Anda di halaman 1dari 23

2.2.1 Percobaan I.

Kalibrasi Sight Gage


2.2.1.1 Tujuan percobaan
Mengetahui apakah skala sight gage pada tangki sudah sesuai dengan ukuran standar
(volume gelas ukur).

2.2.1.2 Prosedur Percobaan


1. Memastikan tersedia cukup air pada tangki
2. Menutup valve 52 dan membuka valve 45 lalu menyalakan pompa dan tunggu
sampai aliran air yang keluar dari pipa 46 telah stabil.
3. Menampung air yang keluar dengan menggunakan gelas ukur 2000ml dan catat
nilainya untuk penurunan volume tangki tertentu.
4. Ulangi percobaan untuk nilai penurunan volume tangki yang nampak pada sight
gage dalam interval tertentu minimal 8 data.
5. Membuat kurva kalibrasi (volume ukur vs volume tangki) dan mengamati
kemungkinan terjadi penyimpangan pada sight gage.

2.2.1.3 Data dan Pengolahan Data


(i) Data Pengamatan :
Tabel 2. Data Volume Air yang Keluar Dari Tangki Dan Volume yang Terukur

Volume
Tangki (L)
0
10
15
20
25
30
35

Volume Ukur
(L)
0
10,9
16,2
22,1
26,8
32,55
36,4
Jumlah

X
1,09
1,08
1,105
1,072
1,085
1,04
6,472

(ii) Pengolahan Data :


Dari data tersebut dapat diketahui nilai kalibrasi antara sight gage dengan gelas ukur
berbeda atau sama, yaitu melalui persamaan berikut :

Karena x memilki nilai yang berbeda pada setiap bukaan maka diperlukan nilai rata
rata untuk didaptkan nilai kalibrasinya

Sehingga nilai 1 liter pada sight gage sama dengan 1.1 L air pada gelas ukur.
Dari data diatas didapatkan grafik sebagai berikut :
40.00
35.00

Volume Ukur (L)

30.00
25.00
y = 1.0622x + 0.4818
R = 0.9989

20.00
15.00
10.00
5.00
0.00
0

10

20

30

40

Volume Tangki (L)


Gambar 14. Perbandingan Volume Ukur dengan Volume Tangki

Dari grafik datas didapat persamaan garis dari kurva kalibrasi ialah y = 1,062x + 0.481.
Dengan nilai x merupakan selisih volume tangki dan y merupakan volume ukur

2.2.2 Percobaan II. Karakteristik Sharp Edge Orifice Flowmeter


2.2.2.1 Tujuan percobaan
Mendapatkan kurva kalibrasi orifice flowmeter dan persamaannya (hubungan laju
alir dan pressure drop)
Mencari nilai koefisien karakteristik (discharge coefficient) rata-rata dari orifice
flow meter yang digunakan

2.2.2.2 Prosedur Percobaan


a. Membuka valve 50 sementara menutup valve lainnya (menggunakan by pass).
Menggunakan valve 45 untuk mengatur pengeluaran air yang melalui pipa aliran
keluar (46).
b. Menyalakan pompa dan buka valve 45 perlahan-lahan.
c. Memasang dua selang manometer pada orifice (tap-pressure 40-41) untuk mengukur
perbedaan tekanan.
d. Mengukur aliran keluar dari tangki dengan mencatat penurunan yang nampak pada
sight gage untuk waktu tertentu. Secara simultan catat perbedaan ketinggian yang
nampak pada manometer.
e. Mengulangi pengukuran untuk beberapa flowrate (6 data) dengan mengubah bukaan
valve 45 hingga diperoleh data perubahan h dengan inkremen yang sama.
f. Mengeplot P (dalam H2O) dengan laju alir (gph).
g. Menghitung dan membuat grafik Cd (Coefficient of discharge) sebagai fungsi dari
laju alir.

