Anda di halaman 1dari 11

Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 1

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERI MAAN KARYAWAN


MENGGUNAKAN METODE PROFI LE MATCHI NG BERBASIS WEB DENGAN
FRAMEWORK CODEI GNI TER
Syarifatun Nimah
Universitas Semarang

ABSTRAK
Decision making is a key part of activities fromthe executives, managers, employees,
and every human being in life. Was no exception in decision-making to select the employees
in a company. The number of prospective employees as well as various administrative criteria
that must be met are often make HRD staff (Human Resources Division) difficulty in
performing the decision choose employees on the company managed.
To help HRD staff in decision making pick employees on the company made a decision
support Information Sistemacceptance of Employees using the method of Profile Matching
With Web-based Framework Codeigniter. Method of Profile Matching or commonly referred
to as a method of GAP is the difference between the actual performance with performance
potential. This method was chosen because it is able to select the best alternative froma
number of alternatives, in this case the alternative meant that are eligible to receive
scholarships based on specified criteria.
Keyword : Decision Support System, Method Profile Matching, Codeigniter.

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan pasti
membutuhkan karyawan untuk
mengelola manajemen perusahaan.
Oleh karena itu, seorang staf HRD
(Human Resource Division) harus
mempunyai kemampuan menganalisa
para pelamar pekerjaan agar
karyawan yang diterima bekerja
sesuai dengan kriteria yang
dibutuhkan. Masalah yang sering
terjadi dalam proses penilaian
pelamar diantaranya adalah
subjektivitas pengambilan keputusan,
terutama jika beberapa pelamar yang
ada memiliki kemampuan (dan
beberapa pertimbangan lain) yang
tidak jauh berbeda. Kriteria yang
ditetapkan pada penelitian ini
meliputi jabatan, lama bekerja, status
perusahaan, SKCK, AKTE, Surat
kesehatan, IPK, jenjang pendidikan,
grade universitas, TOEFL, sertifikat
office, sertifikat autodesk, dan
sertifikat Hakit.
Sistem pendukung keputusan
atau Decision Support System(DSS)
didefinisikan sebagai sekumpulan
prosedur berbasis model untuk data
pemrosesan dan penilaian guna
membantu para manajer untuk
mengambil keputusan (Little, 1970).
Model yang digunakn dalam sistem
pendukung keputusan ini adalah
metode profile matching. Secara garis
besar profile matching merupakan
proses membandingkan antara
kompetensi individu ke dalam
kompetensi jabatan sehingga dapat
diketahui perbedaan kompetensinya
(Andreas, 2005).
Dengan adanya kemampuan
sistem dalam pengambilan keputusan
sesuai dengan metode yang dirancang
maka diharapkan proses penyeleksian
administrasi menjadi lebih cepat
selesai.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan
dibahas dalam tugas akhir ini adalah
bagaimana cara merancang dan
mengimplementasikan suatu sistem


Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 2

yang berfungsi sebagai alat bantu
pengambilan keputusan dalam hal
pemilihan karyawan yang tepat dan
terbaik menggunakan framework
CodeIgniter dan metode profile
matching.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari Tugas Akhir ini
adalah merancang sebuah sistem
pendukung keputusan yang ditujukan
kepada staf HRD berupa program
sistem pendukung keputusan
pemilihan karyawan.
2. LANDASAN TEORI
2.1. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan
sistem yang digunakan dalam
pembuatan sistem pendukung
keputusan penerimaan karyawan
adalah waterfall. Metode
pengembangan sistem waterfall
kadang dinamakan siklus hidup
klasik, dimana hal ini menyiratkan
pendekatan yang sistematis dan
berurutan pada pengembangan
perangkan lunak, yang dimulai
dengan spesifikasi kebutuhan
pengguna dan berlanjut melalui
tahapan-tahapan perencanaan,
pemodelan, konstruksi, serta
penyerahan sistem ke pengguna
yang diakhiri dengan dukungan
berkelanjutan pada perangkat
lunak lengkap yang dihasilkan
(Pressman, 2012).














