Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAMAN PERKEBUNAN (AGH 341)

MORFOLOGI BUNGA-BUAH DAN TAKSASI PRODUKSI KELAPA SAWIT

Oleh : KELOMPOK B1

1. Danu Kuansa 2. Nursanti Pamelia Pertiwi 3. Tiara Adyantari 4. Usman Ali 5. Ahmad Safuan 6. Laras Lestari Asisten : Rizal Mahdi Kurniawan

A24100048 A24100118 A24100122 A24100153 A24110105 H44100070

(A24090093)

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) adalah tanaman perkebunan yang sangat toleran terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik. Namun untuk menghasilkan pertubuhan yang sehat serta menghasilkan produksi yang tinggi memerlukan persyaratan tumbuh. Kelapa sawit mulai berbunga pada umur sekitar 2 tahun. Tanaman ini termasuk berumah satu, artinya pada satu tanaman terdapat bunga jantan dan betina. Sebelum bunga betina mekar, bunga masih diselubungi seludang. Bunga betina bertudung lebih bulat dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan bunga jantan. Seludang bunga pecah 5-30 hari sebelum reseptif (anthesis). Seks rasio ialah angka perbandingan jumlah bunga betina dibagi total jumlah bunga. Angka seks rasio akan menentukan produksi tandan buah yang akan dihasilkan. Taksasi produksimerupakan kegiatan menghitung tandan buah atau bunga betina kelapa sawit yang dilaksanakan untuk membuat perkiraan produks 6 bulan atau 1 bulan yang akan datang bahkan perkiraan produksi yang akan dipanen esok hari. Untuk membuat perkiraan produksi 6 bulan mendatang, pada setiap blok (misal seluas 30 ha) diambil minimal 100 pohon (sekitar 2,5-4% dari populasi) secara cross diagonal. Selanjutnya perhitungan bunga dilaksanakan pada minggu terakhir dimana pada blok tersebut tidak dipanen lagi. Pada setiap pohon sampel semua bunganya dihitung mulai dari bunga anthesis sampai tandan yang hampir masak, selanjutnya perhitungan bunga dan buah tersebut dijumlahkan sesuai dengan keadaan masing-masing kemudian dibagi jumlah pohon sampel untuk mendapatkan bunga dan buah rata-rata per pohon. Untuk memperoleh angka berapa produksi selama 6 bulan mendatang maka cukup mengalikan rata-rata bunga dan buah per pohon dengan rata-rata berat tandan pada umur tanaman tersebut.

Tujuan Praktikum bertujuan agar mahasiswa dapat : 1. Melakukan taksasi produksi meliputi : taksasi untuk 6 bulan dan taksasi bulanan, taksasi untuk 3 bulan, taksasi untuk 1 bulan dan taksasi panen. 2. Menghitung perkiraan hasil panen. 3. Menghitung seks rasio. 4. Menghitung kebutuhan tenaga kerja panen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia di pelopori oleh Adrien Hallet, berkebangsaan Belgia, yang telah mempunyai pengalaman menanam kelapa sawit di Afrika. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur, di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra RCMA, dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij. (Lubis, 1992) Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination). Artinya, bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk. Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras, daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak, serta lembaga (embryo). Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah. 1. Arah tegak lurus ke atas (fototropy), disebut dengan plumula yang selanjutnya akan menjadi batang dan daun 2. Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya akan menjadi akar. Plumula tidak keluar sebelum radikulanya tumbuh sekitar 1 cm. Akar-akar adventif pertama muncul di sebuah ring di atas sambungan radikula-hipokotil dan

seterusnya membentuk akar-akar sekunder sebelum daun pertama muncul. Bibit kelapa sawit memerlukan waktu 3 bulan untuk memantapkan dirinya sebagai organisme yang mampu melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dari dalam tanah. Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman, kemudian menjadi kuning muda, dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Jika sudah berwarna oranye, buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles). Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. Taksasi merupakan kegiatan memperkirakan atau menduga jumlah tanaman kelapa sawit yang dapat dipanen. Taksasi produksi dilakukan untuk memprediksi panen setiap tahun.

BAB III BAHAN DAN METODE

Bahan Tiap kelompok mendata sebanyak 20 tanaman contoh TM kelapa sawit.

Metode 1. Amatilah kondisi tandan bunga dan tandan buah yang ada pada tiap tanaman contoh. 2. Isikan data tersebut pada table pengamatan dalam lembar kerja yang disediakan. 3. Amatilah tandan bunga jantan dan bunga betina. Gambar/foto tandan bunga tersebut. 4. Perkirakan bobot TBS rata-rata tanaman contoh anda. 5. Hitunglah prestasi kerja anda 6. Hitunglah taksasi produksi masing-masing untuk selama 6 bulan, 3 bulan, dan 1 bulan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Pengamatan taksasi produksi No. Tana man 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total Jumlah tandan dengan umur buah setelah seludang terbuka/keadaan bunga atau tandan 10 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 3 2 4 2 2 1 8 1 2 1 2 4 1 3 1 4 3 3 10 1 3 3 4 3 3 2 4 12 1 6 3 2 3 2 1 3 2 4 1 2 4 4 1 2 40 13 50 15 6 9 Jum lah 9 0 5 8 3 3 5 4 7 0 17 7 3 3 6 13 11 9 9 11 133 Bunga Jantan 4 6 2 3 3 11 7 10 19 7 10 7 3 6 6 0 104

Perhitungan Sex Rasio = = x 100 % x 100 %

Sex rasio

= 63,94 %

Perhitungan HOK

1. Waktu kerja : 50 menit = 0.8333 jam 2. Perhitungan HOK : 0.8333 jam x 6 orang x (1 HOK/7 jam) = 0.7143 HOK 3. HOK 1 ha: (136 / 20) x 0.7143 HOK = 4.85724 HOK

Misalkan sensus dilakukan pada bulan Januari maka akan diperoleh perhitungan sbb: 1. Bunga anthesis untuk produksi bulan Juli 2. Buah umur 1 bulan untuk produksi Juni 3. Buah umur 2 bulan untuk produksi Mei 4. Buah umur 3 bulan untuk produksi April 5. Buah umur 4 bulan untuk produksi Maret 6. Buah umur 5 bulan untuk produksi Februari

1. Perhitungan taksasi 6 bulan = = 4069.8 kg/ha = 4.0698 ton/ha 2. Perhitungan taksasi 3 bulan = = 918 kg/ha = 0.918 ton/ha 3. Perhitungan taksasi 1 bulan a. Produksi bulan Juli = = = 1224 kg/ha = 1.224 ton/ha

b. Produksi bulan Juni = = 397.8 kg/ha =0.3978 ton/ha c. Produksi bulan Mei = = 1530 kg/ha = 1.53 ton/ha d. Produksi bulan April = = 459 kg/ha = 0.459 ton/ha e. Produksi bulan Maret = = 183.6 kg/ha = 0.1836 ton/ha f. Produksi bulan Februari = = 275.4 kg/ha = 0.2754 ton/ha

Perhitungan tenaga kerja panen

kapasitas panen = 100 janjang/HOK Luas blok = 30 ha Tanaman yang diamati = 20 tanaman Jumlah jenjang yang akan di panen pada bulan ke 6 = 7 janjang Berat janjang rata-rata = 4,5 kg

Perhitungan Angka Kerapatan panen (AKP) x 100 % x 100 %

AKP = =

= 35 % Besarnya estimasi jumlah yang akan dipanen besok pada blok tersebut adalah: = AKP x populasi pohon/ha x luasan blok yang diamati = 35% x 136 tanaman x 30 ha 1428 janjang Tenagakeja = = = 15 tenaga kerja

Pembahasan Bunga jantan kelapa sawit berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Kedua bunga kelapa sawit tertutup seludang saat awal pembungaan. Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang melakukan penyerbukan silang. Bunga kelapa sawit berumah satu, pada setiap pelepah daun kelapa sawit terdapat bunga jantan dan betina yang letaknya terpisah pada tandan bunga yang berbeda. Perbandingan bunga betina dan bunga jantan (sex ratio) sangat dipengaruhi oleh pupuk dan air. Jika tanaman kekurangan pupuk atau kekurangan air, bunga jantan akan lebih banyak keluar. Produktivitas tanaman menjadi baik jika unsur hara dan air tersedia dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Kecukupan unsur hara dan air didasarkan pada analisis tanah, air, dan daun sesuai dengan umur tanaman. sex ratio mulai terbentuk 24 bulan sebelum dipanen. Artinya, calon bunga (primordia) telah terbentuk dua tahun sebelum panen.

