Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM KONSELING KONSELING FARMASIS KEPADA PASIEN PEDIATRI

Disusun oleh : Kelompok V YOLITA SATYA GITYA UTAMI AWALIYATUN NIKMAH SINTIYA UTAMI NURINA KHIMATUS SOLIHAH G1F011010 G1F011018 G1F011020 G1F011022

JURUSAN FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2013

I. Judul : KASUS PEDIATRI

II. Tujuan a. Mampu melakukan konseling kepada pasien pediatri dan keluarganya b. Mampu berkomunikasi efektif dan etis untuk memantapkan hubungan professional antar farmasis dengan pasien pediatri dan keluarganya dalam rangka memberikan terapi obat yang sesuai

III. Identifikasi Masalah Konseling merupakan suatu proses dimana konselor membantu konseling membuat iterpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat (Sheertzer and,1974). Peranan penting konseling pasien adalah memperbaiki kualitas hidup pasien dan menyediakan pelayanan yang bermutu untuk pasien. Dari segi etimologi pediatric berarti cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit anak dan pengobatannya. Konseling kepada pediatri berbeda dengan konseling obat pada orang dewasa karena perbedaan karakteristik. Karena pasien pediatri mempunyai parameter farmakokinetik yang berbeda dengan orang dewasa. Penurunan kemampuan mereka menanggulangi penyakit atau efek samping obat disebabkan kondisi fisiologik yang berkaitan dengan pertumbuhan anak dan perbedaan efek obat yang khas pada kelompok umur mereka (Siregar, 2006). Seorang anak adalah bagian dari sebuah keluarga, maka untuk memahami anak, kita harus tahu tentang keluarganya, orang tuanya, gaya hidupnya, kehidupan keluarganya, kemampuan keluarga memelihara anak, dan terutama hubungan keluarga dengan pasien kita serta sikap keluarga terhadap penyakitnya. Kesan pertama merupakan hal yang penting, anak yang sangat kecil pun dapat cepat merasakan suasana dan merasakan reaksi orang tua terhadap suatu wawancara. Dalam keadaan tertentu, mereka mungkin lebih suka memperlihatkan apa yang dipikirkannya melalui perbuatan daripada kata-kata. Mereka akan mencari dan menghampiri orang yang mereka percaya. Tidak seperti orang dewasa, anak bersikap hangat terhadap orang yang menyukainya dan mengagumi mereka. Mereka kurang curiga terhadap maksud-maksud tersembunyi dibandingkan orang dewasa. Suatu permulaan yang santai dan ramah tidak saja mempermudah jalannya wawancara tetapi juga penting untuk keberhasilan konseling. Untuk mengetahui cara berkenalan, diperlukan juga kepekaan dan kemampuan dalam menilai. Berjabat tangan merupakan hal yang benar bagi sebagian besar orang tua tetapi tidak untuk kebanyakan anak-anak. Kita dinilai tidak sopan jika tidak mengetahui anak tersebut dan panggilan yang disukainya. Jenis kelamin anak tidak selalu tampak dari penampilannya kadang-

kadang pakaian serta model rambut dapat mengkecoh. Bahkan dalam keadaan seperti itu, memanggil anak laki-laki sebagai anak perempuan adalah suatu kesalahan. Ibu anak tersebut tidak akan suka, demikian pula anak laki-laki itu bila dia sudah cukup besar untuk mengerti. Pada umumnya, anak tidak tertarik pada pembicaraan orang dewasa. Oleh karena itu, selama wawancara berlangsung sebagian besar anak tampak tidak dapat diam dan mencari kesenangan sendiri. Namun, jangan membuat kesalahan dengan mengira bahwa mereka tidak mendengar apa yang sedang dibicarakan. Solusi yang tepat yaitu member mereka mainan. Mainan tidak hanya mengisi waktu anak tetapi juga akan memberi petunjuk tentang kemampuan motorik, mental, ketertarikan, dan kepribadian anak (Hull et all,1993). Sesi terakhir adalah menutup konseling, menutup wawancara sering lebih sulit daripada memulainya. Ini adalah yang penting sekali dari proses wawancara karena evaluasi dari seseorang dari seluruh wawancara dan unjuk kerja apoteker dapatdidasarkan pada pernyataan akhir. Orang biasanya paling baik mengingat apa yang dikatakan pada akhir. Oleh karena itu, harus hati-hati agar tidak mengakhiri wawancara dengan tiba-tiba atau terburu-buru meninggalkan pasien atau menyuruh keluar.