2.2. Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung
Keputusan merupakan sistem
informasi interaktif yang
menyediakan informasi,
pemodelan, dan pemanipulasian
data. Sistem itu digunakan untuk
membantu pengambilan keputusan
dalam situasi yang semi terstruktur
dan situasi yang tidak terstruktur,
dimana tak seorang pun tahu
secara pasti bagaimana keputusan
seharusnya dibuat (Kusrini, 2007).
2.3. Metode Profile Matching
Metode profile matching
sering juga disebut dengan metode
GAP, yaitu sebuah mekanisme
pengambilan keputusan dengan
mengasumsikan bahwa terdapat
tingkat variabel prediktor yang
ideal yang harus dimiliki oleh
pelamar (Mukhsin A, 2006).
2.3.1 Algoritma Metode Profile
Matching
1. Aspek - aspek penilaian.
2. Pemetaan GAP kompetisi
3. Pembobotan
4. Perhitungan dan pengelompokan
Core dan Secondary Factor. Perhitungan
core factor ditunjukkan menggunakan
rumus dibawah ini :
NCF =
NC(uspck)
IC

Keterangan :
NCF : Nilai rata-rata core factor
NC(aspek) : J umlah total nilai
core factor
IC : J umlah item core factor
Sementara itu, perhitungan secondary
factor bisa ditunjukkan dengan rumus
berikut:
NSF =
NS(ospck)
IS

Keterangan :
NSF : Nilai rata-rata core factor
NS(aspek) : jumlah total nilai
core factor
IS : J umlah item core factor

Komunikasi
Perencanaan
Pemodelan
Konstruksi
Penyerahan
system/perangkat
lunak ke pengguna
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 3

5. Perhitungan nilai total
Rumus perhitungan nilai total adalah
sebagai berikut :
(x)%NCF(aspek)+(x)%NSF(aspek)
=N(aspek)
Keterangan :
NCF(aspek) : nilai rata-rata core factor
(aspek)
NSF (aspek) : nilai rata-rata secondary
factor (aspek)
N(aspek) : nilai total dari aspek(aspek)
(x)% : nilai persen yang diinputkan.
6. Perhitungan penentuan rangking mengacu
pada hasil perhitungan.
Perhitungan tersebut bisa ditunjukkan
dengan rumus dibawah ini :
(x)%Nk
Keterangan :
Nk : nilai kriteria
(x)% : nilai persen yang diinputkan

2.4. Unifield Modelling Language (UML)
UML singkatan dari Unified
Modeling Language yang berarti
bahasa pemodelan standar. Pada buku,
Chonoles tahun 2003 mengatakan
sebagai bahasa, berarti UML memiliki
sintaks dan semantik. Ketika kita
membuat model menggunakan konsep
UML ada aturan-aturan yang harus
diikuti.
UML sendiri terdiri atas
pengelompokkan diagram-diagram
sistem menurut aspek atau sudut
pandang tertentu. Diagram adalah
representasi secara grafis dari elemen-
elemen tertentu beserta hubungan-
hubungannya. Ada beberapa diagram
yang disediakan dalam UML antar
lain : diagram use case, diagram kelas,
diagram sequence dan diagram
activity (Widodo, 2011).

