
r
y x


G. Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Sederhana
Persamaan trigonometri adalah persamaan yang memuat perbandingan
trigonometri suatu sudut, di mana sudutnya dalam ukuran derajat atau
radian.
Menyelesaikan persamaan trigonometri adalah menentukan nilai x yang
memenuhi persamaan tersebut sehingga jika dimasukkan nilainya akan
menjadi benar.
1. Menyelesaikan persamaan sin x = sin o
Dengan mengingat rumus
sin (180 - o) = sin o dan sin (o + k. 360) = sin o, maka diperoleh:



Jika sin x = sin o maka
x = o + k. 360 atau x = (180 o) + k. 360 , k e B
y
x
X
Y
P(x, y)
r
o
O
Gb. 2.13. rumus identitas
-
sin
2
o +cos
2
o = 1


Jadi





2. Menyelesaikan persamaan cos x = cos o
Dengan mengingat rumus
( ) o = o cos cos dan cos (o + k. 360) = cos o, diperoleh


3. Menyelesaikan persamaan tan x = tan o
Dengan mengingat rumus
tan (180 + o) = tan o dan tan (o + k. 360) = tan o, maka diperoleh:


contoh:
Tentukan penyelesaian persamaan berikut ini untuk 0 s x s 360.
a)
2
1
sin = x c) 3 tan = x
b) 3
2
1
cos = x
Penyelesaian:
a)
2
1
sin = x sin x = sin 30
x = o + k. 360 untuk k = 0 x = 30
x = (180 o) + k.360 untuk k = 0 x = 180 30 = 150
Jika cos x = cos o maka
x = o + k. 360 atau x = o + k. 360, k e B
Jika tan x = tan o maka
x = o + k. 180 , k e B



b) 3
2
1
cos = x cos x = cos 30
x = o + k. 360 untuk k = 0 x = 30
x = o + k. 360 untuk k = 1 x = 30 + 360 = 330
c) 3 tan = x tan x = tan 120
x = o + k. 180 untuk k = 0 x = 120
untuk k = 1 x = 120 + 180 = 300

Catatan: satuan sudut selain derajat adalah radian, di mana satu
radian adalah besarnya sudut yang menghadap busur lingkaran yang
panjangnya sama dengan jari-jari.
Z AOB = 1 rad

Hubungan radian dengan derajat
360 =
r
r t 2
rad
= 2t rad
180 = t rad
pendekatan 1 rad = 57,3.
Dengan mengingat pengertian radian tersebut, maka bentuk
penyelesaian persamaan trigonometri dapat pula menggunakan
r r
O
A
B



satuan radian, sebagai contoh untuk persamaan sin x = sin A maka
penyelesaiannya adalah:
x = A + k. 2t atau x = (t A) + k. 2t , k e B
di mana x dan A masing-masing satuannya radian.


H. Rumus-rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut
1. Rumus cos (o + |) dan cos (o |)
Pada gambar di samping
diketahui garis CD dan AF
keduanya adalah garis tinggi dari
segitiga ABC. Akan dicari rumus
cos (o + |).
( )
AC
AD
cos = | + o ( ) | + o = cos AC AD
Pada segitiga sikusiku CGF

CF
GF
sin = o o = sin CF GF ..(1)
Pada segitiga sikusiku AFC,

AC
CF
sin = | | = sin AC CF ..(2)

AC
AF
cos = | = cos AC AF ..(3)
o
|
o
A D E B
C
G F
Gb. 2.14



Pada segitiga sikusiku AEF,

AF
AE
cos = o o = cos AF AE ..(4)
Dari (1) dan (2) diperoleh
GF = AC sin o sin |
Karena DE = GF maka DE = AC sin o sin |
Dari (3) dan (4) diperoleh
AE = AC cos o cos |
Sehingga AD = AE DE
AC cos (o + |) = AC cos o cos | AC sin o sin |
Jadi
Untuk menentukan cos (o |) gantilah | dengan | lalu
disubstitusikan ke rumus cos (o + |).
cos (o |) = cos (o + (|))
= cos o cos (|) sin o sin (|)
= cos o cos | sin o (sin |)
= cos o cos | + sin o sin |
Jadi

