Anda di halaman 1dari 48

Diagnosa pada Starting System

Diagnosa pada
Starting System

Alih Bahasa Oleh


Training Material & Development

1 Training Material Support & Development


Diagnosa pada Starting System

KATA PENGANTAR

Buku ini menjelaskan prosedur troubleshooting, tahap awal pengetesan dan pengambilan
kesimpulan berdasarkan gejala yang timbul. Buku ini ditujukan untuk membatu Teknisi Hyundai
dalam menangani trouble secara cepat dan tepat. Pokok utama prosedur troubleshooting dalam
buku ini adalah tahap awal pengetesan yang dapat dibagi menjadi beberapa kemungkinan.
Melalui tes awal kita dapat membagi menjadi beberapa kasus dan memperkecilnya menjadi
item-item yang patut dicurigai. Dengan ini maka diagnosa dan troubleshooting menjadi lebih
cepat.

Dalam buku shop-manual juga terdapat prosedur troubleshooting, namun yang ditampilkan
seluruh kemungkinan yang dapat timbul. Teknisi dapat mengikuti prosedur tersebut satu-
persatu. Sayangnya jika problem tersebut ditemukan diakhir prosedur, maka akan memerlukan
waktu yang lama. Kita memfokuskan situasi seperti ini dan mencoba untuk dapat mengatasinya.
Pada bahasan ini kita membuat prosedur troubleshooting untuk masalah-masalah yang ada
pada starting mesin.

Meskipun gejalanya sama, namun banyak kemungkinan penyebabnya, sehingga sulit bagi kita
untuk memperbaiki kendaraan. Buku ini dibagi ke dalam “kemungkinan penyebab” melalui
pengetesan awal untuk menemukan problem secara cepat. Contohnya, jika kita mencurigai
ada 20 kemungkinan penyebab pada satu gejala kerusakan, kita dapat membedakan
kemungkinan penyebab tersebut manjadi bebara kelompok melalui tes awal . berdasarkan hasil
test awal tersebut, kita dapat memilih satu kelompok yang paling kuat kemungkinannya.
Setelah itu, kita dapat memperbaiki kerusakan pada mobil tersebut dengan waktu cepat. Buku
ini berisi informasi hanya untuk problem pada sistem starting. Pada masa yang akan datang,
akan kita tambahkan bagan troubleshooting untuk gejala lainnya.

August 2005. Cetakan Indonesia


Alih Bahasa Oleh Training Material & Development

Hak Cipta Oleh Hyundai Mobil Indonesia. Buku ini tidak boleh diperbayak, baik sebagian
maupun keseluruhan dari buku ini tanpa ijin tertulis dari Hyundai Mobil Indonesia.
Publication No: SE1T-EG48H, Printed in Indonesia, July 2005

Training Material & Development, daniyusuf@gmail.com

2 Training Material Support & Development


Diagnosa pada Starting System

Daftar Isi

Peta Diagnosa .................................................................................................................. 4


Bab 1 Metode Pengetesan
1. Test 1 : Start motor cranking .................................................................................................... 5
2. Test 2 : Kerja motor melalui koneksi langsung dan pemeriksaan realy setiap terminals .... 6
3. Test 3 : Uji pengapian dengan cara cranking dan menjalankan injector ............................. 8

Bab 2 Metoda Pemeriksaan


1. Fuse .......................................................................................................................................... 9
2. Wiring ....................................................................................................................................... 11
3. Fuel system ............................................................................................................................. 15
4. Ignition key (Ignition switch) .................................................................................................. 20
5. Ignition lock S/W (M/T) ............................................................................................................ 22
6. Inhibitor S/W (A/T) ................................................................................................................... 23
7. Battery ...................................................................................................................................... 25
8. start motor dan solenoid ........................................................................................................ 29
9. Spark plug ................................................................................................................................ 36
10. Prosedur problem pada ECM ............................................................................................... 37
11. Injector ................................................................................................................................... 38
12. CKP (Crankshaft Position) Sensor ...................................................................................... 42
13. MFI control relay ................................................................................................................... 46
14. Ignition Coil ........................................................................................................................... 48

Bab 3 Studi kasus


Kasus 1 ........................................................................................................................................ 50
Kasus 2 ........................................................................................................................................ 52

3 Training Material Support & Development


Diagnosa pada Starting System

Bab 1 Metode Pengetesan

Tes 1. Memulai Menghidupkan Mesin

Prosedur :
1. Masukkan kunci kontak ke lubanyany
2. Putar kunci kontak ke posisi start

Hasil :
1. Tidak bisa : mesin tidak bisa di-start dan tidak terdengar suara cranking Lakukan Tes
2
2. Bisa : mesin tidak bisa hidup namun terdengar suara cranking Lakukan Tes 3

5 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Test 2. Menjalankan Motor melalui koneksi langsung dan memeriksa setiap


relay terminal

Prosedur :
1. Keluarkan start relay dari fuse box
2. Hubungkan tegangan dari battery secara langsung ke terminal start motor (untuk
referensi lihat gambar bawah)

(This diagram is a example. Actual diagram may different depend on models)

6 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

3. Periksa masing-masing terminal start relay pada fuse box dengan menggunakan multi-
meter atau test lamp.

Hasil :
Hasil Tes Item cek Langkah Berikut
Battery Lihat metode cek 7
Start motor tidak bisa hidup meskipun sudah Start motor Lihat metode cek 8
dihubungkan secara langsung Start motor ground Lihat metode cek 8
Start solenoid Lihat metode cek 8
Fuse Lihat metode cek 1
Tidak ada power di IG key
Wiring (Battery –
OFF dari 4 terminal Lihat metode cek 2
Relay)
Ground terminal pada start
Body ground
relay tidak kontinyu ke chassis Lihat metode cek 2
(Relay – ground)
Start motor ground
bisa hidup Fuse Lihat metode cek 1
setelah IG. Key Lihat metode cek 4
Only satu power pada posisi
dihubungkan Inhibitor S/W (A/T) Lihat metode cek 6
IG key START dan OFF
secara Clutch S/W (M/T) Lihat metode cek 5
langsung Burglar Alarm Lihat ETACS system
Semua terminal O.K.
(dua power pada posisi IG key
START, ground terminal pada Start Relay Lihat metode cek 1
start relay kontinyu ke chassis
ground)