2.2.2.3 Data dan Pengolahan Data


Data percobaan
Tabel 3.Data Percobaan Orifice Flowmeter

t (s)

V awal (L)

V akhir (L)

V (L)

Vcalibr(L)

Ho (in)

61,5
38,8
32,6
29,9
27,4
26,2
23,9

45
35
38
44
45
36
29

40
30
33
39
40
31
24

5
5
5
5
5
5
5

5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65

0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5

22,4
21,8
20,8

24
25
27

19
20
22

5
5
5

5,65
5,65
5,65

4
4,5
5

Pengolahan Data

, Laju alir volume dihitung dengan

Menurut persamaan

maka jika dibuat plot antara

dengan akan diperoleh hubungan linear dengan slope

Hasil perhitungan untuk memperoleh hubungan

dengan (

sebagai berikut:
Tabel 4. Pengolahan Data Sharp Edge Orifice Flowmeter

H orifice

H Orifice

(in)

(cm)

(Lt/s)

63.51

0.5625

1.429

0.091

91.17

1.195

40.00

1.0625

2.699

0.145

144.75

1.643

33.33

1.4375

3.651

0.174

173.72

1.911

31.74

2.9375

7.461

0.182

182.42

2.732

28.15

2.5625

6.509

0.206

205.68

2.551

27.80

3.0625

7.779

0.208

208.27

2.789

23.55

3.4375

8.731

0.246

245.86

2.955

23.29

3.9375

10.001

0.249

248.60

3.162

22.30

4.5625

11.589

0.260

259.64

3.404

21.07

5.0625

12.859

0.275

274.80

3.586

t (s)

) adalah

dengan (

Berikut ini adalah plot antara

300.00
y = 70.935x + 23.88
R = 0.9788

250.00

(/)

200.00
150.00
100.00
50.00
0.00
0.000

0.500

1.000

1.500

2.000

2.500

3.000

3.500

4.000

()
orifice

Linear (orifice)

Gambar15. Kurva Kalibrasi Orifice Flowmeter

Persamaan garis yang diperoleh adalah


Dimana

adalah

) dan

adalah

Nilai koefisien karakteristik (faktor koreksi) rata-rata dari orifice dihitung dengan
menyelesaikan persamaan slope untuk mencari nilai

Dengan menginput nilai-nilai sebagai berikut:

adalah diameter kerongkongan orifice flowmeter dan

adalah diameter dalam pipa.

Maka nilai koefisien karakteristik rata-rata dari orifice adalah (satuan


satuan

dalam cm/s2)

dalam cm2,

(
(

)
)

2.2.3 Percobaan III. Karakteristik Venturi Flowmeter


2.2.3.1 Tujuan

Mendapatkan kurva kalibrasi venturi flowmeter dan persamaannya (hubungan laju alir
dan pressure drop)

Mencari nilai koefisien karakteristik (discharge coefficient) dari venturi sebagai faktor
koreksi terhadap friksi kemudian membandingkan keduanya.

2.2.3.2 Prosedur Percobaan


a. Menutup valve 44, 45, 48, 50 dan 52 sementara buka valve lainnya. Gunakan valve 45
untuk mengatur pengeluaran air yang melalui pipa aliran keluar (46).
b. Menyalakan pompa dan buka valve 45 perlahan-lahan.
c. Memasang dua selang manometer pada venture dan orifice (tap-pressure 38-39) untuk
mengukur perbedaan tekanan.
d. Mencatat perbedaan ketinggian yang nampak pada manometer, baik perbedaan
ketinggian venture maupun orifice.
e. Mengulangi pengukuran untuk beberapa flowrate (6 data) dengan mengubah bukaan
valve 45 hingga diperoleh data perubahan h dengan inkremen yang sama.
f. Mengeplot P (dalam H2O) dengan laju alir (gph).
g. Menghitung dan membuat grafik Cd (Coofisien of discharge) sebagai fungsi dari laju
alir.
h. Membuat grafik hubungan Cd (Coefisien of discharge) pada venturi dengan Cd
(Coefisien of discharge) pada orifice.

2.2.3.3 Data dan Pengolahan Data


Data Percobaan
Tabel 5. Data Percobaan Venturi Flowmeter

t (s)
61,5
38,8
32,6
29,9
27,4
26,2
23,9
22,4
21,8
20,8

V awal (L)
16
44
40
42
37
20
21
30
15
13

V akhir (L)
11
39
35
37
32
15
16
25
10
8

V (L)
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

Vcalibr(L)
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65
5,65

Ho (in)
0,5
1
1,5
2
2, 5
3
3,5
4
4,5
5

Tabel 6.Pengolahan Data Venturi Flowmeter

50.04

H Venturimeter
(in)
0.4375

H Venturimeter
(cm)
1.111

0.116

Q
(cm3/s)
115.71

41.01

1.0625

2.699

0.141

141.19

1.643

30.66

1.5625

3.969

0.189

188.85

1.992

27.68

1.9375

7.461

0.209

209.18

2.732

23.48

2.4375

6.191

0.247

246.59

2.488

22.21

2.9375

7.461

0.261

260.69

2.732

20.61

3.4375

8.731

0.281

280.93

2.955

19.20

3.9375

10.001

0.302

301.56

3.162

17.88

4.5625

11.589

0.324

323.83

3.404

17.48

5.9375

15.081

0.331

331.24

3.883

t(s)