3. HASI L DAN PEMBAHASAN
3.1. Analisis Kebutuhan
Sistem yang akan dibuat
disesuaikan dengan kebutuhan
pengguna, dalam hal ini bagian
HRD suatu perusahaan. Dari
pengamatan pada bidang
manajemen karyawan, ditemukan
beberapa kebutuhan terkait dengan
manajemen kinerja karyawan
sebagai berikut :
1. Dibutuhkan sebuah sistem
pendukung keputusan yang
meringankan dan mempercepat
tugas dan kewajiban bagian
HRD.
2. Diperlukan sebuah sistem yang
dapat memilih dan menentukan
proses rekruitment karyawan
dengan lebih cepat dan akurat
juga objektif.
3.2. Perhitungan GAP analisis
Pendekatan yang digunakan untuk
menilai nilai karyawan adalah
dengan menggunakan metode
GAP Analisis. GAP dihitung
berdasarkan formula sederhana
sebagai berikut :
Gap=Profil PelamarProfil Standar
Profil Pelamar berupa nilai
kuantitatif yang dihitung dari hasil
penilaian form administrasi. Profil
standar adalah nilai standar yang
diharapkan oleh perusahaan dari
pelamar.
Profil standar ditentukan
berdasarkan ketetapan pada awal
sebagai syarat penilaian pelamar.
Kriteria penilaian untuk percobaan
kali ini terdiri dari 3 kategori, yaitu
pendidikan, kelengkapan
dokumen, dan pengalaman kerja.
Dari setiap kategori penilaian
diberikan beberapa sub kriteria.
3.3. Kebutuhan Fungsional
Variabel-variabel dan cara
perhitungan yang dipergunakan
dalam pemetaan tersebut yang
terdiri dari aspek-aspek, antara lain
sebagai berikut:
a. Pendidikan, yang
menggambarkan intelektualitas
dalam segi formal yang
mempunyai aspek antara lain:
1. IPK
2. J enjang Pendidikan
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 4

3. Grade Universitas
4. TOEFL
5. Sertifikat Office
6. Autodesk
7. Sertifikat HAKIT
b. Kelengkapan Dokumen, yang
menggambarkan identitas diri
secara formal yang mempunyai
aspek antara lain:
1. SKCK
2. AKTE
3. Surat Keterangan Kesehatan
c. Pengalaman Kerja, yang
menggambarkan sejarah karir
pekerjaan pelamar, yang
meliputi aspek berikut ini:
1. J abatan
2. Lama Bekerja
3. Status Perusahaan
Proses penentuan bobot tiap aspek akan
ditentukan oleh admin untuk setiap
kriteria yang diinginkan.

3.4. Proses Perhitungan Pemetaan
Gap Kompetensi
1. Pendidikan
Pada aspek ini, setelah
dilakukan proses perhitungan
gap antara profil pelamar dan
profil perusahaan untuk
masing-masing subkriteria
kemudian gap-gap tersebut
selanjutnya akan di convert ke
dalam nilai bobot gap yang
telah ditentukan.
Tabel 1. Tabel Pendidikan
untuk Pengelompokan GAP

2. Kelengkapan Administrasi
Pada aspek ini, setelah
dilakukan proses perhitungan
gap antara profil pelamar dan
profil perusahaan untuk
masing-masing subkriteria
kemudian gap-gap tersebut
selanjutnya akan di convert ke
dalam nilai bobot gap yang
telah ditentukan.
Tabel 2. Tabel Kelengkapan
Administrasi untuk Pengelompokan
GAP

3. Pengalaman Kerja
Pada aspek ini, setelah
dilakukan proses perhitungan
gap antara profil pelamar dan
profil perusahaan untuk
masing-masing subkriteria
kemudian gap-gap tersebut
selanjutnya akan di convert ke
dalam nilai bobot gap yang
telah ditentukan.
Tabel 3. Tabel Pengalaman
Kerja untuk Pengelompokan
GAP

Setelah diperoleh selisih gap,
selanjutnya di ubah menjadi nilai gap
dengan berpatokan pada tabel bobot
nilai gap berikut ini :
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 5

Tabel 4. Bobot Nilai GAP

3.5 Perhitungan dan pengelompokan
Core dan Secondary Factor
Setelah menentukan bobot nilai gap
untuk ketiga aspek yaitu aspek
pendidikan, kelengkapan dokumen dan
pengalaman kerja dengan cara yang
sama. Kemudian tiap aspek
dikelompokkan lagi menjadi 2
kelompok yaitu kelompok Core Factor
dan Secondary Factor.

