Anda di halaman 1dari 13

1|Page

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa karena dengan tuntunan-Nya, sehingga makalah ini dapat kami

selesaikan. Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas pada blok 8, modul 1 tentang Farmakologi Dasar dan Farmasi Kedokteran Gigi. Dalam makalah ini kami membahas tentang Abses Dentoalveolar (abses submukosa dan abses subkutan). Akhir kata kami tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pihakpihak yang telah mendukung kami dalam proses pembuatan makalah ini. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.Maka dari itu kami dengan tangan terbuka menerima semua kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Manado, 15 Oktober 2012

Kelompok 4

2|Page

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................... 1 BAB I PENDAHULUAN ........................................................ 3 1.1 Latar Belakang ................................................................. 3 1.2 Rumusan Masalah............................................................ 4 1.3 Tujuan dan Manfaat ......................................................... 4 BAB II PEMBAHASAN ........................................................... 5 2.1 Abses Dentoalveolar ........................................................ 5 2.1.1 Abses Submukosa .................................................... 6 2.1.2 Abses Subkutan ....................................................... 8 2.2 Penanganan Abses Dentoalveolar ................................ 10 BAB III PENUTUP ................................................................. 12 3.1 Simpulan ........................................................................ 12 DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 13

3|Page

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Abses adalah daerah jaringan yang terbentuk dimana didalamnya terdapat nanah yang terbentuk sebagai usaha untuk melawan aktivitas bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi. Sistem imun mengirim sel darah putih untuk melawan bakteri sehingga terbentuklah nanah atau pus yang mengandung sel darah putih yang masih aktif ataupun sudah mati serta enzim. Abses terbentuk jikalau tidak ada jalan keluar nanah/pus singga nanah/pus tadi terperangkap dalam jaringan dan terus membesar. Abses dapat terbentuk pada seluruh bagian di dalam tubuh.Khusunya di dalam mulut, dapat terbentuk di gingiva, gigi, atau akarnya. Bakteri dapat masuk dengan beberapa jalan: Melalui luka trauma yang terbuka Melalui lubang karies Melalui poket atau gingiva yang terbuka Orang yang memiliki daya resistensi tubuh rendah, memiliki risiko tinggi untuk menderita abses.Pada awalnya penderita abses mengalami sakit gigi yang bertambah parah.Sehingga saraf di dalam mulut juga dapat terinfeksi.Jika absesnya tersembunyidi dalam gingiva, maka gingiva bisa

4|Page

berwarna kemerahan.Untuk terapi, dokter gigi membuat jalan di permukaan gingiva agar pus bisa berjalan keluar.Dan ketika pus sudah mendapatkan jalan keluar, kebanyakan rasa sakit yang diderita oleh pasien berkurang drastis.\

1.2
1. 2. 3. 4.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Abses Dentoalvolar? Apa yang dimaksud dengan Abses Submukosa? Apa yang dimaksud dengan Abses Subkutan? Bagaimana penanganan Abses Dentoalveolar?

1.3
1.

Tujuan dan Manfaat


Agar mahasiswa dapat memahami apa yang maksud dengan

abses dentoalveolar, abses submukosa, abses subkutan. 2. Agar mahasiswa dapat memahami bagaimana cara penanganan

abses submukosa dan abses subkutan.

5|Page

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Abses Dentoalveolar


Abses Dentoalveolar adalah kantung berisi nanah didalam jaringan sekitar akar gigi.Hal ini polimikroba, dengan rata-rata 4 sampai 6 organisme penyebab berbeda.Abses dentoalveolar ini juga disebut abses

periapikal.Abses dentoalveolar dapat terjadi ketika bakteri menyerang saraf dan pembulu darah, mengisi rongga pusat gigi (pulpa), dan menyebabkan pulpa mati. Hal ini biasanya terjadi ketika gigi berlubang (karies gigi) menghancurkan enamel pelindung gigi dan dentin, yang memungkin bakteri untuk mencapai pulpa. Ketika gigi terluka, bakteri juga bisa mendapatkan akses ke pulpa, masuk langsung melalui patahan tulang atau disepanjang pembuluh darah yang rusak. Nanah yang dibentuk oleh infeksi ini kadang-kadang menemukan jalan ke gum line gigi. Lebih sering, dibuang ke jaringan sekitarnya.Hal ini menyebabkan peradangan menyakitkan. Pada pemeriksaan rontgen akan tampak gambaran radiolusen berbatas difus di periapikal. Ditandai dengan adanya pelebaran membrane periodontal di daerah periapikal sebagai akibat dari suatu peradangan.Dalam waktu

6|Page

singkat dapat juga menyebabkan demineralisasi dari tulang alveolar dan sekitarnya sehingga terlihat gambaran radiolusen yang meluas disekitar apeks dengan batas yang difus. Lamina dura di daerah apeks gigi terputus.Terlihat adanya pelebaran membrane periodontal. Apabila abses ini cukup lama maka akan terlihat adanya residual dari ujung apeks gigi. Abses dentoalveolar dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu abses submukosa dan abses subkutan.

2.1.1

Abses Submukosa

Abses Submukosa adalah suatu infeksi supurasi (abses) pada daerah tepat
di bawah mukosa. Perjalanan abses diawali dengan timbulnya periapikal abses yang

kemudian

menjadi

subperiosteal

abses

yng

mengakibatkanpecahnya

periosteum kemudian pus mengalir ke daerah di bawah mukosa dan terbentuk abses submukosa.Pus dapat berkumpul di bawah mukosa vestibulum oris/forniks, palatum, sublingual, retromolar, peritonsilar dan faring sehingga disebut sebagai abses submukus sesuai dengan daerah yg terkena.Submukus abses merupakan tahap superfisialis (akhir) perjalanan abses pada mukosa daerah tertentu dalam rongga mulut dan faring.