cos (o + |) = cos o cos | sin o sin |

cos (o |) = cos o cos | + sin o sin |




2. Rumus sin (o + |) dan sin (o |)
Untuk menentukan rumus sin (o + |) dan sin (o |) perlu diingat
rumus sebelumnya, yaitu: sin (90 o) = cos o dan
cos (90 o) = sin o
sin (o + |) = cos (90 (o + |))
= cos ((90 o) |)
= cos (90 o) cos | + sin (90 o) sin |
= sin o cos | + cos o sin |
Jadi
Untuk menentukan sin (o |), seperti rumus kosinus selisih dua
sudut gantilah | dengan | lalu disubstitusikan ke sin (o + |).
sin (o |) = sin (o + ( |))
= sin o cos (|) + cos o sin (|)
= sin o cos | + cos o (sin |)
= sin o cos | cos o sin |
Jadi
sin (o + |) = sin o cos | + cos o sin |

sin (o |) = sin o cos | cos o sin |




3. Rumus tan (o + |) dan tan (o |)
Dengan mengingat
o
o
= o
cos
sin
tan , maka
| o | o
| o + | o
=
| + o
| + o
= | + o
sin sin cos cos
sin cos cos sin
) ( cos
) ( sin
) ( tan

|
|

o
o

|
|
+
o
o
=
| o
| o | o
| o
| o + | o
= | + o
cos
sin
cos
sin
1
cos
sin
cos
sin
cos cos
sin sin cos cos
cos cos
sin cos cos sin
) ( tan

| o
| + o
=
tan tan 1
tan tan

Jadi

Untuk menentukan tan (o |), gantilah | dengan | lalu
disubstitusikan ke tan (o + |).
tan (o |) = tan (o + ( |))

) (- tan tan 1
) (- tan tan
| o
| + o
=

) tan ( tan 1
) ( tan tan
| o
| o
=

| o +
| o
=
tan tan 1
tan tan

Jadi

| o
| + o
= | + o
tan tan 1
tan tan
) ( tan
| o +
| o
= | o
tan tan 1
tan tan
) ( tan



I. Rumus Trigonometri Sudut Rangkap
Dari rumusrumus trigonometri untuk jumlah dua sudut, dapat
dikembangkan menjadi rumus trigonometri untuk sudut rangkap.
1. sin 2o = sin (o + o) = sin o cos o + cos o sin o = 2 sino coso
Jadi
2. cos 2o = cos (o + o) = cos o cos o sin o sin o = cos
2
o sin
2
o
Jadi
Rumusrumus variasi bentuk lain yang memuat cos 2o dapat
diturunkan dengan mengingat rumus dasar cos
2
o + sin
2
o = 1.
cos 2o = cos
2
o sin
2
o cos 2o = cos
2
o sin
2
o
= cos
2
o (1 cos
2
o) = (1 sin
2
o) sin
2
o
= 2cos
2
o 1 = 1 2 sin
2
o
Sehingga


3.
o
o
=
o o
o + o
= o + o = o
2
tan 1
tan 2
tan tan 1
tan tan
) ( tan 2 tan
Jadi



sin 2o = 2 sino coso
cos 2o = cos
2
o sin
2
o
1) cos 2o = cos
2
o sin
2
o
2) cos 2o = 2cos
2
o 1
3) cos 2o = 1 2 sin
2
o



o
o
= o
2
tan 1
tan 2
2 tan



J. Mengubah Rumus Perkalian ke rumus Penjumlahan/Pengurangan
1. Dari rumus cosinus untuk jumlah dan selisih 2 sudut diperoleh:
cos (o + |) = cos o cos | sin o sin |
cos (o |) = cos o cos | + sin o sin |
cos (o + |) + cos (o |) = 2 cos o cos |
Jadi
cos (o + |) = cos o cos | sin o sin |
cos (o |) = cos o cos | + sin o sin |
cos (o + |) cos (o |) = 2 sin o sin |
Jadi
2. Dari rumus sinus untuk jumlah dan selisih 2 sudut diperoleh:
sin (o + |) = sin o cos | + cos o sin |
sin (o |) = sin o cos | cos o sin |
sin (o + |) + sin (o |) = 2 sin o cos |
Jadi
sin (o + |) = sin o cos | + cos o sin |
sin (o |) = sin o cos | cos o sin |
sin (o + |) + sin (o |) = 2 sin o cos |
Jadi