Berikut ini adalah plot antara

Q (Lt/s)

dengan (

(
1.054

350.0000
y = 86.092x + 20.162
R = 0.9719

300.0000

(/)

250.0000
200.0000
150.0000
100.0000
50.0000
0.0000
0.0000

0.5000

1.0000

1.5000

2.0000

2.5000

3.0000

3.5000

4.0000

()
venturi

Linear (venturi)

Gambar 16. Kurva Kalibrasi Venturi Flowmeter

Persamaan garis yang diperoleh adalah


Dimana

adalah

) dan

adalah

Kemudian, karena diameter kerongkongan venturi sama dengan diameter orifice maka
nilai koefisien karakteristik rata-rata dari venturi flowmeter dicari dengan input nilainilai yang sama dan dengan cara yang sama seperti pada orifice flowmeter.
(

(
(

)
)

2.2.4 Percobaan IV. Aliran Laminer dan Turbulen


2.2.4.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui pola dan karakteristik aliran laminer, transisi dan turbulen serta mengetahui
nilai laju alir terjadinya pola aliran tersebut.

2.2.4.2 Prosedur Percobaan


a.

Memastikan visual box bersih sehingga praktikan mudah melakukan pengamatan


pola aliran.

b.

Menggunakan venturi sebagai flowmeter.

c.

Membuka valve 10, 11, 12, 16, dan 52 dan menutup valve lainnya.

d.

Memvariasikan bukaan valve, lalu mengamati dan mencatat pola aliran yang
terjadi (minimal 8 data).

e.

Mencatat h venturi. Menentukan laju alir dengan menggunakan grafik hubungan


h venturi vs Q kemudian dihitung bilangan Reynoldnya.

f.

Menentukan range flowrate terjadinya bentuk aliran tersebut.

2.2.4.3 Data dan Pengolahan Data


Tabel 7 Data Pengamatan Jenis Aliran

Jenis

Bilangan

Pengamatan secara

Aliran

Reynold

visual

Laminer

4622,656

Aliran datar,tenang,

Gambar

tidak ada pusaran pusaran air

Gambar 17. Aliran Laminer pada visual box

Transisi

6534,603

Aliran bergejolak di
ujung namun
cenderung tenang
pada awal aliran,
terdapat sedikit
pusaran pada bagian

Gambar 18. Aliran Transisi pada visual box

ujung
Turbulen

10129,21

Aliran bergejolak,
terdapat banyak
pusaran - pusaran air

Gambar 19. Aliran Turbulen pada visual box

Sedangkan dalam perhitungan didapat sebagai berikut


Tabel 8 Pengolahan Data untuk Aliran Laminer, Transisi, dan Turbulen

Jenis
Aliran
Laminer
Transisi
Turbulen

dH (in)

dH (cm)

h (cm)

0,5
1
2,5

1,27
2,54
6,35

1,126942767
1,593737745
2,519920634

Q
(cm3/s)
92,255
130,412
202,15

Q (m3/s)

v(m/s)

Re

0,000092255 0,181994319 4622,656


0,000130412 0,257267824 6534,603
0,00020215 0,398787616 10129,21

Tahap tahap yang dalam menghitung bilangan reynold :


1. Menentukan debit melalui persamaan garis kalibrasi venture meter :

Dengan y merupakan nilai debit yang mengalir sedangkan nilai x merupakan akar
perbedaan tinggi pada manometer.
2. Menentukan laju alir melalui persamaan berikut

Dengan nilai jari jari pada pipa 1 in = 0.026035 m.


3. Menentukan bilangan Reynold dengan persamaan berikut :

2.2.5 Percobaan V. Bilangan Reynold


2.2.5.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui hubungan antara nilai koefisien karakteristik venturi dan orifice dengan
kecepatan aliran fluida yang dinyatakan dalam Bilangan Reynold dan mengetahui
perbedaan pengaruh bilangan terhadap nilai koefisien karakteristik venturi dan orifice.

