Anda di halaman 1dari 21

KESEHATAN MENTAL TUGAS 2

NAMA : FEBRIATI MUGHNI NPM : 12511781

2PA05

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI Tahun Ajaran 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah. Untuk melengkapi tugas penyusunan makalah psikologi industri dan organisasi. Makalah ini penulis sajikan dalam bentuk yang sederhana. Dalam makalah ini dibahas tentang penjelasan mazhab psikoanalitik, mazhab behavioristik, mazhab humanistik dan teori dari tokoh Fromm, Maslow, dan Rogers serta contoh-contohnya. Sesungguhnya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mangharapkan kritik dan sarannya, demi menyempurnakan makalah ini. Akhir kata dari penulis mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata dalam penulisan.

Depok, April 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... i DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1 I.1 Latar Belakang............................................................................................................... 1 I.2 Rumusan Masalah......................................................................................................... 1 I.3 Tujuan............................................................................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................... 2 II.1 Tiga Aliran Besar............................................................................................................ 2 II.2 Teori Perkembangan Kepribadian dari Tokoh............................................................... 6 BAB III PENUTUP................................................................................................................. 17 III.1 Kesimpulan konsep kesehatan berdasarkan emosi..................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 18

ii

BAB I PENDAHULAN

I.1 Latar Belakang Kesehatan mental merupakan keinginan wajar bagi setiap manusia seutuhnya, tapi tidaklah mudah mendapatkan kesehatan jiwa seperti itu. Perlu pembelajaran tingkah laku, pencegahan yang dimulai secara dini untuk mendapatkan hasil yang dituju oleh manusia. Untuk menelusurinya diperlukan keterbukaan psikis manusia ataupun suatu penelitian secara langsung atau tidak langsung pada manusia yang menderita gangguan jiwa. Pada dasarnya untuk mencapai manusia dalam segala hal diperlukan psikis yang sehat. Sehingga dapat berjalan menurut tujuan manusia itu diciptakan secara normal. Kesehatan mental salah satunya bisa dilihat dari kepribadiannya. Kepribadian (personality) bukan sebagai bakat kodrati, melainkan terbentuk oleh proses sosialisasi, relasi-relasi. Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku sosial tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan serta rasa keingin untuk memiliki. I.2 Rumusan Masalah Apa teori yang disampaikan oleh tokoh Fromm, Maslow, dan Rogers ?

I.3 Tujuan Makalah ini disusun dengan tujuan agar para pembaca dan penulis sendiri dapat mengetahui lebih dalam mengenai mazhab psikoanalitik, mazhab behavioristik, mazhab humanistik dan teori dari tokoh Fromm, Maslow, Rogers serta contohcontohnya.

BAB II PEMBAHASAN
II.1 TIGA ALIRAN BESAR Mazhab Psikoanalitik - Psikoloanalisis klasik Freud. - Aliran berorientasi negatif, pesimistis (perilaku manusia didasari oleh daya-daya yang bersifat negatif, merusak, tidak disadari : kecemasan permusuhan, agresi - Agar berkembang positif manusia membutuhkan cara-cara pendampingan yang impersonal dan direktif (mengarahkan).

Sigmund Freud (1856-1936) merupakan pendiri psikoanalisis. menurut Freud pikiranpikiran yang di repres atau ditekan merupakan sumber perilaku yang tidak normal/menyimpang. pandangan freud secara lengkap adalah sebagai berikut: 1) kesadaran dan ketidaksadaran Sigmund Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari: kesadaran (concious) dan ketidaksadaran (unconcious). kesadaran dapat diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. jadi kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Menurut Freud ada bagian lain yang disebut prasadar (preconcious). dalam preconcious stimulus-stimulus belum direpres sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Pandangan Freud bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego, Superego, Ego. Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata. Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Ego, adalah pengawas realitas. Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id, dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya).
2

Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). Walau begitu kadangkala pada orang dewasa muncul sikap seperti primary process thnking, yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). Mazhab Behavioristik Teori behaviorisme Skinner (1990-1994), Pavlov (1849-1936), Aliran pemikiran deterministik Perkembangan perilaku manusia dapat dikendalikan ke arah tertentu sebagaimana yang diinginkan melalui usaha-usaha tertentu (proses belajar) yang bersifat : impersonal dan direktif. Skinner mengadakan suatu percobaan yang disebut proses kondisioning operant. percobaannya adalah sebagai berikut : dalam laboratorium, Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut Skinner box, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shaping. Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif.

Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Para ahli behaviorisme termasuk pavlov ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu dapat diobservasi secara nyata, karena menurut mereka kesadaran tidak dapat diobeservasi secara langsung. pavlov menolak digunakan metoda introspeksi, karena tidak dapat diperoleh data yang objektif. Pavlov merintis objective psychology. oleh karena itu metode instrospeksi tidak digunakan. ia mendasarkan eksperimennya pada keadaan yang benar-benar dapat diobservasi. Pavlov dalam eksperimennya menggunakan anjing sebagai binatang percobaan. Dimana anjing, bila diberikan sebuah makanan (UCS) maka secara otonom anjing akan mengeluarkan air liur (UCR). Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak merespon atau mengeluarkan air liur. Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah makanan (UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih dahulu, sehingga anjing akan mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian makanan. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing akan memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya (CR). Dalam ekperimen ini bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa diberikan makanan. Karena pada awalnya anjing tidak merespon apapun ketika mendengar bunyi bel. Jika anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka kemampuan stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air liur) akan hilang. Hal ini disebut dengan extinction atau penghapusan.

Mazhab Humanistik Teori Humanistik : Abraham Maslow, Carl Rogers, Manusia pada dasarnya baik, dan memiliki potensi. Perilaku secara sadar, bebas dan bertanggung jawab dibimbing oleh daya-daya posotif yang berasal dari dirinya ke arah potensi manusiawinya secara penuh. Agar berkembang secara positif manusia butuh suasana dan pendampingan secara personal, penuh penerimaan dan penghargaan (potensi positif dapat berkembang optimal). Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk yang kreatif yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya Motivation and Personality. manusia terdapat lima macam kebutuhan hierarki, meliputi : 1) kebutuhan-kebutuhan fisiologis 2) kebutuhan-kebutuhan rasa aman 3) kebutuhan rasa cinta dan memiliki 4) kebutuhan akan penghargaan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri Menurut maslow psikologi lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak nampak; mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran.

Introspeksi sebagai suatu metode penelitian yang telah disingkirkan, harus dikembalikan lagi sebagai metode penelitian psikologi.

II.2

Teori Perkembangan Kepribadian dari Tokoh Erich Fromm : Psikoanalisis Humanistis Fromm mengembangkan teori kepribadian yang menekankan pengaruh faktor sosiobiologis, sejarah, ekonomi, dan struktur kelas. Psikoanalisis Humanistis berasumsi bahwa terpisahnya manusia dengan dunia alam menghasilkan perasaaan kesendirian dan isolasi, kondisi yang disebut sebagai kecemasan dasar (basic anxiety). Fromm (1947) percaya bahwa manusia, tidak seperti binatang lainnya, telah tercerai berai dari kesatuan prasejarahnya dengan alam. mereka tidak memiliki insting kuat untuk beradaptasi dengan dunia yang berubah, melainkan mereka telah memperoleh kemampuan bernalar-keadaan yang disebut Fromm sebagai dilema manusia. Sebagai tambahan untuk kebutuhan kebutuhan fisiologis dan hewani, manusia termotivasi oleh lima kebutuhan yang berbeda-keterhubungan,

keunggulan, keberakaran, kepekaan akan identitas, dan kerangka orientasi. kelima kebutuhan ini berevolusi dari keberadaan manusia sebagai spesies terpisah dan menggerakkan manusia ke arah kesatuan kembali dengan dunia alam. Fromm percaya bahwa kurang terpuaskannya kebutuhan-kebutuhan ini akan membuat manusia tidak tahan dan akhirnya kehilangan kewarasan. Oleh karena itu, manusia tergerak dengan sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan satu cara atau lainnya, baik secara positif ataupun negatif.

Keterhubungan adalah kebutuhan manusia eksistensial pertama. tiga cara dasar bagi manusia untuk terhubung dengan dunia : (1) kepasrahan. (2) kekuasaaan, (3) cinta.

Keunggulan adalah dorongan untuk melampaui keberadaan yang pasif dan kebetulan menuju alam penuh makna dan kebebasan (Fromm, 1981, hlmn. 4.)

