Anda di halaman 1dari 15

LATIHAN 1 : MULTI-LOCATIONS DAN MULTI-ENTITIES

Bagian ini akan menjelaskan bagaimana Anda memodelkan sistem dengan beberapa location yang sejenis dan ada entity yang dipecah menjadi beberapa entity lain.

Kasus 1:

Perhatikan satu shop-floor dengan aliran kegiatan seperti Gambar 1.1 berikut ini

dengan aliran kegiatan seperti Gambar 1.1 berikut ini Gambar 1.1. Aliran proses produksi untuk kasus 1

Gambar 1.1. Aliran proses produksi untuk kasus 1

Waktu transportasi antar setiap bagian sebesar 2 menit. Ingin disimulasikan sistem shopfloor ini dan dijalankan selama 10 jam dengan warming-up 1 jam.

A. Buat model simulasi dengan promodel dengan langkah sebagai berikut :

1. Pendefinisian Location. Jika diasumsikan tidak ada penyimpanan sementara (intermediate store) antara bagian pemotongan dan bubut, maka diperlukan 4 (empat) location, misalkan diberi nama Receiving, Splitting_Saw, dan Milling. Untuk mendefinisikan keempat location dalam promodel sebagai berikut

a. Aktifkan aplikasi ProModel, pilih File New, akan muncuk window General Information (Gambar 1.2). Isikan Title untuk nama simulasi yang akan dibuat, dan jika perlu pilih time unit, distance units, dan logic yang diperlukan.

pilih time unit, distance units, dan logic yang diperlukan. Gambar 1.2. Window General Information b. Dari

Gambar 1.2. Window General Information

b. Dari menu bar, pilih Build Location, maka akan muncul 3 buah window baru: Locations, Graphics, dan Layout seperti pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Hasil pengaktifan menu Location. c. Untuk mendefinisikan location Receiving :  Dari window

Gambar 1.3. Hasil pengaktifan menu Location.

c. Untuk mendefinisikan location Receiving :

Location. c. Untuk mendefinisikan location Receiving :  Dari window Graphics klik gambar  Pindah ke

Dari window Graphics klik gambar

Pindah ke window Layout , klik mouse kiri sehingga muncul gambar dari icon yang dipilih diatas dan muncul baris baru pada window locations.

Pindah ke window Locations, pada kolom Name yang barisnya berwarna putih ganti Loc1 dengan Receiving. Selanjutnya pada kolon Cap. ganti dari 1 menjadi INF.

Untuk memunculkan label, pindah ke window Graphics, klik pada supaya tanda hilang.

ke window Graphics , klik pada supaya tanda  hilang. , pindah ke window Layout .
ke window Graphics , klik pada supaya tanda  hilang. , pindah ke window Layout .

, pindah ke window Layout. Letakkan pointer mouse dibawah gambar Receving

dan klik mouse, maka akan muncul label Receiving. Hasil pendefinisian location Receiving seperti gambar 1.4.

Klik icon

location Receiving seperti gambar 1.4. Klik icon Gambar 1.4. Hasil pendefinisian location Receiving d. Untuk

Gambar 1.4. Hasil pendefinisian location Receiving

d. Untuk mendefinisikan location Splitting_Saw :

Dari window Graphics, aktifkan

kiri mouse.

 Dari window Graphics, aktifkan kiri mouse. . Cari icon dan aktifkan dengan melakukan klik 

. Cari icon

 Dari window Graphics, aktifkan kiri mouse. . Cari icon dan aktifkan dengan melakukan klik 

dan aktifkan dengan melakukan klik

Pindah ke window Layout. Letakkan pointer mouse disebelah kanan dari gambar Receiving, dan klik kanan mouse, maka akan muncul gambar baru dan otomatis pada window Locations muncul baris baru.

Pindah ke window Locations. Letakkan pointer mouse pada baris putih (baris yang aktif) pada kolom Name. Edit Name dari Saw menjadi Splitting_Saw.