7 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Test 3. Uji pengapian dengan cara cranking dan tes kerja injector

Procedure :
1. Lepas kabel busi (High tension cable).
2. Periksa loncatan bunga api dari kabel busi tersebut sambil memutar mesin (cranking).
3. Periksa power injector pada konektor injector dengan menggunakan multi-meter atau
test lamp.
4. Ukurlah pola gelombang injectors dengan menggunakan oscilloscope sambil mesin
diengkol.
Result
Test Result Check Item Next stage
Control Relay Lihat metode cek 13
Fuse Lihat metode cek 1
Tidak ada power pada
Control relay wiring Lihat metode cek 2
sirkuit injector
Ignition key Lihat metode cek 4
ECM Lihat metode cek 10
Tidak
ada ECM Lihat metode cek 10
Ada power di sirkuit
loncatan CKP sensor Lihat metode cek 12
injector namun injectors
api
tidak bisa bekerja Immobilizer (Bosch,
Lihat Immobilizer System
Siemens)
IG Coil Lihat metode cek 14
Kerja Injector O.K. Wiring (ECM – IG Coil) Lihat metode cek 2
Fuse (IG S/W, Coil) Lihat metode cek 1
Komponen mekanis Lihat Mechanical Advance
(Timing dsb.) Guide.
Kerja Injector O.K namun
Fuel system Lihat metode cek 3
mesin tidak bisa start
Injector (All) Lihat metode cek 11

Spark Spark plug (wet) Lihat metode cek 9


Control Relay (fuse) Lihat metode cek 13
Wiring (injector – ECM) Lihat metode cek 2
Injector tidak bekerja ECM Lihat metode cek 10

Immobilizer (Melco) Lihat Immobilizer System

8 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Bab 2 Metode Pemeriksaan

1. Fuse

1.1 Voltmeter dan test lamp

Gunakan alat test lamp atau voltmeter pada sirkuit


tanpa solid-state unit dan gunakan test lamp untuk
memeriksa tegangan. Test lamp yang dipakai
adalah dengan menggunakan bohlam 12-volt
dengan sepasang lead. Setelah satu lead di-ground,
tempelkan satu lead lainnya ke bermacam titik di
sekitar sirkuit dimana terdapat tegangan. Ketika
bohlamnya menyala, maka dititik tersebutlah terdapat tegangan.

[PERHATIAN] banyaknya sirkuit termasuk modulasi solid-state, seperti misalnya Engine Control
Module (ECM), menggunakan perintah komputer untuk mengatur injeksi. Pengetesan untuk
tegangan di dalam sirkuit ini hanya menggunakan 10-megaohm atau dengan menggunakan
digital voltmeter. Jangan menggunakan test lamp pada sirkuit yang berisi modulasi solid-state,
karena bisa merusak module.

Sebagai pengganti test lamp kita dapat menggunakan alat voltmeter. Bila dengan
menggunakan test lamp kita bisa mengetahui adanya tegangan atau tidak, maka dengan alat
voltmeter kita dapat mengetahui berapa besar tegangan yang ada.

1.2 Self-powered test lamp dan ohmmeter

Gunakan self-powered test lamp atau ohmmeter


untuk memeriksa kontinuitas. Self-powered test
lamp terbuat dari sebuah bohlam, battery dan dua
lead. Bohlam akan menyala apabila kedua lead
dihubungkan. Sebelum melakukan pemeriksaan,
pertama lepas kabel ground battery atau lepas fuse
yang terhubung dengan sirkuit yang akan anda
periksa.

[PERHATIAN] Jangan menggunakan test lamp pada sirkuit yang berisi modulasi solid-state,
karena bisa merusak module.

9 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Ohmmeter dapat digunakan sebagai pengganti self-powered test lamp. Ohmmeter dapat
menunjukkan berapa besar tahanan antara dua titik dalam sirkuit. Tahanan rendah berarti
kontinuitasnya baik.

Sirkuit yang yang di dalamnya terdapat peralatan solid-state pemeriksaannya hanya


menggunakan 10-megaohm atau dengan digital multimeter. Ketika mengukur tahanan dengan
alat digital multimeter, terminal negatif battery harus dilepas. Karen kalau tidak, bisa
mengaburkan pembacaan. Diode dan peralatan solid-state di dalam sirkuit dapat membuat
salah bacaan pada ohmmeter. Untuk mengetahui ukuran secara efektif, ambil hasil bacaan
pertama, balikkan lead kemudian ambil hasil bacaan kedua. Jika hasilnya berbeda, berarti
peralatan solid-state mempengaruhi hasil ukuran.

2. Wiring
2.1 Perlengkapan untuk memeriksa Wring
2.1.1 Voltmeter dan test lamp
Gunakan test lamp atau voltmeter pada sirkuit yang
tidak berisi unit solid-state dan gunakan test lamp
untuk memeriksa tegangan. Test lamp terbuat dari
bohlam 12-volt yang akan menyala apabila kedua
lead dihubungkan. Setelah satu lead dihubungkan
ke ground, tempelkan lead satunya lagi ke
bermacam titik di dalam sirkuit dimana ada
tegangan. Ketika bohlamnya menyala, maka dititik tersebutlah terdapat tegangan.

[PERHATIAN] banyaknya sirkuit termasuk modulasi solid-state, seperti misalnya Engine Control
Module (ECM), menggunakan perintah komputer untuk mengatur injeksi. Pengetesan untuk
tegangan di dalam sirkuit ini hanya menggunakan 10-megaohm atau dengan menggunakan
digital voltmeter. Jangan menggunakan test lamp pada sirkuit yang berisi modulasi solid-state,
karena bisa merusak module.

Voltmeter dapat digunakan sebagai pengganti self-powered test lamp. Voltmeter dapat
menunjukkan berapa besar tegangan diantara dua titik
dalam sirkuit.

2.1.2 Self-powered test lamp dan ohmmeter

Gunakan self-powered test lamp atau ohmmeter untuk

10 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

memeriksa kontinuitas. Self-powered test lamp terbuat dari bolhlam, battery dan dua lead.
Bohlam tersebut akan menyala apabila kedua lead dihubungka satu sama lainnya. Sebelum
melakukan pemeriksaan, pertama lepas kabel ground battery atau lepas fuse yang terhubung
ke sirkuit yang sedang kita kerjakan.

