Anda di halaman 1dari 37

MOTIVASI

M O T IV A S I

http://antonhuang.com
DAFTAR ISI
Pit-Stop Kehidupan ............................................ ......................3
Cerita motivasi “Pertapa dan Kepiting” ................................ ........5
RENUNGAN DI HARI MINGGU ......................................... ...........7
Ayahku Lelaki Bayaran ............................. ................................9
Gaji Papa Berapa?? ....................................... .........................11
Sepiring Nasi penuh Cinta ................................... ....................14
Cerita hikmah ini kupersembahkan buat Mama ..........................17
Catatan Seorang Pramugari .................................................. ...19
KITA ADALAH ELANG ...................................................... ........23
Never Give Up! ............................................................ ..........24
RAHASIA SI UNTUNG .............................. ...............................26
Lihatlah Kegagalan Saya ....................................... ..................31
BUKU TELEPON ................................ .....................................35
http://antonhuang.com 3

Pit-Stop Kehidupan

July 08, 2008 By: antonhuang Category: artikel dukungan pembaca

Pit-Stop kehidupan

Sekali-kali simaklah pertunjukkan balap mobil Formula Satu di televisi.


Semua pembalap berlomba memenangkan pertandingan, memacu
mobilnya dengan kencang. Ternyata, hal terpenting dalam strategi
untuk memenangkan perlombaan adalah Pit-Stop (berhenti sejenak).
Tak seorang pembalap, betapapun kencangnya mereka melaju, bisa
memenangi lomba tanpa mengambil sekali Pit-Stop.

Dalam Pit-Stop, para pembalap melakukan penyegaran, menerima


arahan, melakukan perbaikan mesin, mengisi tangki bensin,
mengganti ban, dan berangkat lagi dalam keadaan segar dan
semangat baru. Lomba Formula Satu adalah soal adu kecepatan dan
strategi. Dan kemenangan sering ditentukan oleh soal penentuan
waktu serta manajemen Pit-Stop itu.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, Pit-Stop dapat mewujud dalam


berbagai bentuk. Mengikuti pelatihan atau pencerahan. Membaca buku
yang mencerahkan. Berdoa dengan penuh sungguh-sungguh. Istirahat
makan siang. Melakukan obrolan dengan sahabat. Bercengkerama
dengan anak dan istri. Pit-Stop membantu kita dalam meraih
kehidupan yang utuh.

Banyak orang yang kelihatannya terlalu sibuk. Mereka bekerja begitu


keras untuk meraih kesuksesan hidup. Namun yang terjadi, banyak
diantara mereka bagai kelelawar yang terbang di siang hari. Begitu
banyak sinar matahari namun justeru sang kelalawar tak mampu
melihat.

Mereka yang terlalu sibuk tak mampu melihat kehebatan dan polah
tingkah lucu buah hatinya. Mereka tak tahu betapa dalam cinta dan
perhatian pendamping hidupnya kepada mereka. Mereka tak
menyadari begitu banyak inspirasi kehidupan baru yang berada di
sekitarnya. Bahkan terkadang mereka tak menyadari dan tak tahu
siapa dirinya. Mereka begitu sibuk, namun justeru tak mampu
memahami apa makna hidup yang sesungguhnya.
http://antonhuang.com 4

Bila kita terlalu sibuk, kita akan lupa untuk menikmati hidup. Kita
banyak melakukan kegiatan namun kita lupa apa yang kita lakukan
dan untuk apa kita melakukannya. Kita hanya melakukannya, tapi
tanpa hati. Kita hanya melakukannya, tapi tanpa visi. Kita hanya
melakukannya, tapi tanpa jiwa. Walau kita sibuk namun hidup kita
kering dan gersang.

Saatnya kita melakukan Pit-Stop. Renungkanlah untuk apa kita hidup?


Mau kemana setelah kehidupan? Sudah berapa lama anda menikah?
Dan hal terbaik apa yang pernah anda berikan kepada pasangan hidup
anda? Andai satu bulan anda selalu mempersembahkan satu hal yang
terbaik buat pasangan hidup anda, saya yakin sang pendamping akan
semakin menyayangi anda.

