Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Acara 1 Pengenalan Alat Kerja Laboratorium Mikrobiologi

Disusun Oleh :

Muhammad Ali Alfi


E1J010089 Shift 3 : 14.00-15.40 Dosen Pembimbing : Dra.Misnawati,M.S Coach: Jonses Ferdianto

Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu 2011

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Dalam praktikum mikrobiologi banyak sekali kita menggunakan alat-alat laboratorium baik alat-alat gelas maupun peralatan mekanik dan optik. Alat-alat gelas yang digunakan, terutama cawanpetri, tabung reaksi, gelas obyek, gelas penutup, gelas piala, gelas Erlenmeyer, dan lain-lain. Kebersihan alat-alat gelas tersebut sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang kita lakukan, baik untuk menghindari kontaminasi maupun untuk kejelasan dan ketetapan pengamatan. Dalam hal ini kebersihan dapat diartikan sebagai jernih, kering, serta bebas dari debu dan lemak. Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan keadaan, apakah sudah bersih atau belum. Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu dikembalikan dalam keadaan bersih. Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan,alat gelas juga harus dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip, marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan. Selain alat-alat yang terbuat dari gelas seperti yang telah disebutkan diatats, dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan paralatan optic yang tidak kalah penting dari peralatan gelas. Peralatan mekanik ini misalnya: otoklaf, sentrifuge, penghitung koloni, incubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi, dan mikroskop.

1.2

Tujuan Membedakan nama-nama alat gelas yang sering digunakan dalam kerja laboratorium Mampu menggunakan dan memelihara peeralatan sesuai dengan prosedur Membedakan nama-nama peralatan mekanik yang sering digunakan dalam kerja laboratorium Mampu menggunakan, mengoperasikan, dan memelihara peralatan sesuai dengan prosedur. Bab III Metodelogi

3.1 A. 1. 2.

Bahan dan Alat Pada alat gelas Bahan: 100 g detergen, 1 L HCl 1%, 1 L Na3PO4 1%, air bersih 10 l, 200 mL alcohol 70%. Alat: 1 set kompor gas, 1 buah panic perebus 28 cm x 32 cm, 1 rak peralatan 45 cm x 48 cm x 48 cm, 1 cawan petri 9 cm kosong, 1 cawan petri 9 cm isi medium, 1 buah gelas piala 250 mL, 1 buah gelas piala 1.000mL, 1 buah gelas piala 5.000 mL, 1 pipet ukur 10 mL, 5 buah tabung reaksi 15 cm x 1,28 cm, 1 buah Erlenmeyer 250 mL, 5 buah gelas preparat, 5 buah gelas penutup, sikat tabung reaksi 20 cm x 1 cm, 1 lembar kain lap halus (flannel), 1 buah lampu busen, 1 gulung kertas tisue. 3. Prosedur Kerja Alat gelas yang berisi medium kultur,isinya dibuang ke dalam tempat sampah, kemudian direbus sampai mendidih selama 30 menit untuk membunuh sisa mikroba. Setelah dingin, alat gelas dicuci dengan air sabun pada permukaan dalam dan luarnya. Membilas dengan air bersih dan mengalir. Alat gelas yang sudah dicuci menggunakan air sabun direndam di dalam larutan Na3PO4 1% selama 15 menit, kemudian dibilas dengan air bersih lalu direndam lagi dalam larutan HCl 1% selama 24 jam. Setelah 24 jam, gelas-gelas dicuci dengan air bersih, kemudian dibilas ddengan aquades dan ditiriskan pada rak. Semua alat yang terbuat dari gelas dapat disterilkan menggunakan otoklaf pada suhu 121C dan tekanan atm selama 15-30 menit. B. Pada Alat Mekanik 1. Alat : Otoklaf, sentrifuge, penghitung koloni, incubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi (laminar air flow). 2. Prosedur Kerja Membuat gambar skematis alat-alat yang ada. Perhatikan setiap bagian alat dan kegunaannya dalam pengoperasian. Mencoba mengoperasikan peralatan sesuai dengan intruksi pembibimbing. Mencatat cara-cara pemeliharaan alat-alat yang bersangkutan. Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.I Hasil Praktikum Tabel 1. Alat Optik Fungsi Gambar dan Nama Kegunaan dan Cara No. Alat Pemeliharaan 1. Gelas piala (beaker) Gelas piala berfungsi sebagai tempat penyimpanan medium, Alat ini dapat disterilisasikan dengan dicuci sampai bersih

Gelas erlenmeyer 2.

memanaskan larutan, pencampuaran larutan dan menampung hasil dari penyaringan dalam ukuran tertentu. Gelas erlenmeyer berfungsi sebagai tempat penyimpanan medium, memanaskan larutan, dan menampung hasil dari penyaringan. Cawan petri berfungsi untuk pembuatan kultur media.

Petridish (cawan petri)

3.

Tabung reaksi 4.

Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat media pertumbuhan mikroba dalam bentuk media tegak atau miring yang disumbat kapas. Gelas ukur digunakan untuk menakar air suling danbahan kimia yang akan digunakan.

ataupun dengan ditutup terlebih dahulu bagian atas dengan kapas, lalu disterilisasi dengan menggunakan autoclave. Alat ini dapat disterilisasikan dengan ditutup terlebih dahulu bagian atas dengan kapas, lalu disterilisasi dengan menggunakan autoclave. Alat ini disterilisaskan bersama dengan kertas saring didalamnya. Sebelumnya, cawan petri dicuci dan dikeringkan dan setelah itu bungkus dengan kertas putih coklat untuk disterilisasi dengan oven. Caranya yaitu pada waktu memanaskan media yang ada pada tabung reaksi, harus dalam keadaan miring diatas nyala api. Gelas ukur ada yang tahan panas dan ada pula yang tidak tahan panas. Pembuatan larutan sterilisasi eksplan, yaitu chlorox selalu menggunakan gelas ukur. Pada saat menggunakannya perhatikan caramembaca skalanya. Dapat disterilkan dengan autoclave.