PERHATIAN Jangan menggunakan self-powered test lamp pada sirkuit yang di dalamnya
terdapat modul solid state. karena dapat merusak modul .

Ohmmeter dapat digunakan sebagai pengganti self-powered test lamp. Ohmmeter


menampilkan berapa besar tahanan diantara dua titik dalam sirkuit. Tahanan rendah artinya
kontinuitasnya baik.

Pada sirkuit yang di dalamnya terdapat unit solid-state pengetesannya hanya dengan 10-
megaohm atau dengan menggunakan digital multimeter. Bila mengukurnya menggunankan
digital multimeter, maka terminal negatif battery harus dilepas. Karena kalau tidak dapat
membuat bacaannya menjadi salah. Diodes dan peralatan solid-state yang ada di dalam suatu
sirkut dapat membuat salah bacaan ohmmeter. Untuk mengetahui ukuran secara efektif, ambil
hasil bacaan pertama, balikkan lead kemudian ambil hasil bacaan kedua. Jika hasilnya berbeda,
berarti peralatan solid-state mempengaruhi hasil ukuran.

2.1.3 Jumper wire dengan fuse

gunakan kabel jumper dengan satu fuse untuk melalukan


by-pass pada open circuit.

Kabel jumper terbuat dari satu fuse holder segaris yang


dihubungkan ke satu set test lead. Alat ini tersedia
dengan sambungan clamp kecil yang bisa beradaptasi
untuk hampir semua connector tanpa membuat kerusakan.

[PERHATIAN] Jangan menggunakan fuse yang ratingnya


lebih tinggi dari spesifikasinya yang memproteksi sirkuit
yang sedang diperiksa. Jangan menggunakan alat ini
untuk situasi lainnya sebagai pengganti input atau output
pada kontrol modul solid-state seperti misalnya ECM,
TCM, dst.

2.1.4 Short finder

11 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Short finder bisa menemukan letak short ke ground. Short finder membentuk pulsa medan
magnet pada tempat yang mengalami short kemudian memberitahukan ke anda melalui body
trim atau lembaran metal.

12 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

2.2 Pengetesan Wiring

2.2.1 Testing tegangan

Tes ini dalah untuk mengukur besar tegangan di dalam sirkuit. Pada saat mengetes tegangan
pada suatu connector, maka connector tersebut tidak perlu dilepas, lakukan tes pada connector
dari belakang (back probe). Selalu periksa kedua sisi connector karena kotoran dan karat yang
mengendap di dalamnya dapat menyebabkan problem kelistrikan.
1. Hubungkan satu lead dari test lamp atau voltmeter ke ground. Jika anda menggunakan
voltmeter, pastikan lead negatif pada voltmeter dihubungkan ke ground.
2. Hubungkan lead satunya lagi ke titik yang akan dites (connector atau terminal).
3. Jika test lamp menyala, maka ada tegangan. Jika anda menggunakan alat voltmeter, catat
bacaan tegangannya. Adanya tegangan yang hilang lebih dari 1 volt, menandakan ada
masalah pada rangkaian tersebut.

2.2.2 Tes Kontinuitas


1. Lepas terminal negatif battery.
2. Hubungkan satu lead yang ada pada self-
powered test lamp atau ohmmeter ke ujung
bagian sirkuit yang hendak dites. Jika
menggunakan ohmmeter, tahan kedua lead
kemudian setel ohmmeter ke nol ohm.
3. Hubungkan lead satunya lagi ke ujung sirkuit
lainnya .
4. Jika self-power test lamp menyala, maka ada kontinuitas. Jika anda menggunakan
ohmmeter, tahanan yang rendah atau nol berarti kontinuitasnya baik.

2.2.3 Testing short ke ground


1. Lepas terminal negatif battery.
2. Hubungkan satu lead self-powered test lamp atau
ohmmeter ke terminal fuse terminal yang sisinya
mendapat beban.
3. Hubungkan lead lainnya ke ground.
4. Pada awal fuse box gerakkan short finder ke
sepanjang wiring. Teruskan langkah ini (kira-kira
sejauh enam inchi) sambil memperhatikan self-
powered test lamp atau ohmmeter.
5. Ketika self-powered test lamp menyala, atau terlihat
pada ohmmeter, berarti ada short ke ground pada
wiring dekat titik tersebut.

13 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

2.2.4 Testing mengetahui short dengan short finder

1. Lepas fuse yang terbakar. Biarkan battery terhubung.


2. Hubungkan short finder pada terminal fuse secara
melintang.
3. Tutup semua switch yang ada pada sirkuit yang akan
dites.
4. Hidupkan short circuit locator. Alat ini akan
mengirimkan pulsa arus ke short. Alat ini membentuk
pulsa dalam bentuk medan magnet disekitar wiring
antara fuse box dan short
5. Pada permulaan fuse box, secara perlahan pindahkan
short finder sepanjang circuit wiring. Alat pengukur ini
akan menampilkan pulsa arus melalui lembaran metal
dan body trim. Selama pengukuran berlangsung
antara fuse dan short, jarum penunjuk akan bergerak
mengikuti pulsa arusnya. Sekali meter bergerak melewati titik short, jarum tersebut akan
berhenti bergerak. Periksalah sekitar area tersebut untuk mengetahui letak persis short
circuit.

3.Fuel System

3.1 Fuel line dan vapor line


3.1.1 Removal
1. Angkat mobil kemudian lepas dua fitting nuts sambil menahan fuel filter nut.
[PERHATIAN]
Kurangi tekanan bahan bakar sebelum melepas fuel line dan hose, karena kalau tidak
bahan bakar bisa tumpah keluar.
Tutup sambungan pipanya dengan kain agar bahan bakar tidak tumpah keluar karena
kemungkinan masih ada sisa tekanan di
dalam fuel line.
2. Lepas baut-baut pengikat fuel filter, kemudian
lepas fuel filter dari bracket-nya.
3. Lepas fuel return hose dan line.
4. Lepas fuel vapor hose dan line

14 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

3.1.2 Pemasangan
1. Pasang fuel vapor hose dan return hoses.
Jika fuel line mempunyai stepped section
(tonjolan), sambungkan fuel hose ke line
dengan rapat seperti tampak pada gambar.
Jika fuel line tidak mempunyai stepped
section, sambungkan fuel hose ke line
dengan benar.