2.2.5.2 Prosedur Percobaan


a. Percobaan ini berdasarkan pada hasil dari percobaan IV.3.
b. Percobaan ini dilakukan dengan membuat grafik hubungan Re terhadap Cv orifice
dan Re terhadap Cv venturi dalam satu grafik.
c. Lalu membandingkan nilai Cv orifice dengan Cv venturi pada nilai Re tertentu.

2.2.5.3 Data dan Pengolahan Data


Data yang diperlukan pada percobaan ini berasal dari hasil percobaan ketiga dan keempat
yaitu sebagai berikut :
Tabel 9 Data Co, Cv dan Re

Re

Cv

Re

Co

Data di atas disajikan dalam bentuk grafik hubungan Cv terhadap Re sebagai berikut :
Untuk mencari bilangan Reynold digunakan persamaan berikut :
(
Dengan : air = 1000 kg/m3
air = 0.00001 kg m/s
D pipa = 0.254 m

1.2
1

Cv atau Co

0.8
0.6
0.4
0.2
0
5000
Re
Cv

Co

Gambar 20. Kurva Hubungan Bilangan Reynold dengan Co dan Cv

2.2.6 Percobaan VI. Frictional Loss


2.2.6.1 Tujuan Percobaan
a. Membandingkan besarnya kehilangan energi karena friksi antara data eksperimental
dan teoritis pada aliran dalam pipa serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap besarnya friksi.
b. Membandingkan dan menganalisis friction loss pada pipa 1 dan .

2.2.6.2 Prosedur Percobaan


1. Menghubungkan dua selang manometer pada pipa 1 dan dua lainnya pada orifice.
2. Memvariasikan laju alir dengan mengatur bukaan upstream valve sehingga diperoleh
data perbedaan ketinggian di manometer baik dari pipa maupun dari orifice.
3. Mengulang percobaan yang sama dengan kedua langkah di atas namun, pada pipa .

2.2.6.3 Data Pengamatan dan Pengolahan Data


Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Tabel 10 Data Pengamatan h venturi dan h pipa pada pipa 1in dan 3/4in

H Ven (in)
0,4625
1,1625
1,4375
1,9625
2,3625
2,8375
3,5625
3,9625
4,6375
5,7625

H pipa 3/4
(in)

H Pipa 1 in
(in)

0,75
1,15
1,5125
1,9375
2,2375
2,8875
3,1625
3,4125
3,8625
4,1375

0,175
0,3375
0,3875
0,4125
0,525
0,6625
0,7875
0,8625
1,0375
1,1375

Data lain yang diperlukan :


ID pipa 1 = 1,025 in
ID pipa = 0,758 in
air = 1000 kg/m3
air = 0.001 kg/m.s
/D pipa 1 = 0.001/1.025= 0.00975 (nilai menggunakan nilai cast iron)

/D pipa pipa = 0.001/0.785=0.013


L = 1.5 m

Pengolahan data-data di atas mengikuti langkah perhitungan dan menggunakan persamaanpersamaan berikut :
1. Mencari pressure loss dengan menggunakan hpipa sebagai head loss

2. Menghitung flow rate pada tiap bukaan, laju alir diperoleh dengan memasukkan nilai
horifice pada persamaan yang diperoleh pada percobaan orifice sebelumnya yaitu

3. Mencari nilai kecepatan aliran

4. Mencari nilai friction factor eksperimen dengan menggunakan Darcy-Weisbach equation

5. Menghitung friction loss ( )eksperimen, dengan menggunakan feksperimen, pada pipa.

6. Mencari nilai bilangan Reynold (Re) pada setiap laju alir.

7. Mencari nilai friction factor teoritis dengan menggunakan Moody Diagram (de Nevers,
page191)
8.

Menghitung head loss teoritis dengan menggunakan f yang diperoleh dari diagram
Moody

9. Menghitung pressure loss teoritis (persamaan sama dengan poin 4)


10. Menghitung friction loss teoritis (persamaan sama dengan poin 5)
Hasil perhitungan adalah sebagai berikut :
Tabel 11 Laju Alir Pada Pipa in

H Ven(m)

Ven(in)

Q(lt/s)

Q(m3/s)

v(m/s)