Keberakaran adalah kebutuhan untuk berakar atau merasa pulang kembali di dunia.

Kepekaan akan identitas atau kemampuan untuk menyadari diri sendiri sebagai wujud yang terpisah.

Kerangka orientasi adalah kebutuhan terakhir manusia karena terpisah dari dunia alam, maka manusia membutuhkan peta jalan, kerangka arah atau orientasi untuk mencari jalannya dalam dunia.

Mekanisme Pelarian Authotarianism didefinisikan sebagai kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian seseorang secara individu dan meleburkannya dengan seseorang atau sesuatu diluar dirinya demi mendapatkan kekuatan yang tidak dimilikinya. Sifat merusak (destructiveness) berasal dari perasaan kesendirian, keterasingan, dan ketidakberdayaan. sifat merusak tidak bergantung pada hubungan kesinambungan dengan orang lain; melainkan mencari jalan untuk

menghilangkan orang lain. Konformitas (conformity). orang yang melakukan konformitas berusaha melariukan diri dari rasa kesendirian dan keterasingan dengan menyerahkan individualitas mereka menjadi apapun yang orang lain inginkan.

Orang-orang yang sakit, secara ekstrem termotivasi oleh sindrom pembusukan, yang mencakup (1) nekrofilia atau cinta akan kematian; (2) narsisme berat atau tergila-gila pada diri sendiri, (3) simbiosis ines atau kecenderungan untuk tetap terikat dengan seseorang yang keibuan atau sepadannya. Tujuan dari psikoterapi Fromm adalah untuk mencapai kesatuan dengan pasien sehingga mereka bersatu kembali dengan dunia. Menurut Fromm, model kepribadian yang sehat adalah orang yang produktif. Kodrat kepribadian yang sehat : 1) Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana partner-partner dapat ,e,pertahankan individualitas mereka. 2) Pikiran yang produktif : Meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. 3) Kebahagiaan : Merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif, kebahagiaan itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Fromm membedakan dua tipe suara hati, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistis. a) Suara Hati otoriter : Penguasa dari luar yang diinternalisasikan yang memimpin tingkah laku orang itu. b) suara Hati Humanistik : Suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar.

Untuk memahami bagaimana hal ini terjadi kita harus membicarakan alternative lain yang dikemukakan oleh Fromm yakni : 1. Orientasi reseptif . contoh : kebudayaan budak dimana budak-budak hanya dapat bertindak secara reseptif dan pasif terhadap tuannya. 2. Orientasi eksploitatif. contoh : masyarakat totaliter atau fasis suatu lingkungan dimana pemimpin pemimpin yang kuat dan bersifat menguasai memerintah dengan kekerasan. 3. Orientasi penimbunan. contoh : masyarakat yang membantu perkembangan tata susila penghematan dari orang protesan inggris yang fanatic dan dimana kerja keras serta penghematan merepakan keutamaan, mengembangkan orientasi ini. 4. Orientasi pemasaran. contoh : kualitas-kualitas iuran senyum, ramah, kelihatan sebagai orang-orang baik, tertawa atas lelucon lebih penting daripada kualitas dalam.

Carl Rogers : Teori yang Berpusat pada Pribadi Asumsi dasar

1. Kecenderungan Formatif yaitu terdapat kecenderunagn dari berbagai hal, baik organik maupun nonorganik, untuk berevolusi dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks. 2. Kecenderungan Aktualisasi yaitu kecenderungan untuk bergerak menuju keutuhan atau pemuasan dari potensi. 3. Diri dan Aktualisasi adalah bagian dari kecenderungan aktualisasi sehingga tidak sama dengan kecenderungan itu sendiri. rogers mengajukan 2 subsistem yaitu konsep diri dn diri ideal. 4. Konsep diri yaitu sudah terbangun tidak mungkin tidak membuat perubahan sama sekali, hanya tetap akan terasa sulit. Perubahan biasanya paling mudah terjadi ketika adanya penerimaan dari orang lain. 5. Kesadaran yaitu meliputi 1. Kejadian dialami dibawah batas kesadaran dan biasanya diabaikan atau disangkal 2. Membuat hipotesis bahwa beberapa pengalaman akan disimbolisasikan secara akurat dan dimasukkan dengan bebas ke dalam struktur diri. 3. Meliputi pengalaman yang diterima dalam bentuk yang terdistorsi. Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana aku merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan apa dan siapa aku sebenarnya dan apa yang sebenarnya harus saya perbuat. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.