2. Pasang fuel filter, kemudian kencangkan fuel filter bracket.


3. kencangkan dua mur pengikat sambil menahan mur fuel filter.
Momen pengencangan
Fuel filter fitting nut : 30 ~ 40 Nm (300 ~ 400 kg·cm,
22.1 ~ 29.5 lb·ft)
4. Pasang clip dan pastikan tidak menggangu
komponen lainnya.

3.1.3. Pemeriksaan
1. Periksa selang dan pipa dari kemungkinan
retak atau rusak.
2. Periksa fuel tank cap apakah masih berfungsi
dengan baik.
3. Periksa fuel tank dari kemungkinan berubah
bentuk, berkarat atau retak.
4. Periksa bagian dalam fuel tank dari
kemungkinan kotor atau tercemar.
5. Periksa in-tank fuel filter dari kemungkinan
rusak atau mampet.
6. Lakukan test pada two-way valve apakah
kerjanya masih baik.
7. Gunakan vacuum hand pump, periksa kerja two-way valve.

Valve pump Petunjuk dapat diterima atau ditolak

Saat dihubungkan ke inlet Tidaka ada tekanan dan vacuum tetap terjaga

Saat dihubungkan ke outlet Tidak ada tekanan negatif yang dihasilkan

15 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

3.2 Memeriksa kerja fuel pump


1. Putar kunci kontak ke posisi OFF.
2. Berikan arus tegangan ke fuel pump drive connector
untuk memeriksa apakah pump dapat bekerja.
[CATATAN] Fuel pump yang dipasang adalah tipe in-
tank dan suaranya terdengar agar keras kalau tanpa
melepas fuel tank cap.
3. Pencet selangnya untuk memeriksa apakah terasa
ada tekanan bahan bakar .

3.3 Tes tekanan bahan bakar

1. Kurangi tekanan internal pada pipa dan selang


bahan bakar dengan cara sebagai berikut .
Buka trunk door kemudian lepas fuel pump
harness connector yang terletak di dalam trunk
room.
Hidupkan mesin dan setelah mati, putar kunci
kontak ke posisi OFF.
Lepas terminal negatif battery (-).
Hubungkan fuel pump harness connector.

2. Lepas baut yang menghubungkan fuel line ke fuel delivery pipe.


[PERHATIAN] Tutup sambungan selang dengan untuk mencegah agar bahan bakar tidak
tumpah keluar karena dikhawatirkan masih ada sisa tekanan di dalam fuel line.

3. Dengan menggunakan fuel pressure


gauge adapter, pasang fuel pressure
gauge ke fuel pressure gauge adaptor.
Kencangkan bautnya sesuai standar
momen pengencangannya.

Standar pengencangan baut fuel


pressure gauge ke fuel delivery pipe : 25 ~ 35Nm (250 ~ 350 kg·cm, 18 ~ 26 lb·ft)

4. Hubungkan terminal negatif battery (-).

5. Berikan arus tegangan ke terminal untuk pump drive dan mengaktifkan fuel pump:

16 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

kemudian, dengan pemberian tekanan pada bahan bakar, periksa apakah ada kebocoran
atau tidak dari pressure gauge atau sambungannya.

6. Start dan hidupkan mesin dengan kecepatan


idle tanpa beban.

7. Lepas vacuum hose dari pressure regulator,


kemudian sumbat ujung selang tersebut.
Ukurlah tekanan bahan bakarnya pada saat
idle.

Standar pengencangan : 320 ~ 340 kPa (3.26 ~ 3.47 kg/cm², 46 ~ 49 psi)

8. Ukurlah tekanan bahan bakar pada saat vacuum hose dihubungkan ke pressure regulator.

Nilai Standar : sekitar 255 kPa (2.57 kg/cm², 37 psi)

9. Apabila hasil pengukuran yang dilakukan pada langkah (7) dan (8) nilainya tidak standar,
gunakan tabel berikut untuk menentukan kemungkinan penyebabnya, dan melakukan
perbaikan seperlunya.

Kondisi Kemungkinan Penyebab Langkah Perbaikan


Fuel filter mampet Ganti fuel filter
Ada kebocoran bahan bakar di Ganti fuel pressure regulator
return side, dikarenakan
Tekanan bahan bakar kurangnya dudukan fuel-
terlalu rendah pressure regulator
Tekanan buang pada fuel pump Periksa in-tank fuel hose dari
rendah kemungkinan bocor atau
ganti fuel pump bila perlu
Fuel-pressure regulator macet Ganti fuel pressure regulator
Tekanan bahan bakar
fuel return hose atau pipanya Perbaiki atau ganti selang
terlalu tinggi
mampet atau bengkok atau pipanya
Tidak ada perbedaan vacuum hose atau nipple Perbaiki atau ganti vacuum
pada tekanan bahan mampet atau rusak hose atau nipple
bakar ketika vacuum Fuel pressure regulator macet Perbaiki atau ganti selang
hose dihubungkan atau atau dudukannya kurang pas atau pipanya
tidak

10. Matikan mesin dan periksa pada fuel meter presure apakah ada perbedaan tekanan bahan
bakar, dengan cara menahannya selama kurang lebih 5 menit. jika tekanan pada meter
tersebut turun, cari penyebabnya kemudian tentukan dan perbaiki masalah tersebut
berdasarkan table dibawah ini.

17 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Kondisi Kemungkinan Penyebab Langkah Perbaikan


Tekanan bahan bakar turun
Injector bocor Ganti injector
perlahan setelah mesin dimatikan
Tekanan bahan bakar turun drastis check valve di dalam fuel
Ganti fuel pump
setelah mesin dimatikan pump terputus

11. Turunkan tekanan di dalam fuel line.

12. Lepas hose dan gauge. [PERHATIAN] Tutup sambungan selang dengan kain untuk
mencegah agar bahan bakar tidak tumpah keluar.