Re

0.4375

1.111

0.1085

1.08E-04

0.3728

7522.82

1.0625

2.699

0.1519

1.52E-04

0.5220

10535.45

1.5625

3.969

0.1852

1.85E-04

0.6366

12847.12

1.9375

7.461

0.2133

2.13E-04

0.7331

14795.95

2.4375

6.191

0.2381

2.38E-04

0.8182

16512.91

2.9375

7.461

0.2605

2.60E-04

0.8951

18065.15

3.4375

8.731

0.2811

2.81E-04

0.9659

19492.59

3.9375

10.001

0.3002

3.00E-04

1.0317

20821.22

4.5625

11.589

0.3182

3.18E-04

1.0935

22069.09

5.9375

15.081

0.3352

3.35E-04

1.1520

23249.36

Tabel 12 Friction Loss Eksperimen Pada Pipa in

f eks

F loss

0.016

P
(N/m2)
155.575

0.029

0.156

1.0625

0.025

248.920

0.023

0.249

1.4375

0.038

373.380

0.024

0.373

1.9625

0.048

472.948

0.023

0.473

2.2500

0.057

560.070

0.021

0.560

2.7500

0.070

684.530

0.022

0.685

3.0625

0.076

746.760

0.021

0.747

3.4375

0.089

871.220

0.021

0.871

3.8750

0.098

964.565

0.021

0.965

4.1250

0.105

1026.795

0.020

1.027

H(in)

H (m)

0.6250

Tabel 13 Frictional Loss Teoritis Pada Pipa 3/4 in

Head Loss

Friction loss

(m)

(J/kg)

87.3241

0.0089

0.0873

0.0112

158.5302

0.0162

0.1585

12847.12

0.0110

231.5221

0.0236

0.2315

0.7331

14795.95

0.0107

298.7155

0.0305

0.2987

0.8182

16512.91

0.0107

370.3265

0.0378

0.3703

0.8951

18065.15

0.0106

440.3084

0.0449

0.4403

v (m/s)

NRe

0.3728

7522.82

0.0121

0.5220

10535.45

0.6366

teoritis

P (N/m2)

0.9659

19492.59

0.0105

509.2486

0.0520

0.5092

1.0317

20821.22

0.0105

578.2717

0.0590

0.5783

1.0935

22069.09

0.0104

645.3160

0.0658

0.6453

1.1520

23249.36

0.0103

709.9817

0.0724

0.7100

Tabel 14 Laju Alir Pada Pipa 1 in

Ven(in)

Ven(m)

0.4375

Q(lt/s)

Q(m3/s)

v(m/s)

Re

0.0127

0.093965

9.4E-05

0.2039

5563.21

1.0625

0.0254

0.131395 0.000131

0.2855

7791.09

1.5625

0.0381

0.160117

0.00016

0.3481

9500.60

1.9375

0.0508

0.18433

0.000184

0.4009

10941.79

2.4375

0.0635

0.205662 0.000206

0.4475

12211.50

2.9375

0.0762

0.224948 0.000225

0.4895

13359.40

3.4375

0.0889

0.242683 0.000243

0.5282

14415.01

3.9375

0.1016

0.259191 0.000259

0.5642

15397.54

4.5625

0.1143

0.274695 0.000275

0.5980

16320.36

5.9375

0.127

0.289359 0.000289

0.6300

17193.18

Tabel 15 Frictional Loss Eksperimen Pada Pipa 1 in

H (in)

H (m)

P (m)

f eks

F loss

0.1875

0.0048

46.6725

0.0390

0.0467

0.3125

0.0079

77.7875

0.0331

0.0778

0.375

0.0095

93.3450

0.0267

0.0933

0.4375

0.0111

108.9025

0.0235

0.1089

0.5625

0.0143

140.0175

0.0243

0.1400

0.6875

0.0175

171.1325

0.0248

0.1711

0.8125

0.0206

202.2475

0.0252

0.2022

0.875

0.0222

217.8050

0.0238

0.2178

0.0254

248.9200

0.0242

0.2489

1.125

0.0286

280.0350

0.0245

0.2800

Tabel 16 Frictional Loss Teoritis Pada Pipa in

v (m/s)

NRe

P (N/m2

Head Loss

Friction loss

(m)

(J/kg)