Munculkan label untuk Splittting_Saw. Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan ,

. Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan , aktifkan icon . Pindah lagi ke window Layout letakkan
. Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan , aktifkan icon . Pindah lagi ke window Layout letakkan

aktifkan icon . Pindah lagi ke window Layout letakkan pointer mouse dibawah gambar Splitting-Saw dan kemudian klik mouse, maka akan muncul label baru.

Hasil pendefinisian Splitting_Saw seperti gambar 1.5.

 Hasil pendefinisian Splitting_Saw seperti gambar 1.5. Gambar 5. Hasil pendefinisian location Splitting_Saw e.

Gambar 5. Hasil pendefinisian location Splitting_Saw

e. Untuk mendefinisikan location Receiving : lakukan dengan cara seperti langkah c atau d diatas.

: lakukan dengan cara seperti langkah c atau d diatas.  Dari window Graphics , aktifkan
: lakukan dengan cara seperti langkah c atau d diatas.  Dari window Graphics , aktifkan

Dari window Graphics, aktifkan . Cari icon dan aktifkan dengan melakukan klik mouse kanan.

Pindah ke window Layout. Letakkan pointer mouse disebelah kanan dari gambar Splitting-Saw, dan klik kiri mouse, maka akan muncul gambar baru dan otomatis pada window Locations muncul baris baru.

Pindah ke ke window Location. Letakkan pointer mouse pada baris putih (baris yang aktif) pada kolom Units dan ganti nilainya dari 1 menjadi 2, maka otomatis akan muncul dua baris baru Mill.1 dan Mill.2 di windows Locations dibawah Mill.

Munculkan label untuk Mill.1 dan Mill.2. Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan ,

Mill.2 . Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan , aktifkan icon . Pindah lagi ke window Locations,
Mill.2 . Dari window Graphics dengan me-non-aktifkan , aktifkan icon . Pindah lagi ke window Locations,

aktifkan icon . Pindah lagi ke window Locations, aktifkan baris Mill.1. dan pindah lagi ke windows Layout letakkan pointer mouse dibawah gambar Mill.1 dan kemudian klik mouse, maka akan muncul label baru. Dengan cara yang sama munculkan label Mill.2

Hasil pendefinisian Mill seperti gambar 1.6.

Gambar 1.6. Hasil pendefinisian location Receiving, Splitting_Saw, dan Mill 2. Pendefinisian Entities . Dari penjelasan

Gambar 1.6. Hasil pendefinisian location Receiving, Splitting_Saw, dan Mill

2. Pendefinisian Entities. Dari penjelasan proses operasi di gambar 1, teridentifikasi 2 (dua) buah entity yaitu : Raw_Material dan Part_A. Untuk mendefinisikan Entity ini, dari menu bar, pilih Build Entities maka akan muncul window Entiites dan Entity Graphics.

a. Entity : Raw Material

Entiites dan Entity Graphics . a. Entity : Raw Material Dari window Entity Graphics , klik

Dari window Entity Graphics, klik icon maka akan pada window Entities akan muncul baris baru. Pindah ke window Entities, edit pada kolom Name dari Bar_Stock menjadi Raw_Material.

b. Entity : Part_A

dari Bar_Stock menjadi Raw_Material . b. Entity : Part_A Dari window Entity Graphics , klik lagi

Dari window Entity Graphics, klik lagi icon maka akan pada window Entities akan muncul baris baru. Pindah ke window Entities, edit pada kolom Name dari Bar_Stock menjadi Part_A.

Hasil pendefinisian entities terlihat pada window Entities seperu gambar 1.7.

entities terlihat pada window Entities seperu gambar 1.7. Gambar 1. 7. Hasil pendefinisian Entities : Raw_Material

Gambar 1. 7. Hasil pendefinisian Entities : Raw_Material dan Part_A

3.

Pendefinisian Processing dan Routing.