Luangkanlah waktu sejenak (Pit-Stop) untuk mendengarkan celoteh


dan cerita anak kita dengan penuh perhatian. Antarkan dan dampingi
mereka ke tempat yang mereka amat senangi. Bermainlah petak
umpet bersama mereka. Berperilakulah seolah-olah kita adalah teman
sepermainan buah hati kita.

Kunjungilah orang tua anda. Berceritalah tentang pengalaman


membahagiakan bersama mereka. Tanyalah masa kanak-kanak kita
yang membuat mereka bahagia. Minta izinlah untuk tidur
dipangkuannya. Mohonlah agar tangannya yang telah keriput
membelai dan mengusap wajah anda. Ciumilah tangan yang dulu
pernah memandikan dan menggendong anda.

Begitu pula kunjungilah sahabat-sahabat anda, guru sekolah maupun


guru kehidupan anda. Kunjungi pula orang-orang yang berjasa dalam
hidup anda. Kunjungi tetangga anda, Dan jangan lupa, kunjungi dan
tengoklah rumah ibadah yang juga merindukan kehadiran anda.

Lakukanlah Pit-Stop, maka hidup anda akan semakin bermakna.


Keberadaan anda dirindukan orang-orang di sekitar anda. Pit-Stop
menjadikan hidup kita lebih hidup.
dikutip dari sebuah email yang dikirimkan kepada saya..
http://antonhuang.com 5

Cerita motivasi “Pertapa dan Kepiting”

July 09, 2008 By: antonhuang Category: cerita hikmah, cerita motivasi

Mungkin anda sudah pernah mendengar cerita berikut ?


Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda
sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat
sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian
pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar
tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera
melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di
sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras
mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai
sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan


tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan
terjulur,dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun
jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu
puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama


bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang
sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian
yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya
dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret


aruslagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari
tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang
menghampiri dan menegur si pertapa muda, “Anak muda,
perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi,
mengapa demi menolong seekor kepiting, engkau membiarkan capit
kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”
“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk
memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa
belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini
terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya
seekor kepiting,” jawab si pertapa muda.dengan kepuasan hati karena
telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
http://antonhuang.com 6

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu


memungutsebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah
kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si
kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.”
“Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih
memang baik,tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila
tujuan kita baik,yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus
dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita
manfaatkan, bukan?”
Seketika itu, si pemuda tersadar. “Terima kasih, Paman. Hari ini saya
belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan
kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan
yang paman ajarkan.”
Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong
orang lain
adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada
anak kita,
orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi,
kalau cara
kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan
bukannya
memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang
tadinya tidak
tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus
menanggung
beban dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya


diberikan
dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu
nantinya
tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi
sekaligus
membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang
membantu.
Semoga cerita ini bisa membawa hikmah, manfaat, motivasi ataupun
menginspirasi bagi semua pembaca.
http://antonhuang.com 7

RENUNGAN DI HARI MINGGU

June 15, 2008 By: billycheung Category: cerita hikmah No Comments


Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,


Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,


Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa


Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang


seseorang
yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda. Pikirkan


tentang
seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,


Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang


seseorang
yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena


pembantumu
tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal
dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,


Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan
berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,


Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap
mereka
mempunyai pekerjaan seperti anda.
http://antonhuang.com 8

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,


ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta


Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukur-lah kepada Tuhan bahwa kamu
masih hidup !

“Kita cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini, tetapi jika kita hidup
dengan benar, sekali saja sudah cukup.”

semoga bermanfaat
http://antonhuang.com 9

Ayahku Lelaki Bayaran

June 09, 2008 By: erick_martinus Category: cerita hikmah

Jangan berpikiran negatif, baca saja dulu.

Ini adalah kisah Dina.

Dina adalah seorang anak berumur 7 tahun. Ibunya sudah meninggal


2 tahun lalu dan ia sekarang hidup bersama ayahnya. Ayahnya adalah
pengusaha sukses yang mapan. Dina pun disekolahkan di sekolah
internasional yang mahal dan berkualitas. Namun, Dina jarang sekali
bisa bertemu ayahnya karena ayahnya pulang kerja di atas jam 9
disaat Dina sudah tertidur dan pergi sebelum Dina terbangun.

