Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH PENAMBAHAN GIPSUM TERHADAP NILAI TAHANAN PENTANAHAN PADA SISTEM PENTANAHAN Abdul Ghani Teknik Elektro Politeknik

Universitas Andalas ABSTRAK Tahanan pentanahan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : jenis tanah, lapisan tanah, kedalaman penaman elektroda, kandungan elektrolit tanah. Kandungan elektrolit tanah dapat dirubah dengan penambahan zat aditif pada tanah.. Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai pengaruh penambahan gipsum pada sistem pentanahan.. Penelitian dilakukan pada jenis tanah liat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gipsum terhadap nilai tahanan pentanahan pada system pentanahan dan membandingkan dengan hasil laporan pengaruh penambahan garam pada sistem pentanahan. Dalam penelitian ini digunakan metode pengukuran tiga titik untuk elektroda batang dan untuk pengukuran pelat dikombinasikan dengan elektroda batang. Hasil perhitungan dari data pengujian didapatkan bahwa dengan penambahan gypsum dapat memperkecil tahanan tanah pada kedalaman 20 cm mengalami penurunan 2.45 ohm untuk elektroda batang dan 0.81 ohm untuk elektroda pelat. Kata kunci : elektroda, system pentanahan PENDAHULUAN Sistem pentanahan adalah suatu metode pengamanan gedung beserta peralatan, yaitu apabila terjadi arus lebih akan dialirkan ke tanah. Penanaman elektroda tersebut dapat secara horisontal (sejajar dengan tanah) dan secara vertikal (tegak lurus dengan tanah). Untuk mengamankan gedung beserta peralatan yang ada disekitarnya dibutuhkan tahanan pentanahan sekecil mungkin. Tahanan pentanahan untuk gedung diharapkan < 5 ohm (PUIL, 2000) dan tahanan pentanahan untuk peralatan diharapkan < 3 ohm. Agar mendapatkan tahanan pentanahan sekecil mungkin tidak cukup hanya dilakukan dengan menanam pasak saja, karena selain sistem pentanahan kandungan elektrolit pada tanah juga berpengaruh terhadap tahanan pentanahan. Kandungan elektrolit pada tanah tersebut, dipengaruhi oleh jenis tanah yang berbeda. Perubahan kandungan elektrolit pada tanah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan zat aditif. Zat aditif-zat aditif tersebut seperti : bentonit, garam, arang, gypsum, air dan lain-lain. Penambahan zat aditif pada tanah tersebut justru cukup besar mempengaruhi tahanan pentanahan. Namun zat aditif tersebut memiliki keterbatasan umur. Zat aditif tidak dapat berfungsi dengan baik pada waktu yang cukup lama. Sebuah sistem pentanahan harus dievaluasi setiap 6 bulan untuk mengetahui kelayakan operasi sistem pentanahan untuk dapat dilanjutkan (PUIL, 2000) akibat penurunan kualitas tahanan pentanahan. Pengkondisian tanah dengan bahan kimia di sekitar elektroda batang atau didalam sebuah elektroda berbahan kimia terkadang dipertimbangkan. Karena menurut

penelitian oleh Bell Telephone Laboratoires hanya efektif selama 3 sampai 6 tahun [C.L. Hallmark, 2000]. Selain itu penggunaan zat aditif pada dosis tertentu cenderung bersifat korosif yang sangat dihindari dalam sistem pentanahan [A.R. Ihsan,2002]. Menurut penelitian IGN Janardana, (2005) menunjukkan nilai tahanan pentanahan yang lebih rendah pada pentanahan yang menggunakan volume zat aditif yang lebih banyak. Dengan kata lain, penambahan volume atau konsentrasi zat adiktif pada pentanahan elektroda batang diharapkan dapat mengurangi nilai resitivitas tanah dan memperbaiki kualitas pentanahan. PEMBAHASAN Elektroda Pentanahan Elektroda Batang

Elektroda Pelat

Gambar 2 Elektroda Pelat Bentuk elektroda pelat biasanya empat persegu atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga, timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara vertical adalah lebih praktis dan ekonomis. Elektroda Pita

Gambar 3 Elektroda Pita Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam 2 feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan. Hal ini cocok untuk daerah daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan kedalaman. PENGAMBILAN DATA Pengambilan Data Elektroda Batang Menggunakan

Gambar 1. Elektroda Batang Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di dalam tanah. Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi. Ukuran Elektroda : diameter 5/8 - 3/4 Panjang 4 feet 8 feet Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain.