Processing dan routing terkait dengan kegiatan yang terjadi pada satu location. Untuk pendefinisian processing dan routing dilakukan berdasarkan urutan location.

a. Process 1 di Receiving

Pada receiving Entity yang menjadi input adalah Raw Material dan tidak ada kegiatan (Operation) yang dikenakan pada Entity input. Output dari process 1 adalah Raw_Material dengan tujuan (Destination) adalah Splitting_Saw dengan aturan (Rule) adalah First Available, dan waktu transportasi (Move Logic) dari

Receiving ke Splitting_Saw sebesar 2 menit . Berdasarkan data tersebut maka dapat diisikan Process 1 dan Routing seperti pada gambar 1.8.

diisikan Process 1 dan Routing seperti pada gambar 1.8. Gambar 1.8. Hasil pendefinisian Process 1. b.

Gambar 1.8. Hasil pendefinisian Process 1.

b. Process 2 di Splitting_Saw

Pada Splitting_Saw teridentifikasi :

Input Entity adalah Raw_Material

Entity out-put adalah 4 unit Part-A (FIRST 4)

Operation adalah proses pemotongan Raw_Material yang dinyatakan oleh Wait U(8,1)

Location tujuan setelah Splitting_Saw adalah Mill

Waktu transportasi dari Splitting_Saw ke Mill adalah 2 menit (MOVE FOR 2)

Berdasarkan data tersebut maka dapat diisikan Process 2 dan Routing seperti pada gambar 1.9.

diisikan Process 2 dan Routing seperti pada gambar 1.9. Gambar 1.9. Hasil pendefinisian Process 2. b.

Gambar 1.9. Hasil pendefinisian Process 2.

b. Process 2 di Splitting_Saw

Pada Mill teridentifikasi :

Input Entity adalah Part_A

Entity out-put adalah 1unit Part-A (FIRST 1)

Operation adalah proses pemotongan Raw_Material yang dinyatakan oleh Wait U( 2,1)

Location tujuan setelah Splitting_Saw adalah EXIT dengan waktu transport 2 menit

Berdasarkan data tersebut maka dapat diisikan Process 3 dan Routing seperti pada gambar 1.10.

tersebut maka dapat diisikan Process 3 dan Routing seperti pada gambar 1.10. Gambar 1.10. Hasil pendefinisian

Gambar 1.10. Hasil pendefinisian Process 3.

3. Pendefinisian Arrivals. Pendifinisian Arrivals diperlukan untuk menentukan di Location mana dan Entity apa yang masuk ke dalam sistem. Dari ilustrasi gambar 1 dapat diidentifikasi :

Entity yang masuk ke sistem adalah Raw_Material

Quantity sebanyak 4 unit

Location di Receiving

First time adalah 0

Jumlah kedatangan adalah tidak terbatas (Occurrrences = INF)

Interval antar kedatangan (Frequency) adalah eksponen sial 20 menit (E(20)).

Untuk mendefiniskan Arrivals, dari menu bar pilih BuildArrivals, akan muncul window Arrivals. Berdasarkan identifikasi tersebut, hasil nya dapat dibuat seperti pada gambar 1.11.

tersebut, hasil nya dapat dibuat seperti pada gambar 1.11. Gambar 1.11. Hasil pendefinisian Arrival 4. Pengaturan

Gambar 1.11. Hasil pendefinisian Arrival

4. Pengaturan lamanya simulasi Untuk menentukan setting lamanya simulasi , dari menu bar pilih Simulation Option , maka akan muncul window Simulation Options seperti gambar 1.12. Isikan waktu inisialisasi (Warmup hours) 1 jam dan lamanya simulasi (Run hours) dengan 10 jam.

) 1 jam dan lamanya simulasi ( Run hours ) dengan 10 jam. Gambar 1.12. Pengisian

Gambar 1.12. Pengisian setting lamanya simulasi

5. Menjalankan simulasi Sebelum menjalankan simpan model simulasi, yaitu dari menu bar pilih File Save kemudian pilih direktory yang diinginkan jika perlu dan isikan nama file. Setelah disimpan, baru simulasi dapat dijalankan yaitu dari menu bar pilih Simulation Run. Jika simulasi di-setting dengan benar maka akan muncul window dialog Simulation Complete . Tekan Yes untuk melihat hasil simulasi.