Tabel 5. Tabel Pengelompokan
Bobot Nilai Gap Aspek Pendidikan

Tabel 6. Tabel Pengelompokan
Bobot Nilai Gap Aspek Kelengkapan
Dokumen


Tabel 7. Tabel Pengelompokan
Bobot Nilai Gap Aspek Pengalaman
Kerja

3.6 Perhitungan Nilai Total Tiap Aspek
dan Perangkingan
Hasil akhir dari proses profile
matching adalah ranking dari kandidat
yang diajukan untuk mengisi suatu
jabatan tertentu. Penentuan ranking
mengacu pada hasil perhitungan pada
landasan teori.
Tabel 8. Tabel Hasil Akhir dan
Perankingan

3.7 Perancangan Sistem
3.7.1 Diagram Use Case

registrasi
logout
biodata diri
kelengkapan administrasi
Login <<include>>
<<include>>
edit_user
hapus_user
lihat_berita_home
lihat_berita_profile
edit_kriteria_penilaian
hapus_daftar_kriteria
admin
home
tambah_user
lihat_user
Ganti_password
berita_home
<<include>>
berita_profile
<<include>>
berita_contact
gambar_front
logout
gambar_back
daftar_biodata_pelamar
pencarian_pelamar
daftar_kriteria_penilaian
daftar_akun_pelamar
tambah_kriteria
tambah_subkriteria_penilaian
lihat_grafik
lihat_web
form_generator
hasil_form
lihat_hasil_nilai
lihat_rangking
login
<<include>>
lupa_password
pelamar
<<include>>
contact person
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 6

3.7.2 Diagram Aktifitas
Diagram Aktifitas Daftar Kriteria Penilaian

Gambar 1. Diagram Aktifitas Daftar
Kriteria Penilaian
Diagram Aktifitas Tambah Kriteria

Gambar 2. Diagram Aktifitas Tambah
Kriteria



Diagram Aktifitas Tambah Sub Kriteria

Gambar 3. Diagram Aktifitas Tambah Sub
Kriteria
Diagram Aktifitas Form Generator
Gambar 4. Diagram Aktifitas Form
Generator




start
memilih menu daftar
kriteria penilaian
menghapus
kriteria penilaian
mengisi form edit
kriteria penilaian
mengedit
kriteria penilaian
data berhasil
dikirim
Y
menampilkan daftar
kriteria penilaian
hapus kriteria Y
edit kriteria
T
data gagal
dikirim
T
mengupdate data
pada database
finish
Y
si stem admin
start
memilin menu tambah
kriteria penilaian
mengisi form tambah
kriteria penilaian
pengiriman data
pengiriman data
berhasil
pengiriman data
gagal
data masuk
database
finish
Y
T
sistem admin
start
memilin menu tambah
sub kriteria penilaian
mengisi form tambah sub
kriteria penilaian
pengiriman data
pengiriman data
berhasil
pengiriman data
gagal
data masuk
database
finish
Y
si stem admin
start
admin memilih menu
form generator
admin memasukkan data yang
dibutuhkan untuk membuat form
pengiriman data
data berhasil
dikirim
Y
finish
sistem menampilkan form untuk
membuat form generator
data gagal dikirim
T
si stem admi n
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 7

