Anda di halaman 1dari 13

Masitah Omar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Alamat korespondensi : Jalan Tanjung Duren Raya,

No. 4, 11470 Jakarta Barat Email: drmasyi92@gmail.com

Pendahuluan Variasi sifat dapat dilihat dengan jelas pada semua makhluk. Tidak perlu untuk melihat jauh karena fisik kita telah menggambarkannya. Tinggi badan, mata berwarna hitam, rambut kerinting semua adalah variasi sifat kita miliki. Jika dilihat pada kelurga kita, kta mampu untuk mendeteksi bahwa kita telah mewarisi sifat tersebut daripada bapa,ibu, nenek atau kakek. Pewarisan ini telah diturunkan suatu faktor yang menyebabkan genetik mewarisi bapa dan ibu kita. Namun, terdapat juga dari kalangan kita yang mengalami penyakit keturunan disebabkan pewarisan genetik oleh tetua.Genetika ialah merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan hereditas dan variasi. Melalui cabang ilmu ini kita mempelajari mengenai konsep gen, asam deoksiribonukleat (DNA), dan kromosom, proses sintesis protein, keterkaitan antara proses pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat,prinsipprinsip hereditas dalam pewarisan sifat, dan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam salingtemas.1 Kelainan gen aldehide dehidrogenase (ALDH) sering dialami oleh penduduk asia. Menurut statistik,mutasi ini sering terjadi di negara Japang yaitu 41% kelompok kontrol yang tidak minum alkohol kekurangan ALDH, manakala 6% dari kelompok mengkomsumsi alkohol mengalami kekurangan ALDH. Bangsa Eropah mempunyai genetik tersendiri yang mampu menghasilkan enzim yang cukup efisyen dalam menukarkan acetaldehyde, sedangkan bangsa Asia tidak mempunyai kod genetik yang serupa. Tujuan makalah ini dibuat untuk meneliti mengenai sistem pewarisan melalui teori yang diutarakan oleh Mendel. Selain itu, makalah ini dibuat untuk memahami mengenai gen aldehide dehidrogenase serta kesan mutasinya. Selanjutnya,untuk mengaitkan kelainan gen dengan proses sintesis protein yang termasuk transkripsi dan translasi DNA.

Kromosom Kromosom (kroma = benang,soma=badan) merupakan badan yang berbentuk panjang yang berfungsi membawa informasi genetika karena ada gen di dalamnya.3 Orang yang pertama yang memberi nama kromosom adalah Waldeyer pada tahun 1888. Kromosom tersusun dari DNA yang berasosiasi dengan berbagai protein. DNA merupakan materi genetik sel. Protein yang dikenali sebagai histon membantu membungkus DNA sehingga menjadi nukleosom.2 Kromosom terdapat di dalam nukleus. Sifat kromosom boleh dilihat dengan mudah dalam fase-fase pembelahan nukleus terutamnya metaphase. Ia tidak dapat dilihat apabila diubah menjadi benang-benang halus yang disebut kromatin misalnya semasa interphase. Ukuran kromosom bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya. Secara umumnya, makhluk dengan jumlah kromosom sedikit mempunyai kromosom dengan ukuran lebih besar.4

Gambar 1: Kromosom Sumber: http://biologigonz.blogspot.com/2010/08/kromosom.html Strukutur kromosom meliputi sentromer, kromonema,kromomer,lekukan sekunder,telomer dan satelit.3,4 Sentromer adalah pusat kromosom atau lekukan primer. Pada sentromer terdapat kinetokor yang merupakan tempat perlekatan benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan tempat melekatnya kromosom.5 Kinetokor dan benang spindel meggerakkan kromosom selama proses mitosis. Organisme memiliki satu sentromer yang disebut kromosom monosentris. Kromonema dan kromatid merujuk kepada struktur yang sama. Ia adalah pita bentuk spiral yang terdapat dalam kromosom. Selanjutnya, kromomer ialah hasil penebalan-penebalan kromonema. Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan

terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom seperti kawat).5 Ia berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen. Satelit merupakan berbentuk bulatan dan tambahan pada bagian ujung kromosom. Telomer ialah bagian terujung kromosom yang menghalangi sambungannya kromosom satu dengan kromosom lainnya.4 Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai. Kromosom mempunyai beberapa bentuk yang boleh terbagi: a. Metasentris Ia terjadi apabila sentromer terletak di tengah kromosom sehingga terbagi menjadi dua lengan sama panjang serta memiliki bentuk seperti huruf V. b. Submetasentris Apabila sentromer terletak submedian(ke arah salah satu ujung kromosom), sehingga kromosom terbagi menjadi dua lengan tak sama panjang dan berbentuk huruf J. c. Akrosentris Apabila sentromer terletak (di dekat ujung kromosom), kromosom tidak membengkok. Satu lengan kromosom sangat pendek, sedang lainnya sangat panjang. d. Telosentris Apabila sentromer terletak di ujung kromosom, memiliki lengan hanya satu, berbentuk seperti batang.

Gambar 2: Bentuk kromosom Sumber: http://silota.blogspot.com/2010/12/materi-genetik.html

Tipe dan jumlah kromosom Kromosom mempunyai dua tipe yaitu autosom dan gonosom. Autosom atau sel somatik merupakan kromosom tubuh. Ia mengatur dan mengendalikan bentuk tubuh makhluk hidup.3 Ia bersifat diploid (2n) dan tidak menentukan jenis kelamin. Beda dengan autosom, gonosoma atau dikenali sebagai kromosom seks menentukan jenis kelamin,kromosom seks X atau Y. Kromosom seks X lebih panjang daripada kromosom seks Y. Pada manusia gonosom terdapat pada kromosom ke 23. Ia bersifat hiploid (n). Gene yang berperan dalam keturunan terletak dalam autosom dikenal sebagai pewarisan autosomal manakala yang terletak dalam genosom dikenal sebagai pewarisan kromosom kelamin. Jumlah kromosom berbeda pada spesies makhluk. Misalnya, katak mempunyai 26 Kromosom, nyamuk mempunyai 6 kromosom diploid dan manusia mempunyai 46

kromosom diploid. Kromosom-kromosom tersebut dapat disusun berpasang-pasangan dimulai dengan kromosom yang terpanjang. Ia disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya, maka akan diperoleh satu gambaran yang disebut karyotype. Bagi manusia, kromosom pada karyotype dipaparkan 44 A XY/ 44A XX atau 22AA XX/ 22 AA XY.

Gambar 3: Karyotype Sumber: http://lovelyteacherrita.blogspot.com/2010/12/bab-lima-pola-pola-hereditas-3.html

Teori Mendel Teori mendel diasaskan oleh seorang ilmuwan dan biarawan yaitu Gregor Johann Mendel. Pada tahun 1842, Mendel mulai mengadakan penelitian dan meletakkan dasar-dasar hereditas. Beliau menerangkan ada mekanisme penurunan(gen) yang secara kekal diwariskan dari induk kepada keturunannya melalui hukum pemisahan.6 Beliau menggunakan tanaman kapri atau Pisum sativum. Hasilnya beliau telah mengeluarkan dua teori yaitu Hukum

Mendel I dan Hukum Mendel II. Antara sifat yang diperhatikan oleh Mendel melalui risetnya pada tanaman kapri. Tabel 1: Sifat yang Diperhatikan Pada Tanaman Kapri

Sumber: http://lovelyteacherrita.blogspot.com/2010/12/bab-lima-pola-pola-hereditas-3.html Hukum Mendel 1 atau hukum segregasi menyatakan bahawa pada membentukan gamet terjadi segregasi atau pemisahan alel-alel secara bebas, dari diploid ke hiploid.6,7 Persilangan monohibrid atau persilangan satu sifat beda membuktikan hukum Mendel I. Variasi gen (alel yang berbeda) bertanggungjawab terhadap variasi sifat yang diwariskan.8 Dua alel yang bertanggungjawab pada satu karakter akan terpisah ketika gametogenesis.8.9 Sebelum melakukan suatu persilangan, setiap individu menghasilkan gamet-gamet yang kandungan gennya separuh dari kandungan gen pada individu. Sebagai contoh, individu GG akan membentuk gamet G, dan individu gg akan membentuk gamet g. Pada individu Gg yang menghasilkan gamet G dan gamet G, akan terlihat bahwa gen G dan gen g akan dipisahkan (disegregasi) ke dalam gamet-gamet yang terbentuk tersebut.10 Pada percubaan yang pertama, Mendel mencuba untuk menyilangkan galur murni yang panjang dan galur murni yang pendek. Tanaman galur murni, yaitu tanaman yang kalau menyerbuk sendiri tidak akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengannya. Hasilnya, nisbah tanaman tinggi dan tanaman pendek adalah 3: 1. P membawa simbol tetua (parental), F1 bermaksud generasi pertama (filial 1) dan F2 bererti generasi kedua (filial 2)