PERTANYAAN

1. Berdasarkan hasil simulasi, isikan data utilitas mesin berikut ini :

Mesin

Utilitas (%)

Operation (%)

Blocked (%)

Idle(%)

Splitting_Saw

       

Mill

       

2. Lakukan modifikasi pada program simulasi jika ditambahkan adanya buffer / intermediate storage antara Splitting_Saw dan Mil dan asumsikan kapasitasnya tidak terbatas.

dan Mil dan asumsikan kapasitasnya tidak terbatas. Tambahkan juga variable untuk melihat perubahan jumlah

Tambahkan juga variable untuk melihat perubahan jumlah Work-In-Process (WIP) dan jumlah-Part-A yang diselesaikan seperti gambar berikut ini :

jumlah-Part-A yang diselesaikan seperti gambar berikut ini : a. Tuliskan perubahan Processing dan Routing yang harus

a. Tuliskan perubahan Processing dan Routing yang harus dilakukan.

b. Jalankan simulasi dan berdasarkan hasil simulasi, isikan data utilitas mesin berikut ini.

Mesin

Utilitas (%)

Operation (%)

Blocked (%)

Idle(%)

Splitting_Saw

       

Mill

       

LATIHAN

2 : TEMPORARY BATCHING – GROUP/UNGROUP

Dalam proses manufaktur ada kemungkinan ditemui proses dimana beberapa entity harus digabung sampai jumlah terntentu sebelum satu proses dijalankan, dan kemudian diakhir proses entitas lagi dipisahkan kembali. Promodel mengakomodasai hal ini dengan perintah GROUP / UNGROUP pada pendefinisian process.

Kasus 2:

Satu proses pemanasan (oven) dimana proses ini dijalankan secara batch untuk setiap 5 unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1.

unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1. Gambar 2.1. Sistem Oven Bangun model simulasi
unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1. Gambar 2.1. Sistem Oven Bangun model simulasi
unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1. Gambar 2.1. Sistem Oven Bangun model simulasi
unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1. Gambar 2.1. Sistem Oven Bangun model simulasi
unit Part -A. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 2.1. Gambar 2.1. Sistem Oven Bangun model simulasi

Gambar 2.1. Sistem Oven

Bangun model simulasi sistem oven tersebut dengan waktu simulasi selama 20 jam dengan langkah sebagai berikut :

a. Pendefinisian lokasi : Storage dan Oven (lihat Gambar 2.2)

Pendefinisian lokasi : Storage dan Oven (lihat Gambar 2.2) Gambar 2.2. Pendefinisian Storage dan Oven b.

Gambar 2.2. Pendefinisian Storage dan Oven

b. Pendefinisian Entities : Part_A dan Batch (lihat Gambar 2.3)

dan Oven b. Pendefinisian Entities : Part_A dan Batch (lihat Gambar 2.3) Gambar 2.3. Pendefinisian Part_A

Gambar 2.3. Pendefinisian Part_A dan Batch

c.

Pendefinisian Proses : ada empat buah proses

Proses 1 : Part_A di Storage (Gambar 2.4)

buah proses Proses 1 : Part_A di Storage (Gambar 2.4) Gambar 2.4. Pendefinisian Proses 1 di

Gambar 2.4. Pendefinisian Proses 1 di Storage

Proses 2 : Part_A di Oven dengan operation : GROUP 5 AS BATCH dan tidak ada routing (Gambar 2.5)

: GROUP 5 AS BATCH dan tidak ada routing (Gambar 2.5) Gambar 2.5. Pendefinisian Proses 2

Gambar 2.5. Pendefinisian Proses 2 di Oven

Proses 3 : Batch di Oven dengan operation : WAIT U(15,3) UNFROUP dan tidak ada routing (Gambar 2.6)

: WAIT U(15,3) UNFROUP dan tidak ada routing (Gambar 2.6) Gambar 2.6. Pendefinisian Proses 3 di

Gambar 2.6. Pendefinisian Proses 3 di Oven

Proses 4 : Part_A di Oven dengan operation : null dan output : Part_A dengan destination : EXIT (Gambar