13. Ganti O-ring yang terletak diujung selang.

14. Hubungkan fuel hose ke delivery pipe kemudian kencangkan sesuai momen
pengencangannya.

15. Periksa bahan bakar dari kemungkinan bocor.

4. Kunci kontak (Ignition switch)


4.1 Melapas dan memasang

1. Lepas teminal negatif battery.


2. Lepas air bag module.
[PERHATIAN] SRS system dirancang sedemikian rupa agar kantung udara dapat
mengembang selama kurang lebih 30 meskipun battery dicopot, so serious injury may result
from unintended air bag deployment if service is done on the SRS system immediately after
the battery cable is disconnected.
3. Lepas self-tapping screw kemudian angkat horn pad
dan lepas.
4. Lepas lock nut dan washer
5. Tarik ke depan dynamic damper, kemudian angkat
dan lepas.

18 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

6. Pasang special tool (09561-11001) kemudian


lepas steering wheel.
[PERHATIAN] Jangan memukul steering
wheel untuk melepasnya.

7. Lepa steering column lower dan upper shroud.


8. lepas lower cover.

9. Lepas connector kemudian lepas multifunction switch.


10. Lepas baut-baut pengikat kemudian pisahkan
ignition switch dari steering column

19 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

4.2 Pemeriksaan

1. Pisahkan connector yang letaknya dibawah steering column.


2. Periksalah kontinuitas diantara terminalnya.
3. Jika kontinuitasnya tidak sesuai spesifikasi, ganti switch

PETUNJUK
Jika mesin tidak mau berputar (cranking), amatilah kondisi shift lever apakah berada diposisi
"PARK" atau "NEUTRAL".
Jika mesin tidak mau berputar, namun terjadi hanya pada satu posisi, maka kemungkinan besar
penyebabnya adalah transaxle range switch

20 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

5. Ignition lock S/W (M/T)


5.1 Inspection
1. Periksa pedal shaft dan bushing dari kemungkinan aus.
2. Periksa clutch pedal dari kemungkinan bengkok atau keras.
3. Periksa return spring dari kemungkinan berubah bentuk atau rusak.
4. Periksa pedal pad dari kemungkinan rusak atau aus.

5.2 Pemeriksaan Ignition lock switch

Lepas ignition lock switch kemudian periksa kontinuitas diantara terminalnya. Jika
kontinuitasnya diluar spesifikasi, ganti switch.

6. Inhibitor S/W (A/T)


6.1 Memeriksa kontinuitas transaxle range switch

(F4A42)

21 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

(F5A51)

(F5A51-3)

(FRA)

(03-ll)

• Metode pemeriksaan berbeda tergantung dari sistem A/T yang dipakai

7. Battery

22 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Description

1. Battery jenis maintenance-free, seperti namanua bebas perawatan dan tidak ada tutup sel
battery . Battery ini secara keseluruhan tertutup rapat, kecuali lubang ventilasi kecil di cover-
nya.

2. Battery jenis tidak memerlukan penambahan air battery.

7.1 Battery visual inspection (1)

23 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

7.1.1. ALUR PEMERIKSAAN

24 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

7.1.2. LEMBAR PEMERIKSAAN

Pengambil
Langkah
Item Trouble Penyebab keputuasan
perbaikan
User Ltd

Kurang penangana
Terminal battery rusak Kabel battery dan terminal
Ganti O
kurang kencang

Pemeriksaa Cover rusak Kurang penanganan Ganti O


n Visual Elektrolit bocor
- Cover rusak Kurang penanganan Ganti O
- Cover sealing part
* Bad cover sealing Ganti O
rusak
* Cell short
* Tinggi elektrolit antar Ganti
Pemeriksaa * Vaporization caused by outer O O
sel lebih dari 10mm Ganti
n jumlah temperature
elektrolit * Electrolyte loss caused by
* Shortage of electrolyte Ganti O
over-charge
Ganti
Periksa
1. Battery voltage <13.2V 1. Over charge O
sistem
elektriknya
2. 12.5V < Battery
2. Normal
voltage < 12.9
Tes beban
3. 12.0V < Battery
Pemeriksaa voltage < 12.4V (Simple battery (lihat
1. Insufficient charge O
n tegangan discharge) kembaran
Load Test
4. 11.0 V < (Over 2. Internal failure O
1. Charge condition failure Ganti O
2. Let the battery alone on
5. Battery voltage : 11.0V discharge condition for long O
period
3. Internal circuit open O

25 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

7.1.3. LOAD TEST

1. Pada mengeluarkan setrum battery selama 15 detik setengan dari arus C.C.P, tegangan
battery harus lebih dari tabel dibawah ini

Tabel pengaturan tegangan

Temperatur luar Tegangan

Diatas 20°C 9.6V

~ 18°C 9.5V

~ 10°C 9.4V

~ 4°C 9.3V

~ -1°C 9.1V

~ -7°C 8.9V

~ -12°C 8.7V
2. Apabila tegangannya diluar spesifikasi, lakukan tes kedua sekali lagi, jika masih diluar
spesifikasi, lakukan pengisian kembali.
3. Apabila tegangan battery-nya (setelah dilakukan pengisian selama 2 jam) lebih dari 12.5V
dan setelah dilakukan tes beban tegangannya diatas standar, maka battery tersebut
masih dapat digunakan kembali.

7.2 Pemeriksaan battery secara visual (2)


1. Pastikan kunci kontak diposisi Off dan semua aksesori dalam keadaan Off.
2. Lepas kabel battery (pertama kali kabel negative).
3. Lepas battery dari mobil.
[PERHATIAN] Hati-hati pengerjaannya karena kemungkinan rumah battery retak atau
bocor sehingga cairan elektrolit dapat mengenai kulit anda. Kalau bisa gunakan sarung
tangan saat mengeluarkan battery biar lebih aman.
4. Periksa battery carrier dari kemungkinan rusak yang disebabkan oleh zat asam dari battery.
Dan jika memang ada kerusakan dari zat asam, maka daerah itu perlu dibersihkan dengan
air hangat dan baking soda. Gosok area tersebut dengan sikat kaku kemudian lap dengan
kain yang direndam dengan air dan baking soda.
5. Bersihkan bagian atas battery dengan cara yang sama seperti pada langkah no 4 .
6. Periksa battery case dan cover dari kemungkinan retak. Jika ada yang retak, battery harus
diganti.
7. Bersihkan area tempat battery dengan pembersih yang sesuai.