10

Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi yaitu: 1. Incongruence Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. 2. Congruence Congruence berarti situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati. Menurut Rogers, para orang tua akan memacu adanya incongruence ini ketika mereka memberikan kasih sayang yang kondisional kepada anak-anaknya. Orang tua akan menerima anaknya hanya jika anak tersebut berperilaku sebagaimana mestinya, anak tersebut akan mencegah perbuatan yang dipandang tidak bisa diterima. Disisi lain, jika orang tua menunjukkan kasih sayang yang tidak kondisional, maka si anak akan bisa mengembangkan congruence-nya. Remaja yang orang tuanya memberikan rasa kasih sayang kondisional akan meneruskan kebiasaan ini dalam masa remajanya untuk mengubah perbuatan agar dia bisa diterima di lingkungan. Dampak dari incongruence adalah Rogers berfikir bahwa manusia akan merasa gelisah ketika konsep diri mereka terancam. Untuk melindungi diri mereka dari kegelisahan tersebut, manusia akan mengubah perbuatannya sehingga mereka mampu berpegang pada konsep diri mereka. Manusia dengan tingkat incongruence yang lebih tinggi akan merasa sangat gelisah karena realitas selalu mengancam konsep diri mereka secara terus menerus.

11

Dalam dunia psikologi Rogers selalu dihubungkan dengan metode psikoterapi yang dikemukakan dan dikembangkannya. Terapi yang dikemukakannya itu dinamakan: nondirective therapy atau client centered therapy. Non-directive therapy ini menjadi popular karena: 1. Secara historis lebih terikat kepada psikologi daripada kedokteran 2. Mudah dipelajari 3. Untuk mempergunakannya dibutuhkan sedikit atau tanpa pengetahuan mengenai diagnosis dan dinamika kepribadian 4. Lamanya perawatan lebih singkat jika dibandingkan misalnya dengan terapi secara psikoanalistis. Dasar dari teknik ini adalah manusia mampu memulai sendiri arah perkembangannya dan menciptakan kesehatan dan menyesuaikannya. Sebab itu, konselor harus

mempergunakan teknisnya untuk memajukan tendensi perkembangan klien tidak secara langsung tetapi dengan menciptakan kondisi perkembangan yang positif dengan cara permisif. Konselor sebanyak mungkin membatasi diri dengan tidak memberikan nasihat, pedoman, kritik, penilaian, tafsiran, rencana, harapan, dan sebagainya. Dengan cara ini, konselor dapat membantu klien untuk mengemukakan pengertiannya dan rencana hidupnya. Untuk memungkinkan pemahaman ini konselor diharapkan bersifat dan bersikap:

12

Empati (Emphaty) Menempatkan diri dalam kerangka acuan batiniah (internal frame of reference), klien akan memberikan manfaat besar dalam memahami diri dan

problematikanya. Penerimaan tanpa syarat (Unconditional positive regard) Sikap penghargaan tanpa tuntutan yang ditunjukkan terapis pada klien, betapapun negatif perilaku atau sifat klien, yang kemudian sangat bermanfaat dalam pemecahan masalah. Kongruensi (Congruence) Konselor dan klien berada pada hubungan yang sejajar dalam relasi

terapeutik yang sehat. Terapis bukanlah orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kliennya. Kondisi-kondisi yang memungkinkan klien mengubah diri secara konstruktif mengharuskan klien dan terapis berada dalam kontak psikologis. Dengan demikian, akan dapat dilihat perubahan yang terjadi dalam proses terapi antara lain : 1. Klien akan mengekspresikan pengalaman dan perasaannya tentang kehidupan, dan problem yang dihadapi. 2. Klien akan berkembang menjadi orang yang dapat menilai secara tepat makna perasaannya. 3. Klien mulai merasakan self concept antara dirinya dan pengalaman mereka. 4. Klien sadar penuh akan perasaan yang mengganggu. 5. Klien mampu mengenal konsep diri dengan terapi yang tidak mengancam.