7|Page

Gambaran klinis dari abses submukosa dibagi menjadi 2 gambaran yaitu gambaran secara ekstra oral dan gambaran secara intra oral.Secara ekstra oral abses submukosa tergantung mukosa yang terkena, pada vestibulum oris disertai pembengkakan ekstra oral di daerah bukal.Pembengkakan kenyal dan nyeri jika ditekan. Sedangkan secara intra oral gambaran klinis abses submukosa terdapat benjolan/pembengkakan lunak pada mukosa sesuai daerah yang terkena disertai fluktuasi dan nyeri jika ditekan. Gejala intra oral bervariasi, umumnya merupakan kelanjutan dari periapikal & subperiosteal abses.Dibandingkan dengan periapikal & subperiosteal abses, nyeri pada abses submukosa lebih sedikit.

8|Page

Terapi yang biasanya diberikan untuk abses submukosa adalah dengan pemberian obat antibiotik dan analgesic, ataupun dengan proses insisi drainase intra oral pada mukosa sesuai daerah yang terkena. Kemudian setelah infeksi reda lakukan ekstraksi atau odontektomi gigi penyebab. 2.1.2 Abses Subkutan

Abses subkutan adalah suatu infeksi supurasi pada daerah tepat di bawah kutis. Perjalanan abses subkutan di awali dengan terjadinya periapikal abses yang kemudian berkembang menjadi subperiosteal abses menyebabkan pecahnya periosteum dan menembus yang

fasia superfisialis

kemudian pus mengalir ke daerah subkutis sesuai regio yg terkena dan terbetuklah abses subkutan. Abses subkutan merupakan tahap

superfisialis/akhir perjalan abses pada kutis daerah ekstra oral tertentu sesuai arah perjalanan absesnya.

9|Page

Gambaran klinis dari abses subkutan dibagi menjadi 2 gambaran yaitu gambaran secara ekstra oral dan gambaran secara intra oral.Secara ekstra oral saat terbentuknya abses subkutan terjadi pembengkakan ekstra oral sesuai daerah yang terkena.pembengkakan berwarna kemerahan dan

mengkilat.Konsistensi pembengkakkan lunak disertai fluktuasi.Nyeri saat palpasi dan tekanan (nyeri lebih ringan dibanding subperiosteal

abses).Pembengkakan biasanya terlokalisir.Sedangkan gejala intra oral merupakan kelanjutan dari periapikal dan subperiosteal abses dgn tingkat yang lebih ringan.Tidak ada benjolan/pembengkakan intra oral.

10 | P a g e

Terapi yang digunakan dalam pemulihan abses subkutan biasanya dengan pemberian obat antibiotik dan analgesic daninsisi drainase ekstra oral pada kutis, yakni di daerah lokasi sentrum.Setelah infeksi reda ekstraksi atau odontektomi gigi penyebab.

2.2 Penanganan Abses Dentoalveolar


Penatalaksanaan dalam penyembuhan abses dentoalveolar adalah dengan melakukan perawatan. Prosedur perawatan abses gigi dapat dilakukan dengan: a) Farmakoterapi -Analgesik: Abses dentoalveolar dapat menimbulkan rasa nyeri, tapi dapat digunakan obat penghilang rasa nyeri (analgesic) untuk mengurangi nyeri.

11 | P a g e

-Antibiotik: penanganan abses dentoalveolar dapat digunakan antibiotic untuk mencegah penyebaran infeksi. Antibiotic dapat digunakan bersama dengan analgesic.

b) Dental Procedure Langkah utama yang penting dari abses dentoalveolar adalah insisi (dibuka) absesnya, dan di drainase nanah yang berisi bakteri. Pada abses dentoalveolar, operator akan mengeluarakan nanah (pus), dan secara menyeluruh memebersihkan daerah alveolar. Kemudian melicinkan permukaan akar gigi dengan scaling dan garis gingival untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi atau peradangan lebih lanjut.

12 | P a g e

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan
Abses Dentoalveolar adalah kantung berisi nanah didalam jaringan sekitar akar gigi.Hal ini polimikroba, dengan rata-rata 4 sampai 6 organisme penyebab berbeda.Abses dentoalveolar ini juga disebut abses

periapikal.Abses dentoalveolar dapat terjadi ketika bakteri menyerang saraf dan pembulu darah, mengisi rongga pusat gigi (pulpa), dan menyebabkan pulpa mati. Abses dentoalveolar dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu abses submukosa dan abses subkutan. Penanganan dari 2 jenis abses yang tergolong abses dentoalveolar kurang lebih sama, yaitu dengan pemberian obat antibiotic dan analgesic serta insisi abses dan drainase nanah (pus).

13 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
http://ifan050285.wordpress.com/2010/02/12/abses-gingival http://iqbalsandira.blogspot.com/2009/03/abses-pada-gigi.html?m=1 http://www.scribd.com/mobile/doc/93338860?width=400 [PPT] Abses Rongga Mulut dan Rahang (Kuliah Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut- Laboratorium Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut SMF Gigi dan Mulut RSU DR. Saiful Anwar Malang)