26 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8. Bersihkan permukaan clamp terminal clamp dengan alat pembersih yang sesuai. Ganti
kabel dan clamp terminal yang rusak.
9. Pasang kembali battery ke dalam mobil.
10. Hubungkan kabel terminal battery, pastikan kabel terminal masuk ke dalam dengan aman .
11. Kencangkan mur terminal dengan benar.
12. Setelah dikencangakan, lapisi semua sambungan dengan light mineral grease.
[PERHATIAN] saat battery sedang diisi, maka akan keluar gas yang mudah terbakar
diantara tutup selnya. Jangan merokok diarea tempat battery sedang atau baru saja diisi.
Jangan memutus sirkuit hidup pada terminal battery yang sedang diisi. Akan timbul percikan
api apabila sirkuit rusak. Jauhkan battery dari jangkauan api.

27 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8. Start motor dan solenoid

8.1 Komponen

28 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8.2 Memeriksa kerjanya

8.2.1 Prosedur penyetelan celah pinion

1. Lepas kawat bidang coil dari M-terminal pada solenoid.

2. Hubungkan tegangan battery 12V S-terminal dan M-


terminal.

3. Pinion akan bergerak.

[PERHATIAN] Pengetesan ini harus dilakukan secara


cepat (kurang dari 10 detik) untuk mencagah ara coil
tidak terbakar.

4. Periksa celah antara pinion ke stopper (pinion gap)


dengan menggunakan feeler gauge.

Pinion gap : 0.5~2.0 mm (0.02~0.079 in.)

5. Jika pinion gap diluar spesifikasi, sesuaikan dengan


menambahkan atau mengurangi gasket antara
solenoid dan front bracket.

8.3 Tes magnetoc switch pull-in

1. Lepas kabel bidang coil dari M-terminal pada


magnetic switch.

2. Hubungkan tegangan battery 12V S-terminal dan M-


terminal.

[PERHATIAN] Pengetesan ini harus dilakukan secara


cepat (kurang dari 10 detik) untuk mencagah ara coil
tidak terbakar.

3. Jika pinion dapat bergerak, maka pull-in coil dalam keadaan baik. Jika tidak mau bergerak,
ganti magnetic switch.

29 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8.4 Tes Magnetic switch hold-in


1. Lepas kabel field coil dari M-terminal magnetic switch.
2. Hubungkan tegangan battery 12V antara S-terminal
dan body.
[PERHATIAN] Pengetesan ini harus dilakukan secara
cepat (kurang dari 10 detik) untuk mencagah ara coil
tidak terbakar.
3. Jika pinion bergerak, maka semuanya dalam keadaan
bagus. Jika pinion bergerak maju mundur dengan
cepat maka sirkuit hold-in terputus. Ganti magnetic
switch.

8.5 Tes Free running


1. Tempatkan starter motor diatas ragum (vise) dengan
penjepit halus kemudian berikan arus penuh battery
12-volt ke starter motor seperti tampak pada
gambar:
2. Hubungkan test ammeter (skala 100-ampere) dan
car-bon pile rheostat seperti tampak pada gambar.
3. Hubungkan voltmeter (skala15volt) terhadap starter
motor.
4. Putar carbon pile ke posisi off.
5. Hubungkan kabel battery dari terminal negative ke
bodi starter motor.
6. Adjust until battery voltage shown of the voltmeter reads 11 volts.
7. Pastikan amper maksimumnya masih dalam spesifikasi dan starter motor berputar dengan
lancar dan bebas: Arus : Max. 90 Amp , Kecepatan : Min. 3,000 rpm

8.6 Tes Magnetic switch return

1. Lepas kabel field coil dari M-terminal magnetic


switch.
2. hubungkan tegangan battery 12V antara M-terminal
dan body.
[PERHATIAN] Pengetesan ini harus dilakukan
secara cepat (kurang dari 10 detik) untuk mencagah
ara coil tidak terbakar.
3. Tarik dan keluarkan pinion. Apabila pinion dapat
kembali keposisi semula dengan cepat, berarti kondisinya baik. Jika tidak, ganti magnetic
switch.

30 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8.7 Memeriksa commutator


1. Tempatkan sepasang balok membentuk blok V,
kemudian periksa penyimpangannya menggunakan
dial gauge.
Standar Spesifikasi
Peyimpangan armature : 0.05 mm (0.002 in.)
Batas
Penyimpangan armature : 0.1 mm (0.0039 in.)

2. Check the outer diameter of the commutator.


Standar Spesifikasi
Diameter luar ommutator : 29.4 mm (1.157 in.)
Batas
Diameter luar ommutator : 28.4 mm (1.118 in.)

3. Periksa kedalaman undercut antar segment.


Standard Spesikasi
Kedalaman undercut segment : 0.05 mm (0.020 in.)
Batas
Kedalaman undercut segment : 0.2 mm (0.079 in.)

8.8 Brush holder

Periksa kontinuitas antara brush holder plate dan


brush holder.

Keadaan normal apabila ada kontinuitas.

31 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

8.9 Overrunning clutch

1. Sambil menahan clutch housing, putar pinion. Drive


pinion harus bisa berputar dengan lancar dalam satu
arah, tidak bisa kearah sebaliknya. Jika clutch tidak
berfungsi sebagaimana mestinya, ganti overrunning
clutch assembly.

2. Periksa pinion dari kemungkinan aus atau terbakar.


Jika pinion aus atau terbakar, ganti overrunning clutch
assembly. Jika pinion rusak, juga periksa ring gear dari kemungkinan aus atau terbakar.

8.10 Bracket bushing depan dan belakang

Periksa bushing dari kemungkinan aus atau terbakar. Jika bushing aus atau terbakar, ganti front
bracket assembly atau rear bracket assembly.

8.11 Merakit kembali stop ring dan snap ring

Gunakan alat penarik yang tepat, tarik overrunning clutch


stop ring dari snap ring.

8.12 Membongkar
8.12.1 Melepas snap ring dan stop ring
1. Tekan stop ring ke sisi snap ring menggunakan
socket wrench, ke sisi snap ring side.

32 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

2. After removing the snap ring (using snap-ring


pliers), remove the stop ring and the
overrunning clutch.

8.12.2 Mengganti brushes dan springs


1. Brush yang sudah aus, atau banyak endapan oli, harus diganti.
2. Pada saat mengganti bidang coil brushes, potong
bagian brushes yang aus dengan pliers, hati-hati
jangan sampai merusak pig-tail.

