Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .

Herbisida (herbicide) adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma). Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun demikian tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut. Karena kompetisi dalam mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan atau keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan "asing" ini. Terdapat dua tipe herbisida menurut aplikasinya: herbisida pratumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida pascatumbuh (postemergence herbicide). Yang pertama disebarkan pada lahan setelah diolah namun sebelum benih ditebar (atau segera setelah benih ditebar). Biasanya herbisida jenis ini bersifat nonselektif, yang berarti membunuh semua tumbuhan yang ada. Yang kedua diberikan setelah benih memunculkan daun pertamanya. Herbisida jenis ini harus selektif, dalam arti tidak mengganggu tumbuhan pokoknya. Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut. Herbisida menjadi kompetitor karena memiliki struktur yang mirip dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim yang menjadi sasarannya. Cara kerja lain adalah dengan mengganggu keseimbangan produksi bahan-bahan kimia yang diperlukan tumbuhan. Pada reaksi Biokimia dihubungkan antara interaksi herbisida dengan enzim. Suatu herbisida dapat diaktifkan oleh enzim tertentu tetapi sebaliknya suatu herbisida dapat diuraikan oleh enzim tertentu sehingga aman bagi tumbuhan. Berdasarkan pengamatan penulis jenis maupun bentuk herbisida sangatlah beragam. Untuk membatasi pembahasan maka penulis mengambil salah satu jenis

herbisida yaitu jenis senyawa kimia dalam bentuk larutan yang disebut herbisida Rambo 480 AS. B. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana mekanisme kerja herbisida Rambo 480 AS dalam menghambat pertumbuhan gulma? 2. Bagaimana efek samping herbisida Rambo 480 AS terhadap lingkungan? C.Tujuan Berdasarkan latar belakang di atas maka tujuannya adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui mekanisme kerja herbisida Rambo 480 AS dalam menghambat pertumbuhan gulma? 2. Mengetahui efek samping herbisida Rambo 480 AS terhadap lingkungan.

BAB II PEMBAHASAN A. Mekanisme kerja herbisida Herbisida sebagai salah satu langkah pengendalian gulma merupakan langkah yang tepat terutama tahap untuk pertama kegiatan sebelum penyiangan, pembersihan lahan, penanaman, sampai pembukaan hutan dan pencetakan sawah baru. Saat ini, bahan aktif untuk herbisida cukup beragam di pasaran diantaranya yang kita kenal adalah : glifosat, paraquat, 2,4-D, metil metsulfuron dan sulfosat.

Efektifitas herbisida tersebut harus diuji. Apakah herbisida yang ada mampu menghambat pertumbuhan gulma sekaligus memberantasnya? Dengan demikan kita harus lebih selektif dalam memilih herbisida dengan melihat bagaimana cara kerjanya. Sebagai suatu proses cara kerja suatu herbisida yang menuju pada pelukaan atau kematian gulma. Idealnya, suatu herbisida harus mampu memberantas tanaman pengganggu baik itu secara langsung maupun melalui mekanisme tertentu. Sebagai contoh, herbisida tersebut mematikan

tanaman dengan cara menghambat proses protein, nekrosis maupun proses respirasi pada tanaman dan fotosintesis sehingga dengan adanya hambatan tersebut perkembangan tanaman menjadi tidak normal yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian. Herbisida Rambo 480AS ini adalah herbisida sistemik bentuk larutan berwarna kekuningan yang bersifat non selektif dan berbahan aktif glifosat. Mengapa non selektif? Karena memang herbisida ini memiliki daya basmi yang kuat tanpa memandang bulu apakah itu tanaman gulma atau tanaman pokok. Untuk itu herbisida ini sangat dianjurkan digunakan saat pengolahan tanah /sebelum tanam. Herbisida ini merupakan herbisida purna tumbuh yang dapat mengendalikan jenis gulma berdaun lebar maupun sempit. Kandungan bahan aktif glifosat yang dimiliki Rambo 480AS adalah 480 (gram) pada setiap liter larutannya. Bahan aktif Rambo 480AS ini tergolong organofosfat dengan susunan kimia isopropylamine salt of N (phosphonomethyl) glycine atau yang dikenal dengan glifosat. Cara kerja glifosat sebagai herbisida adalah (1) menghambat biosintesis asam amino phenilalanine, tyrosine dan tryprophan. (2) menghambat sintesis enzim EPSPS yang dapat menyebabkan penipisan asam amino yang sangat berguna dalam sintesis protein. Dengan bahan aktif glifosat ini, Rambo 480AS dapat menghambat proses sintetis asam amino. Akibat dari adanya hambatan ini akan menyebabkan proses sintesis protein pun terhambat yang pada akhirnya berakibat pada hambatan sintesis asam nukleat (DNA dan RNA). Hambatan tersebut akan menyebabkan pembelahan dan pembesaran sel yang terjadi menjadi tidak normal sehingga proses perkembangan dan pertumbuhan tanaman pun terganggu. Bila ini berlangsung lama dan konsentrasi tepat, maka akan menyebabkan secara cepat terjadi kematian pada tanaman tersebut. struktur komponen organophosphate Organophosphat disintesis pertama di Jerman pada awal perang dunia ke II. Bahan tersebut digunakan untuk gas saraf sesuai dengan tujuannya sebagai insektisida. Pada awal synthesisnya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP), parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida, tetapi

juga cukup toksik terhadap mamalia. Penelitian berkembang terus dan ditemukan komponen yang poten terhadap insekta tetapi kurang toksik terhadap orang (mis: malathion), tetapi masih sangat toksik terhadap insekta.. Nama Tetraethylpyrophosphate (TEPP) Structure

