Anda di halaman 1dari 5

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORI PENELITIAN A. TINJAUAN PUSTAKA 1.

PENGERTIAN KAJIAN PUSTAKA


Kajian pustaka atau yang disebut juag kajian literatur adalah bagian yang sangat penting dalam penelitian, kajian pustaka merupakan sebuah uraian atau deskripsi tentang literatur yang relavan dengan bidang atau topik tertentu. Dalam kajian pusataka memberikan tinjauan mengenai apa yang dibahas atau dibicarakan, oleh peneliti atau penulis, teori-teori dan hipotesis yang mendukung permasalahan penelitian yang diajukan atauditanyakan , metode dan metodologi yang sesuai. Pengertian Kajian pustaka Secara umum adalah bahasan atau bahan-bahan bacaan yang terkait dengan suatu topik atau temuan dalam penelitian.

2. TUJUAN KAJIAN PUSTAKA


Salah satu cara atau sarana untuk menunujukan pengetahuan penulis tentang suatu bidang kajian tertentu yang mencakup kosakata, metode, dan asal-usulnya (Randolph dalam Setyosari, 2010) Memberikan informasi kepada para pembaca tentang peneliti kelpmpok yang memiliki pengaruh dalam suatu bidang tertentu.

3. PENTINGNYA KAJIAN PUSTAKA


menurut Gall dab Borg Membatasi masalah penelitian Menemukan arah penemuan baru Menghindari pendekatan yang kurang berhasil Memperoleh pemahaman metodologis Mengidenntifikasi rekomendasi untuk penelitian lanjutan Mencari dukungan dari teori utama Menurut Hart Membedakan apa yang telah dilakukan dan apa yang perlu dilakukan Menemukan variabel-variabel penting yang relevan dengan topik Menyintesis dan memperoleh suatu perspektif baru Mengidentifikasi hubungan antara gagasan dan praktek Menetukan konteks topik atau permasalahan Meningkatkan dan menemukan kosakata objek Memahami struktur isi Mengaitkan ide dan teori dengan penerapan

4. KRITERIA PEMILIHAN SUMBER PUSTAKA


Kriteria untuk menilai penggunaan dan kehadiran kajian pustaka menurut Tuckman mencakup 1. Ketepatan , artinya sumber tersebut dipilih sesuai dengan derajat kesesuaian antara masalah dan sumber pendukungnya, atau variabel penelitian ynag sedang dikaji sesuai betul dengan referensi yang menjadi rujukan. 2. Kejelasan, artinya peneliti atau penulis harus dapat memahami benar hal-hal yang menjadi perhatiannya, peneliti atau penulis harus memahami masalah atau variabel penelitian. 3. Empiris atau alamiah, artinya temuan aktual yang didapatkan bukan pendapat semata, dukungan empiris yang berasala dari lapangan secara realiable dan sahih dapat meningkatkan kakuratan kajian. 4. Kemutakhiran, kemutakhiran berkaitan dengan pengutipan dari sumber-sumber yang terbaru , up-to-date. 5. Relevansi, artinya kutipan-kutipan yang berhubungandengan variabel-variabel dan hipotesis-hipotesis yang sedang menjadi perhatian peneliti 6. Organisasi, artinya terkait dengan organisasi yang berkenaan dengan keberadaan kajian pustaka atau literatur itu disususn secara baik yang mencakup pendahuluan, bagian, dan ringkasan. 7. Meyakinkan, artinya hal ini berkenaan dengan apakah kajian pustaka ini membantu peneliti menulis atau penulis memahami benar masalahnya sehingga mampu meyakinkan orang lain.

5. KLASIFIKASI KAJIAN PUSTAKA


Menurut Cooper kajiuan pustaka diklasifikasikanm menurut fokus, tujuan, perspektif, cakupan, organisasi dan audiensi Fokus, fokus kajian ini dibagi 4 yaitu 1) hasil penelitian, 2) metode penelitian, 3) teori-teori, 4) praktik atau aplikasi. Tujuan, adalah untuk mengintegrasikan ataumenggeneralisasikan temuan-temuan dari satuan-satuan perlakuan, hasil-hasil dan latar atau lingkungan denagn maksud atau memecahkan suatu perdebatan atau pembicaraan dalam suatu bidang; atau untuk menjembatani bahasa yang dipakai dalam berbagai bidang. Perspektif, peneliti bersifat netral dan menyajikan data oenelitian sebagai sebuah fakta, perspektif yang diambil ini sangat tergantung pada apakah kajian yang dilakukan termasuk kuantitatif atau kualitatif. Cakupan isi, ada emapat hal 1. Kajian ,emyeluruh atau lengkap 2. kajian secara lengkap serta kutipan secara selektif. 3. Cakupan isi memepertimbangkan rujukan artikel yang diambil secara sampel resprentatif dan membuat kesimpulan berdasarkan sampel yang dipilih dari populasi. 4. Sampel bertujuan.