3. Amplas ujung pigtail dengan amplas untuk memastikan solderannya baik.


4. Masukkan pigtail ke dalam lubang yang ada oada
brush baru kemudian solder. Pastikan bahwa ujung
pigtail dan ex-cess solder tidak sampai ke
permukaan brush.
5. When replacing the ground brush, slide the brush
from the brush holder by prying the retaining spring
back.

8.13 Membersihkan komponen starter motor


1. Jangan merendam komponen di dalam cairan pembersih. Merendam yoke dan field coil
assembly dan/atau armature akan merusak penyekat. Bersihkan bagian ini hanya dengan
menggunakan kain saja.
2. Jangan merendam drive unit di dalam cairan pembersih. Overrun clutch sudah diberi
pelumas oleh pabrik pembuatnya dan deterjen akan menghilangkan pelumas tersebut dari
clutch.
3. Drive unit bisa dibersihkan dengan brush yang dicampur dengan deterjen dan dibersihkan
dengan kain kering.

33 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

9. Spark plug
9.1 Spark plug test

1. Remove the spark plug and connect to the spark


plug cable.
2. Ground the spark plug outer electrode, and crank
the engine.
3. Check to be sure that there is an electrical discharge
between the electrodes at this time.
[CAUTION] When replacing the spark plug, should
use the genuine parts having resistance.

9.2 Spark plug cables test

1. Disconnect, one at a time each of the spark plug cables while the engine is idling to check
whether the engine's running performance changes or not.
[CAUTION] Wear rubber gloves while doing so.
2. If the engine performance does not change, check the resistance of the spark plug, and
check the spark plug itself.
3. Check the cap and outer shell for cracks.
4. Measure the resistance.
[NOTE] Resistance should not be higher than
10,000Ω-per foot of cable. If resistance is higher,
replace the cable.

10. Prosedur Perbaikan ECM

1. Putar kunci kontak ke posisi OFF.


2. Lepas ECM connector, ukurlah tahanan antara ground terminal pada ECM (terminal 1, 2)
dan chassis ground.
3. Periksa sambungan connector kemudian periksa terminal dari kemungkinan kendur, kabel
putus, bengkok, pin rusak dan karat.
4. Perbaiki bilamana ada yang tidak normal. Bila semuanya normal, ECM kemungkinan rusak.
5. Pasang ECM pengganti (sementara) yang kondisinya bagus kemudian periksa kerjanya.
Jika problemnya hilang, ganti ECM.

34 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

11. Injector
Injector menyemprotkan bahan bakar berdasarkan sinyal dari ECM. Besarnya bahan bakar
yang disemprotkan oleh injector ditentukan oleh waktu, melalui pemberikan energi ke solenoid
valve.

11.1 Circuit diagram

Injector diagram berbeda tergantung dari modelnya

11.2 Petunjuk Troubleshooting


1. Jika pada saat panas mesin susak di-start , periksa fuel pressure dan injector apakah ada
kebocoran.
2. Jika injector tidak mau bekerja pada saat mesin diengkol, periksa item-item berikut ;
Kesalahan power supply ke ECM, kesalahan sirkuit ground
Kesalahan control relay
Kesalahan crankshaft position (CKP) sensor, camshaft position(CMP) sensor
3. Apabila ada cylinder yang masih tetap idle ketika bahan bakarnya sudah diputus, periksa
item-item dibawah ini terhadap cylinder tersebut.
Injector dan harness
Ignition plug dan high tension cable
Tekanan kompresi

35 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

4. Jika sistem injeksi OK namun waktu penyemprotannya diluar spesifikasi, periksa item-item
dibawah ini.
Pembakaran di dalam cylinder kurang (kesalahan ignition plug, ignition coil, tekanan
kompresi, dst.)
Dudukan EGR valve kendur

11.3 Memeriksa Injector

11.3.1 Menggunakan hi-scan

Tampilan
item Kondisi pemeriksaan Isi pengecekan Spesifikasi tes
data
0°C (32°F) Sekitar. 17ms
Injector Drive time Engine : Cranking 20°C (68) Sekitar. 35ms
80°C (176 Sekitar. 8.5ms

Tampilan
item Kondisi pemeriksaan Isi pengecekan Spesifikasi tes
data
• Lamps, electric cooling fan, modul Idle rpm 2.2 ~ 2.9 ms
aksesorimodules : semuanya OFF
2000 rpm 1.8 ~ 2.6 ms
• Temperatur coolant : 80 to 95°C
Injector Drive time (176 to 205°F)
• Transaxle : Neutral (P range Naik dengan
Untuk menaikan
untuk mobil A/T) cepat
• Steering wheel : Neutral
[CATATAN]
Injector drive time adalah saat suplai tegangannya 11V dan kecepatan cranking kurang dari
250 rpm.
Ketika temperatur coolant lebih rendah dari 0°C (32°F), ECM akan mengapikan semua
cylinder secara sekaligus.
Apabila kendaraan baru [dengan masa kerja sekitar 500 km (300 miles)], injector drive time
bisa sekitar 10% lebih lama.
Kondisi
Item Item No. Isi Drive Status Normal
pengecekan
01 No. 1 injector shut off Engine: Idling Idle harus tidak
setelah warm-up stabil pada saat
02 No. 2 injector shut off
(tutup injector injector dimatikan.
Injector 03 No. 3 injector shut off secara berurutan
Actuator test 04 No. 4 injector shut off pada saat dan
setelah engine
05 No. 5 injector shut off warm-up; periksa
06 No. 6 injector shut off kondisi idle)

36 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

11.3.2 Menggunakan stethoscope dan voltmeter

Pemeriksa dari Suara

1. Dengan menggunakan alat stethoscope, periksa suara


klik injectors pada saat idle. Pastikan bahwa suaranya
terdengar lebih cepat pada saat kecepatan mesin
bertambah cepat.
[NOTE] Pastikan bahwa suara yang terdengar dari
adjacent injector tidak terdengar sampai di delivery
pipe.

2. Jika tidak mempunyai stethoscope, periksa kerja


injector dengan jari anda. Jika tidak terasa ada getaran,
periksa wiring connector, injector, atau sinyal injeksi
dari ECM.