Gelas ukur

5.

Penutup tabung reaksi 6.

Penutup tabung reaksi berfungsi untuk menutup tabung reaksi.

Pipet Tetes 7.

Pipet tetes berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel dengan ukuran tetes.

Caranya, yaitu cairan disedot dengan bantuan filter (penyedot). Kemudian teteskan seberapa yang diinginkan.

Batang pengaduk

Batang pengaduk berfungsi untuk mengaduk bahan kimia atau menghomogenkan medium yang akan dibuat.

Batang pengaduk yang digunakan biasanya dari kaca sehingga dapat dipanaskan dengan autoclave.

8.

Pipet ukur

Pipet ukur berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel sesuai dengan jumlah yang kita tentukan.

9.

Cara penggunaanya sama seperti pipet tetes, tapi memiliki ukuran berapa banyak cairan yang akan diambil.

Tabel 2. Alat-Alat Mekanik Gambar dan Nama Alat No. Autoclave

1.

Kegunaan, Cara Mengoperasikan, dan Pemeliharaan Alat Berfungsi untuk sterilisasi Caranya mengisi air media maupun alat-alat sampai dasar yang seperti pipet, scalpel, pinset, berlubang. Kemudian cawan petri, botol mutlak nyalakn alat. Masukkan dibutuhkan autoclave. materi yang akan disterilkan. Selanjutnya, penutupautoclave dipasang dan sekrup dikencangkan. Kran pengatur keluar uap dibiarkan terbuka dan ditutup hingga suhu 121C, setelah itu, biarkan hingga tekanan turun 0C dan dibuka secar perlahan.

Fungsi

Oven

2.

Berfungsi untuk sterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi, misalnya cawan petri tabung reaksi, Erlenmeyer, dan lain-lain.

Prinsip kerjanya adalah alat yang disterilkan dibungkus dalam kertas kemudiandimasukkan dalam oven lalu ditutup. Setelah itu mengaktifkan tombol power dan mengatur suhu yang diinginkan, menggunakan temperature suhu 180C selama 2 jam. Prinsip kerjanya yaitu mengubah energy listrik menjadi energy panas.

Inkubator

3.

Inkubator berfungsi sebagai menumbuhkan bakteri pada suhu tertentu, menumbuhkan ragi dan jamur, dan menyimpan biakan murni mikroorganisme pada suhu rendah.

Incease

Incease berfungsi sebagai tempat untukmengambil bakteri untuk menghindari kontaminasi langsung.

Untuk mensterilkan bagian dalamnya dengan cara menyemprotkan alcohol 95% atauformalin cair.

4.

Laminer air flow

5.

Alat ini berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasikan udara ditempat kerja, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan dan pengambilan mikroba dapat

Sterilkan barang-barang yang ingin digunakan, dan sterilkan juga badan dan pakaian yang kita gunakan. Kemudian nyalakan laminar air flow, dan jangan keluar masuk

Colony counter

dilakukan di sekitar laminar air flow. Alat ini berfungsi sebagai penghitung jumlah mikroba pada cawan petri menggunakan sinar dan luv.

6.

Mikroskop

7.

Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang tak dapat dilihat oleh mata.

ruangan sampai pekerjaan selesai. Cara menggunakannya adalah setelah kita on-kan, kita simpan cawan petri yang berisi bakteri atau jamur kedalam kamar hitung, mengatur alat penghitung pada posisi dan mulia menghitung dengan menggunakan jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada layar bidang. Cara penggunaan yaitu dengan melatarbelakangi bagian belakang mikroskop

IV.II

Pembahasan Dari hasil pengamatan alat-alat tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, meskipun ada juga fungsidan penggunaannya hampir sama.Alat-alat ini juga terdiri dari sterilisasi, yaitu alat yang digunakan untuk sterilisasi. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan alat-alat maupun bahan-bahan dari semua kehidupan. Alat isolasi adalah alat yang digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme dan alat inokulasi mikroba.

Bab V Kesimpulan Dari pengamatan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya setiap alat-alat yang diunakan dalam praktikum ini memiliki nama alat yang menunjukkan kegunaanya, prinsip kerja atau proses belangsungnya alat ketika akan menggunakannya karena tersapat beberapa alat yang dapat dikenali berdasarkan namanya.Untuk memeudahkan dalam memehami alat-alatlaboratorium dapat kita gunakan dalam waktu yang relative lama dan dalam keadaan baik. Alat-alat ini perlu dipelihara dengan baik dan selalu mensterilkannya ketika akan menggunakannya agar tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan.

Daftar Pustaka

Anonim 1995.Farmakope Indonesia Ed.IV.Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Ariandi, 2010, Lap. 1 Mikrobiologi Pengenalan Alat Lab, http//www.scribd.com/doc/27603070 Lap-1Mikrobiologi-Pengenalan-Alat-Lab, 19 Maret 2011. Khopkar,S.M.2003.Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia, Jakarta. NiMatuzaroh,Dr.dkk.2010.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Umum. Airlangga University Press, Surabaya. Pelezar, Michael ,et.al.1986.Dasar-Dasar Mikrobiologi Terjemahan.UI Press, Jakarta.