Anda di halaman 1dari 2

Percobaan lipid 1.

Daya larut lemak Pembahasan : dari percobaan yang telah dilakukan, hasil yang di dapat : aquadest : tabung 1 dan tabung 2 hasilnya negatif, dimana lipid atau lemak tidak larut dalam air atau aqudest. Namun pada tabung 3 hasilnya positif, seharusnya hasil yang didapat negatif karena lemak tidak dapat larut dalam air. Alkohol : tabung 4 dan tabung 6 didapat hasil posistif, serta tabung 5 didapat hasil negatif, dimana seharusnya tabung 5 juga didapat hasil positif. Sebab lemak dapat larut dalam pelarut lemak seperti alkohol. Eter : tabung 7 didapat hasil positif, serta tabung 8 dan tabung 9 didapat hasil negatif, seharusnya semua tabung didapatkan hasil positif. Sebab, lemak dapat larut dalam pelarut lemak seperti eter. Kloroform : tabung 10 didapat hasil positif, serta tabung 11 dan tabung 12 didapat hasil negatif. Yang seharusnya semua hasil percobaan adalah positif. Karena, lemak dapat larut dalam pelarut lemak seperti kloroform. Hasil dari percobaan yang tidak sesuai dengan teori, mungkin terjadi kontaminasi terhadap bahan, pelarut, atau bahkan alat yang digunakan untuk percobaan. Urutan pelarut untuk lemak dari yang terbesar atau tertinggi ke terendah ialah : eter ,....,.....,aquadest.

Kesimpulan : Pada uji daya larut lemak terbukti bahwa lipid tidak dapat larut dalam air, tetapi larut

dalam pelarut-pelarut lemak seperti eter, kloroform, alkohol, dan benzen.

2. Reaksi Akrolein Pembahasan : Pada percobaan reaksi akrolein setelah melakukan percobaan, maka kami mendapatkan hasil : Tabung 1 (minyak kelapa) : hasilnya positif satu (+) atau tidak terlalu menyengat. Hal ini dikarenakan minyak kelapa memiliki gliserol bukan dalam bentuk bebas melainkan masih terikat, dimana ikatan minyak kelapa adalah ikatan ... Tabung 2 (gliserol) : hasilnya positif tiga (+++) atau baunya sangat menyengat. Hal ini dikarenakan gliserol dalam bentuk bebas mengalami dehidrasi akan membentuk aldehid akrilat atau akrolein yang berciri khas, yaitu baunya yang menyengat. Kesimpulan :

3. Percobaan untuk menyatakan ikatan tak jenuh Pembahasan : Pada percobaan untuk menyatakan ikatan tak jenuh, hasil yang didapat setelah melakukan percobaan ialah :

Tabung 1 (minyak kelapa) : hasilnya positif dua (++) atau agak memudarkan warna iodium. Hal ini menunjukkan bahwa minyak memiliki ikatan tak jenuh atau ikatan rangkap. Minyak kelapa mengalami reaksi adisi yaitu pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal Tabung 2 (margarin) : hasilnya positif tiga (+++) atau memudarkan warna iodium. Hal ini menunjukkan bahwa margarin memiliki ikatan tak jenuh atau ikatan rangkap. Margarin mengalami reaksi adisi yaitu pemutusan iaktan rangkap menjadi ikatan tunggal. Tabung 3 (lemak padat ) : hasilnya positifn satu (+) atau sama dengan warna iodium. Hal ini menunjukkan bahwa lemak padat memiliki ikatan jenuh atau iaktan tunggal. Lemak padat tidak mengalami reaksi adisi karena ikatan sudah tunggal. Urutan kemuadaran warna iodium ialah minyak kelapa, margarin, dan terakhir lemak. Reaksi adisi : CH2 = C = CH2 + I2 ===- CH2 C(I) CH2

Kesimpulan :

4. Percobaan dengan kolesterol (reaksi salkowski) Pembahasan : Dari percobaan yang telah kami lakukan, maka hasil yang didapat ialah negatif (-), karena dalam percobaan kita menggunakan kolesterol 0,5% dalam alkohol. Seharusnya kita menggunakan kolesterol 0,05% dalam kloroform yang nanti akan didapatkan hasil positif (+) yaitu terbentuknya warna MBU (merah, biru, ungu) + fluorescensi kuning. Fluorescensi merupakan H2SO4, yang digunakan sebagai katalis atau oksidator dan H2SO4 tidak ikut bereaksi.

Kesimpulan :