Mengukur tahanan antara terminal

1. Lepas connector pada injector.

2. Ukurlah tahanan diantara terminal tersebut.

Nilai Standar : 13 ~ 16Ω [pada 20°C (68°F)]

3. Hubungkan connector ke injector.

12. CKP (CranKshaft Position) Sensor

Tipe Hall
Crankshaft position sensor merasakan sudaut crank (posisi piston) masing-masing cylinder dan
merubahnya ke dalam bentuk pulsal. Berdasarkan input signal, ECM menghitung kecepatan
mesin kemudian mengatur waktu penginjeksian bahan bakar dan waktu pengapiannya.

37 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

12.1. Circuit diagram

12.2 Petunjuk Troubleshooting

1. Jika ada kejutan atau mesin mati secara mendadak, goyangkan crankshaft position sensor
harness. Jika hal ini sebagai penyebab mesin mati, kemungkinan sambungan sensor
kendur.
2. Jika tachometer terbaca 0 rpm dengan mesin diengkol, periksa apakah ada kesalahan
crank angle sensor, timing belt rusak atau sistem pengapiannya ada masalah.
3. Jika dapat berputar meskipun crank angle sensor terbaca diluar spesifikasi, periksa item
berikut :
Kesalahan pada engine coolant temperature sensor
Kesalahan pada idle speed control motor
Idle speed terlalu rendah (kurang dari spesifikasi yang dianjurkan)

38 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

12.3 Menggunakan GST

Item Kondisi pemeriksaan Isi pemeriksaan Status normal

Engine cranking
Bandingkan kecepatan
Crankshaft Tachometer dihubungkan (periksa
cranking dengan hasil Kecepatannya sama
position sensor ON/OFF ignition coil dengan
pada multi-tester
tachometer)

Item Kondisi pemeriksaan Isi pemeriksaan Status normal

Idle position switch : ON Saat -20°C (-4°F) 1500 ~ 1700 rpm


Engine : Berputar pada kecepatan
Saat 0°C (-32°F) 1350 ~ 1550 rpm
Crankshaft idle
Saat 20°C (-68°F) 1200 ~ 1400 rpm
position sensor
Saat 40°C (-104°F) 1000 ~ 1200 rpm

Saat 80°C (-176°F) 650 ~ 850 rpm

39 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

12.4 Prosedur pemeriksaan harness

Tipe Magnetic
Crankshaft position sensor, berisi magnet dan coil, letaknya dekat dengan flywheel. Sinyal
tegangan dari crankshaft position sensor ini digunakan oleh ECM untuk mengetahui putaran
mesin dan posisi crankshaft.

40 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

12.5. Circuit diagram

12.6 Prosedur pemeriksaan harness

12.7 Pemeriksan sensor

1. Lepas crankshaft position sensor connector.


2. Ukurlah tahanan antara terminal 1 dan 2.
Standard value :0.486 ~ 0.594kΩ at 20°C (68°F)

41 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

3. Jika tahanannya menyimpang dari nilai standar,


ganti sensor.

Nilai standar
Celah antara crankshaft position sensor dan roda :
0.5 ~ 1.5 mm (0.020 ~ 0.059 in.)

Momen pengencangan
Crankshaft position sensor :
9 ~ 11 Nm (90 ~ 110 kg·cm, 6.6 ~ 8.1 lb·ft)

13. MFI control relay


Pada saat kunci kontak ON, power battery dikirim ke ECM, injector, MAP sensor, dst. Ketika
kunci kontak diputar ke ONt, arus akan mengalir dari ignition switch melalui current relay coil ke
ground.

13.1 Circuit diagram

42 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

13.2 Harness inspection procedures

13.3 MFI control relay inspection

1. Check continuity of relay contacts between terminals 5 (+) and 1 (-).

Relay coil (between terminal 2 & 4) Continuity

When de-energized No

When energized Yes

2. If faulty, replace the MFI control relay.

Tightening torque

MFI control relay :

7 ~ 11 Nm (70 ~ 110 kg·cm, 5.2 ~ 8.1


lb·ft)

43 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

14. Ignition coil


Pada saat ignition power transistor dihidupkan oleh sinyal dari ECM, ECM mengirimkan sinyal
tersebut ke ignition coil, kemudian arus primer diputus dan selanjutnya tegangan tinggi
diinduksikan di dalam coil sekunder.

14.1 Circuit diagram

14.2 Prosedur pemeriksaan harness

44 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

14.3 Memeriksa ignition coil

1. Mengukur tahanan primary coil resistance

Ukurlah tahanan primary coil antara

terminal 1 dan 2.

2. Mengukur tahanan secondary coil

Ukurlah tahanan secondary coil diantara


terminal tegangan tinggi cylinder No.1 dan
No.4, dan antara terminal tegangan tinggi
cyinder No.2 dan No.3.

Nilai standard : 13.0Ω ± 15%

[PERHATIAN] Pastikan, ketika mengukur tahanan pada secondary coil, untuk melepas
connector pada ignition coil.

45 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Bab 3 Studi Kasus

Case 1

1. Model : XG 2003 MY

2. Kilometer : 2244 Km

3. Gejala : Tidak bisa di-starting.

4. Prosedur pemeriksaan:

4.1.1 Test 1 : Cranking test

Hasil : bisa Loncat ke Tes 3.

4.1.2 Test 3 : Uji loncatan bunga api dengan cara cranking dan tes kerja injector

. Hasil : tidak ada loncatan api dan injector tidak bekerja

: Item yang diperiksa : Control relay, Fuse, Control relay wiring, Ignition key,
ECM

46 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

1. Penyebab : Control relay coil rusak.

2. Tindakan perbaikan : Ganti control relay

47 Training Material & Development


Diagnosa pada Starting System

Kasus 2
1. Model : XD Elantra 2000 MY
2. Kilometer : 62440 Km
3. Gejala : Tidak bisa starting
4. Prosedur pemeriksaan:
4.1 Test 1 : Cranking test
Hasil : Bisa Loncat ke Tes 3.
4.2 Test 3 Uji loncatan bunga api dengan cara cranking dan tes kerja injector

Hasil : tidak ada loncata api dan injector bisa bekerja

: Item yang diperiksa : IG Coil, Wiring (ECM – IG Coil), Fuse (IG S/W, Coil)

5. Penyebab : Abnormal Ignition coil.

6. Tindakan perbaikan : Ganti Ignition coil.

48 Training Material & Development