Suatu hari Dina terlihat sangat senang sekali. Hal ini karena malam itu
ini merencanakan untuk tidur lebih larut karena esok harinya
kebetulan hari libur.

Ia menghabiskan malamnya dengan menonton film kartun


kesukaannya sambil menanti ayahnya pulang. Rupanya malam itu
ayahnya sedikit terlambat karena urusan di kantor. Namun saking
rindunya Dina kepada ayahnya, iya memaksa untung tetap terjaga
walaupun matanya sudah memerah karena terkantuk.

Akhirnya ayahnya pun pulang. Dengan gembiranya Dina berlari


menghampiri ayahnya sambil memeluknya….

“Papa, Dina kangen banget deh sama Papa….!”


“Iya, Papa juga kok Dina. Tapi ini sudah malam.. Papa capek. Dan
kamu juga seharusnya sudah tidur, ini kan sudah jam 11 malam.”
“Tapi Dina mau ngobrol-ngobrol dulu dengan papa…” jawab Dina
dengan manja.
“ya sudah. Kamu mau ngobrolin apa sama papa?”
“Begini, Pa. Gaji papa sebulannya berapa sih…?”
Dengan sedikit bingung dan malas papanya menjawab, “buat apa
kamu tanya hal seperti itu? itu bukan urusan anak kecil.”
“Ah…Papa.. DIna kan mau tau… Berapa sih Pa…??”
“Sudah ah..papa ga mau membahasnya…”
Sambil terus merengek Dina terus bertanya kepada ayahnya. Namun,
ayahnya tetap tidak menjawab. Ia pun mengubah pertanyyaannya,
“kalau begitu begini. Bos papa, bayar papa berapa perjamnya?”
http://antonhuang.com 10

“hemm…Rp 40.000,00 dan sehari ada 8 jam,” jawab ayahnya yang


akhirnya terpancing juga….

“Kalau begitu saya mau minta uang Rp 5000,00 donk Pa..?” pinta Dina
dengan polosnya.
“Buat apa sih?! Besok kan bisa papa kasih lagi uang jajan. Lagi pula
buat papa kamu minta uang tengah malam begini?” jawab ayahnya
sedikit kesal karena lelah.
“Sudah lah Pa… Pokoknya DIna minta dulu sekarang… Nanti Dina kasih
tau ke papa.”
“Kamu tuh ngapain sih sudah malam minta yang aneh-aneh
saja..!”ayah Dina bertambah kesal.
“SUDAH MASUK SANA KE KAMAR…!” perintah ayahnya dengan nada
keras.

Dina pun berjalan ke kamarnya sambil menangis. IA menangis karena


takut, sedih dan kaget. Dari luar kamar masih terdengar Dina
menangis di kamarnya.

Ayah Dina pun menjadi tidak bisa tidur karena merasa bersalah. Lalu
ia datang ke kamar anaknya untuk menjenguk dan meminta maaf…

“Dina, maaf ya tadi Papa marah dan bentak kamu. Habis kamu juga
sih malam-milam minta yang aneh-aneh. Lapi pula Papa kan capek
baru pulang kerja.”

Lalu ayahnya memeluk DIna sambil bertanya, “memangnya tadi kamu


mau minta uang Rp 5000,00 buat apa sih? emangnya kamu mau jajan
tengah-tengah malam begini?”

“Begini lho Pa. Aku kan punya uang Rp 15.000,00. Aku mau minta
uangg Rp 5000,00 ke papa supaya uang saya jadi genap
Rp 20.000,00. Dengan uang itu saya mau membeli waktu papa selama
30 menit, karena Bos papa kan bayar papa Rp 40.000,00 untuk 1 jam.

“saya mau beli waktu papa 30 menit supaya papa mau temenin Dina
main, temenin DIna jalan-jalan. Aku mau walaupun cuma 30 menit
tapi papa bisa sama-sama Dina dan tidak terganggu oleh
sama yang lain…
Dina kangen sama papa… Dina sayang sama papa…”

Mendengar hal itu ayahnya menangis dan tersadar betapa selama ini
ia tidak memberikan cukup perhatian kepada anaknya.
http://antonhuang.com 11

Gaji Papa Berapa??