Tabel 2: Persilangan monohibrid

Sumber 2: http://lovelyteacherrita.blogspot.com/2010/12/bab-lima-pola-pola-hereditas-3.html

Hukum Mendel II membahaskan mengenai penyilangan dua sifat yang berbeda. Contohnya, tumbuhan berwarna kuning dan buahnya bulat disilangkan dengan tumbuhan berwarna hijau dan buahnya keriput. Hukum ini juga dikenal hukum penggabungan bebas. Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas.10 Hukum ini dapat dibuktikan dengan persilangan dihibrid.

Tabel 3: Persilangan dihibrid

Homozigot resesif=bbkk Homozigot dominan= BBKK Hasil nisbah persilangan= 9:3:3:1 Sumber: http://lovelyteacherrita.blogspot.com/2010/12/bab-lima-pola-pola-hereditas-3.html Gen aldehide dihydrogenase (ALDH) Gen adalah substansi dasar hereditas yang mengandungi informasi genetik. Gen yang

bekerja subunit DNA dan terdapat pada lokus dalam kromosom. Aldehide dehidrogenase pula merupakan enzim yang bertanggungjawab untuk metabolisme etanol. Etanol yang diminum akan mengalami reaksi oksidasi menjadi asetildehid oleh enzim alkohol dehydrogenase (ADH) dan selanjutnya dioksidasi menjadi asam asetat oleh aldehide dehidrogenase (ALDH).14 Ia berperan penting dalam toleransi dan ketergantungan terhadap alkohol yaitu pemecahan asetildehid ke asetat yang tidak beracun. Proses ini dikenali sebagai detoksifikasi yang berlaku di hati, maka enzim ini banyak didapati di hati. Jika kuantiti acetildehid tinggi dalam darah, muncul simptom seperti kemerahan di muka dan nausea. Gen aldehide dehidrogenase merupakan kode untuk mengekspresikan enzim tersebut. Bentuk mutasi bagi enzim ini ialah ALDH2*2. Ia merupakan mutasi dominan. Kekurangan enzim aldehide dehidrogenase menyebabkan kuantiti aldehide tinggi dan selanjutnya toksik banyak dalam tubuh. Kekurangan enzim ini membawa risiko mengalami kanker oesofagus, kanker paru dan kanker kolon. Ia juga menyumbang kepada simptom Sjogren-Larsson.

Reaksi aldehide dehidrogenase: RCHO + NAD(P)+ + H2O RCOOH + NAD(P)H + H+ Kelainan genetik (genetic abnormality) merupakan penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata-rata manusia.6 Kelainan genetik terjadi karena kelainan pada gen atau kromosom. Kelompok genetika kelainan genetik menjadi tiga kategori: 11 1. Gangguan gen tunggal yang disebabkan oleh mutasi pada gen tunggal. Mutasi mungkin hadir pada satu atau kedua kromosom (satu kromosom warisan dari orang tua masing-masing). Contohnya:Penyakit sel sabit, fibrosis kistik dan penyakit Tay-Sachs adalah contoh gangguan gen tunggal. 2. Gangguan kromosom disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan dari gen yang terletak pada kromosom, atau perubahan struktural dalam kromosom. Contohnya, Sindrom Down disebabkan oleh tambahan salinan kromosom 21, tetapi tidak ada gen individu pada kromosom yang abnormal. 3. Gangguan warisan multifaktorial yang disebabkan oleh kombinasi variasi kecil dalam gen, sering kali dalam konser dengan faktor lingkungan. Misalnya,penyakit jantung dan kanker. Mutasi Kelainan dan penyakit genetik pada manusia disumbangkan oleh mutasi. Mutasi merupakan perubahan organisasi materi genetik yang berupa gen atau kromosom dari suatu individu dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika mutasi terjadi pada sel kelamin, ia akan diwarisi manakala jika berlaku di sel somatik,ia tidak akan diwarisi. Mutasi boleh dipecahkan kepada dua bentuk yaitu mutasi gen dan mutasi kromosom. Mutasi gen (point mutation) terjadi apabila perubahan urutan basa pada DNA atau perubahan nukleotida pada DNA. Akibat kerusakan nukleotida DNA atau dari kesalahan yang tidak diperbaiki selama replikasi dapat ditranskripsi ke mRNA sehingga ditranslasi susunan abnormal ke asam amino. Perubahan nukleotida boleh terjadi kerana ada penggantian basa, delesi, dan insersi.