IV. Perumusan Masalah Ibu Raminten, seorang pemulung yang buta huruf, dating ke apotek bersama anaknya untuk menebus resep. Resep ditujukan untuk anak Ibu Raminten, Mince (2th).

Dr. James Potter SIP No. 123/456/D/VII.89/1999 Jln. Privet Drive No.17, Purwokerto, (0281) 555555 Jam Praktek : 17.00-20.00 WIB Purwokerto, 1 Mei 2013

R/ Nalgestan tab 1/5 Bisolvon tab 1/5 mf pulv dtd no XV s.3.d.d pulv. 1

R/ Amoxsan syr fl 1 S.3.d.d. cth I

Pro

: Mince

Umur : 2 tahun V. Pemecahan Masalah Yolita Satya Gitya U : Sebagai Narator dan Asisten Apoteker Awaliyatun Nikmah : Sebagai Ibu dari Mince yang bekerja sebagai pemulung Sintiya Utami Nurina Khimatus S : Sebagai Apoteker Apotek UNSOED Farma : Sebagai Mince seorang pediatric

Pada suatu hari Ibu Raminten seorang pemulung datang ke Apotek UNSOED Farma bersama anaknya untuk menebus resep yang ditujukan untuk anaknya yang sedang sakit. Ibu raminten adalah seorang pemulung yang buta huruf. Beliau tidak mampu untuk menebus obatnya secara penuh, karena harga obatnya yang terlalu mahal untuk dirinya yang hanya seorang pemulung. Maka dari itu, apoteker berusaha mencari solusi yang terbaik untuk ibu Raminten agar bisa menebus obatnya secara penuh dengan cara menggantinya dengan obat generic.

AA IA AA IA

: Selamat pagi ibu, ada yang bisa saya bantu? : Pagi mbak, ini mba saya mau nebus resep ini buat anak saya. : Oh iya bu mari saya antar ke apotekernya langsung ya : Iya mba, makasih

Berjalan menuju apoteker. AA Apt AA Apt Ibu Apt Ibu Apt : Pagi bu, ini ada pasien yang mau nebus resep : Oh iya mba silahkan, makasih ya mba : Yuuk marii : Selamat pagi ibu, selamat pagi deee. Silahkan duduk : Iya bu, makasih : Perkenalkan saya sintiya apoteker di apotek ini. Maaf ini dengan ibu dan ade siapa ya? : Saya ibu raminten bu, ini anak saya. : Ade namanya siapa?

Mince : (sambil menangis) Mi mii..mii..mii.nnnceeeee Apt Ibu Apt Ibu Apt : cup cup ade manis jangan nangis yahalamatnya dimana bu? : rumah saya di jln Gunung Selamet Gg Kenanga no 31 bu. : Oh iya bu kebetulan mertua saya disekitar situ bu, itu lho pak subur bu : owh iya saya tahu, saya sering mulung disitu bu. : oh begituIni yang sakit siapa ya bu? Ibu atau ade mince?

Ibu : anak saya bu, anak saya batuknya ga sembuh-sembuh, tadi udah berobat ke dokter terus dikasih resep ini bu. Apt : Oh iya saya liat sebentar ya bu resepnya.

Jadi ini ada dua resep bu, resep yang satu untuk mengobati batuk anak ibu, yang satu lagi untuk radangnya. Oh ya, umur adeknya berapa bu? Ibu : anak saya umurnya 2 tahun bu. Kalau ada 2 resep berarti harganya mahal dong bu?

Kalau mahal takutnya nggak bisa bayar, soalnya saya ini kan Cuma pemulung bu, jadi saya juga ga punya banyak uang. Atau kalau saya mau nebus obat setengahnya aja gimana bu? Apt : Oh jadi gini ibu, obat ini ada yang dalam bentuk sirup jadi tidak bisa diambil setengahnya jadi harus diambil semuanya Ibu : Yah tapi kalo uang saya tidak cukup gimana bu?

Apt : Jadi begini saja bu, tadi yang saya maksud dengan obat sirup itu merupakan suatu antibiotic yang harus dihabiskan oleh pasien, takutnya kalau nanti obat itu tidak dihabiskan, kuman yang menyebabkan batuk anak ibu bisa manjadi kebal. Nah jadi begini saja bu, supaya ibu bisa menebus semua obatnya, obat yang diresepkan oleh dokter akan saya ganti dengan obat generic ya, bagaimana bu? Ibu Apt Ibu : Maaf bu, obat generic itu apa ya? : obatnya isinya sama khasiatnya juga sama, tapi harganya lebih murah. : Oh gituu, tapi anak saya bisa sembuh kan bu kalau dikasih obat generic itu?