2.7)

output : Part_A dengan destination : EXIT (Gambar 2.7) Gambar 2.7. Pendefinisian Proses 4 di Oven

Gambar 2.7. Pendefinisian Proses 4 di Oven

d. Pendefinisian Arrivals : Part_A di Storage dengan interval waktu U(3,1) (lihat gambar 2.8)

dengan interval waktu U(3,1)  (lihat gambar 2.8) Gambar 2.8. Pendefinisian Arrival : Part_A di Storage

Gambar 2.8. Pendefinisian Arrival : Part_A di Storage

e. Setting waktu simulasi : 20 jam (lihat gambar 2.9)

: Part_A di Storage e. Setting waktu simulasi : 20 jam  (lihat gambar 2.9) Gambar

Gambar 2.9. Setting waktu simulasi

f. Save dan Jalankan Simulasi

PERTANYAAN LATIHAN 2:

Berdasarkan hasil simulasi, jawablah pertanyaan berikut ini :

a. Berapa persen utilitas oven

b. Berapa jumlah batch yang dikerjakan dan jumlah Part_A yang diselesaikan.

LATIHAN

3 : PERMANEN BATCHING – COMBINE

Dalam proses manufaktur ada kemungkinan ditemui proses dimana beberapa entity harus digabung sampai jumlah tertentu, misal proses packaging. Dalam promodel hal ini diakomodais dengan perintah COMBINE pada saat pendefinisian process.

Kasus 3:

Satu proses pengepakan (packaging) dimana 8 unit Part-A disimpan menjadi satu. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 3.1.

menjadi satu. Ilustrasi proses produksi seperti gambar 3.1. Gambar 3.1. Proses packaging part_A Bangun model simulasi

Gambar 3.1. Proses packaging part_A

Bangun model simulasi sistem packaging di atas untuk waktu simulasi 20 jam, dengan langkah sebagai berikut :

a. Pendefinisian lokasi : Reveiving dan Packaging (lihat Gambar 3.2)

lokasi : Reveiving dan Packaging (lihat Gambar 3.2) Gambar 3.2. Pendefinisian : Receiving dan Packaging b.

Gambar 3.2. Pendefinisian : Receiving dan Packaging

b. Pendefinisian Entities : Part_A dan Box(lihat Gambar 3.3)

dan Packaging b. Pendefinisian Entities : Part_A dan Box(lihat Gambar 3.3) Gambar 3.3. Pendefinisian : Part_A

Gambar 3.3. Pendefinisian : Part_A dan Box

c.

Pendefinisian Proses : ada empat buah proses

Process 1 : Part_A di Receiving, tidak ada operation, output : Part_A, dengan destination : Packaging (Gambar 3.4)

: Part_A , dengan destination : Packaging (Gambar 3.4) Gambar 3.4. Pendefinisian Process 1 di Recieving

Gambar 3.4. Pendefinisian Process 1 di Recieving

Process 2 : Part_A di Packaging, operation : COMBINE WAIT U(5,3), output : Box, dengan destination :

EXIT (Gambar 3.5)

, output : Box , dengan destination : EXIT (Gambar 3.5) Gambar 3.5. Pendefinisian Process 2

Gambar 3.5. Pendefinisian Process 2 di Packaging

d. Pendefinisian Arrivals : Part_A sebanyak 5 unit di Recieving tiap U(3,1) menit (Lihat Gambar 3.6)

unit di Recieving tiap U(3,1) menit  (Lihat Gambar 3.6) Gambar 3.6. Pendefinisian Arrivals di Receiving

Gambar 3.6. Pendefinisian Arrivals di Receiving

e. Setting waktu simulasi : 20 jam (lihat gambar 3.7)

e. Setting waktu simulasi : 20 jam  (lihat gambar 3.7) Gambar 3.7. Setting waktu simulasi

Gambar 3.7. Setting waktu simulasi

f. Save dan Run simulasi

PERTANYAAN LATIHAN 3:

Berdasarkan hasil simulasi, jawablah pertanyaan berikut ini :

a. Berapa persen utilitas packaging (operation, blocked)

b. Berapa jumlah BoxA yang dikerjakan dan jumlah Part_A yang sedang dan telah selesai di packaging.

