Anda di halaman 1dari 3

A. Karakteristik Termodinamika Refrigeran 1.

R 12 (Kompressor : torak, rotary dan sentrifugal) Pemakaian : -40 s/d 10 sangat luas dari lemari es, freezer, ice cream

cabinet, water cooler sampai pada refrigrasi dan air conditioning yang besar. R-12 merupakan bahan pendingin yang utama untuk air conditioning mobil dan aerosol. Titik didih -21,6 pada 5 (-29,8 ) pada1 atm. Tekanan penguapan 11,8 ( 30 ). Kalor

( 15 ) dan tekanan kondensasi 93,3 psig pada 86

laten uap 71,74 Btu/lb pada titik didih. R-12 yaitu tekanan kerja dan satu kerja lebih rendah, bercampur dengan minyak pelumas lebih baik pada semua keadaan dan harganya lebih murah. 2. R 22 (Kompressor : torak, rotary dan sentrifugal) Pemakaian : -50 - 10 terutama untuk air conditioning sedang dan

kecil, juga dipakai untuk freezer, polsroge, display cases dan banyak lagi pemakaian pada suhu sedang dan suhu rendah. Titik didih -41,4 pada 1 atm. Tekanan penguapan 28,3 psig pada 158,2 psig pada 86 (-40,8 )

dan tekanan kondensasi

.Kalor laten uap 100,6 Btu/lb pada titik didih.

Keuntungan R-22 terhadap R-12 yaitu :


a. b.

Untuk pergerakan torak yang sama, kasitasnya >60%. Untuk kasitas yang sama, bentuk kompressor lebih kecil pipa yang dipakai juga ukuran kecil. Pada suhu dievaporator antara -30 (-40 1atm sedangkan R12 kurang dari 1 atm .
R-22 tidak korosif terhadap logam seperti besi, tembaga, aluminium,

c.

tekanan R-22 lebih dari

kuningan, baja tahan karat, las perak, timah soldar, dll. R-22 mempunyai kemampuan menyerap air tiga kali lebih besar dari R-12. Sehingga jarang terjadi pembekuan pada evaporator. Minyak pelumas R-22 pada tekanan tinggi dapat bercampur dengan baik dan pada tekanan rendah minyak pelumas memisah.

3. R 500 Pemakaian : untuk memperbanyak model packaged dan room air conditioning yang kecil dan sedang. Juga pada lemari es untuk daerah yang memakai listrik 50 Hz. Titik didih -28,3 penguapan 10,4 psig pada 5 (33,5 ) pada 1 atm. Tekanan

dan tekanan kondeensasi 112,9 psig pada

86 Kalor laten uap 85,5 Btu/lb pada titik didih. R-500 adalah campuran azeotrope dari R-12(73,8% dari berat ) dan R-152 A Diflioro Ethana (26,2 % dari berat ). Disebut juga carrene -7 dipakai hanya untuk mesin refrigrasi buatan carrier. Keuntungan R-12 : a. Jika dipakai pada mesin yang sama, dapat memberikan kapasitas 18% lebih besar. b. Dapat dipakai dari daerah 60 Hz dengan R-12 ke daerah 50 Hz dengan R500, pada mesin yang sama akan memberikan kapasitas yang sama pula. R-500 tidak dapat terbakar,tidak beracun,stabildan mempunyaai daya campur dengan minyak pelumas yang baik pada suhu rendah seperti R-12. Kemampuan menyerap sangat besar sehingga apabila hendak dari dengan R500 sebelumnya system divakumkan dengan memompa air keluar menggunakan pompa vakum khusus. Kebocoran dapat dicari dengan halide leak detector, electronic leak detector, air sabun atau zat warna, dll. 4. R 502 Pemakaian : -60 - -20 khusus dibuat untuk evaporator dengan suhu

rendah, untuk menggantikan R-22 tetapi juga pada suhu sedang. Titik didih 49,8 (45,4 ) pada 1atm. Tekanan penguapan 35,9 psig pada 5 dan

tekanan kondensasi 176,6 psig pada 86 . Kalor laten uap 16,46 Btu/lb pada titik didih. Keuntungan R-502 terhadap R-22 yaitu : a. Kapasitasnya 15 25% lebih besar, pada pemakaian suhu -18 lebih rendah. b.
Kompressor akan bekerja dengan suhu yang lebih rendah sehingga dapat

dan yang

memperpanjang daya tahan katup dan lain-lain bagian dari kompressor.


c. Kepala silinder dari kompressor yang besar tidak perlu didinginkan dengan

air, karena suhunya yang sama dengan kompressor yang memakai R-12, sedangkan biasanya diperlukan pada R-22.

d.

Suhu motor dan minyak pelumas tetap rendah, sehingga minyak pelumas kompressor tetap dapat memberikan pelumasan dengan baik karena kekentalannya tetap tidak berubah. R-502 dapat bercampur minyak pelumas dengan baik pada suhu diatas

27

tetapi dibawah 25

minyak akan memisah dan mengapung diatas

bahan pendingin cair. Sifat ini menyebabkan minyak dapat ikut kekondensor dan dievaporator minyak terpisah. Memerlukan alat khusus seperti pemisah minyak ( oil separator )untuk mengembalikan minyak pelumas ke kompressor. 5. Amonia Digunakan untuk industry, terutama pabrik es yang besar dan sisten absorpsi. Titik didih -28 mHg pada 5 ( -15 ( -33,3 ) pada 1 atm. Tekanan penguapan 19,6 ( 30

dan tekanan kondensasi154,5 psig pada 86

). Kalor laten uap 589,3 Btu/lb pada titik didihnya. Kalor laten tersebut sangat besar dan merupakan yang terbesar daripada bahan pendingin yang lain. Terdiri dari sebuah unsure nitrogen dan 3 unsur hydrogen yang tidak tergolong dalam fluorocarbon. Amonia berwujud gas yang tidak berwarna tetapi mudah terbakar dan sanat beracun. Amonia yang murni tidak korosif terhadap logam yang banyak dipakai pada system regrigrasi. Amonia yang bercampur air akan menjadi korosif terhadap logam non ferco, terutama tembaga, kuningan, seng dan timah. Amonia lebih ringan daripada minyak pelumas . Kompressor juga tidak dapat larut ke dalam minyak pelumas tersebutt, maka tidak dapat menyerap minyak dari tempat minyak kompressor. Kekuatan dielektrik dari amonia rendah, tidak adapat dipakai dengan compressor termatik yang berhubungan langsung dengan alat-alat listrik. 6. Freon Dengan merek dagang Freon, refrigeran jenis ini adalah yang paling banyak dipakai. Tetapi karena sifatnya yang berupa ODS maka pemakaiannya di negara-negara maju sudah sangat dibatasi. Jenis-jenis freon antara lain R-11 (AC dengan kapasitas besar), R-12 (AC dan freezer dalam rumah tangga), R22 (heat pump dan AC bangunan komersial dan industri besar), R-502 (chiller supermarket) dll. Jenis Freon yang bukan ODS adalah R-134a.