May 22, 2008 By: antonhuang Category: cerita hikmah, cerita motivasi

Sebuah cerita yang pernah saya dapat dari email seorang teman
beberapa tahun lalu. Entah cerita ini nyata atau rekayasa, namun
membawa banyak hikmah dan motivasi. Apakah seperti ini kehidupan
yang orang inginkan???

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta


terkemuka
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya,
Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan pintu
untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah


menjawab, “Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar


sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew
beranjak
http://antonhuang.com 12

menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.


“Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa
digaji Rp.

40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti


pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,-
enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-
malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya


mengejutkan
Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok


Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew


berkata,
“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta
uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok bisa. Jangankan
Rp.
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew.. “Papa, aku
enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.


http://antonhuang.com 13

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular
tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku
kurang Rp.
5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil


itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata
limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli”
kebahagiaan.

Yah… uang saja tidak cukup, waktu yang kita bisa berikan pada anak
kita bisa jadi jauh lebih berharga dan diinginkan oleh anak kita. Ada
anak yang lebih dekat dengan pembantu daripada dengan orang tua
sendiri. Ada orang tua yang waktunya lebih banyak dengan kantor
daripada di rumah.. Berangkat kerja pagi-pagi, sebelum anak bangun.
pulang ke rumah malam hari, setelah anak sudah tidur. Sehingga anak
lupa sama orang tua sendiri, hehe.. Yah… Alangkah indah ketika
mempunyai waktu yang banyak dan juga uang yang banyak sehingga
bisa bersama anak-anak tercinta.

Buat Anda yang mencintai anak-anak anda, forwardlah atau kasih


taukan cerita ini pada sahabat-sahabat anda…

1 orang : anda tidak sayang pada anak anda

2-4 orang : anda sayang pada anak anda

5-9 orang : anda ternyata sayang sekali pada anak anda

>10 : anda sangat sayang anak anda, dan juga membantu anak-anak
lain mendapatkan kasih sayang, sehingga akhirnya anda disayangi
banyak orang
http://antonhuang.com 14

Sepiring Nasi penuh Cinta

May 21, 2008 By: antonhuang Category: cerita hikmah

Selamat pagi Indonesia! Selamat pagi Entrepreneur2! Selamat pagi


ente2

Berikut saya sharingkan sebuah cerita yang saya dapat dari email yang
dikirimkan oleh seorang teman. Saya sering menerima cerita-cerita
hikmah, cerita motivasi, cerita yang menginspirasi saya, dan kata-kata
motivasi dari email seorang teman. Dari membaca email-email itu,
saya teringat beberapa cerita bagus, dan ketika saya mengalami suatu
masalah, saya mengingat cerita itu, saya bisa melalui masalah itu.
Saya merasakan sangat bermanfaat sekali dikirimi email yang
berisikan cerita-cerita menggugah..
Mungkin anda juga punya teman, saudara, kenalan yang menyukai
cerita-cerita, artikel-artikel yang memberikan motivasi, inspirasi,
menggugah sukses? Silahkan bagikan cerita ini, artikel-artikel dalam
blog saya ini, beritahu mereka tentang adanya blog ini, mungkin saja
artikel-artikel ini bisa berguna bagi mereka, seperti dulu saya
merasakannya… Di setiap akhir dari artikel, ada fasilitas “share this
post” yang memungkinkan anda bisa mengirimkan artikel dengan
topik tertentu ke email sahabat/rekan/saudara anda.. Ada juga
fasilitas klik di sini untuk beritahu teman tentang blog ini.. Ini
semuanya Gratis. Hal-hal kecil yang bisa diberikan pada orang lain,
mungkin menjadi hal besar suatu hari ini.

Wah, sudah panjang jg saya menulis, oke… oke.. saya akan


membagikan cerita ini yang sangat menyentuh dan menyadarkan saya
lagi, bahwa kita mempunyai orang-orang yang kita cintai.

Pada malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah,
Sue segera pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali


tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah Rumah Makan, dan


ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan
sepiring nasi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
http://antonhuang.com 15

Pemilik Rumah Makan melihat Sue berdiri cukup lama di depan


etalasenya, lalau bertanya, “Nona, apakah kau ingin sepiring nasi?”
“Tetapi, aku tidak membawa uang,” jawab Sue dengan malu-malu.