LATIHAN 4 : PERMANEN ATTACHMENT – JOIN

Dalam proses manufaktur ada kemungkinan ditemui proses dimana beberapa entity harus disatukan dengan entity yang lain, misal proses assembly. Dalam promodel hal ini diakomodais dengan perintah JOIN pada saat pendefinisian process.

Kasus 4:

Melanjutkan proses pengepakan pada kasus 3, ditambahkan bahwa proses pengepakan memerlukan 1 Box_kosong untuk setiap 8 unit Part_A. Proses produksi menjadi seperti pada Gambar 4.1.

Part_A. Proses produksi menjadi seperti pada Gambar 4.1. Gambar 4.1. Lanjutan Proses packaging part_A Bangun model

Gambar 4.1. Lanjutan Proses packaging part_A

Bangun model simulasi lanjutan sistem packaging di atas untuk waktu simulasi 20 jam, dengan langkah sebagai berikut :

a. Pendefinisian lokasi : Receiving_Part, Receiving_Box dan Packaging (lihat Gambar 4.2)

Receiving_Box dan Packaging (lihat Gambar 4.2) Gambar 4.2. Pendefinisian Location : Receiving_Part,

Gambar 4.2. Pendefinisian Location : Receiving_Part, Receiving_Box dan Packaging

b. Pendefinisian Entities : Part_A, BoxA, dan Box_kosong (Gambar 4.3)

Entities : Part_A, BoxA, dan Box_kosong (Gambar 4.3) Gambar 4.3. Pendefinisian Entities : Part_A, BoxA, dan

Gambar 4.3. Pendefinisian Entities : Part_A, BoxA, dan Box_kosong

c. Pendefinisian Process dan Routing :

Proses 1 : Box_kosong di Receiving_Box , tidak ada operasi, routing destination : Packaging dan menunggu digabungkan (Rule : Join 1) (Gambar 4.4.)

dan menunggu digabungkan (Rule : Join 1)  (Gambar 4.4.) Gambar 4.4. Process 1 di Receiving_Box

Gambar 4.4. Process 1 di Receiving_Box

Proses 2 : Part_A di Receiving_Part, tidak ada operasi, routing destination : Packaging (Gambar 45.)

operasi, routing destination : Packaging  (Gambar 45.) Gambar 4.5. Process 1 di Receiving_Part Proses 3

Gambar 4.5. Process 1 di Receiving_Part

Proses 3 : Part_A di Receiving_Part, dengan operation :

COMBINE 8

JOIN 1 Box_kosong

WAIT U(%,2)

Output : BoxA dengan routing destination : EXIT (Gambar 46.)

: BoxA dengan routing destination : EXIT  (Gambar 46.) Gambar 4.6. Process 3 di Packaging

Gambar 4.6. Process 3 di Packaging

d. Pendefinisian Arrivals : Part_A di Receiving_Part dan Box_kosongdi Receiving_Box (lihat Gambar

4.7)

dan Box_kosongdi Receiving_Box (lihat Gambar 4.7) Gambar 4.7. Pendefinisian Arrivals : Part_A dan Box_kosong

Gambar 4.7. Pendefinisian Arrivals : Part_A dan Box_kosong

e. Setting waktu simulasi : 20 jam (lihat gambar 4.8)

e. Setting waktu simulasi : 20 jam  (lihat gambar 4.8) Gambar 4.8. Setting waktu simulasi

Gambar 4.8. Setting waktu simulasi

f. Save dan Run simulasi

PERTANYAAN LATIHAN 4

Berdasarkan hasil simulasi, jawablah pertanyaan berikut ini :

a. Berapa persen utilitas packaging (operation, blocked)

b. Berapa jumlah BoxA yang dikerjakan dan jumlah Part_A dan Box_koang yang sedang dan telah selesai di packaging.