0.2039

5563.21

0.0133

21.2289

0.0022

0.0212

0.2855

7791.09

0.0129

40.3841

0.0041

0.0404

0.3481

9500.60

0.0123

57.2574

0.0058

0.0573

0.4009

10941.79

0.0119

73.4764

0.0075

0.0735

0.4475

12211.50

0.0117

89.9804

0.0092

0.0900

0.4895

13359.40

0.0116

106.7717

0.0109

0.1068

0.5282

14415.01

0.0108

115.7384

0.0118

0.1157

0.5642

15397.54

0.0107

131.3201

0.0134

0.1313

0.5980

16320.36

0.0107

147.3952

0.0150

0.1474

0.6300

17193.18

0.0107

162.8201

0.0166

0.1628

Agar mempermudah pembacaan tren hasil yang diperoleh dari perhitungan di atas, maka
beberapa direpresentasikan dalam grafik di bawah ini :

friction factor Vs Re
0.06

0.05

f eksperimen

0.04

0.03

E/D = 0.009756
E/D = 0.012738

0.02

0.01

0
1000

10000
Re
Gambar 21. Friction Factor vs Re (Eksperimen)

100000

Kurva Friction Loss Vs Re


1.2
1

F (J/kg)

0.8
0.6
0.4
0.2
0
1000

10000

100000

Re
Pipa3/4 Eksperimen

Pipa 3/4 in Teoritis

Pipa 1 in Eksperimen

Gambar 22. Perbandingan Friction Loss pada Pipa 1 dan 3/4

Pipa 1 in Teoritis

2.2.7 Percobaan VII. Pipe Fitting


2.2.7.1 Tujuan Percobaan
Menentukan panjang ekivalen pada gate valve, elbow, dan T-junction

2.2.7.2 Prosedur Percobaan


a.

Memindahkan selang dari tap-pressure pada fitting di pipa yang akan dihitung
panjang ekivalennya, sementara sepasang selang yang lain tetap berada di tappressure venturi karena venturi akan digunakan sebagai flowmeter.

b.

Membuka valve 10, 11, 12, 15, 16, 19, 52, dan 44. Sementara yang lain ditutup.

c.

Mencatat beda ketinggian antara kolom manometer-U untuk fitting dan venturi.

Untuk Elbow : (Tap 36-37) dengan menutup valve 15 dan 19

Untuk T-junction :

d.

1.

(Tap 34-36) dengan menutup valve 19 dan membuka valve 16.

2.

(Tap 35-36) dengan menutup valve 16 dan membuka valve 19.

Untuk Gate valve : (Tap 33-34) dengan menutup valve 15 dan 19

Mengulangi pengukuran untuk beberapa flowrate (minimal 8 data) dengan


memvariasikan bukaan valve 52 sehingga diperoleh nilai perubahan h yang sama.

e.

Menghitung panjang ekivalen.

2.2.7.3 Data dan Pengolahan Data


H Vent (in)

H elbow (in)

H gate (in)

0,4625
1,1625

0,0875
0,1125
0,2375
0,3875
0,4375
0,5125
0,5875
0,625
0,6625
0,7875

0,0875
0,1125
0,1875
0.1875
0,2625
0,2625
0,7625
0,2125
0,3375
0,3625

1,4375
1,9625
2,3625
2,8375
3,5625
3,9625
4,6375
5,7625

Laju alir

diperoleh dengan cara memasukkan

kalibrasi venture meter yaitu ;

H T
junction(in)
0,0875
0,1125
0,2375
0,3875
0,5125
0,525
0,6125
0,7125
0,8375
0,9875

ke dalam persamaan

Kecepatan aliran

dimana

dihitung dengan

adalah luas penampang pipa.

merupakan faktor kekasaran pipa. Asumsi pipa terbuat dari bahan cast iron

sehingga

merupakan diameter pipa bagian dalam.

Bilangan Reynold,

dimana

diperoleh dari persamaan:

merupakan diameter pipa bagian dalam ( ),

aliran fluida (

),

pada

Dengan menggunakan fig 6.10 dari Noel de Nevers untuk nilai


diperoleh nilai faktor friksi teoritis

) dan

merupakan masa jenis fluida (

adalah viskositas fluida (

merupakan kecepatan

dan

dapat

Dengan melakukan interpolasi pada grafik Re vs feksperimen yang diperoleh pada


percobaan friction loss dapat diperoleh faktor friksi eksperimen,

Panjang ekivalen

dihitung dengan

Dengan menginput

akan diperoleh

diinput akan diperoleh

dan apabila

Hasil perhitungan terdapat pada tabel di bawah ini:


Pipe Fitting T-Junction Pada Pipa 1
Tabel 17. Pengolahan Data T-Junction

Q (Lt/s)