+
cos (o + |) + cos (o |) = 2 cos o cos |

cos (o + |) cos (o |) = 2 sin o sin |
+
sin (o + |) + sin (o |) = 2 sin o cos |

sin (o + |) sin (o |) = 2 cos o sin |



K. Rangkuman
a) Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.












b) Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri tiap kuadran

o 0

30 45 60 90
sin o 0
2
1
2
2
1
3
2
1
1
cos o 1 3
2
1
2
2
1

2
1
0
tan o 0 3
3
1
1 3
tak
terdefinisi
cot o
tak
terdefinisi
3 1 3
3
1
0
Perbandingan
Trigonometri
Kuadran
I II III IV
sin + + - -
cos + - - +
tan + - + -
csc + + - -
sec + - - +
cot + - + -



1) ( ) o = o sin 180 sin 4) ( ) o = o csc 180 csc
2) ( ) o = o cos 180 cos 5) ( ) o = o sec 180 sec
3) ( ) o = o tan 180 tan 6) ( ) o = o cot 180 cot
c) Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi
a. perbandingan trigonometri sudut o dengan (90 - o)



b. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (180 - o)



c. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (180 + o)



d. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (- o)



d) Menyelesaikan persamaan trigonometri
a. Jika sin x = sin o maka
x = o + k. 360 atau x = (180 o) + k. 360 , k e B
1) ( ) o = o cos 90 sin 4) ( ) o = o sec 90 csc
2) ( ) o = o sin 90 cos 5) ( ) o = o csc 90 sec
3) ( ) o = o cot 90 tan 6) ( ) o = o tan 90 cot

1) ( ) o = o + sin 180 sin 4) ( ) o = o + csc 180 csc
2) ( ) o = o + cos 180 cos 5) ( ) o = o + sec 180 sec
3) ( ) o = o + tan 180 tan 6) ( ) o = o + cot 180 cot
1) ( ) o = o sin sin 4) ( ) o = o cosec cosec
2) ( ) o = o cos cos 5) ( ) o = o sec sec
3) ( ) o = o tan tan 6) ( ) o = o cot cot



b. Jika cos x = cos o maka
x = o + k. 360 atau x = o + k. 360, k e B
c. Jika tan x = tan o maka x = o + k. 180 k e B
e) Rumus-rumus trigonometri
a. Jumlah dan selisih dua sudut
1) cos (o + |) = cos o cos | sin o sin |
2) cos (o |) = cos o cos | + sin o sin |
3) sin (o + |) = sin o cos | + cos o sin |
4) sin (o |) = sin o cos | cos o sin |
5)
| o
| + o
= | + o
tan tan 1
tan tan
) ( tan
6)
| o +
| o
= | o
tan tan 1
tan tan
) ( tan
b. Rumus trigonometri untuk sudut rangkap
1) sin 2o = 2 sin o cos o
2) cos 2o = cos
2
o sin
2
o
cos 2o = 2cos
2
o 1
cos 2o = 1 2 sin
2
o
c. Mengubah Rumus Perkalian ke Penjumlahan/Pengurangan
1) cos (o + |) + cos (o |) = 2 cos o cos |
2) cos (o + |) cos (o |) = 2 sin o sin |
3) sin (o + |) + sin (o |) = 2 sin o cos |
4) sin (o + |) sin (o |) = 2 cos o sin |
3)
o
o
= o
2
tan 1
tan 2
2 tan



Daftar Pustaka

Bernadeta Etty W, Suparno & Hutomo. (1996). Bahan Ajar STM.
Yogyakarta: PPPG Matematika.

Hyatt, H.R. & Small,L. (1982). Trigonometry a Calculator Approach.
Canada: John Wiley and Sons, Inc.

id.wikipedia.com

Kenneth S. Miller & John B. Walsh. (1962). Elementary and Advanced
Trigonometry. New York: Harper & Brothers Publisher.

matematikanet.com

Richard G. Brown. (1994). Advanced Mathematics . California:
Houghton Mifflin Company.

Tumisah P. Jono & Mukimin.(2002). Trigonometri Bahan Ajar
Matematika SMK. Yogyakarta: PPPG Matematika.

Winarno& Al. Krismanto. (2001). Bahan Standarisasi SMU
Trigonometri. Yogyakarta: PPPG Matematika.