Apt : InsyaAllah khasiat dari obat ini sama dengan obat yang sebelumnya diresepkan ibu, hanya saja memang harganya lebih murah. Bagaimana ibu apa ibu setuju kalau saya menggantinya? Ibu Apt : Oh iya bu, baiklah kalau begitu saya setuju : kalau begitu tunggu sebentar ya bu, obatnya mau di racik terlebih dahulu. Mbaaaa yoli, tolong kesini sebentar ya mba! AA : Iya bu, ada yang bisa saya bantu ?

Apt : Iya ini ada resep obat yang harus di racik, untuk obatnya nanti diganti obat generic saja ya mba. AA Apt : Oh iya bu, baiklah kalau begitu : terimakasih mba

Mince : huaaauhuaaauhuuuuuuuuuuu huuuuuu(menangis sambil batuk batuk) ibuu aku nggak mau minum obat, maunya es krim. Ibu : iya nanti beli eskrim,tapi adeknya sembuh dulu, dan mau minum obatnya biar cepet sembuh.

Mince : huuu huuuuu hiks hiks mau es krim

Apt : Ade, ade kan skrg lagi sakit lagi batuk jadi jangan makan es krim dulu ya, biar cepet sembuh. Mince : huuhuuuuuehuuue, pokoknya mau es krim Apt : nih ibu punya boneka lucu, kalau kamu diem nanti bonekanya buat kamu nih

Mince : hiks, mau bonekaaa Apt Ibu : nah mince jangan nangis ya makannya, nih bonekanya buat mince : tuh bilang apa sama ibunya, makasih bu gitu

Mince : Maacih ibuuu AA Apt : Bu, ini obatnya sudah jadi : Oh iya, makasih ya mba.

Ini bu obatnya, maaf ya sudah menunggu lama. Jadi yang puyer ini untuk mengobati batuknya ade, nah yang ini untuk mengobati radangnya (sambil menunjukkan obatnya) Ibu Apt : Maaf bu, saya ga ngerti soalnya saya ini buta huruf bu : Oh iya bu, kalau begitu saya jelaskan saja obatnya ya bu

Jadi gini, ini obat yang saya kasih tanda ungu ini fungsinya untuk mengobati batuknya ade. Nanti diminumnya 3x sehari setelah makan. Obat ini bisa menyebabkan ngantuk ibu, jadi nanti adenya biar bisa tidur dan istirahat jadi biar cepet sembuh juga Kalau yang ini, yang saya kasih tanda merah fungsinya sebagai antibiotic untuk mengobati radangnya bu. Ini juga diminum 3x sehari setelah makan 1 sendok teh ya. Nanti sebelum dipakai di kocok dulu ya bu obatnya dan obat ini juga harus dihabiskan bu . Ibu Apt Ibu Apt : Oh gitu ya bu : Bagaimana ibu, apa sudah jelas? : Iya bu sudah jelas : Kalau begitu mungkin bisa diulangi bu yang saya jelaskan tadi ?

Ibu : Jadi obat yang ini, yang ada tanda ungunya diminum 3 x sehari habis makan ya bu. Nah terus yang ini, yang merah juga diminum 3x sehari habis makan 1 sendok yya Apt : Iya ibu, sendok takar ini ya bu yang sudah ada di dalamnya

Ibu : Oh iya satu sendok itu, terus sebelum diminum dikocok dulu kan ya bu, terus harus dihabiskan Apt Ibu : Nah iya betul ibu. Dan jangan sampai lupa diminumin ke adenya ya bu obatnya : Oh iya baik bu

Apt : Kalau begitu ini ada no telpon saya bu, nanti kalau ada perlu lagi ibu bisa telpon kesini aja atau datang lagi kemari Ibu : Oh iya bu baiklah kalau begitu, terimakasih ya bu atas informasinya. Oh iya bu, ini bayar disini atau dimana ya bu? Apt Ibu : Iya bu samasama , nanti pembayarannya di kasir depan ibu. : Oh iya bu,hehe

Apt : Semoga cepet sembuh ya bu anaknya, mince juga nanti minum ya obatnya biar cepet sembuh Mince : iya ibuuuu :D Ibu Apt : Mari bu, Assalamualaikum : Iya waalaikumsalam