Skema Mekanisme Gulma.

kerja herbisida Rambo 480 AS terhadap tubuh tanaman

Berdasarkan skema tersebut dapatlah kita simpulkan bahwa aplikasi Rambo 480AS menyebabkan proses penting dari sintetsis asam amino, protein dan asam nukleat tidak terbentuk yang menyebabkan kematian gulma dalam waktu 2 3 hari setelah aplikasi. Adapun kelebihan herbisida Rambo 480AS antara lain : 1. Efektivitas yang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat begitu banyaknya jenis gulma sasaran yang bisa dikendalikan. Bahkan gulma yang bandel seperti halnya alang-alang (imperata cylindrica) pun dapat dibasmi dalam waktu 2 3 hari saja.

2. Merupakan herbisida yang sangat efisien karena mengandung bahan aktif paling tinggi yaitu 480 gram glifosat setiap liternya. Kandungan bahan aktif yang tinggi tersebut menyebabkan dosis penggunaan yang rendah dimana hanya 2 cc/liter saja dapat efektif mematikan gulma dalam waktu cukup singkat. 3. Spektrum penggunaan yang luas, dimana dapat mematikan gulma berdaun sempit maupun daun lebar yang baik digunakan pada areal perkebunan coklat, kopi, kelapa sawit TM maupun TBM, teh serta jeruk dan untuk sistem pengolahan TOT. 4. Resiko terjadinya resistensi dan resurjensi sangat kecil karena hanya menggunakan dosis yang rendah. 5. Membentuk larutan secara sempurna bila dicampur air, tidak mengendap dan tidak merusak alat semprot (sprayer)

B. Efek Samping Pengunaan Herbisida Rambo 480 AS Herbisida Rambo 480 AS selain memberikan beberapa dampak positif pada tanama pokok, ternyata menimbulkan beberapa efek samping yang merugikan antara lain: (1) menyebabkan bahan kimia yang berbahaya bagi tumbuhan yang bukan sasaran, (2) membunuh mikroba yang bermanfaat bagi lingkungan, (3) dapat meninbulkan pencemaran baik pencemaan tanah, pencemaran air maupun pencemaran udara, (4) mengganggu keseimbangan ekosistem. (5) menimbulkan efek toksisitas terhadap tubuh manusia. Mekanisme toksisitas Organophosphat adalah insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada orang. Termakan hanya dalam jumlah sedikit saja dapat menyebabkan kematian, tetapi diperlukan lebih dari beberapa mg untuk dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsisnya. Enzim tersebut secara normal menghidrolisis asetylcholin menjadi asetat dan kholin. Pada saat enzim

dihambat, mengakibatkan jumlah asetylkholin meningkat dan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik pada system saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh.

Penghambatan kerja enzim terjadi karena organophosphate melakukan fosforilasi enzim tersebut dalam bentuk komponen yang stabil.

Pada bentuk ini enzim mengalami phosphorylasi. BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Herbisida (herbicide) adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma). 2. mekanisme kerja herbisida Rambo 480 AS adalah - menghambat biosintesis asam amino phenilalanine, tyrosine dan tryprophan. - menghambat sintesis enzim EPSPS yang dapat menyebabkan penipisan asam amino yang sangat berguna dalam sintesis protein. 3. efek samping penggunaan Herbisida Rambo 480 AS adalah (1) sebagai penyedia bahan kimia yang berbahaya bagi tumbuhan yang bukan sasaran, (2) membunuh mikroba yang bermanfaat bagi lingkungan, (3) dapat meninbulkan pencemaran baik pencemaan tanah, pencemaran air maupun pencemaran udara, (4) mengganggu keseimbangan ekosistem. . B. Saran-saran: (1) Sebaiknya Herbisida masa kini dibuat lebih mudah terurai oleh mikroorgaisme di tanah atau di air. (2) Penggunaan herbisida harus tepat waktu dan sesuai dosis yang dianjurkan. (3) Tidak mencampur herbisida dengan bahan lain. (4) Penggunaan akan lebih efektiv bila digunakan tidak

bersamaan dengan terjadinya hujan. (5) Gunakan sprayer menurut standart yang ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Herbisida http://www.tanindo.com/abdi5/hal3201.htm http://www.lacahost/G:hal2101.mht. Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Makalah, Laporan Penelitian, Edisi keempat . Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi bekerja sama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang.