Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Analisis kuantitatif dapat didefenisikan sebagai aplikasi prosedur kimia anlisis kuantitatif terhadap bahan-bahan yang dipakai dalam bidang farmasi terutama dalam menentukan kadar dan mutu dari obat-obatan dan senyawasenyawa kimia. Ada beberapa macam metoda dalam menentukan kadar suatu obat, diantaranya adalah metode asidimetri, iodometri, bromatometri, permanganometri, argentometri, dall. Pada percobaan kali ini, senyawa yang akan ditentukan kadarnya adalah kafein dengan menggunakan metode iodimetri. Ini merupakan percobaan yang sangat penting sebab kafein merupakan bahan minuman yang sangat populer di masyarakat khususnya pada minuman tonik. Oleh karenanya perlu untuk selalu mengontrol kadarnya agar tidak terjadi penyimpangan demi menjaga kesehatan masyarakat. I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan I.2.1 Maksud Pecobaan Mengetahui dan memahami cara penentuan kadar suatu senyawa dengan menggunakan metode tertentu. I.2.2 Tujuan Percobaan

Menetapkan kadar kafein yang terdapat dalam sediaan sirup M-150 R dengan menggunakan metode iodimetri. I.3 Prinsip Percobaan Penetapan kadar kafein pada sediaan M-150R dengan menggunakan metode iodimetri dimana sampel terlebih dahulu direaksikan dengan larutan I2 baku berlebihan dalam suasana asam, kemudian kelebihan I2 dititrasi dengan Na2S2O3 baku dengan menggunakan indikator kanji, dimana titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari biru menjadi tak berwarna.

Xanthin (1;226) Sejarah dan Kimia

Derivat xanthin terdiri dari kafein, teofilin, dan theobromin ialah alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan. Sejak dahulu, ekstrak tumbuh-tumbuhan ini digunakan sebagai minuman. Kafein terdapat dalam kopi yang didapat dari biji Coffea arabica. Teh dari daun Thea sinensis, mengandung kafein dan teofilin. Cocoa, yang terdapat dari biji Teobroma cacao mengandung kafein dan theobromin. Penelitian menunjukkan bahwa kafein berefek stimulasi. Ketiganya merupakan derivat xantin yang mengandung gugus metil. Xantin sendiri adalah dioksipurin yang mempunyai struktur mirip dengan asam urat. Kafein ialah 1,3,7- trimetilxantin; teofilin adalah 1,3 dimetil xantin; dan theobromin adalah 3,7 dimetil xantin.

o C H3C O N C N CH3 (theofilin) o C H3C O N C N CH3 (Kafein) C C N N CH CH3 C C N NH CH

o C H O N C N CH3 C C N N CH CH3

(theobromin) Mekanisme kerja Xantin merangsang SSP, menimbulkan diuresis, merangsang otot jantung, dan merelaksasi otot polos terutama bronkus. Intensitas efek xantin terhadap berbagai alat ini berbeda, dan dapat dipilih senyawa xantin yang tepat untuk tujuan terapi tertentu dengan sedikit efek samping. Susunan syaraf Pusat Teofilin dan kafein merup[akan perangsang susunan syaraf pusat yang kuat, theobromin boleh dikatakan tidak aktif. Teofilin menyebabkan perangsangan SSP yang lebih dalam dan berbahaya dibandingkan dengan kafein. Orang yang minum kafein merasakan tidak begitu mengantuk, tidak begitu lelah dan daya fikirnya lebih cepat dan lebih jernih; tetapi kemampuannya berkurang dalam pekerjaan yang memerlukan koordinasi otot halus (kerapihan), ketepatan waktu atau ketepatan berhitung.