Untuk pengambilan data menggunakan batang menggunakan metode 3 titik dengan jarak antara elektroda 2 meter dan menvariasikan kedalaman elektroda bantu

mulai dari 20 cm sampai 100 cm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan rangakaian sebagai berikut :
Ampermeter I

Pengambilan Data Elektroda Pelat Baja

Menggunakan

Sumber Arus

+ -

Voltmeter V Elektroda tanah yang diuji

Pengambilan data menggunakan elektroda pelat baja ini, dikombinasikan dengan menggunakan elektroda bantu, yang mana kedalaman elektroda bantu divariasikan dari 20 cm sampai 100 cm dengan rangkaian pengujian sebagai berikut :
Sumber Arus -+ Ampermeter I

Elektroda bantu arus

Voltmeter
2m 2m
Elektroda Tanah Yang diuji

Tanah

Gambar 4. Rangakaian Elektroda Batang

Penggujian

Elektroda Bantu Tegangan

Elektroda Bantu Arus

Sedangkan untuk pengujian menggunakan gypsum yaitu dengan menggali lubang sedalam 10 cm dan berdiameter 1.5 cm dan menanam masing-masing elektroda batang pada lubang yang kemudian diberi gypsum yang telah dicampur dengan air.
Elektroda

2m

2m

Tanah

Gambar 6 Rangkaian Pentanahan yang digunakan untuk elektroda Pelat Sedangkan untuk pengujian menggunakan gypsum yaitu dengan memasukkan gypsum kedalam bak pentanahan yang kemudian ditimbun dengan tanah

Larutan Gipsum

Bak Pentanahan

Tanah

Larutan Gipsum

Gambar 5. Penanaman Elektroda Batang Bersama Gipsum

Elektroda Pelat

Tanah

Gambar 7 Penanaman Elektroda Pelat Bersama Larutan Gipsum

HASIL PENGUKURAN Tabel 1. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Batang Tanpa Penambahan Gipsum L (cm) 20 30 40 50 60 70 80 90 100 V I (volt) (ampere) 2.37 2.2 2.28 2.41 2.46 2.53 2.74 3 3.2 0.88 0.95 1.08 1.21 1.24 1.4 1.6 1.85 2 p (0hmm) 33.7 28.9 27.5 25 24.8 23.3 21.6 20.4 19.4 R (ohm) 11.3 9.68 9.24 8.41 8.35 7.81 7.2 6.82 6.53 Tabel 3. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Pelat Baja Tanpa Penamabahan Gipsum L (cm) 20 30 40 50 60 70 80 90 100 V (volt) 5.43 5.46 5.48 5.52 5.4 5.42 5.36 5.37 5.31 I (ampere) 2.86 2.87 2.9 2.93 2.95 2.97 2.95 3 2.97 p (ohmm) 23.8 23.8 23.7 23.6 22.9 22.9 22.8 22.4 22.3 R (ohm) 3.36 3.36 3.34 3.33 3.24 3.24 3.21 3.17 3.16

Tabel 2. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Batang Dengan Penambahan Gipsum p L V I R (0hm(cm) (volt) (ampere) (ohm) m) 20 4.26 2.03 26.3 8.85 30 4.39 2.76 20.8 6.98 40 4.57 2.89 19.9 6.65 50 4.92 3.19 19.4 6.49 60 5.8 3.91 18.6 6.21 70 5.5 3.76 18.4 6.16 80 5.23 3.7 17.8 5.9 90 5.1 3.75 17.1 5.72 100 5.03 3.8 16.6 5.5

Tabel 4. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Pelat Baja Tanpa Penamabahan Gipsum

p L V I R (ohm(cm) (volt) (ampere) (ohm) m) 20 2.87 1.99 18.1 2.55 30 2.88 2.14 16.9 2.38 40 2.89 2.36 15.3 2.16 50 2.86 2.57 13.9 1.96 60 2.9 2.83 12.8 1.81 70 2.93 2.85 12.9 1.82 80 2.87 2.82 12.7 1.8 90 2.9 2.88 12.6 1.78 100 2.91 2.89 12.6 1.78

Tabel 6. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Batang Dengan Penamabahan Garam L (cm) 20 30 40 50 60 70 80 90 100 V (volt) 6.3 6.7 7.8 7.5 7.98 7.59 7.2 7.92 7.06 p I R (ohm(ampere) (ohm) m) 4.02 19.6 7.52 5.03 16.7 6.4 5.9 16.6 6.36 5.8 16.2 6.2 6.5 15.4 5.8 6.3 15.1 5.77 6.07 14.9 5.6 6.8 14.6 5.5 6.53 13.5 5.14 * ( * ) ( + ) +