Organisasi, format pengorganisasian ada tiga yaitu 1) format historis 2) format konseptual 3) format metodologis Audiensi, misalnya dalam suatu kajian yang terkait dengan implementasi strategi jigsaw dalam pembelajaran, maka audiensi yang utama adalah guru dan para siswa , para mahasiswa atau pihak lain merupakan audiensi yang kedua.

6. FUNGSI KAJIAN PUSTAKA


1. Pengetahuan tentang penelitian yang berkaitan memungkingkan peneliti menetapkan batas-batas penelitiannya. 2. Pemahaman teori dalam suatu bidang membungkingkan peneliti itu menempatkan masalah dalam perspektifnya 3. Melalui penelaah atau kajian pustaka yang relevan, para peneliti dapat mengetahuibprosedur dan instrumen mana yang telah terbukti berguna dan mana yang tampak kurang memberikan harapan 4. Pengkajian atau studi yang cermat terhadap bahan pustaka yang relevan dapat menghindarkan terjadinya pengulangan studi sebelumnya secara tak sengaja 5. Pengkajian pustaka yang berkaitan menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan arti pentingnya hasil penelitiannya sendiri.

7. SUMBER-SUMBER PUSTAKA
Beberapa sumber pustaka tyang dapat diperoleh peneliti dalam membantu kajian kepustakaannya dapat diperoleh dengan cara peneliti harus mengetahui 1. Sumber dari karya sebelumnya 2. Lembaga mana yang menyimpan basis data 3. Dalam bentuk apa basis data itu tersimpan 4. Cara paling efisienuntuk memperoleh informasi Contoh sumber utama kepustakaan a. ERIC (Education Resources Information Center) b. Abstrak; psychological absract, sociological abstract 5. Indeks; the education index 6. Reviews; reviews of educational research 7. Journal dan buku

8. MELAKUKAN PENELUSURAN PUSTAKA


Meliputi 1. Memilih bidang dan deskriptor yang sesuai dengan minat 2. Menelusuri judul dan abstrak yang relevan 3. Menempatkan dokumen sumber-sumber primer yang sangat penting

B. KERANGKA TEORI PENELITIAN


Rancangan penelitian adalah rancangan dan struktur penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga kita dapat memeprroleh jawaban atas permasalahanpermasalahan penelitian. Kegunaan rancangan penelitian 1. Memberikan jawaban terhadap suatu atau beberapa masalah atau pertanyaan-pertanyan penelitian 2. Mengontrol atau mengendalikan varian Kriteria rancangan penelitian 1. Menjawab pertanyaan penelitian Sebelum memulai penelitian, peneliti harus merancang terlebih dahulu rancangannya, agar ketika penelitian telah dilakukan peneliti dapat menjawab pertanyaandan alasan penelitian yang ia lakukan. 2. Kontrol atau kendali terhadap variable bebas ekstra Untuk mengontrol variable bebas secara memadai, peneliti harus melakukan randomisasi setiap kali ada kemungkinan; masukan subjeksubjek ke dalam kelompok secara acak; berikan perlakuan kepada kelompok-kelompok itu secara acak 3. Validitas internal Segala sesuatu yang memengaruhi kontrol atau kendali desain ini menjadi persoalan validitas internal, apabila suatu desain atau rancangan itu sedemikian rupa keadaannya sehingga peneliti meragukan atau sama sekali tidak yakin akan relasi maka ini merupakan masalah validitas internal 4. Validitas eksternal Validitas yang berhubungan dengan keterwakilan atau kerepresentatifan atau kemungkinan generalisasi. Faktor lain yang berpengaruh dalam pemilihan rancangan dalam penelitian adalah: 1. Tujuan penelitian 2. Tersedianya subjek penelitian 3. Waktu dan dana yang tersedia 4. Minat peneliti sendiri

MACAM-MACAM RANCANGAN PENELITIAN - Rancangan Pra Eksperimen(Nondesain) Rancangan penelitian yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus diikuti oleh peneliti. Rancangan ini tidak memerlukan rancangan yang cermat,dan bahkan setiap orang dapat melakukannya dengan mudah Jenis jenis rancangan Pra Eksperimen: One-shot Case Study One-Group Pretest-Posttest Design Rancangan Serial Waktu Rancangan Eksperimen Kuasi Dalam penelitian ini,peneliti tidak selalu dapat melakukan pemilihan subjek secara random, tetapi apabila penelitian ini dirancang dengan tepat akan memberikan hasil yang bermanfaat Jenis rancangan ini ada dua: Rancangan kelompok kontrol yang tidak sama kelompok berhubungan Rancangan Eksperimental Jenis rancangan Non Eksperimental: Posttest-Only Control Group Design Pretest-posttest Control Group Design Randomized Solomon Four Group Design Rancangan Factorial Rancangan Non Eksperimental Penelitian deskriptif Penelitian korelasi