Diagram Aktifitas Lihat Hasil Nilai

Gambar 5. Diagram Aktifitas Lihat Hasil
Nilai
Diagram Aktifitas Lihat Rangking

Gambar 6. Diagram Aktifitas Lihat
Rangking
Diagram Aktifitas Biodata Pelamar

Gambar 7. Aktifitas Biodata Pelamar
Diagram Aktifitas Kelengkapan
Administrasi

Gambar 8. Diagram Aktifitas Kelengkapan
Administrasi
3.7.3 Diagram Class

Gambar 9. Diagram Class

start
finish
memilih menu
pelamar mengupdate
nilai kriteria
menampilkan nilai dari proses inputan
nilai administrasi pelamar
proses nilai pelamar dikurangi
nilai profil perusahaan
proses nilai NCF dan NSF
sehingga dihasilkan nilai
nilai akhir untuk
kriteria
sistem admin
start
memilih menu
lihat rangking
mengambil nilai dari database untuk
masing-masing nilai kriteria
menampilkan nilai rangking
dari hasil nilai akhir
finish
si stem admi n
sub_kriteria
id_sub : Integer =2
id_kriteria : Integer =2
nama_sub : String =20
nilai : Integer =20
input : String =20
name_input : String =20
insert()
hapus()
biodata_pelamar
no_urut : String =20
noktp : String =50
nama_lengkap : String =30
tempat_lahir : String =20
tgl_lahir : String =10
jk : String =2
alamat : String =25
kota : String =20
country : String =20
kodepos : String =10
agama : String =10
goldar : String =2
telp : String =20
status : String =15
email : String =25
password : String =25
file : String =200
insert()
kriteria
id_kriteria : Integer =2
kriteria : String =10
nilai : Integer =10
insert()
delete()
1..*
1
gambar
id_gambar : Integer =2
jenis : String =10
nama : String =20
thumb : String =50
status : Integer =1
keterangan : String =500
upload()
pelamar
id_pelamar : Integer =20
no_urut : Integer =30
username : String =20
password : String =20
nama_lengkap : String =25
nope : String =15
email : String =30
insert()
hapus()
1..*
1
berita
id_berita : Integer =20
jenis : String =10
judul : String =50
isi : String =5000
path : String =50
status : Integer =2
insert()
aktif()
tidak aktif()
admin
id_user : Integer =2
nama : String =10
nama_lengkap : String =50
password : String =10
email : String =50
insert()
edit()
delete()
1..*
1
1..*
1
1..* 1
1..*
1
contact
id : String =1
phone : String =15
email : String =20
twitter : String =20
fb : String =20
ym: String =20
insert()
udate()
1..*
1
1..* 1
1
1..*
1
1..*
1
1..*
1
1..*
1
1
1..*
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 8

4. I MPLEMENTASI
Implementasi dari software ini dapat
dilihat pada gambar-gambar dibawah
ini. Berikut ini form inputan kriteria
penilaian dari halaman pelamar.

Gambar 10. Form I nputan Kriteria
Penilaian

Setelah karyawan menginputkan data
pribadi mereka maka selanjutnya
inputan tersebut digunakan sebagai
acuan nilai yang akan diproses menjadi
nilai akhir.

Gambar 11. Penilaian Perkriteria
Dari hasil nilai perkriteria tersebut
maka dihasilkan nilai akhir sebagai
berikut:

Gambar 12. Hasil Akhir dan perangkingan
5. PENGUJ I AN
Menurut Pressman (2002),
setiap produk rekayasa dapat diuji
dalam satu atau dua cara, yaitu:
1. Dengan mengetahui fungsi yang
telah ditentukan bahwa suatu
produk telah dirancang untuk
bekerja, pengujian pun dapat
dilakukan untuk menunjukkan
bahwa masing-masing fungsi
sepenuhnya beroperasi sementara
pada saat yang sama mencari
kesalahan dalam setiap fungsi.
2. Mengetahui cara kerja internal
suatu produk pengujian dapat
dilakukan untuk memastikan
bahwa semua perseneling telah
terhubung, yaitu bahwa operasi-
operasi internal telah dilakukan
sesuai dengan spesifikasi dan
semua komponen internal telah
memadahi dieksekusi. Pendekatan
pengujian pertama kali
membutuhkan pandangan eksternal
dan disebut pengujian kotak hitam
(blackbox testing), dan yang kedua
membutuhkan pandangan internal
yang disebut pengujian kotak putih
(whitebox testing).
5.1 Pengujian kotak hitam (blackbox
testing)
Pengujian kotak hitam
berkaitan dengan pengujian-
pengujian yang dilakukan pada
antar muka perangkat lunak.
Pengujian kotak hitam mengkaji
beberapa aspek fundamental dari
suatu sistem atau perangkat lunak
Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 9