Sedangkan untuk menghitung nilai tahanan pentanahan menggunakan elektroda pelat baja :

Tabel 7. Nilai Tahanan Pentanahan Elektroda Pelat Baja Dengan Penamabahan Garam L (cm) 20 30 40 50 60 70 80 90 100 V (volt) 2.3 1.13 1.31 1.68 2.49 1.72 1.9 2 2.25 p I (ohm(ampere) m) 1.9 15.2 1.01 14 1.21 13.5 1.56 13.5 2.3 13.5 1.62 13.3 1.8 13.2 1.89 13.2 2.2 12.8 R (ohm) 2.1 1.97 1,9 1,9 1,9 1.87 1.86 1.86 1.8 * ( * (

+ ) +

ANALISA Untuk perhitungan nilai tahanan elektroda batang pada kedalaman 20 cm dapat menggunakan rumus :

Dari hasil pengukuran mengunakan elektroda pada tanah liat tanpa penambahan gypsum pada kedalaman 20 cm mempunyai tahanan 11.3 ohm dan dengan penambahan gypsum mempunyai tahanan 8.85 ohm sehingga mengalami penurunan sebesar 2.45 ohm atau 21 % dari pengukuran penambahan tanpa gypsum. Sedangkan pada kedalaman 100 cm tahanan pentanahan mengalami penurunan dari 6.53 ohm menjadi 5.5 ohm setelah di beri penambahan

gypsum, tetapi tahanan yang ditanam dalam tanah liat baik setelah penambahan gypsum ataupun tanpa penambahan gypsum belum memenuhi syarat karena tahanannya masih diatas 5 ohm. Sedangkan jika dibandingkan dengan penambahan garam pada kedalaman 100 cm tahanannya masih diatas 5 ohm yaitu sebesar 5.14 ohm lebih kecil daripada tahanan pentanahan dengan penambahan gypsum.

Gambar 8 Grafik Perbandingan Nilai Tanahan Pentanahan Dengan Elektroda Batang Untuk hasil pengukuran tanahan tanah dengan menggunakan pelat baja baik tanpa penambahan gypsum maupun dengan penambahan gypsum telah memenuhi syarat untuk system pentanahan karena tahanan tanahnya dibawah 5 ohm yaitu 3.16 ohm tanpa penambahan gypsum dan 1.78 ohm dengan penambahan gypsum, sedangkan dari hasil penambahan garam juga memenuhi syarat sebagai system pentanahan karena tahanannya juga dibawah 5 ohm yaitu 1.8 ohm. Pada pengukuran dengan plat baja, penambahan gypsum lebih kecil tahanannya daripada penambahan garam.

Gambar 9 Grafik Perbandingan Nilai Tanahan Pentanahan Dengan Elektroda Pelat Baja Untuk kedalaman 20 cm, nilai tahanan pentanahan elektroda batang adalah 11.3 ohm tanpa penambahan gypsum dan 8.85 ohm dengan penambahan gypsum, mengalami penurunan sebesar 2.45 ohm sedangkan elektroda pelat adalah 3.36 ohm tanpa gypsum dan 2.55 ohm dengan penambahan gypsum mengalami penurunan 0.81 ohm, dari nilai ini dapat diketahui bahwa nilai tahanan dengan menggunakan elektroda bentuk batang lebih tinggi dibandingkan dari elektroda pelat. Dan dengan penambahan gypsum juga dapat memperkecil tahanan baik pada penggunaan elektroda batang maupun elektroda pelat baja.

Gambar 10 Grafik Perbandingan Nilai Tahanan Pada Elektroda Batang Dan Elektroda Pelat Baja

PENUTUP Kesimpulan 1. Semakin dalam elektroda ditanam maka nilai tahanan pembumiannya akan semakin kecil. 2. Untuk penambahan kedalaman L = 10 cm yang sama ternyata menghasilkan selisih penurunan yang tidak sama. 3. Nilai tahanan jenis tanah harganya bermacam-macam, tergantung pada komposisi tanahnya. DAFTAR PUSTAKA Aslimer,dkk.Teknik Transmisi Tenaga Listrik 2.Jakarta Sumardjati,dkk.2008.Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1. Jakarta Sumardjati,dkk.2008.Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1. Jakarta Pabla A.S.1994. Sistem Distribusi Daya Listrik. Erlangga : Jakarta Gunawan, Ade Hilman.2011.Pengaruh Penambahan Garam Pada Sistem Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang Tembaga Dan Elektroda Pelat Baja. Politeknik Negeri Padang, Universitas Andalas.Padang