“Tidak apa-apa, aku akan memberimu sepiring nasi,” jawab pemilik


Rumah Makan. “Silahkan duduk, aku akan menghidangkannya
untukmu.”

Tidak lama kemudian, pemilik Rumah Makan itu mengantarkan


sepiring nasi dengan lauk pauknya. Sue segera makan dengan
nikmatnya dan kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa
Nona?” tanya pemilik Rumah Makan.

“Tidak apa-apa. Aku hanya terharu,” jawab Sue sambil mengeringkan


air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberiku sepiring nasi!


Tapi,…. Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari
rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah.
Bapak seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku
dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” katanya kepada si
pemilik Rumah Makan.

Pemilik Rumah Makan itu setelah mendengar perkataan Sue, menarik


napas panjang, dan berkata, “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu?.
Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu sepiring nasi dan kau
begitu terharu. Ibumu telah memasak makanan untukmu saat kau
masih kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih
kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”

Sue terhenyak mendengar hal tersebut.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk sepiring nasi
dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi
kepada ibuku yang telah memasak makanan untukku selama
bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihakan kepedulianku
kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar
dengannya.”

Sue menghabiskan nasinya dengan cepat. Lalu ia menguatkan dirinya


untuk segera pulang ke rumahnya.
http://antonhuang.com 16

Sambil berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus


diucapkannya kepada ibunya. Akhirnya, ia memutuskan untuk
mengatakan, “Ibu,maafkan aku, aku tahu bahwa aku bersalah.”

Begitu sampai di depan pintu, ia melihat ibunya dengan wajah letih


dan cemas, karena telah mencarinya ke semua tempat. Ketika ibunya
melihat Sue, kalimat pertama yang keluar dari mulut ibunya, “Sue,
cepat masuk, ibu telah menyiapkan makan malam untukmu dan
makanan itu akan menjadi dingin jika kau tidak segera mamakannya.”

Sue sangat terharu melihat kasih ibunya yang begitu besar kepadanya,
ia tidak dapat menahan air matanya dan ia menangis di hadapan
ibunya.

Sekali waktu, mungkin kita akan sangat berterima kasih kepada orang
lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya
kepada kita. Tetapi, kepada orang yang sangat dekat dengan kita,
khususnya orang tua kita, pernahkah kita berpikir untuk berterima
kasih kepada mereka yang telah merawat, membesarkan, mendidik
dan melimpahkan kasih sayangnya kepada kita???
http://antonhuang.com 17

Cerita hikmah ini kupersembahkan buat Mama

May 14, 2008 By: antonhuang Category: cerita hikmah

Suatu saat ibu saya mengajak saya untuk berbelanja bersamanya


karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya
tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya
bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat
juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan


ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya.
Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba
satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai.

Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena
ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri
bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana
ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk
mengikat talinya.

Ternyata, tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit


radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika
ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam
kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air
mata yang keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke


kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu
indah,dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir,
tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari
ingatan saya.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat
berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan
ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.

Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya,
memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya,
dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu
http://antonhuang.com 18

telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam
hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,


mengambil tangannya, menciumnya … dan yang membuatnya
terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut
adalah tangan yang paling indah di dunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat


melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih
sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati
saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan
Ibu…

With Love to All Mother ” JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH


CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA
INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA”.

Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik


untuknya………..

“Lakukanlah yang Terindah dan Terbaik yang Anda dapat


persembahkan Untuknya ”
Setiap saya membaca cerita ini, ini menjadi sebuah motivasi yang
sangat besar bagi saya. Cinta inilah motivasi terbesar dalam hidup.
Lakukan berdasarkan cinta pada orang-orang yang Anda cintai. Ingin
memotivasi diri sendiri dan orang lain? Temukan cinta!!!
http://antonhuang.com 19

Catatan Seorang Pramugari

July 20, 2008 By: antonhuang Category: cerita hikmah

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena


bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun
dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari
hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang
membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun
hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking,
penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul


sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu
saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan
pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju
seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman,


ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut,
dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan
memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia


melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan
karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami
membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian
makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya,
kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah


dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet
tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut
merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka


hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet,
pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia
http://antonhuang.com 20

melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak


menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia,
ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia
mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah
haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya
dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami,
kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya,
katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan
meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni
malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya
perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru
naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat
meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun
kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan
tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi
ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat
baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang
kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota
menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi
kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah
kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra
bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut
naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan
menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi
ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat
sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan
terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak


bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia
disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia
bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi
tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah
hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di
atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia
meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya,


dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia
tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia
http://antonhuang.com 21

sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil
dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya
meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa
dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin
membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat
kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa
dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya,


dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa
yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu
kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi
diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki
bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan
miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat
saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu,


tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari
pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya
keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal
yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia
berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan
bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang
paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan
tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang
begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan
meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana
mengucapkan terima kasih kepada kalian.

Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan


menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan
terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja
dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam


penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet
dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah
kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada
keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan
makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai
menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul
http://antonhuang.com 22

karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan
makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima
makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya
sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat
saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan
luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa
yang kita dapat.

Diambil dari email yang dikirim oleh seorang teman saya.


Semoga catatan seorang pramugari ini bisa memberikan hikmah bagi
semua.
http://antonhuang.com 23

KITA ADALAH ELANG

July 05, 2008 By: billycheung Category: cerita motivasi No Comments


Saya pernah membaca sebuah cerita tentang anak elang yang


memberikan saya inspirasi dalam kehidupan ini,begini ceritanya…..

Pada suatu saat ada seekor elang yang bertelur,tanpa sepengatahuan


dia ada sebuah telur jatuh kebawah pohon,telur itu ditemukan oleh
seekor ayam dan dibawa pulanglah telur tersebut oleh ayam itu,telur
elang itu diperlakukan sama seperti telur-telur ayam miliknya.
Sehingga suatu saat menetaslah telur elang tersebut bersama dengan
telur-telur ayam yang lainnya.

Hari demi hari si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam


saudara tirinya,mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam,sehingga
suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, dia
pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “wah
enak ya si elang bisa terbang bebas”kata si anak elang
tersebut,”jangan mimpi deh,kamu kan ayam nga bisa terbang seperti
mereka”kata saudara tiri si elang tersebut. Hari berlalu,bulan demi
bulan tahun demi tahun dan akhirnya anak elang tersebut tidak bisa
terbang sampai akhir hayatnya,dia hanya menjalani hidupnya seperti
ayam.

Kesimpulan dari cerita tersebut adalah kita semua sebenarnya terlahir


sebagai pengusaha (ibarat elang) tetapi kita sering berada di lingkup
karyawan/pegawai (ibarat ayam) seringkali kita hanya berada pada
rutinitas sehari-hari,kita tidak mau belajar untuk terbang,kita takut
akan jatuh tetapi setelah kita menguasainya kita akan terbang bebas
diangkasa. Begitu indahnya dunia ini.

Jadi bagaimana dengan anda? apakah masih menjadi ayam? atau


mulai sekarang belajar mengepakkan sayap elangmu walaupun
dengan resiko anda harus jatuh,setiap pembelajaran pasti ada gagal
(jatuh).

Salam Sukses
http://antonhuang.com 24

Never Give Up!

July 26, 2008 By: antonhuang Category: cerita motivasi

Selamat Datang di blog cerita motivasi, cerita bijak, cerita hikmah,


cerita inspirasi, sharing motivasi dan inspirasi bisnis, kata-kata
motivasi, kata bijak.

Never Give Up by Gede Prama (diambil dari buku karangan Gede


Prama).

Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang


paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda
Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama
berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya
mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang
yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan
publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato
Churchill ini.

Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti
sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya,
saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan
minder.

Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya


dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak
pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat
orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih
yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stress atau jatuh sakit, itu sudah
biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja
menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi


jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai
dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti
Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan
yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir
dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.
http://antonhuang.com 25

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap
ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak
kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama
berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang
membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang,


dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar
yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut,
jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan


anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan
hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian
terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan
seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.

Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan


bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah
organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian
mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe.
Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini
demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan
mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya
susah sekali melupakan kenangan manis bersama
penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang
dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya
dan istri.

Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific


Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia
mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab
terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati
saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau
setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal
yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia
laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil
ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.

Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia


kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan,
ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan
untuk berhenti.
http://antonhuang.com 26

Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor
di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh
menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di
tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya
kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan
pidato Winston Churchill : “never give up.”

Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi
Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house
boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu
menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip
sederhana : “jangan pernah berhenti.”

Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti


penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan,
pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja
saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan
lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki
mental “never give up” yang lebih mengagumkan.

Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan


penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental “never give up”
semakin kuat.

Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang


bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-
guru sejati kita.

Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana


dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.

semoga cerita di atas bisa memotivasi, dan menjadi cerita motivasi


yang juga bisa dibagikan ke orang atau teman yang sedang
membutuhkan motivasi dan semangat pantang menyerah. Cerita
motivasi ini hanyalah akan merupakan sebuah cerita apabila tidak
diamalkan. Jadikan cerita ini sebagai sumber motivasi. Ada banyak
cerita-cerita motivasi lainnya di blog ini. Dapatkan Motivasi Anda di
sini!

RAHASIA SI UNTUNG

July 08, 2008 By: billycheung Category: cerita motivasi


http://antonhuang.com 27

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek.


Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan
untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh
bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya
hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih
untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang
tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung.
Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry,
ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris,


mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung
dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa
hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu
sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin
keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang
beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Bagaimana perbedaannya? sehingga hasilnya pun beda..

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman
memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran
yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial
memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini.
Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa
detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah


meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung
sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan
tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di
tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya:
“berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda
menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial
melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman


menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari
yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang.


Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan
http://antonhuang.com 28

peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini


dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks


dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih
terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan
menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih
tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata


di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja
sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita
memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas
yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang
beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya
ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di
Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata
nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul
ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan
Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet,
berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to
face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata
milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada


logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang
beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati
nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-
angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut
feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati
nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan
penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung
umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka,
misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang
tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan
makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu


bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita
melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu.
Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya,
bisa2 saya jatuh pingsan.
http://antonhuang.com 29

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger
suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul


dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2
deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita
sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda
maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal
gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang


lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah
saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa
tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu.
Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini
masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan.


Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya.
Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap
ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi
dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara
sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek
bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan
harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan


merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada
sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta
untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank
tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta
mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya
adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”.
Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya
ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan
dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung
terus.
http://antonhuang.com 30

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan


merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka


Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah
dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap
hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang
terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin


sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-
besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan
yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary


mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan
sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa
mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang
datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga


bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?


http://antonhuang.com 31

Lihatlah Kegagalan Saya

June 22, 2008 By: antonhuang Category: cerita motivasi

Selamat pagi semua.. Selamat datang di blog cerita motivasi, cerita


bijak, cerita hikmah, kata-kata motivasi, cerita inspirasi, sharing
motivasi dan inspirasi. Selain bisa membaca, anda pun bisa
berkontribusi sebagai author/ penulis di blog ini. Sudah ada 10 orang,
yang terdaftar. Ayo berbagi motivasi, inspirasi lewat cerita motivasi,
sharing pengalaman hidup, kata-kata yang memotivasi ataupun
menginspirasi di blog ini. Kita hidupkan semangat berentrepreneur di
bumi tercinta Indonesia.

Berikut sharing cerita motivasi dari seorang tokoh terkenal : Soichiro


Honda…

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda
selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk
kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki
“raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda -


Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan
Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,
duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya
disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal
pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengindap lever.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia


sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia
trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang


membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik
Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel,
ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga
sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang
menjadi motor penggeraknya.
http://antonhuang.com 32

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri


berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil,
hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun,


Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem
kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia
sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai


Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya.
Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang
mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya.
Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang
permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan
membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak
ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima


reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu,
jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak
jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari
kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk
menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji
logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda
menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,


membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang
dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya
itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring
buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-
temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar
dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin
bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya.
Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah
http://antonhuang.com 33

pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah -


pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang
baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya
dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,


melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan
dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada
Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.
Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota


memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh
malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak
memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal
dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah
datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan


karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol
yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan
mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus
menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring
Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha
lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di


sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda
tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi
keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada
sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” - cikal bakal lahirnya mobil
Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong
memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali
mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari
tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan
dunia, termasuk Indonesia.

Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam


menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang
dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi,
mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan
petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi,
mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu
menjadi kenyataan.
http://antonhuang.com 34

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih
seseorangdengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun
berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah
hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah
berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.

Kami keluarga besar motor Honda percaya tahun 2005 adalah tahun
milk Anda. Teruslah berkarya dan berusaha . Kami turut berdoa,
semoga tahun 2005 adalah tahun keberhasilan bagi Anda dan kita
semua. Amiiin…

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.

2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan


waktu memperbaiki produksi.

3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda


senyaman mungkin.

4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.

5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.


Blog ini berisikan cerita motivasi, kata motivasi, cerita bijak, cerita
hikmah, cerita inspirasi, sharing inspirasi, pengalaman hidup yang
memotivasi ataupun menginspirasi, silahkan berbagi motivasi dan
inspirasi dengan cerita-cerita anda di blog ini… Salam Hebat!!
http://antonhuang.com 35

BUKU TELEPON

June 17, 2008 By: billycheung Category: cerita motivasi

Ternyata hal yang menurut kita sederhana bisa berarti begitu besar
bagi orang lain… So be grateful for anything you’ve got although only
small things and also be grateful for someone else happiness… hihi
teori bgt yach
Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu
percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan,
tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas.
Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.“Anak-anak,
kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini.
Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia?
Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?” Murid-murid
tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru,
“Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu…” Lagi-
lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu
menunjuk pada seorang murid.”Nah, kamu yang berkacamata, adakah
hal besar yang kamu temui?
Berbagilah dengan teman-temanmu. ..”

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, “Seminggu yang


lalu,adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja
membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini”
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang
sesuatu.

“Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa
mengalahkan kebahagiaan itu!” Sang guru tersenyum. Tangannya
menunjukbeberapa murid lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita
dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan
sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar
negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya
mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang
mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,
hingga terdengar suara dari arah belakang.

“Pak… Pak, aku belum bercerita” Rupanya, ada seorang anak di pojok
kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti
saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka
punya. “Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua”, ujar Pak
http://antonhuang.com 36

Guru kepada murid berambut lurus itu. “Apa hal terbesar yang kamu
dapatkan?”, Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

“Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah… saat


nama keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3
hari yang lalu” Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil
yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul,
terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, “Ha? aku sudah sejak lahir
menemukan nama keluargaku di buku telpon. Buku Telpon? Betapa
menyedihkan. .. Hahaha” Dari sudut lain, ada pula yang menimpali,
“Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah
semacam itu?” Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih
memenuhi ruangan.

Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.


“Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita
selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak…” Anak berambut lurus itu pun
kembali angkat bicara. “Ya. Memang itulah kebahagiaan terbesar yang
pernah aku dapatkan. Dulu, Ayahku bukanlah orang baik-baik.
Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah
menetap, karena selalu merasa di kejar polisi”

Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua


bola mata anak itu, dan ia melanjutkan. “Tapi, kini Ayah telah
berubah. Dia telah mau menjadi Ayah yang baik buat keluargaku.
Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan
Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja.Hingga
setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat
Ayahku. Dan kini, Ayah berhasil.

Bukan hanya itu, Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami.
Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.Tahukah kalian, apa artinya
kalau nama keluargamu ada di buku telpon? Itu artinya, aku tak perlu
lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari.
Itu artinya, aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku
sayangi.

Itu juga berarti, aku tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang
dingin. Dan itu artinya, aku, dan juga keluargaku, adalah sama
derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya” Matanya kembali
http://antonhuang.com 37

menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. “Itu artinya, akan ada
harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti…”

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk.


Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragme tentang kehidupan.
Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian
besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal: “Bersyukurlah
dan berbesar hatilah setiap kali mendengar keberhasilan orang lain.
Sekecil apapun… Sebesar apapun”