Q (m3/s)

v (m/s)

Re

0.1091

0.0001

0.2050

5593.9878

0.1525

0.0002

0.2866

7821.8660

0.1858

0.0002

0.3493

9531.3771

0.2139

0.0002

0.4021

10972.5616

0.2387

0.0002

0.4486

12242.2707

0.2611

0.0003

0.4907

13390.1754

yang

Nilai

0.2817

0.0003

0.5293

14445.7828

0.3008

0.0003

0.5653

15428.3181

0.3188

0.0003

0.5992

16351.1355

0.3358

0.0003

0.6311

17223.9579

f eks

f teo

Le eks

Le Teo

0.0390

0.0133

0.3956

1.1597

0.0331

0.0129

0.5953

1.5289

0.0267

0.0123

0.9936

2.1597

0.0235

0.0119

1.2785

2.5266

0.0243

0.0117

1.3266

2.7525

0.0248

0.0116

1.1402

2.4367

0.0252

0.0108

1.1489

2.6769

0.0238

0.0107

1.2806

2.8320

0.0242

0.0107

1.2328

2.7760

0.0245

0.0107

1.3286

3.0467

rata-rata

1.0721

3.2187

T-junction rata-rata adalah

Pipe Fitting Elbow Pada Pipa 1


Tabel 18. Pengolahan Data Elbow

Q (Lt/s)

Q (m3/s)

v (m/s)

Re

0.1091

0.0001

0.2050

5593.9878

0.1525

0.0002

0.2866

7821.8660

0.1858

0.0002

0.3493

9531.3771

0.2139

0.0002

0.4021

10972.5616

0.2387

0.0002

0.4486

12242.2707

0.2611

0.0003

0.4907

13390.1754

0.2817

0.0003

0.5293

14445.7828

0.3008

0.0003

0.5653

15428.3181

0.3188

0.0003

0.5992

16351.1355

0.3358

0.0003

0.6311

17223.9579

Tabel 18. Pengolahan Data Elbow

Nilai

f eks

f teo

Le eks

Le Teo

0.0390

0.0133

0.4747

1.3916

0.0331

0.0129

0.5953

1.5289

0.0267

0.0123

0.9936

2.1597

0.0235

0.0119

1.2785

2.5266

0.0243

0.0117

1.1608

2.4084

0.0248

0.0116

1.0859

2.3206

0.0252

0.0108

1.0340

2.4093

0.0238

0.0107

1.0672

2.3600

0.0242

0.0107

1.0274

2.3134

0.0245

0.0107

0.9964

2.2850

rata-rata

0.9713

2.9235

Elbow rata-rata adalah

Pipe Fitting Gate Valve Pada Pipa 3/4


Tabel 19. Pengolahan Data Gate Valve

Q (Lt/s)

Q (m3/s)

v (m/s)

Re

0.1091

0.0001

0.2050

5593.99

0.1525

0.0002

0.2866

7821.87

0.1858

0.0002

0.3493

9531.38

0.2139

0.0002

0.4021

10972.56

0.2387

0.0002

0.4486

12242.27

0.2611

0.0003

0.4907

13390.18

0.2817

0.0003

0.5293

14445.78

0.3008

0.0003

0.5653

15428.32

0.3188

0.0003

0.5992

16351.14

0.3358

0.0003

0.6311

17223.96

f eks

f teo

Le eks

Le Teo

0.0390

0.0133

0.5143

1.5076

0.0331

0.0129

0.4762

1.2231

0.0267

0.0123

0.4968

1.0798

Nilai

0.0235

0.0119

0.5625

1.1117

0.0243

0.0117

0.5572

1.1560

0.0248

0.0116

0.5430

1.1603

0.0252

0.0108

0.5147

1.1993

0.0238

0.0107

0.5378

1.1894

0.0242

0.0107

0.4931

1.1104

0.0245

0.0107

0.4650

1.0663

rata-rata

0.5190

1.5910

gate valve rata-rata adalah

Dari ketiga pengolahan data di atas, dapat dibentuk satu grafik perbandingan, yaitu :
4.5
4
3.5

Le(m)

3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
1

10

100

1000

10000

Re
T-Jucnt eksperimen

T-Junct Teoritis

Elbow Eksperimen

Elbow Teoritis

Gate Valve Eksperimen

Gate Valve Teoritis

Gambar 23. Kurva Panjang Ekivalen terhadap Re pada T-Junction

100000