Tandan bunga acuan yang digunakan dalam memperkirakan produksi tanaman kelapa sawit. Dengan menghitung jumlah tandan bunga betina kelapa sawit dapat diperkirakan produksi kelapa sawit hingga enam bulan yang akan datang. Taksasi produksi untuk enam bulan yang akan datang menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit untuk dua puluh tanaman contoh adalah 598,5 kg atau sekitar 4069,8 kg per ha (136 tanaman/ha). Produktivitas kelapa sawit nasional berkisar antara 15 ton TBS/ha/tahun (Antara, 2007), nilai ini berbeda jauh dengan nilai produktivitas pada kebun percobaan Cikabayan yang hanya mencapai 8,1396 ton TBS/ha/tahun. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil taksasi yang dilakukan adalah pengambilan sampel yang tidak dapat mewakili, kondisi kebun yang kurang baik, serta kondisi lingkungan yang ada tidak mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit secara optimal. Sex rasio merupakan hal yang harus diperhatikan dalam melakukan taksasi. Sex rasio adalah perbandingan jumlah bunga betina dibagi jumlah bunga total yang ada pada satu tanaman kelapa sawit. Sex ratio mempengaruhi produktivitas kelapa sawit karena tandan buah segar kelapa sawit terbentuk dari bunga betina. Jika jumlah bunga betina yang ada lebih besar dibandingkan bunga jantan, maka produktivitas kelapa sawit akan meningkat. Namun banyaknya jumlah bunga betina yang ada tidak menjamin tingginya berat hasil panen, karena jumlah bunga betina yang terlalu banyak akan menyebabkan pertumbuhan bunga lambat akibat persebaran nutrisi ke setiap bunga sehingga dapat membuat ukuran buah menjadi kecil. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan didapat sex ratio sebesar 63,94%. Taksasi panen dilakukan selain untuk memperkirakan hasil panen yang akan didapat juga digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam melakukan pemanenan. Kebutuhan tenaga kerja panen berdasarkan hasil taksasi yang dilakukan adalah 15 orang tenaga kerja dengan waktu panen satu hari untuk luasan 30 ha. Perbedaan jumlah tenaga kerja panen dapat disebabkan oleh perbedaan basis tugas pemanenan, kerapatan panen, hari panen, dan bobot tandan rata-rata.

KESIMPULAN Taksasi produksi kelapa sawit adalah kegiatan memperkirakan jumlah tanaman kelapa sawit yang dapit dipanen untuk beberapa tahun, dan bulan bulan yang akan datang. Taksasi produksi dilakukan untuk memprediksi berapa banyak dan berat tandan yang akan dipanen kemudian, jumlah kelapa sawit yang bisa dipanen hubungannya sangat erat dengan produktivitas. Sex rasio merupakan perbandingan antara jumlah bunga jantan dan bunga betina pada satu pohon tanaman, hal itu sangat berpengaruh pada jumlah produksi tandan pohon kelapa sawit.

DAFTAR PUSTAKA Antara. 2007. Meski Nomor Satu, Produktivitas Sawit Indonesia Rendah. http://www.antara.co.id. [3 Maret 2013].

Dinas Perkebunan. 2012. Budidaya Kelapa.[terhubung berkala]. http:// disbun.kalselprov.go.id. [ 01 Maret 2013]. Lubis, A.U. 1992. Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.) di Indonesia. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat Bandar Kuala Pematang Siantar-Sumatera Utara. 435 hal.

LAMPIRAN

Gambar 1. Bunga Jantan

Gambar 2. Bunga Betina

Gambar 3. Bunga Anthesis

Gambar 4. Tandan Muda

Gambar 5. Tandan Hampir Masak