dengan sedikit memperhatikan
struktur logis internal dari
perangkat lunak.
Pengujian kotak hitam,
disebut juga pengujian perilaku.
Berfokus pada persyaratan
fungsional perangkat lunak.
Artinya teknik pengujian kotak
hitam memungkinkan untuk
membuat beberapa kumpulan
kondisi masukan yang sepenuhnya
akan melakukan semua kebutuhan
fungsional untuk program.
Pengujian kotak hitam berupaya
untuk menemukan kesalahan
dalam kategori berikut :
1. Fungsi yang salah atau hilang.
2. Kesalahan antar muka
3. Kesalahan dalam struktur data
atau akses basisdata eksternal.
4. Kesalahan perilaku atau
kinerja.
5. Kesalahan inisialisasi dan
penghentian.


Tabel 9. Hasil Pengujian Black Box
Input Fungsi Output/Next
State
Hasil
Uji
Login
admin
Untuk masuk
ke halaman
admin
Masuk ke
halaman
admin jika
username
dan
password
tepat
Berhasil
Klik
tambah
data
user
Menambah
data user
User
bertambah
Berhasil
Klik
lihat
data
user
Menampilkan
daftar user
Tampilan
daftar user
beserta
pilihan aksi
Berhasil

5.2 Pengujian Kotak Putih (whitebox
testing)
Pengujian kotak putih
(whitebox testing) didasarkan pada
pemeriksaan yang teliti terhadap
detail prosedural. J alur logis di
seluruh perangkat lunak dan
kolaborasi antar komponen diuji
dengan menguji serangkaian kondisi
dan atau loop spesifik. Dengan
menggunakan metode pengujian
kotak putih dapat diperoleh test case
yang :
1. Menjamin bahwa semua jalur
independen di dalam modul telah
dieksekusi sedikitnya satu kali.
2. Melaksanakan semua keputusan
logis pada sisi benar dan yang
salah.
3. Melaksanakan semua loop pada
batas mereka dan dalam batas-
batas operasional mereka.
4. Menggunakan struktur data
internal untuk menjamin
validitasnya.
5.2.1 Pengujian Basis Path
Metode basis Path
memungkinkan desainer test case
mengukur kompleksitas logis
dari desain procedural dan
menggunkannya sebagai
pedoman untuk menetapkan basis
set dari jalur eksekusi. Test case
yang dilakukan untuk
menggunakan basis set tersebut
dijamin untuk menggunakan
setiap statement didalam program
paling tidak sekali selama
pengujian.


Sequence






While If

Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 10

5.2.2 Kompleksitas Siklomatis
Kompleksitas siklomatis
adalah metrics perangkat
lunak yang memberikan
pengukuran kuantitatif
terhadap komplesitas logis
suatu program. Bila metrics
ini digunakan dalam konteks
metode pengujian basis path,
maka nilai yang terhitung
untuk kompleksitas siklomatis
menentukan jumlah jalur
independen dalam basis set
suatu program dan member
batas atas bagi jumlah
pengujian yang harus
dilakukan untuk memastikan
bahwa semua statemen telah
dieksekusi sedikitnya satu
kali.
Kompleksitas dihitung
dalam salah satu dari tiga cara
berikut :
1. J umlah region grafik alir
sesuai dengan
kompleksitas siklomatis.
2. Kompleksitas siklomatis,
V(G), untuk grafik alir G
ditentukan sebagai V(G)
=E-N+2 dimana E adalah
jumlah edge grafik alir
dan N adalah jumlah
simpul grafik alir.
3. Kompleksitas siklomatis,
V(G), untuk grafik alir G
juga ditentukan sebagai
V(G) = P+1 dimana P
adalah jumlah simpul
predikat yang diisikan
dalam grafik alir G.
Yang lebih penting, nilai
untuk V(G) memberi kita
batas atas untuk jumlah
jalur independen yang
membentuk basis set, dan
implikasinya, batas atas
jumlah pengujian yang
harus didesain dan
dieksekusi untuk
menjamin semua statemet
program.
5.2.2.1 Hasil Pengujian White Box
1. Flowchart Penilaian