Gambar 5: Mutasi gen http://catalog.flatworldknowledge.com/bookhub/reader/2547?e=gob-ch19_s05 Terdapat tiga tipe pada mutasi ini yaitu silent mutation, missense mutation dan nonsense mutation. Silent mutation tidak mempengaruhi susunan asam amino, maka tidak ada efek kepada fungsional protein. Missense mutation mengakibatkan satu asam amino original digantikan dengan asam amino yang baru. Efeknya, ada yang mengubah fungsi protein,ada yang sebahagian fungsi protein terganggu dan ada yang mengakibatkan protein tidak berfungsi. Nonsense mutation mengubah kodon asam amino kepada kodon stop. Maka, sintesis protein terhenti sebelum waktunya. Mutasi kromosom terjadi apabila terdapat perubahan pada jumlah kromosom atau susunan kromosom. Perubahan jumlah kromosom menyebabkan terjadi penyakit Down

Syndrome,Poliploidi dan Aneuploidi. Bagi perubahan susuna berlaku karena ada delesi, duplikasi, inversi dan translokasi.

Gambar 6: Mutasi kromosom http://www.scienceteen.com/biology/Genetika_dan_Mutasi2.html

Replikasi DNA Replikasi DNA bertujuan untuk mensintesis atau mempergandakan DNA. DNA terletak dalam nukleus. Replikasi DNA berlaku pada fase interphase dalam mitosis dan meiosis. Proses ini memerlukan deoksiribonukleotida fosfat dan beberapa enzim.8 Saat replikasi

bermula, enzim helicase memisahkan dua rantai DNA yang berpilin pada garpu replikasi. Kedua-dua rantai DNA ynag sudah terpisah akan menjadi acuan (template). Template ini akan digunakan untuk mencetak rantai DNA yang baru. Enzim DNA polimerase akan menambah nukleotida sepanjang template dengan arah 5 ke 3. Leading strand akan tersintesis secara kontiniyu manakaa lagging strand akan tersintesis dengan pembentukan fragemen Okazaki. Enzim ligase berfungsi sebagai glue.Proses ini menggunakan metode semi konservatif yaitu rantai DNA anak terdiri daripada satu untai DNA induk dan satu untai DNA hasil sintesis yang baru. Apabila saat replikasi terdapat kesalahan, maka segera diperbaiki oleh enzim eksonukleotida akan memperbaikinya. Setelah replikasi, turut ada mekanisme pembaikanpada basa yang salah dipasang oleh endonuklease.

Sintesis Protein

Gambar 7: Proses sintesa protein Sumber: http://wmakhlukbio.blogspot.com/2011/10/asam-ribonukleat-rna.html

Ia berlaku saat penggabungan gugusan asam amino. Protein

sangat penting karena ia

merupakan bahan dasar dalam tubuh makhluk yang hidup. Jenis protein akan berbeda berdasarkan jenis dan rangkaian asam amino. Sintesis protein terbahagi kepada trankripsi dan translasi. Proses transkripsi merupakan proses mengubah DNA menjadi mesengger ribonucleic acid (mRNA). Proses ini terjadi di dalam nukleus. mRNA akan membentuk pita panjang dan berfungsi sebagai cetakan pembentuk polipeptida.11 Saat transkripsi bermula, satu rantai DNA menjadi sense. Pada tahap insiasi, RNA polimerase menempel pada promoter yaitu susunan khas pada sense untuk memulakan proses ini. Pada tahap pemanjangan, RNA nukleotide menambah pada sense oleh enzim RNA polimerase. Basa cytosine akan berpasangan dengan guanine, basa adinine akan berpasangan dengan uracil. RNA akan terbentuk dari ujung 5 ke 3 dan terbentuk antiparelel dengan DNA template. Kemudian, tahap terminasi pada prokariota, transkripsi berhenti pada stop codon. Ini berbeda dengan eukariota yang ada susunan basa nitrogen AAUAAA yang menjadi signal untuk berhenti sebelum bertemu dengan stop kodon. Sebelum mRNA dihantar ke ribosom, proses