13

6. Ketika terapi dilanjutkan, konsep dirinya menjadi congruence. 7. Mereka mengembangkan kemampuan dengan pengalaman yang dibentuk oleh unconditional positive regard. 8. Mereka akan mengevaluasi pengalaman-pengalamannya sehingga mampu berelasi sosial dengan baik. 9. Mereka menjadi positif dalam menghargai diri sendiri. Setelah terapi, klien akan mendapatkan insight secara mendalam terhadap diri dan permasalahannya. 1. Mereka menjadi terbuka terhadap pengalaman dan perasaannya sendiri. 2. Dalam pengalamannya sehari-hari mereka bisa mentransendensikan, jika diperlukan. 3. Mereka menjadi kreatif. Mereka merasa dalam hidup menjadi lebih baik, juga dalam hubungan dengan orang lain. Rogers meberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya : a. Keterbukaan pada pengalaman b. Kehidupan eksistensial c. Kepercayaan terhadap organism sendiri d. Perasaan bebas e. Kreatifitas Contoh : Seorang anak kecil yang mempunyai konsep diri bahwa ia anak yang baik dan orang tuanya sangat mencintai dirinya. Ia sangat menyukai pesawat terbang kemudian ia mnegungkapkan bahwa ia ingin menjadi pilot pesawat terbang. Orang tuanya sangat tradisional, bahkan tidak mengijinkan anaknya untuk memilih pekerjaan yang diperuntukan untuk laki-laki. akhirnya anak tersebut mengubah konsep dirinya kalau ia anak tidak baik karena tidak mau menuruti kedua orang tuanya.

14

Abraham Maslow : Teori Holistik-Dinamis Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behaviorisme

mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh niulai-nilai dan pilihan-pilihan sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya yang dituangkan dalam bkunya Motivation and Personality. dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan manusia yang hierarki, meliputi : 1) kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the psychologycal needs) 2) kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs/ the security needs) 3) kebutuhan rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs) 4) kebutuhan akan penghargaan (the self-esteem needs) 5) kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs) Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhierarki karena kebutuhan yang menuntut dipenuhi apabila kebutuhan tang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi. Menurut maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebnih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak tampak; mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Introspeksi sebagai metoda penelitian yang disingkirkan, harus dikembalikan lagi sebagai metoda penelitian psikologi. (Walgito, B. 2002: 78)

15

Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu : a) Memusatkan perhatian pada person yang mengalami dan kerenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia. b) Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistik dan reduksionistis. c) Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan. d) Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak danSexton, 1998). Selain maslow sebagai tokoh dalam psikologi humanistik, juga Carl Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-centered therapy (Walgito, B. 2002: 80) Contoh : seorang karyawan yang sudah memenuhi kebutuhan hierarki maslow dari kebutuhan fisiologis, seperti membangun rumah dengan gaji sendiri, merasa aman dengan perusahaannya yang sekarang hingga kebutuhan harga dirinya dalam arti karyawan tersebut dapat menjadi karyawan yang bisa naik jabatan , kemudian ia mengaktualisasi dirinya dengan cara mengikuti seminar-seminar hingga ia mendapat prestise sebagai manajer, kemudia ia mealkukan aktualisasi lebih lanjut dengan memotivasi bawahannya.

16

BAB III PENUTUP


III.1 Kesimpulan Fromm (1947) percaya bahwa manusia, tidak seperti binatang lainnya, telah tercerai berai dari kesatuan prasejarahnya dengan alam. mereka tidak memiliki insting kuat untuk beradaptasi dengan dunia yang berubah, melainkan mereka telah memperoleh kemampuan bernalar-keadaan yang disebut Fromm sebagai dilema manusia. Tujuan dari psikoterapi Fromm adalah untuk mencapai kesatuan dengan pasien sehingga mereka bersatu kembali dengan dunia. Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana aku merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan apa dan siapa aku sebenarnya dan apa yang sebenarnya harus saya perbuat. Menurut maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebnih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak tampak; mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Introspeksi sebagai metoda penelitian yang disingkirkan, harus dikembalikan lagi sebagai metoda penelitian psikologi. (Walgito, B. 2002: 78)

17

DAFTAR PUSTAKA

Feist, J & Feist, G.(2010).Theories of Personality.7th edition.Boston: Mc Graw Hill http://www.psychologymania.com/2011/09/mazhab-dan-aliran-dalampsikologi.html Schultz, D.(1991).Psikologi pertumbuhan : model model kepribadian sehat. Yogyakarta: kanisius

18