Gambar 4. Flowchart Penilaian
Listing Program
Langkah 1
function ambil_data_sub_kriteria()
{
$e = mysql_query("SELECT * FROM penilaian
where no_urut = '".$_POST['no_urut']."'");
$ee = mysql_fetch_array($e);
$insert_data = array();
$sub_kriteria = $this->db->get('sub_kriteria');

Langkah 2.
foreach ($sub_kriteria->result() as $row){

Langkah 3.
if($row->nama == 'grade_univ') {

Langkah 4..
if($this->input->post($row->nama) == 'swasta')
{
$insert_data['grade_univ'] = 3;
}

Langkah 5.
else
{
$insert_data['grade_univ'] = 4;
}




Jurnal TransIT Volume 1 Nomer 1 11

2. Notasi Diagram Alir

Gambar 5. Notasi Diagram Alir
3. Basis Path
J alur 1 =1 2 3 5 6
J alur 2 =1 2 3 4 - 6
4. Kompleksitas Siklomatis
Diketahui :
Node (N) =6
Edge (E) =6
Predicate Node (P) =1
a. V(G) =E N +2
=6 6 +2 =2
b. V(G) =P +1
=1 +1 =2
Berdasarkan hasil pengujian
perangkat lunak yang terdapat seperti
pada gambar 4, maka sistem
dikatakan sudah terbukti benar,
karena Kompleksitas Siklomatis dan
Basis Path adalah sama 2. J adi
kesimpulannya, hasil dari pengujian
yang telah dilakukan telah
membuktikan bahwa program telah
bebas dari kesalahan logika.
6. KESI MPULAN
Telah dibangun sebuah sistem
pendukung keputusan untuk membantu
penentuan seseorang yang berhak
mendapatkan beasiswa berdasarkan
kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah
sebuah alternatif yang memiliki nilai
alternatif terbaik dari alternatif yang
lain.


DAFTAR PUSTAKA
Andreas, dkk. 2005. J urnal Ilmiah :
Pembuatan Aplikasi
SistemPendukung Keputusan untuk
Proses Kenaikan J abatan dan
Perencanaan Karir pada PT. X.
Universitas Kristen Petra :
Surabaya.
Chonoles, M.J, J ames A. Schardt.
2003. UML 2 for dummies. Willey
Publishing, Inc. New York.
Kusrini. 2007. Konsep dan Aplikasi
Sistem Pendukung Keputusan.
Penerbit Andi : Yogyakarta.
Little, J .D.C. 1970. Models and
Managers : The Concept of a
Decision Calculus. Management
Science, Vol. 16, No. 8.
Mukhsin, A. 2006. Sistem Pendukung
Keputusan Evaluasi Karyawan
untuk Promosi J abatan. Prosiding
Kopwil IV Volume II No. 3
Kopertis Wilayah IV J awa Barat
dan Banten.
Pressman, Roger S. 2012. Rekayasa
Perangkat Lunak Pendekatan
Praktisi. Penerbit Andi :
Yogyakarta.
Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa
Perangkat Lunak Pendekatan
Praktisi. Penerbit Andi :
Yogyakarta.
Widodo, Prabowo Pudjo, dan
Herlawati, 2011, Menggunakan
UML: Unified Modeling
Language, Informatika Bandung,
Bandung