modifikasi mRNA berlangsung dengan menambah ujung 5 dengan guanine trisfosfat termetilasi dan pada ujung 3 dengan adinine. Kemudian, proses translasi berlaku apabila mRNA menuju ke sitoplasma. Pada tahap ini, mRNA akan dibaca dan diubah menjadi rantai asam amino. Ribosom mempunyai subunit besar dan subunit kecil. Ia juga mengandungi rRNA dan protein. Kodon pada mRNA menempel pada ribosom melalui sisi P. Tahap inisiasi ditandai dengan kodon start, UAG. Maka, tRNA membawa asam amino yang sesuai dengan kodon start yaitu meionin. Triplet kodon mewakili satu asam amino. Proses ini akan berlanjutan apabila tRNA yang membawa rantai asam amino berubah ke sisi A. Tahap terminasi terjadi apabila ribosom menemui stop kodon UAG pada mRNA.13 Polipeptide dilepaskan dari ribosom dan sintesis protein selesai. Penutup Teori yang dibuat oleh Mendel telah memecahkan pertanyaan mengenai faktor keturunan yaang diwarisi daripada bapa dan ibu. Kelainan gen aldehide telah meyebabkan pria tersebut sensitif terhadaf alkohol. Kelainan gen mungkin disebabkan mutasi atau telah diwarisi dari keturunan. Tinjauan pustaka 1. Saefuddin.Genetika.Diunduh dari: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/196307011988031SAEFUDIN/GENETIKA_saefudin-BIOUPI.pdf 26 Januari 2013 2. Elrod S., Stansfield W.Schaum's Genetika. 4th edition. California; The Mc Graw-Hill. hal 61-66 3. Gunawan Susilowarno. Biologi SMA untuk kelas xii.Kompetensi. hal 63-71 4. Diah Aryulina. Biologi Jilid 3. 3rd edition. Jakarta;esis. hal. 75 5. Genetika dan hukum Mendel. Diunduh dari https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:ZgY0G8CfZlgJ:staff.unila.ac.id/gnugroh o/files/2012/09/Genetika-dan-HukumMendel.pdf+hukum+mendel&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESi26USupYBV87KvH803 LL-D2Zhs2jKWqV_gzi2kW1QKnXY2IvsiEnk4PTFfmhmJBWtrESelQlv_M1nrtTRkOQsIJQ08KQa5xfH2djEPIgcrgzrchFeO9blRjZ_HeALi8kTOAs&sig=AHIEtbTOgs07JRKbDVmoKtaL87Ow0rz4Q 6. Oman Karmana. Biologi. 1st edition.Bandung; Grafindo Media Pratama.hal 105 7. Deden Abdurahman.Biologi kelompok pertanian. 1st edition. Bandung; Grafindo Media Pratama.hal 22 8. Hukum pewarisan Mendel.Diunduh dari: https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:rKuqdnXkBIUJ:ondisaondi.files.wordpre ss.com/2011/11/hukum-pewarisanmendel.pdf+teori+mendel&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESi0ZsGQIemWIrFWLrnrCD6

gIgcsBQtTKRC3r4LBbeKQxUYNAIaVH1Z3FG5r_oOg9sxeNDyIF0IaY4FivKSYmS8 gV-Bob03-pr7P1rEc5fD9BmHEvTYVQ5848TiYXthhTWmQIpV&sig=AHIEtbQPDvvuV4f6MfqBpkt 5vH0Q3jfqVw 25 Januari 2012


9. News Medical. Diakses dari:http://www.news-medical.net/health/What-are-GeneticDisorders-(Indonesian).aspx 27 Januari 2013 10. Rikky Firmansyah.Mudah dan aktif belajar Biologi. 1st edition. Bandung; Penerbit PT. Setia Purna Inves. Hal 60-62

11. Oman KarmJilidana .Cerdas belajar Biologi. Bandung; Grafindo Media Pratama.hal 828 12. Ni Made Suaniti. Aldehid dehidrogenase dalam tikus wistar sebagai biomarker awal konsumsi alkohol secara akut.